NURUL ABROR

Rabu, 08 April 2026

Jangan pernah berhenti beramal sebelum datang mati"

Pernyataan "jangan berhenti beramal sebelum mati" adalah pengingat yang sangat fundamental dalam ajaran Islam. Kematian adalah kepastian yang waktunya dirahasiakan, sehingga manusia dianjurkan untuk senantiasa dalam ketaatan hingga ajal menjemput.
Berikut adalah poin-poin penting mengapa amal tidak boleh terhenti sebelum ajal:
  • Kebiasaan Akhir Hidup (Husnul Khatimah): Seseorang cenderung diwafatkan berdasarkan kebiasaan yang sering ia lakukan. Jika terbiasa beramal saleh, kemungkinan besar akan diwafatkan dalam keadaan baik.
  • Amal Adalah Satu-satunya Bekal: Setelah kematian, pintu amal tertutup dan kesempatan untuk shalat, puasa, atau sedekah akan hilang. Yang tersisa hanyalah penyesalan jika tidak maksimal beramal semasa hidup.
  • Amal Tergantung Akhirnya: Nabi SAW bersabda bahwa amalan dilihat dari akhirnya. Orang yang terlihat beramal baik sepanjang hidupnya bisa saja berujung buruk jika berhenti beramal di akhir hayat, dan sebaliknya.
  • Tiga Amalan yang Tidak Terputus: Walaupun amal terputus saat mati, Rasulullah SAW memberikan jalan keluar berupa tiga perkara yang pahalanya terus mengalir: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakan.
  • Mati Bukan Alasan Berhenti: Kematian bukanlah akhir dari segalanya, melainkan awal kehidupan baru. Oleh karena itu, persiapan berupa iman dan amal saleh harus ditingkatkan, bukan dihentikan.
Penting untuk diingat bahwa dunia adalah tempat ujian, bukan tempat untuk dinilai. Oleh karena itu, manfaatkanlah waktu sebelum ajal menjemput dengan perbanyak amal saleh. 

Minggu, 05 April 2026

Doa untuk Kesembuhan keluarga yg sedang Sakit


 
Doa Rasulullah untuk keluarganya yang sakit 

اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي لَا شَافِيَ إلَّا أَنْتَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقْمًا   

 
“Tuhanku, Tuhan manusia, hilangkanlah penyakit. Berikanlah kesembuhan karena Kau adalah penyembuh. Tiada yang dapat menyembuhkan penyakit kecuali Kau dengan kesembuhan yang tidak menyisakan  rasa nyeri,”

أَسْأَلُ اللهَ العَظِيْمَ رَبَ العَرْشِ العَظِيْمِ أَنْ يَشْفِيَكَ


Artinya, “Aku memohon kepada Allah yang agung, Tuhan arasy yang megah agar menyembuhkanmu,”
 
اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا، اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا، اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا   

Artinya, “Tuhanku, sembuhkan Sa‘ad. Tuhanku, sembuhkan Sa‘ad. Tuhanku, sembuhkan Sa‘ad,”

شَفَى اللهُ سَقَمَكَ، وَغَفَرَ ذَنْبَكَ، وَعَافَاكَ فِي دِيْنِكَ وَجِسْمِكَ إِلَى مُدَّةِ أَجَلِكَ

 
Artinya, “Wahai (sebut nama orang yang sakit), semoga Allah menyembuhkanmu, mengampuni dosamu, dan mengafiatkanmu dalam hal agama serta fisikmu sepanjang usia,”

Minggu, 29 Maret 2026

Manfaat Utama Daun Keji Beling

maaf daun kecibeling
+8
Daun keji beling (
Strobilanthes crispus) terkenal sebagai tanaman herbal untuk meluruhkan batu ginjal dan batu kandung kemih karena kandungan kalium serta sifat diuretiknya. Daun ini juga berkhasiat mengatasi sembelit, diare, mengontrol gula darah, menurunkan kolesterol, hingga mempercepat penyembuhan luka, umumnya diolah dengan cara direbus.
Cara Mengolah:
Ambil 3-4 lembar daun keji beling segar, cuci bersih, lalu rebus dengan dua gelas air hingga menyusut menjadi satu gelas. Air rebusan ini dapat diminum rutin.
Catatan: Sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi, terutama bagi ibu hamil/menyusui atau yang sedang menjalani pengobatan lain.
Manfaat Utama Daun Keji Beling bagi Kesehatan:
  • Meluruhkan Batu Ginjal dan Kandung Kemih: Kandungan kalium tinggi dan senyawa aktifnya efektif membantu memecah dan meluruhkan batu saluran kemih.
  • Mengatasi Masalah Pencernaan: Berfungsi sebagai diuretik dan pencahar alami untuk mengatasi sembelit.
  • Mengatasi Diare: Kandungan tanin bersifat antibakteri, membantu menyerap racun penyebab diare.
  • Mengontrol Gula Darah dan Diabetes: Membantu menurunkan kadar glukosa dan meningkatkan sensitivitas insulin.
  • Menurunkan Kolesterol: Flavonoid di dalamnya mampu menurunkan kadar kolesterol jahat.
  • Mempercepat Penyembuhan Luka: Sifat antiinflamasi dan antibakterinya membantu mengatasi infeksi kulit dan mempercepat penyembuhan luka.
  • Manfaat Lainnya: Membantu mengobati wasir/ambeien, mengatasi anemia, dan berpotensi sebagai antikanker.

Kamis, 19 Februari 2026

KISAH TIGA ORANG YANG TERJEBAK DALAM GUA

KISAH TIGA ORANG YANG TERJEBAK DALAM GUA 
Imam Bukhari meriwayatkan dalam shahihnya.

 عن عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ انْطَلَقَ ثَلاثَةُ رَهْطٍ مِمَّنْ كَانَ قَبْلَكُمْ حَتَّى أَوَوْا الْمَبِيتَ إِلَى غَارٍ فَدَخَلُوهُ فَانْحَدَرَتْ صَخْرَةٌ مِنْ الْجَبَلِ فَسَدَّتْ عَلَيْهِمْ الْغَارَ فَقَالُوا إِنَّهُ لا يُنْجِيكُمْ مِنْ هَذِهِ الصَّخْرَةِ إِلا أَنْ تَدْعُوا اللَّهَ بِصَالِحِ أَعْمَالِكُمْ ، فَقَالَ رَجُلٌ مِنْهُمْ اللَّهُمَّ كَانَ لِي أَبَوَانِ شَيْخَانِ كَبِيرَانِ وَكُنْتُ لا أَغْبِقُ – شُرْب الْعَشِيّ – قَبْلَهُمَا أَهْلا وَلا مَالا فَنَأَى بِي فِي طَلَبِ شَيْءٍ يَوْمًا فَلَمْ أُرِحْ عَلَيْهِمَا حَتَّى نَامَا فَحَلَبْتُ لَهُمَا غَبُوقَهُمَا فَوَجَدْتُهُمَا نَائِمَيْنِ وَكَرِهْتُ أَنْ أَغْبِقَ قَبْلَهُمَا أَهْلا أَوْ مَالا فَلَبِثْتُ وَالْقَدَحُ عَلَى يَدَيَّ أَنْتَظِرُ اسْتِيقَاظَهُمَا ُ [َ فَكَرِهْتُ أَنْ أُوقِظَهُمَا وَالصِّبْيَةُ يَتَضَاغَوْنَ – الصِّيَاح بِبُكَاء بسبب الجوع – عِنْدَ رِجْلَيَّ فَلَمْ يَزَلْ ذَلِكَ دَأْبِي وَدَأْبَهُمَا حَتَّى طَلَعَ الْفَجْرُ ] حَتَّى بَرَقَ الْفَجْر فَاسْتَيْقَظَا فَشَرِبَا غَبُوقَهُمَا اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتُ فَعَلْتُ ذَلِكَ ابْتِغَاءَ وَجْهِكَ فَفَرِّجْ عَنَّا مَا نَحْنُ فِيهِ مِنْ هَذِهِ الصَّخْرَةِ فَانْفَرَجَتْ شَيْئًا لا يَسْتَطِيعُونَ الْخُرُوج 

Dari Abdullah bin Umar radhiallahu anhuma, dia berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Ada tiga orang dari umat sebelum kalian melakukan perjalanan, lalu mereka masuk ke dalam goa untuk berteduh di sana. Tiba-tiba ada batu besar yang runtuh dari atas gunung dan menutup pintu gua. Mereka berkata, “Kalian tidak dapat selamat dari batu ini kecuali kalian berdoa dengan perantara amal-amal salih kalian.”

Lalu salah seorang dari mereka berdoa, “Ya Allah, dahulu saya memiliki kedua orang tua yang sudah renta. Saya tidak memberi minuman di  malam hari untuk keluarga saya atau hewan ternak saya, sebelum saya memberi  minuman untuk keduanya. Suatu saat saya ada keperluan hingga pulang larut dan belum sempat saya beri minum. Maka saya buatkan minuman untuk mereka, namun ternyata saya dapatkan mereka telah tertidur. Saya tidak ingin memberikan minum kepada keluarga dan hewan ternak saya sebelum saya memberikan minum untuk keduanya, maka saya tunggu mereka bangun dari tidur sambil memegangi wadah minuman tersebut. Saya pun tidak ingin membangunkan keduanya, sementara anak-anak saya menangis-nangis kelaparan dan memegangi kaki saya. Begitu seterusnya hingga terbit fajar. Kemudian terbit fajar, lalu aku membangunkan keduanya dan memberinya minum. 

“Ya Allah, jika aku melakukan hal itu karena mengharap wajah-Mu, lepaskanlah kami dari batu ini.” Lalu batu itu bergeser sedikit, namun mereka belum dapat keluar darinya.
Referensi : https://almanhaj.or.id/4095-kisah-tiga-orang-yang-terjebak-dalam-gua.
html
Referensi : https://almanhaj.or.id/4095-kisah-tiga-orang-yang-terjebak-dalam-gua.html