Senin, 20 April 2026

Generasi pertama (GEMA) KH Abdul Halim

silsilah Gema Bani  KH Abd Halim, :

1 Kel *Hj. Koni'ah* binti KH Abdul Halim almh anak ke-1 dari KH Abdul Halim tinggal di Karanganyar kab Tegal

*usia wafat : 78th di Jeddah, 16 April 2002* usai haji 2002
*Lahir: Tegal, 21 September 1924)*
Putra putri Hj. Koni'ah :

   *1) Mafrichah bt Siradj (almh)*
*Wafat: Tegal, 15 April 2003*
(Sumber dr anwar mawardi)
*Lahir : Lahirnya 28 Oktober 1944*
(Sumber info dr evan mawardi)
Karanganyar Tegal

   *2) H.Sjamsuri bin Siradj (alm) *wafat: Ciledug, 9 April 2008*
*Lahir: 8 Agustus 1945)* 
(Sumber info putrinya Asphia bt H.Sjamsuri)

   *3) Ali Yasir bin H.Soebechi (alm) wafat 14 mei 2021 lahir 19 juni 1955)* Istri Nuryati bt Ramelan wafat Jumat 28 februari 2025* 

(Sumber Info nina ardiyani bt ali yasir)

   4) Ali Muhidin H.Soebechi (karanganyar kec.gombong kab.kebumen)

    *5) Dra.Nurhidawati bt H.Soebechi (almh) 

Usia Wafat 52th: Depok, 27 Juni 2014 Jakarta Lahir: Tegal, 17 Agustus 1962 (sumber dari mas tri suaminya)

    6) H.Amir Effendi.bin H.Soebechi (kudus)


2. Kel *bulik Tafrihah* (almh)
*Wafat*: ......................
purwosari comal):
    1. Munawir(alm) wafat th
    2. Arifin (alm) wafat th
    3. Makmur (alm) wafat th
    4. Anas Yusuf
    5. Sofiah (almh) wafat th
    6. Qomariyah
    7. M Slamet.(purn TNI-AL)
    
3. Kel *Bulik Safuroh* ( Almh )
Lahir : Tahun 1926
Wafat : Tahun 2005
( Kwigaran, Kesesi, Pekalongan ).
    1. Sorichin WH ( Alm ).
Lahir : 15 Februari 1957.
Wafat : 19 Juli 2017.
    2. Sopiyah.
( Kwigaran, Kesesi, Pekalongan ).
Lahir : 1 Oktober 1959.
    3. Sutirah.
( Bandung, Jawa Barat ).
Lahir : 16 September 1963.
    4. Mahmudin.
( Kesesi, Pekalongan ).
Lahir : 1 Mei 1965.

4. Kel *bulik Mukminah* (almh wafat th purwosari comal)
     1. M Bisri
     2. Khudlori
     3. Zaenudin rohman nurani API Tegalrejo Magelang kh Chudlori
     4. M Nuri (alm)
     5. Rohmah (cilimus)
     6. Slamet Abd Kholik

5. Kel *Om Sofi* (alm wafat th
purwosari comal)
     1. Nasir
     2. Halimah (almh wafat th) 
     3. Mb Idah (almh wafat th)
     4. Slamet Kholidin (wafat sabtu 12-11-2022) 
     5. Kholifah, (almh wafat th)
     6. Mb Mun. 

6. Kel *Om Muslich* (alm wafat th sikayu comal
*bulik suparmi (almh wafat 12 juli 2021)*
putra putrinya
    1. MASRIYAH
    2. MASKURI
    3. NUROCHMAN
    4. H. MOCH. YAENI AR.
    5. MASRIPAH
    6. NURYATUN
    7. KHAERIYAH
    8. KHOSIDAH
    9. MOCH. SOLIKHIN
  
7. Kel *Om Anwari* (alm) Wafat :  14 Nopember 2007 Lahir :  27 Mei  1937 (info dr hj.Naimah-Nuridin) 

putra putrinya:

      1. H. Asyikin
      2. H. Nuridin

8. Kel. *Om Mansoer* (alm wafat th-comal)
     1. Siti Komariyah (posongan)
     2. Nur hidayah (almh) Ujunggede Ampalgading
Lahir : 19 April 1967
Wafat: 13 Maret 2017 (info dr chikmah) 

     3. Mahmudah (puri asri comal)
     4. Chikmah (poncol pekalongan)
     5. Maftochin (posongan comal)
     6. Ainurofik (pecangakan comal)

9. kel *Om Isa Udin* (alm wafat th-Comal)
      1. Ibu Sri Rahayu (Comal)
      2. Cica Barozah (Depok)
      3. Mufrotin (Bekasi)
      4. Siti Arofah (Comal)

10. Kel *Bulik Siti Maryam* (almh) Wafat 3-10-2010
(25 syawal 1431 H) : (info dr kel kr.anyar tirto pekalongan) 
     1. Abd Basir (Pringgabaya lombok timur-NTB)
     2. Ahmad Junaedi alm 9-4-2025 (Purwoharjo-comal)
     3. Afiah Evi Safitri (Cirebon)
     4. Nur Rofik (Kr anyar-Tirto)
     5. Moh Sho'im (Alm)

11. Kel *Bulik Hj Hindun* (almh - _wafat, Senin-22 Juli 2019_ - Bandung):

     1. Yusuf hidaYANTO/Bandung
     2. LUTHFI Wahyudi/Jakarta
     3. HANY Diah Triwahyuni/Bandung
     4. ARIEF Budi Prabowo/Bandung
     5. Fauzia FatmoRINI/Australia (Perth)

12. Kel *Om Chozin* (alm)
Wafat 16 februari 2021 M
(04 Rajab 1441 H)
Purwosari comal-anak ragil
     1. Agus Priyanto (jkt)
     2. Tri Fairus bisa Al Haedar                  (pecangakan)
     3. M Lutfi Maulana(purwosari)
     4. Lu'luk (almh)

http://majlisdzikirnurulabror.blogspot.com/2022/05/generasi-1-putra-kh-abdul-halim.html



     

Rabu, 08 April 2026

Jangan pernah berhenti beramal sebelum datang mati"

Pernyataan "jangan berhenti beramal sebelum mati" adalah pengingat yang sangat fundamental dalam ajaran Islam. Kematian adalah kepastian yang waktunya dirahasiakan, sehingga manusia dianjurkan untuk senantiasa dalam ketaatan hingga ajal menjemput.
Berikut adalah poin-poin penting mengapa amal tidak boleh terhenti sebelum ajal:
  • Kebiasaan Akhir Hidup (Husnul Khatimah): Seseorang cenderung diwafatkan berdasarkan kebiasaan yang sering ia lakukan. Jika terbiasa beramal saleh, kemungkinan besar akan diwafatkan dalam keadaan baik.
  • Amal Adalah Satu-satunya Bekal: Setelah kematian, pintu amal tertutup dan kesempatan untuk shalat, puasa, atau sedekah akan hilang. Yang tersisa hanyalah penyesalan jika tidak maksimal beramal semasa hidup.
  • Amal Tergantung Akhirnya: Nabi SAW bersabda bahwa amalan dilihat dari akhirnya. Orang yang terlihat beramal baik sepanjang hidupnya bisa saja berujung buruk jika berhenti beramal di akhir hayat, dan sebaliknya.
  • Tiga Amalan yang Tidak Terputus: Walaupun amal terputus saat mati, Rasulullah SAW memberikan jalan keluar berupa tiga perkara yang pahalanya terus mengalir: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakan.
  • Mati Bukan Alasan Berhenti: Kematian bukanlah akhir dari segalanya, melainkan awal kehidupan baru. Oleh karena itu, persiapan berupa iman dan amal saleh harus ditingkatkan, bukan dihentikan.
Penting untuk diingat bahwa dunia adalah tempat ujian, bukan tempat untuk dinilai. Oleh karena itu, manfaatkanlah waktu sebelum ajal menjemput dengan perbanyak amal saleh. 

Minggu, 05 April 2026

Doa untuk Kesembuhan keluarga yg sedang Sakit


 
Doa Rasulullah untuk keluarganya yang sakit 

اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي لَا شَافِيَ إلَّا أَنْتَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقْمًا   

 
“Tuhanku, Tuhan manusia, hilangkanlah penyakit. Berikanlah kesembuhan karena Kau adalah penyembuh. Tiada yang dapat menyembuhkan penyakit kecuali Kau dengan kesembuhan yang tidak menyisakan  rasa nyeri,”

أَسْأَلُ اللهَ العَظِيْمَ رَبَ العَرْشِ العَظِيْمِ أَنْ يَشْفِيَكَ


Artinya, “Aku memohon kepada Allah yang agung, Tuhan arasy yang megah agar menyembuhkanmu,”
 
اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا، اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا، اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا   

Artinya, “Tuhanku, sembuhkan Sa‘ad. Tuhanku, sembuhkan Sa‘ad. Tuhanku, sembuhkan Sa‘ad,”

شَفَى اللهُ سَقَمَكَ، وَغَفَرَ ذَنْبَكَ، وَعَافَاكَ فِي دِيْنِكَ وَجِسْمِكَ إِلَى مُدَّةِ أَجَلِكَ

 
Artinya, “Wahai (sebut nama orang yang sakit), semoga Allah menyembuhkanmu, mengampuni dosamu, dan mengafiatkanmu dalam hal agama serta fisikmu sepanjang usia,”