Minggu, 29 Maret 2026

Manfaat Utama Daun Keji Beling

maaf daun kecibeling
+8
Daun keji beling (
Strobilanthes crispus) terkenal sebagai tanaman herbal untuk meluruhkan batu ginjal dan batu kandung kemih karena kandungan kalium serta sifat diuretiknya. Daun ini juga berkhasiat mengatasi sembelit, diare, mengontrol gula darah, menurunkan kolesterol, hingga mempercepat penyembuhan luka, umumnya diolah dengan cara direbus.
Cara Mengolah:
Ambil 3-4 lembar daun keji beling segar, cuci bersih, lalu rebus dengan dua gelas air hingga menyusut menjadi satu gelas. Air rebusan ini dapat diminum rutin.
Catatan: Sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi, terutama bagi ibu hamil/menyusui atau yang sedang menjalani pengobatan lain.
Manfaat Utama Daun Keji Beling bagi Kesehatan:
  • Meluruhkan Batu Ginjal dan Kandung Kemih: Kandungan kalium tinggi dan senyawa aktifnya efektif membantu memecah dan meluruhkan batu saluran kemih.
  • Mengatasi Masalah Pencernaan: Berfungsi sebagai diuretik dan pencahar alami untuk mengatasi sembelit.
  • Mengatasi Diare: Kandungan tanin bersifat antibakteri, membantu menyerap racun penyebab diare.
  • Mengontrol Gula Darah dan Diabetes: Membantu menurunkan kadar glukosa dan meningkatkan sensitivitas insulin.
  • Menurunkan Kolesterol: Flavonoid di dalamnya mampu menurunkan kadar kolesterol jahat.
  • Mempercepat Penyembuhan Luka: Sifat antiinflamasi dan antibakterinya membantu mengatasi infeksi kulit dan mempercepat penyembuhan luka.
  • Manfaat Lainnya: Membantu mengobati wasir/ambeien, mengatasi anemia, dan berpotensi sebagai antikanker.

Kamis, 19 Februari 2026

KISAH TIGA ORANG YANG TERJEBAK DALAM GUA

KISAH TIGA ORANG YANG TERJEBAK DALAM GUA 
Imam Bukhari meriwayatkan dalam shahihnya.

 عن عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ انْطَلَقَ ثَلاثَةُ رَهْطٍ مِمَّنْ كَانَ قَبْلَكُمْ حَتَّى أَوَوْا الْمَبِيتَ إِلَى غَارٍ فَدَخَلُوهُ فَانْحَدَرَتْ صَخْرَةٌ مِنْ الْجَبَلِ فَسَدَّتْ عَلَيْهِمْ الْغَارَ فَقَالُوا إِنَّهُ لا يُنْجِيكُمْ مِنْ هَذِهِ الصَّخْرَةِ إِلا أَنْ تَدْعُوا اللَّهَ بِصَالِحِ أَعْمَالِكُمْ ، فَقَالَ رَجُلٌ مِنْهُمْ اللَّهُمَّ كَانَ لِي أَبَوَانِ شَيْخَانِ كَبِيرَانِ وَكُنْتُ لا أَغْبِقُ – شُرْب الْعَشِيّ – قَبْلَهُمَا أَهْلا وَلا مَالا فَنَأَى بِي فِي طَلَبِ شَيْءٍ يَوْمًا فَلَمْ أُرِحْ عَلَيْهِمَا حَتَّى نَامَا فَحَلَبْتُ لَهُمَا غَبُوقَهُمَا فَوَجَدْتُهُمَا نَائِمَيْنِ وَكَرِهْتُ أَنْ أَغْبِقَ قَبْلَهُمَا أَهْلا أَوْ مَالا فَلَبِثْتُ وَالْقَدَحُ عَلَى يَدَيَّ أَنْتَظِرُ اسْتِيقَاظَهُمَا ُ [َ فَكَرِهْتُ أَنْ أُوقِظَهُمَا وَالصِّبْيَةُ يَتَضَاغَوْنَ – الصِّيَاح بِبُكَاء بسبب الجوع – عِنْدَ رِجْلَيَّ فَلَمْ يَزَلْ ذَلِكَ دَأْبِي وَدَأْبَهُمَا حَتَّى طَلَعَ الْفَجْرُ ] حَتَّى بَرَقَ الْفَجْر فَاسْتَيْقَظَا فَشَرِبَا غَبُوقَهُمَا اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتُ فَعَلْتُ ذَلِكَ ابْتِغَاءَ وَجْهِكَ فَفَرِّجْ عَنَّا مَا نَحْنُ فِيهِ مِنْ هَذِهِ الصَّخْرَةِ فَانْفَرَجَتْ شَيْئًا لا يَسْتَطِيعُونَ الْخُرُوج 

Dari Abdullah bin Umar radhiallahu anhuma, dia berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Ada tiga orang dari umat sebelum kalian melakukan perjalanan, lalu mereka masuk ke dalam goa untuk berteduh di sana. Tiba-tiba ada batu besar yang runtuh dari atas gunung dan menutup pintu gua. Mereka berkata, “Kalian tidak dapat selamat dari batu ini kecuali kalian berdoa dengan perantara amal-amal salih kalian.”

Lalu salah seorang dari mereka berdoa, “Ya Allah, dahulu saya memiliki kedua orang tua yang sudah renta. Saya tidak memberi minuman di  malam hari untuk keluarga saya atau hewan ternak saya, sebelum saya memberi  minuman untuk keduanya. Suatu saat saya ada keperluan hingga pulang larut dan belum sempat saya beri minum. Maka saya buatkan minuman untuk mereka, namun ternyata saya dapatkan mereka telah tertidur. Saya tidak ingin memberikan minum kepada keluarga dan hewan ternak saya sebelum saya memberikan minum untuk keduanya, maka saya tunggu mereka bangun dari tidur sambil memegangi wadah minuman tersebut. Saya pun tidak ingin membangunkan keduanya, sementara anak-anak saya menangis-nangis kelaparan dan memegangi kaki saya. Begitu seterusnya hingga terbit fajar. Kemudian terbit fajar, lalu aku membangunkan keduanya dan memberinya minum. 

“Ya Allah, jika aku melakukan hal itu karena mengharap wajah-Mu, lepaskanlah kami dari batu ini.” Lalu batu itu bergeser sedikit, namun mereka belum dapat keluar darinya.
Referensi : https://almanhaj.or.id/4095-kisah-tiga-orang-yang-terjebak-dalam-gua.
html
Referensi : https://almanhaj.or.id/4095-kisah-tiga-orang-yang-terjebak-dalam-gua.html

Rabu, 24 Desember 2025

bacaan dzikir setelah salat hpt

1. Membaca Istighfar 3X

اَسْتَغْفِرُ اللهَ ، اَسْتَغْفِرُ اللهَ ، اَسْتَغْفِرُ اللهَ

Astaghfirullah

Dilanjutkan membaca:

اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ، وَمِنْكَ السَّلَامُ، تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ

Allahumma antas salaam wa minkas salaam tabaarakta yaa dzal jalaali wal ikraam

2. Membaca

لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْـحَمْدُ وَهُوَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، اللَّهُمَّ لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلَا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، وَلَا يَنْفَعُ ذَا الْـجَدِّ مِنْكَ الْـجَدُّ

Laa ilaaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qadir.
Allahumma laa maani’a lima a’thoita wa laa mu’thiya lima mana’ta wa laa yanfa’u dzal jaddi minka al-jaddu.

3. Membaca

لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْـحَمْدُ وَهُوَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ، لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ، لَهُ النِّعْمَةُ وَلَهُ الْـفَضْلُ وَلَهُ الثَّنَاءُ الْـحَسَنُ، لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْـكَافِرُوْنَ

Laa ilaaha illallah wahdahu laa syarika lah. Lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qadir.
Laa hawla wa laa quwwata illa billah. Laa ilaaha illallah wa laa na’budu illa iyyah. Lahun ni’mah wa lahul fadhlu wa lahuts tsanaaul hasan. Laa ilaaha illallah mukhlishiina lahud diin wa lau karihal kaafiruun.

4. Membaca Tasbih (33X), Tahmid (33X), dan Takbir (33X)

سُبْحَانَ اللهِ      33
الْـحَمْدُ لِلَّهِ       33
اللهُ أَكْبَرُ         33

Kemudian membaca:

لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْـحَمْدُ وَهُوَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Laa ilaaha illallah wahdahu laa syarika lah. Lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qadir.

5. Membaca surat Al-Mu’awwidzat (Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Nas)

6. Membaca Ayat Kursi (QS. Al Baqarah [2]: 255)

اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْـحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِندَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

7. Membaca

لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْـحَمْدُ وَهُوَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Laa ilaaha illallah wahdahu laa syarika lah. Lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qadir. Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (HR. Muslim)

Sabtu, 22 November 2025

Beda Muhamadiyah Dengan Wahabi

Pelatihan Kader Tarjih tingkat Nasional yang diadakan oleh Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah menghadirkan beberapa narasumber ahli yang kompeten di bidangnya, yang berasal dari lingkungan Muhammadiyah sendiri. Pada kesempatan pertama, Jum'at, 20 Januari 2012 malam, Prof. Dr. H. Syamsul Anwar, M.A., Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, dan KRT. Drs. H. A. Muhsin Kamaludiningrat membawakan materi Konsep Kelembagaan dan Manhaj Tarjih Muhammadiyah. Syamsul menyampaikan, tajdid sebagai identitas Muhammadiyah mempunyai dua makna, purifikasi dan dinamisasi. Purifikasi atau pemurnian untuk bidang akidah dan dinamisasi untuk bidang muamalah duniawiyah.

Pada sesi kedua pagi harinya, Sabtu 21 Januari 2012, dengan materi Paham Agama dalam Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Yunahar Ilyas, Lc. M.A. mengatakan bahwa tidak diragukan lagi, KHA Dahlan banyak dipengaruhi ide-ide Muhammad bin Abdul Wahab, khususnya dalam bidang akidah. Hal ini tentu saja memberi pengaruh pada gerakan Muhammadiyah yang didirikannya. Namun begitu, tidak berarti Muhammadiyah berafiliasi mazhab kepada Abdul Wahab (baca: Wahabi/Salafi). Banyak hal lain yang memberikan inspirasi KHA Dahlan untuk mendirikan Muhammadiyah, sedang pemikiran Abdul Wahab hanya salah satunya.

Bahkan, Yunahar menegaskan, Muhammadiyah berbeda dengan Wahabi. Dalam hal dakwah khususnya, Wahabi bergandeng tangan dengan penguasa untuk menghancurkan tempat-tempat yang digunakan untuk melakukan perbuatan syirik secara frontal. Sementara Muhammadiyah dalam beramar makruf nahi munkar lebih mengedepankan prinsip tausiyah, menyampaikan nasehat kebenaran.

Para peserta yang berasal dari Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Wilayah se-Indonesia cukup antusias menjadi peserta kegiatan ini, walaupun jadwal yang demikian padat. *amr)

Sabtu, 30 Agustus 2025

ijabu ma lam yajib Gus baha

[30/8, 04.23] Amir Effendi: Kalau bisa Sedekah tiap subuh didoakan semua malaikat, sedekah tiap pekan hari lahir anak selamatkan dari sakit dan musibah walau sebutir kurma
[30/8, 04.28] Amir Effendi: Minimal puasa tiap weton pada hari lahirnya nabi Saw tiap "Senin-Kamis" sebagai perisai atau tameng diri dan keluarga
[30/8, 04.35] Amir Effendi: Filosofi puasa "senin-kamis" artinya tdk mungkin nabi pada dua hari artinya ada hari lahir sendiri dan umatnya
[30/8, 04.59] Amir Effendi: Filosofi puasa ke-2 "senin-kamis" artinya tdk mungkin nabi lahir pada dua hari yg berbeda artinya ada hari lahir diri sendiri dan anak turunanya
[30/8, 05.05] Amir Effendi: Apa boleh puasa pada hari lahir kita? Jawabnya "boleh" itu tradisi orang Jawa puasa sesuai weton apa TDK menyalahi sunah nabi jawabnya, semua tergantung niat, "innamal a'amalu biniyat" yg penting TDK mengkhususkan atau men fatwakan wajib, "ijabu malam  wajib" mewajibkan kan yg sunah dosanya "sebesar gunung Uhud"
[30/8, 05.10] Amir Effendi: Misal kita lahir hari jumat, trus tiap jumat puasa ya ora papa, tapi ketimbang cuma ikut adat sisan ikut puasa sunah "puasa daud" dimulai hari senin-rabu-jumat-ahad dst selama hidupnya tetep sunah ketimbang sekedar niat puasa weton
[30/8, 05.15] Amir Effendi: Misal kita lahir hari sabtu, trus tiap sabtu puasa ya ora papa, tapi ketimbang cuma ikut adat sisan ikut puasa sunah "puasa daud" dimulai hari "kamis puasa"-"sabtu"-"Senin" -"Rabu"-"Jumat" selama hidupnya tetep sunah ketimbang sekedar niat puasa weton

Sabtu, 16 Agustus 2025

Khutbah Jumat 15-8-2025 Masjid Attaqwa Purwosari

Khotib Drs. H. Ahmad Ma'ruf
1 wasiat taqwa
2. Inti materi khutbah
 lanjut:
Sila Pertama sebagai Akar Pancasila:
  • Buya Hamka menekankan bahwa Ketuhanan Yang Maha Esa adalah akar dari seluruh nilai yang terkandung dalam Pancasila. Keimanan kepada Tuhan menjadi landasan bagi terwujudnya nilai-nilai kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial. 
  • Surat Ibrahim Ayat 24
أَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ ٱللَّهُ مَثَلًا كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ أَصْلُهَا ثَابِتٌ وَفَرْعُهَا فِى ٱلسَّمَآءِ

Artinya: Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit,