- Kebiasaan Akhir Hidup (Husnul Khatimah): Seseorang cenderung diwafatkan berdasarkan kebiasaan yang sering ia lakukan. Jika terbiasa beramal saleh, kemungkinan besar akan diwafatkan dalam keadaan baik.
- Amal Adalah Satu-satunya Bekal: Setelah kematian, pintu amal tertutup dan kesempatan untuk shalat, puasa, atau sedekah akan hilang. Yang tersisa hanyalah penyesalan jika tidak maksimal beramal semasa hidup.
- Amal Tergantung Akhirnya: Nabi SAW bersabda bahwa amalan dilihat dari akhirnya. Orang yang terlihat beramal baik sepanjang hidupnya bisa saja berujung buruk jika berhenti beramal di akhir hayat, dan sebaliknya.
- Tiga Amalan yang Tidak Terputus: Walaupun amal terputus saat mati, Rasulullah SAW memberikan jalan keluar berupa tiga perkara yang pahalanya terus mengalir: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakan.
- Mati Bukan Alasan Berhenti: Kematian bukanlah akhir dari segalanya, melainkan awal kehidupan baru. Oleh karena itu, persiapan berupa iman dan amal saleh harus ditingkatkan, bukan dihentikan.
Majlis Dzikir Nurul Abror
YAYASAN MASJID NURUL ABROR MEJASEM BARAT [SK MENTERI Hukum dan HAM No : AHU - 891.AH. 01014. Tahun 2011] alamat email yayasan.masjid.nurul.abror@gmail.com. Office: Jl. Merapi Raya No 17A Mejasem Barat Kramat Kabupaten. TEGAL 52181 CENTRAL JAVA INDONESIA
Rabu, 08 April 2026
Jangan pernah berhenti beramal sebelum datang mati"
Minggu, 05 April 2026
Doa untuk Kesembuhan keluarga yg sedang Sakit
Senin, 30 Maret 2026
Minggu, 29 Maret 2026
Manfaat Utama Daun Keji Beling
Ambil 3-4 lembar daun keji beling segar, cuci bersih, lalu rebus dengan dua gelas air hingga menyusut menjadi satu gelas. Air rebusan ini dapat diminum rutin.
- Meluruhkan Batu Ginjal dan Kandung Kemih: Kandungan kalium tinggi dan senyawa aktifnya efektif membantu memecah dan meluruhkan batu saluran kemih.
- Mengatasi Masalah Pencernaan: Berfungsi sebagai diuretik dan pencahar alami untuk mengatasi sembelit.
- Mengatasi Diare: Kandungan tanin bersifat antibakteri, membantu menyerap racun penyebab diare.
- Mengontrol Gula Darah dan Diabetes: Membantu menurunkan kadar glukosa dan meningkatkan sensitivitas insulin.
- Menurunkan Kolesterol: Flavonoid di dalamnya mampu menurunkan kadar kolesterol jahat.
- Mempercepat Penyembuhan Luka: Sifat antiinflamasi dan antibakterinya membantu mengatasi infeksi kulit dan mempercepat penyembuhan luka.
- Manfaat Lainnya: Membantu mengobati wasir/ambeien, mengatasi anemia, dan berpotensi sebagai antikanker.
Kamis, 19 Februari 2026
KISAH TIGA ORANG YANG TERJEBAK DALAM GUA
Rabu, 24 Desember 2025
bacaan dzikir setelah salat hpt
1. Membaca Istighfar 3X
اَسْتَغْفِرُ اللهَ ، اَسْتَغْفِرُ اللهَ ، اَسْتَغْفِرُ اللهَ
Astaghfirullah
Dilanjutkan membaca:
اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ، وَمِنْكَ السَّلَامُ، تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ
Allahumma antas salaam wa minkas salaam tabaarakta yaa dzal jalaali wal ikraam
2. Membaca
لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْـحَمْدُ وَهُوَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، اللَّهُمَّ لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلَا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، وَلَا يَنْفَعُ ذَا الْـجَدِّ مِنْكَ الْـجَدُّ
Laa ilaaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qadir.
Allahumma laa maani’a lima a’thoita wa laa mu’thiya lima mana’ta wa laa yanfa’u dzal jaddi minka al-jaddu.
3. Membaca
لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْـحَمْدُ وَهُوَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ، لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ، لَهُ النِّعْمَةُ وَلَهُ الْـفَضْلُ وَلَهُ الثَّنَاءُ الْـحَسَنُ، لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْـكَافِرُوْنَ
Laa ilaaha illallah wahdahu laa syarika lah. Lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qadir.
Laa hawla wa laa quwwata illa billah. Laa ilaaha illallah wa laa na’budu illa iyyah. Lahun ni’mah wa lahul fadhlu wa lahuts tsanaaul hasan. Laa ilaaha illallah mukhlishiina lahud diin wa lau karihal kaafiruun.
4. Membaca Tasbih (33X), Tahmid (33X), dan Takbir (33X)
سُبْحَانَ اللهِ 33
الْـحَمْدُ لِلَّهِ 33
اللهُ أَكْبَرُ 33
Kemudian membaca:
لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْـحَمْدُ وَهُوَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
Laa ilaaha illallah wahdahu laa syarika lah. Lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qadir.
5. Membaca surat Al-Mu’awwidzat (Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Nas)
6. Membaca Ayat Kursi (QS. Al Baqarah [2]: 255)
اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْـحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِندَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ
7. Membaca
لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْـحَمْدُ وَهُوَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
Laa ilaaha illallah wahdahu laa syarika lah. Lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qadir. Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (HR. Muslim)