Sabtu, 13 Oktober 2018

Membuat Ragi Tape

Jejak Penyuluh

Komitmen kami mendamping petani sampai mandiri

SABTU, 31 AGUSTUS 2013

Cara Membuat Ragi Tape


Oleh : Nadhifa Husna

Apa  Ragi Tape itu ?

Ragi tape atau yang sering disebut sebagai “ragi” adalah starter  untuk membuat tape ketan  atau  tape  singkong(Syarief, 2011).  Dijelaskan lebih lanjut bahwa dalam  ragi  ini  terdapat  mikroorganisme  yang dapat  mengubah  karbohidrat  (pati)  menjadi  gula  sederhana  (glukosa)  yang selanjutnya  diubah  lagi  menjadi  alkohol. 

Beberapa  jenis  mikroorganisme  yang terdapat  dalam  ragi  adalah Chlamydomucor  oryzae,  Rhizopus  oryzae,  Mucor  sp., Candida sp., Saccharomyces cerevicae, Saccharomyces verdomanii, dan lain-lain (Syarief, 2011).  Ragi tape merupakan populasi campuran mikroba yang terdapat beberapa jenis yaitu genusAspergillus, genus Saccharomises, genusCandida, genus Hansnula, sedang bakterinya adalah Acetobacter (Widodo, 2011).Dijelaskan lebih lanjut bahwa Aspergillusdapat menyederhanakan amilum, sedangkan Saccharomyces, Candida danHansnula dapat menurunkan gula menjadi alkohol dan bermacam-macam zat organik lainnya. Acetobacter mengubah alkohol menjadi cuka. Secara fisiologis, ragi mempunyai persamaan yaitu menghasilkan fermen atau enzim-enzim yang dapat mengubah substrat menjadi bahan lain dengan mendapat keuntungan berupa energi. Adapun substrat yang diubah berbeda-beda.

Apa Jamur Saccharomyces Cerevisiae itu ?

Ragi tape sebenarnya adalah berupa mikroba *Saccharomyces Cerevisiae* yang dapat mengubah karbohidrat. Sedang jamur yang ada dalam ragi tape adalah jenis *Aspergillus*. Ragi tape merupakan inokulan yang mengandung kapang aminolitik dan khamir yang mampu menghidrolisis pati. Kapang tersebut adalah Amilomyces rouxii, sedangkan khamir tersebut adalahSaccharomyces. Adapun mikroflora yang berperan pada ragi tape adalah jenisCandida, Endomycopsis, Hansnula, Amilomyces rouxii dan Aspergillus Orizae(Widodo, 2011).


Gambar 1. Jamur Ragi Saccharomyces cerevisiae

Jamur Saccharomyces cerevisiae, atau di Indonesia lebih dikenal dengan nama jamur ragi, telah memiliki sejarah yang luar biasa di industri fermentasi. Karena kemampuannya dalam menghasilkan alkohol inilah, S. cerevisiae disebut sebagai mikroorganisme aman (Generally Regarded as Safe) yang paling komersial saat ini(Aguskrisno, 2011).

Saccharomyces cerevisiae berfungsi dalam pembuatan roti dan bir, karenaSaccharomyces bersifat fermentatif (melakukan fermentasi, yaitu memcah glukosa menjadi karbon dioksida dan alkohol) kuat. Namun, dengan adanya oksigen, Saccharomyces juga dapat melakukan respirasi yaitu mengoksidasi gula menjadi karbon dioksida dan air(Wikipedia, 2012).

Aguskrisno (2011) menyatakan taksonomi Saccharomyces cerevisiae adalah sebagai berikut :

Domain                    :  Eukaryota

Kingdom                  :  Fungi

Subkingdom             :  Dikarya

Phylum                     :  Ascomycota

Subphylum               :  Saccharomycotina

Class                         :  Saccharomycetes

Order                        :  Saccharomycetales

Family                      :  Saccharomycetaceae

Genus                       :  Saccharomyces

Specific descriptor   :  cerevisiae

Scientific name        :  Saccharomyces cerevisiae

Selain *Saccharomyces  cerevicae*,  dalam  proses  pembuatan  tape  ini  terlibat  pula mikroorganisme  lainnya,  yaitu  *Mucor chlamidosporus*  dan  *Endomycopsis  fibuligera*. Kedua  mikroorganisme  ini  turut  membantu  dalam  mengubah  pati  menjadi  gula sederhana (glukosa) (Syarief, 2011).

Apa Manfaat Ragi Tape itu ?

Ragi tape (ragi padat), selain dimanfaatkan untuk fermentasi pembuatan tape terkadang juga untuk mengempukkan ikan atau membuat pindang bandeng. Dalam penggunaannya, ragi padat harus dihaluskan sebelum ditaburkan dalam bahan lainnya (Rahman dkk, 2011). 

Ragi menghasilkan enzim pitase yang dapat melepaskan ikatan fosfor dalam phitin, sehingga dengan ditambahkan ragi tape dalam ransum akan menambah ketersediaan mineral (Widodo, 2011).Dijelaskan lebih lanjut bahwa ragi bersifat katabolik atau memecah komponen yang kompleks menjadi zat yang lebih sederhana sehingga lebih mudah dicerna oleh ternak.

Widodo (2011) menyatakan bahwa spesies Aspergillus flavus relatif tidak aktif bila dibandingkan dengan jamur selulolitik yang lain, tapi enzim yang dihasilkan olehAspergillus orizae dan Aspergillus flavusmampu mendegradasi sellulosa dan juga menghidrolisis xylon, maka dengan penambahan ragi tape dapat meningkatkan kegiatan pencernaan dalam tubuh ternak sehingga pertumbuhan ternak menjadi optimal.

Ragi biasanya digunakan untuk penambahan protein dalam pakan ternak bersama-sama tepung ikan (Widodo, 2011).Dijelaskan lebih lanjut bahwa pada ayam pedaging, bahan pakan tepung ikan atau tepung kedelai dapat digantikan dengan ragi dengan nilai nitrogen dalam pakan yang sebanding, demikian juga ayam petelur.

Dalam beberapa hal pertumbuhan ragi dalam bahan pakan menyebabkan perubahan yang menguntungkan seperti perbaikan bahan pakan dari sisi mutu, baik dari aspek gizi maupun daya cerna serta meningkatkan daya simpannya. Penggunaan ragi adalah sebagai sumber protein dan vitamin bagi konsumsi manusia dan ternak (Widodo, 2011).

Pada  dasarnya  pembuatan  ragi  merupakan  teknik  dalam  memperbanyak  mikroorganisme  yang berperan  dalam  pembuatan  tape.  Perbanyakan  ini  dilakukan dalam  suatu  medium  tertentu  dan  setelah  cukup  banyak  mikroba  yang  tumbuh, pertumbuhannya dihentikan serta dibuat dalam keadaan istirahat, baik dalam bentuk sel  maupun  dalam  bentuk  sporanya.  Penghentian  pertumbuhan  mikroba  tersebut dilakukan dengan cara mengeringkan medium tumbuhnya(Rochintaniawati, 2012).

Bagaimana cara membuat Ragi Tape itu ?

            Bahan (1 resep) :

Tepung beras 1 kg, lengkuas (laos) 25 gram, bawang putih 2 siung, ubi kayu 1 ons, jeruk nipis 1 buah, gula pasir 10 gram dan air bersih 1 liter serta ragi pasar 2 butir/kg tepung beras.  Dalam praktikum menggunakan setengah resep.

Alat :

Baskom kecil untuk mencampur bahan, pisau untuk mengiris dan mengupas bahan, tampah untuk menjemur ragi tape, plastik transparan sebagai alas tampah, cobek untuk menghaluskan bahan.

Cara membuat : 

       1.      Menyiapakan alat dan bahan yang akan digunakan. 

      2.      Lengkuas, bawang putih, jeruk nipis dan ubi kayu dikupas dan dihilangkan bagian-bagian yang tidak berguna. 

       3.      Bahan-bahan tersebut dihaluskan dengan cara digerus dan diparut. 


       4.      Kemudian dicampur dengan tepung beras.  Tambahkan sedikit air hingga menjadi adonan yang kental. 


       5.      Tambahkan ragi pasar 2 butir/kg tepung beras. 

     6.      Adonan dibiarkan selama 3 hari pada suhu kamar dalam keadaan terbuka (akan ditumbuhi ragi dan kapang secara alami).  


       7.      Setelah 3 hari, buang semua kotoran dan peras adonan tersebut agar airnya berkurang. 

       8.      Bentuk bulatan-bulatan, kemudian jemur sampai kering.


 Berapa lama Ragi Tape bisa disimpan itu ?

Umur simpan ragi sangat tergantung pada jenis kemasan yang digunakan. Hal ini sesuai dengan pendapat Rahman dkk (2011) yang menyatkan bahwa ragi dalam kemasan plastik bisa tahan hingga 3 bulan, sedangkan ragi dalam wadah tertutup/kemasan aluminum foil tahan hingga 12 bulan.

Menurut Rahman dkk (2011), ragi padat dalam keadaan normal lebih cepat rusak dan akan kehilangan daya peragiannya jika disimpan dalam suhu 2 derajat celcius selama 4 sampai 5 minggu. Ragi padat harus selalu disimpan ditempat dingin (lemari es).

Ragi yang sudah rusak tidak layak untuk digunakan dalam pembuatan makanan karena sudah tidak dapat berfermentasi lagi.  Menurut Anonima(2012) agar kondisinya tetap baik, ragi harus disimpan pada suhu 4,50C. Kondisi ragi akan semakin buruk apabila disimpan pada udara yang panas karena akan meyerap panas dan kemudian akan beremah. Adanya remah merupakan pertanda bahwa dalam diri ragi telah terjadi fermentasi yang dikenal dengan istilah autolysis yang disebabkan oleh enzim dari ragi itu sendiri. Pada akhirnya ragi akan berubah wujud menjadi massa yang sedikit lengket, berbau tidak enak, berwarna gelap dan tidak bermanfaat lagi.

Reference  :

Aguskrisno. 2011. Peranan Jamur Ragi Saccharomyces cerevisiae sebagai Fermentasi Roti.

http://aguskrisnoblog.wordpress.com/2011/12/27/peranan-jamur-ragi-saccharomyces-cerevisiae-sebagai-fermentasi-roti/. Diakses tanggal 18 Maret 2013.

Anonima. 2012. Isi Kandungan Gizi Tepung Beras Nutrisi Bahan Makanan.http://keju.blogspot.com/1970/01/isi-kandungan-gizi-tepung-beras-komposisi-nutrisi-bahan-makanan.html Diakses tanggal 18 Maret 2013.

Anonimb. 2012. Proses Fermentasi Pembuatan Tape Beras.

http://the5groups.blogspot.com/2012/09/proses-fermentasi-pembuatan-tape-beras.html. Diakses tanggal 18 Maret 2013.

http://dsnbuluh.blogspot.com/2011/08/membuat-ragi.html. Diakses tanggal 18 Maret 2013.

Rahman, Ilhamdani, Irhamdi, Mawardi dan M. Ihsan. 2011. Makalah pertanian.Mikrobiologi. Fakultas pertanian universitas syah kuala. Darussalam-banda aceh.Http://ruangpertaniandanpuisi-puisi.blogspot.com/2012/03/contoh-makalah.html. Diakses tanggal 18 maret 2013.

Rochintaniawati, Diana. 2012. Pembuatan Ragi Tape.http://repository.gunadarma.ac.id/bitstream/123456789/940/1/20406586.pdf

Syarief, Uci. 2011. Pembuatan Ragi Tape.http://ucu-syarief.blogspot.com/2011/03/pembuatan-ragi-tape.html. Diakses tanggal 18 Maret 2013.

Widodo, Wahyu. 2011. Fermentasi Ragi Tape.

http://far71.wordpress.com/2011/06/16/fermentasi-ragi-tape/. Diakses tanggal 18 Maret 2013.

Wikipedia. 2012. Saccharomyces_cerevisiae.http://id.wikipedia.org/wiki/Saccharomyces_cerevisiae. Diakses tanggal 18 Maret 2013.

Sumber gambar : 

http://aguskrisnoblog.wordpress.com/2011/12/27/peranan-jamur-ragi-saccharomyces-cerevisiae-sebagai-fermentasi-roti/

Dokumentasi pribadi (2013)

Special thanks to : Ibu Ir. Andang Andiani L., M.Si 

Nadhifa Husna di 07.50

Berbagi

 

82 komentar:

andro median4 Juli 2014 14.34

Bahan menggunakan Ragi pasar, Yg di maksud ragi pasar itu apa ya?? Trims

Balas

Nadhifa Husna10 Juli 2014 06.27

Terima kasih, mas andro median...
Ragi pasar itu ragi yang biasa di jual di pasar, mas... Bentuknya bulat pipih, warnanya putih, hampir sama dengan ragi yang kita buat ini. Digunakan sebagai biang dalam membuat ragi tepung beras ini. terima kasih...

Balas

Balasan

Babat27 November 2016 04.19

tepungnya sebaiknya dari beras ketan biar nanti dalam pembentukan butiran gampang

Nadhifa Husna17 Januari 2017 22.01

Terima kasih tambahan informasinya, Bapak/ibu Babat... Salam sukses...

Balas

Uhi Ruhiman28 Desember 2014 06.33

apakah ragi pasar bisa untuk fermentasi / dekomposer ???

Balas

Balasan

Nadhifa Husna17 Mei 2015 23.05

Terima kasih, Pak Uhi Ruhiman...
Ragi pasar bisa untuk fermentasi, karena mengandung mikroba seperti jamur (Saccharomyces cereviceae). Sedangkan jamur itu sendiri berperan sebagai dekomposer, yaitu menguraikan sisa-sisa mikroorganisme yang telah mati, sehingga bisa dimanfaatkan oleh organisme lain. 
Semoga bermanfaat ...
Salam sukses dan Terima kasih

Babat26 November 2016 16.37

Bagaimana caranya kalau ragi tape dikembangkan dalam media dedak maupun susu ?

Nadhifa Husna17 Januari 2017 22.17

Terima kasih, Bapak/ibu Babat...
Ragi tape bisa dikembangkan dalam media dedak padi. Dalam hal ini disebut fermentasi dedak padi dengan menggunakan ragi tape dan dapat digunakan untuk pakan ternak. 

Adapun caranya adalah sebagai berikut :
Bahan 
dedak padi (jumlah sesuai selera)
ragi tape
(Perbandingannya dedak padi 1 kg : ragi tape 2 butir)
air bersih
baki berpenutup atau plastik bag yang cukup besar 

Cara membuat :
Basahi dedak padi dengan air, perbandingannya 3:1 atau kira-kira sampai dedak padi menjadi "pero". Dikepal tidak meneteskan air, kalau dilepas gumpalan dedak padi tidak hancur.
Kemudian kukus dedak padi tersebut selama 15 atau 30 menit.
Dinginkan, sampai benar – benar dingin, lalu campurkan dengan ragi tape sampai merata. Ragi tapenya di haluskan terlebih dahulu. Kalau ragi dicampurkan dalam kondisi dedak padi masih panas, bisa membunuh bakteri starternya.
Masukkan dedak padi kedalam wadah atau kantong plastik tertutup rapat selama 2 hari atau 24 jam. Setelah dua hari buka dedak padi tersebut.
Sebelum diberikan kepada ternak diangin-anginkan terlebih dahulu, atau dikeringkan untuk disimpan dalam jangka waktu yang lama.

Dalam kondisi kering, dedak padi terfermentasi bisa tahan sampai 3 bulan tanpa bau tengik. Hal ini karena lemak kasar yang mudah ditumbuhi bakteri sudah terurai oleh proses fermentasi. 

Ragi tape juga bisa digunakan untuk fermentasi susu. Menurut Ernawati dari LPPM IPB(1996) telah melakukan Penelitian Fermentasi Susu Menggunakan Ragi Tape dan Biji Kefir Kering. 
Penelitian ini bertujuan memanfaatkan ragi tape untuk memfermentasikan susu serta mencari alternatif penyediaan starter untuk susu fermentasi berkarbonat dengan pembuatan laru kefir atau biji kefir kering. Penggunaan ragi tape sebanyak 3% untuk memfermentasikan susu menghasilkan susu fermentasi serupa dengan kefir, tetapi mempunyai tekstur yang kasar, tidak kompak, diikuti adanya presipitasi-presipitasi kecil dan juga bau yang kurang menyenangkan. Penggunaan ragi tape sebanyak 1% menghasilkan curd yang lebih lembut dan aroma yang lebih baik dibandingkan penggunaannya sebanyak 3%. 

Demikian yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Reference :
Anonim. 2015. Cara Fermentasi Dedak Padi menggunakan Ragi Tape. dalam :
https://joyniemfarm.wordpress.com/2015/03/26/cara-fermentasi-dedak-padi-menggunakan-ragi-tape/

Ernawati. 1996. Fermentasi Susu Menggunakan Ragi Tape dan Biji Kefir Kering. dalam : http://web.ipb.ac.id/~lppm/lppmipb/penelitian/hasilcari.php?status=buka&id_haslit=577.15+ERN+f

Balas

SUGIANTO ANTO18 Februari 2015 23.01

terima kasih atas infonya

Balas

Balasan

Nadhifa Husna17 Mei 2015 23.06

Sama-sama, mas anto . . .
Semoga bermanfaat . . .

Balas

SUGIANTO ANTO18 Februari 2015 23.02

terima kasih atas infonya

Balas

Saniman el-Qudsie13 Mei 2015 07.37

Sangat bermanfaat infonya. Trims.
Kalau ragi untuk membuat roti gimana, ya ?

Balas

Balasan

Nadhifa Husna17 Mei 2015 23.14

Terima kasih, Pak Saniman el-Qudsie . . .
Ragi untuk membuat roti biasa disebut ragi instant (Instant Yeast), bapak . . . Berbentuk butiran-butiran halus (seperti pasir) dan berwarna kuning.
Ragi roti tidak bisa untuk membuat ragi tape, karena berbeda mikrobianya. Ragi roti menghasilkan CO2 sehingga roti bisa mengembang dan berongga, sedangkan ragi tape (ragi pasar) mengandung mikroba amilolitik dan pembentuk alkohol serta asam untuk citarasa.
Semoga bermanfaat dan Terima kasih . .

Balas

Gamal Jihad30 Juni 2015 01.51

Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

Balas

Gamal Jihad30 Juni 2015 01.53

Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

Balas

Gamal Jihad30 Juni 2015 01.55

eh maaf.. mba ya

Balas

Balasan

Nadhifa Husna19 Januari 2016 20.18

iya, pak gamal jihad...
terima kasih...

Balas

Tafarel Satyo20 Agustus 2015 22.01

Selamat siang,terima kasih sudah share...ane sudah coba membuat raginya,,sudah ane pasarkan diswalayan,1 hari 1 kg ragi sudah terjual smpai skrg...ragi yang saya buat masih untuk pakan semut jepang...belum brani untuk membuat tape,dsb....karena sudah saya coba ditape,baunya kurang wangi,rasa kurang manis,dan tidak cepat matang.....nah pertanyaan saya,gimana biar ragi ini supaya harum?enak?manis? Bisakah ditambah dengan gula?perbandingan gula brapa persen dengan tepung beras supaya manis?adakah penambahan merica biar supaya cepat matang dan panas?

Balas

Balasan

Nadhifa Husna19 Januari 2016 20.33

Selamat siang juga pak Tafarel Satyo...
Mohon maaf baru buka email dan blog jejak penyuluh, pak...
Alhamdulillah... bapak sudah mencoba dan berhasil... sukses selalu ya, pak... Amien3x...
Mengenai ragi supaya harum, enak dan manis bisa di tambahkan air perasan tebu, pak... ukurannya secukupnya, pak sebagai ganti air... saat adonannya sudah mengental berarti sudah cukup...
Boleh menambahkan merica, sedikit saja kira-kira 50 gram setiap 1 kg tepung beras, pak...jangan lupa mericanya dihaluskan dulu, pak...
Demikian semoga bermanfaat... terima kasih...

Balas

Ragi Tape Super18 Oktober 2015 06.26

Terima Kasih infonya, selain buat tape, sekarang ragi tape juga buat makan semut jepang yang banyak manfaatnya. harga Ragi Tape Super Rp. 6.000/bungkus, untuk pembelian banyak Rp.4.500/bungkus bisa hub : 0811339190, 081230225354

Balas

Balasan

Nadhifa Husna19 Januari 2016 20.35

Sama-sama, Ragi Tape Super...
Semoga sukses selalu...
Terima Kasih...

Nadhifa Husna19 Januari 2016 20.36

Mohon maaf lama membalasnya . . .

Balas

Ragi Tape Super15 November 2015 07.41

Harga Rp. 6.000/ bungkus. untuk pembelian minimal 10 bungkus Harga Rp 4.500/bungkus (1 ball isi 50 bungkus). untuk Kota Surabaya free ongkos kirim. Ragi Tape Super kualitas istimewa terbuat dari bahan bahan berkualitas tepung beras, Lada putih, Bawang putih dll . Ragi ini menghasilkan tape yang Manis dan Harum. Berat bersi 75 g
Hubungi : 081333746363, 082230603040

Balas

Balasan

Nadhifa Husna19 Januari 2016 20.37

Keep Success, Ragi Tape Super...

Balas

Adiasmoro Suryanto1 Desember 2015 20.48

Script yg terstruktur n bagus.. sbg info: sy jadikan bahan bacaan utk dikaji dlm praktikum peserta didik sy.. Tksh mbak..

Balas

Balasan

Nadhifa Husna19 Januari 2016 20.39

Terima kasih,Pak Adiasmoro Suryanto...
Semoga bermanfaat dan Semoga Tuhan memberikan kemudahan Bapak dalam menjalankan tugas sehari-hari...
Salam sukses...

Balas

Soo Bin2 Desember 2015 21.51

Kak mau tanya kalau ragi tape bisa digunakan sebagai pengganti bahan pengembang roti ?

Balas

Balasan

Nadhifa Husna19 Januari 2016 20.43

Terima kasih, Soo Bin...
Ragi tape tidak bisa untuk pengembang roti... Jenis mikroba pada ragi tape dengan ragi roti juga berbeda. Ragi tape biasanya untuk fermentasi tape, karena mengandung mikroba seperti jamur (Saccharomyces cereviceae). Sedangkan jamur itu sendiri berperan sebagai dekomposer, yaitu menguraikan sisa-sisa mikroorganisme yang telah mati, sehingga bisa dimanfaatkan oleh organisme lain.
Ragi untuk membuat roti biasa disebut ragi instant (Instant Yeast). Berbentuk butiran-butiran halus (seperti pasir) dan berwarna kuning.
Ragi roti menghasilkan CO2 sehingga roti bisa mengembang dan berongga, sedangkan ragi tape mengandung mikroba amilolitik dan pembentuk alkohol serta asam untuk citarasa.
Semoga bermanfaat dan Terima kasih . .

Balas

marjetcapricorn5 Desember 2015 01.35

Kalau boleh tau kenapa Masukkan ragi pasar itu kan yg sudah jadi??

Balas

Balasan

Nadhifa Husna19 Januari 2016 20.47

Terima kasih, Marjetcapricorn...
Mengapa menggunakan ragi pasar...? karena sebagai starter atau biangnya... Didalam ragi pasar sudah ada Jamurnya... nah Jamur itu yang kita butuhkan dalam pembuatan ragi ini dan kita tidak perlu menumbuhkan jamur sendiri...
Semoga bermanfaat dan Terima kasih...

Balas

Samani16 Desember 2015 02.30

Makasih Mas dicoba ya

Balas

Balasan

Nadhifa Husna19 Januari 2016 20.48

sama-sama, Pak Samani...
Mohon maaf saya bukan "mas", pak... tapi mbak atau ibu.. he3x..
Sukses selalu ya, Pak...

Balas

hugo mesa8 Februari 2016 06.37

selamat malam. untuk frementasi dedak pakan ayam unuk meningkatkan nilai nutrisi apa pakai ini ragi tape bisa?apa beda dengan ragi tempe? untuk mengetahui bahwa ragi yan di beli di pasar masih aktif gmn?terimakasih

Balas

Balasan

Nadhifa Husna4 September 2016 20.47

Terima kasih, hugo mesa...
Selamat malam juga... mohon maaf baru bisa membalas, pak...
untuk fermentasi dedak padi untuk pakan ternak bisa menggunakan ragi tape. perbandingannya dedak padi 1kg : ragi tape 2 butir
Adapun cara membuatnya : Basahi dedak padi dengan air, perbandingannya 3:1 atau kira-kira sampai dedak padi menjadi "pero". Dikepal tidak meneteskan air, kalau dilepas gumpalan dedak padi tidak hancur. Kemudian kukus dedak padi tersebut selama 15 atau 30 menit. Dinginkan, sampai benar – benar dingin, lalu campurkan dengan ragi tape sampai merata. Ragi tapenya di haluskan terlebih dahulu. Kalau ragi dicampurkan dalam kondisi dedak padi masih panas, bisa membunuh bakteri starternya. Masukkan dedak padi kedalam wadah atau kantong plastik tertutup rapat selama 2 hari atau 24 jam. Setelah dua hari buka dedak padi tersebut. Sebelum diberikan diangin-anginkan terlebih dahulu, atau dikeringkan untuk disimpan dalam jangka waktu yang lama. Dalam kondisi kering, dedak padi terfermentasi bisa tahan sampai 3 bulan tanpa bau tengik. Hal ini karena lemak kasar yang mudah ditumbuhi bakteri sudah terurai oleh proses fermentasi.(Joyniemfarm, 2015).

Reference :
https://joyniemfarm.wordpress.com/2015/03/26/cara-fermentasi-dedak-padi-menggunakan-ragi-tape/

Perbedaan ragi tape dengan ragi tempe adalah jenis jamur yang terkandung didalamnya. ragi tape didominasi khamir dan bakteri sedang ragi tempe oleh jamur Rhizopus.
Sebagain tambahan informasi ragi tape terdiri dari khamir dan bakteri terutama yang mampu mengubah pati menjadi gula, gula menjadi alkohol dan alkohol menjadi asam.
ragi tempe terdiri dari jamur yang akan membuat biji kedelai menyatu dan menghasilkan protease sehingga kecernaan protein meningkat
ragi roti maka ia adalah khamir yang akan mengubah gula menjadi gas CO2 dan alkohol sehingga roti menjadi berongga-rongga dan tidak bantat
Reference :
https://ptp2007.wordpress.com/2008/04/11/ragi-tape/

Cara mengetahui bahwa ragi yang dibeli dipasar masih aktif atau tidak memang tidak bisa dengan kasat mata, pak...
Kalau untuk mengetahui kualitas suatu ragi instan apakah masih bagus atau tidaknya bisa dicek dengan cara campur 5gr ragi instan, air hangat 50gr, gula pasir 10gr lalu aduk rata, simpan kurang lebih 5 menit apabila berbusa maka kualitas raginya masih bagus. Mungkin bisa dicoba untuk ragi tape...
Demikian semoga bermanfaat... terima kasih.

Balas

Unknown19 Februari 2016 18.37

Permisi, mau tanya, kalo bikin tape ketan bisa pake ragi fermipan ga ya?

Balas

Balasan

Nadhifa Husna4 September 2016 21.59

Terima kasih, Bapak/Ibu...
Kalau membuat tape ketan menggunakan ragi tape. tidak bisa menggunakan fermipan/ragi roti.
Fermipan adalah salah satu merk ragi instan kering yang terkenal. fermipan adalah ragi pengembang. Yakni ragi yang nantinya akan membuat roti dan kue menjadi mengembang. Cara kerja fermipan ini adalah harus berkumpul dengan gula dan air. Nantinya, fermipan akan mengubah gula menjadi karbondioksida sehingga adonan rotinya dapat mekar.
Sedangkan ragi tape akan mengubah pati menjadi gula, gula menjadi alkohol dan alkohol menjadi asam.
Demikian semoga bermanfaat. Terima kasih...

Balas

Unknown19 Februari 2016 18.38

Permisi, mau tanya, kalo bikin tape ketan bisa pake ragi fermipan ga ya?

Balas

Balasan

Nadhifa Husna4 September 2016 21.58

Terima kasih, Bapak/Ibu...
Kalau membuat tape ketan menggunakan ragi tape. tidak bisa menggunakan fermipan/ragi roti. 
Fermipan adalah salah satu merk ragi instan kering yang terkenal. fermipan adalah ragi pengembang. Yakni ragi yang nantinya akan membuat roti dan kue menjadi mengembang. Cara kerja fermipan ini adalah harus berkumpul dengan gula dan air. Nantinya, fermipan akan mengubah gula menjadi karbondioksida sehingga adonan rotinya dapat mekar. 
Sedangkan ragi tape akan mengubah pati menjadi gula, gula menjadi alkohol dan alkohol menjadi asam.
Demikian semoga bermanfaat. Terima kasih...

Balas

raden jalmo7 April 2016 07.05

Thanks infonya gan

Balas

Balasan

Nadhifa Husna4 September 2016 21.59

Sama-sama, raden jalmo...
Salam sukses selalu...
Terima kasih

Balas

My Life3 Mei 2016 03.18

mohon maaf mba saya ingin sedikit meluruskan, saccaromyces cereviciae bulan termasuk golongan jamur tp khamir atau yeast, pada pembuatan tape mikroorganisme yg digunakan tidak hanya saccaromices cerevisiae tp jg terdapat mikroorganisme lain seperti kapang/jamur maka disebut ragi, sedangkan pada pembuatan roti hanya diginakan 1 jenis mikroorganisme saja yaitu saccaromyces maka biang roti disebut yeast atau khamir, karna dalam mikrobiologi jamur dan khamir adalah 2 mikroorganisme yg berbeda.

Balas

Balasan

Nadhifa Husna4 September 2016 22.03

Terima kasih, My Life...
Informasinya sangat bermanfaat. 
Semoga kita tetap bisa berbagi ilmu sebagai amal jariyah yang tidak akan terputus pahalanya. Aamiin..
Keep Success...

Balas

han15 Mei 2016 22.08

apa tandanya kalau ragi yg kita buat berhasil,dan apa tandanya kalau gagal

Balas

Balasan

Nadhifa Husna4 September 2016 22.08

Terima kasih, han...
Tanda-tanda ragi yang kita buat berhasil adalah berwarna putih bersih, berbau khas ragi, tidak berjamur dan tidak lembab
Semoga bermanfaat. Terima kasih...

Balas

han15 Mei 2016 22.09

karena disimpan selama 3 hari tanpa ditutup , apakah tidak akan tercemar dengan jenis jamur dan bacteri lain yg berbahaya

Balas

Balasan

Nadhifa Husna4 September 2016 22.28

Terima kasih, han...
Dalam pembuatan ragi tidak apa-apa tidak ditutup selama 3 hari dengan syarat tempat tersebut harus bersih dan aman (kamar khusus).
Terima kasih.

Balas

H. Syaiful Rachman P.12 Juli 2016 23.53

Mbak, kalau buat ragi masih pakai ragi pasar sebagai starter. Pertanyaannya adalah apakah ragi yang kita buat nantinya bisa sebagai pengganti ragi pasar alias kita tidak perlu memakai ragi pasar lagi? Terimakasih.

Balas

Balasan

Nadhifa Husna4 September 2016 22.31

Terima kasih, Bapak H. Syaiful Rachman P...
Benar sekali, Bapak... ragi tape yang kita buat ini, bisa juga digunakan sebagai starter untuk pembuatan ragi tape selanjutnya. Dengan syarat ragi yang kita buat berhasil.
Demikian semoga bermanfaat. Terima kasih...

Balas

H. Syaiful Rachman P.13 Juli 2016 00.04

Mbak, kalau buat ragi masih pakai ragi pasar sebagai starter. Pertanyaannya adalah apakah ragi yang kita buat nantinya bisa sebagai pengganti ragi pasar alias kita tidak perlu memakai ragi pasar lagi? Terimakasih.

Balas

Balasan

Nadhifa Husna4 September 2016 22.34

Terima kasih, Bapak H. Syaiful Rachman P...
Benar sekali, Bapak... ragi tape yang kita buat ini, bisa juga digunakan sebagai starter untuk pembuatan ragi tape selanjutnya. Dengan syarat ragi yang kita buat berhasil.
Demikian semoga bermanfaat. Terima kasih...

Balas

Ufof Latif20 September 2016 03.11

saya mau tanya, jeruk nipis itu ambil airnyakah atau kesemuanya??

Balas

Nadhifa Husna24 September 2016 09.58

Terima kasih, Pak Ufof Latif...
Jeruk nipis hanya diambil airnya saja, pak...
Manfaat jeruk nipis ini untuk menambah aroma dan jika ragi digunakan akan menghasilkan tape yang lebih baik.

Hal ini sesuai dengan pendapat Anjasmara (2009)yang menyatakan bahwa tradisi pembuatan ragi untuk tape di beberapa tempat, selain menggunakan campuran tepung beras ketan, air tebu dsb, juga ada penambahan cairan yang mengandung perasan buah jeruk nipis. Hasilnya, selain ragi tersebut akan lebih baik untuk "mengfermentasi" (menghasilkan tape) ketela atau beras ketan menjadi tape atau peuyeum kalau dibandingkan dengan ragi lainnya tanpa kehadiran/tambahan air perasan buah jeruk nipis.

Demikian semoga bermanfaat. Salam sukses...
Terima kasih...

Reference :
Anjasmara, Wayan. 2009. Manfaat Jeruk Nipis. dalam : http://wayan-anjasmara.blogspot.co.id/2009/07/manfaat-jeruk-nipis.html

Balas

bunda Arif15 Oktober 2016 15.15

Mbak saya pernah membuat tape beras putih pakai ragi instan, karena sudah baca blog ini jadi saya sudah tau klu tape saya itu ga akan berhasil,trus bisa ga mbak adonan tape saya itu saya campurkan lagi dgan ragi tape dan di fregmentasikan lagi? Berarti adonan nasi putihnya 2x pakai ragi.

Balas

Nadhifa Husna17 Oktober 2016 19.53

Terima kasih, Bunda Arif...
Kalau sudah diberi ragi instan, maka adonan tidak bisa di tambah lagi dengan ragi tape, bun... 
Karena mikrobianya berbeda. Ragi intant/ragi roti tidak bisa untuk membuat tape, demikian sebaliknya ragi tape tidak bisa digunakan untuk roti.
ragi roti fungsinya untuk mengembangkan adonan, sedangkan ragi tape mengandung mikroba amilolitik dan pembentuk alkohol serta asam untuk citarasa.

Menurut PTP (2007), ragi tape terdiri dari khamir dan bakteri terutama yang mampu mengubah pati menjadi gula, gula menjadi alkohol dan alkohol menjadi asam. 
Ragi tempe terdiri dari jamur yang akan membuat biji kedelai menyatu dan menghasilkan protease sehingga kecernaan protein meningkat.
Ragi roti terdiri dari khamir yang akan mengubah gula menjadi gas CO2 dan alkohol sehingga roti menjadi berongga-rongga dan tidak bantat

Semoga bermanfaat dan Terima kasih . . .

Reference :
PTP (2007). Ragi Tape. dalam : https://ptp2007.wordpress.com/2008/04/11/ragi-tape/

Balas

Fendy Aja30 Oktober 2016 00.35

Makasih y mbk atas ilmunya semoga bermanfaat

Balas

Nadhifa Husna6 November 2016 17.54

Sama-sama, Mas Fendy... 
Aamiin3x ya robbal'alamiin... Terima kasih do'anya..
Sukses selalu ya...

Balas

yulaexa SY22 November 2016 19.02

Mf mb nadhifa, saya mau nanya, kmaren kan saya praktekin bkin ragi tape mb, nah stlh 3hr kan saya bka,trnyata adonanya brubh sprti busa gt mb,trus krna baunya jg gk sperti tape tadinya mau saya buang,tp pas sya bka busanya trnyata ada adonan sprti isi tahu mb,agak blong2 gt, yudh saya coba aja bntuk nd skrg sya jmur. Prtanyaannya ragi yg saya buat itu jadi atau nggak ya. Saya jg ragu2 gt mb. Bgung, mhon djwab. Trmksh.

Balas

Balasan

Nadhifa Husna22 Desember 2016 20.50

Terima kasih, mbak Yulaexa SY...
mohon maaf baru balas... 

Terima kasih ya, mbak... sudah mencoba membuat ragi tape, meskipun hasilnya berbeda. Pada saat kami praktek membuat ragi tape, bentuk adonan ragi tape yang sudah jadi (sebelum dijemur) seperti ulenan roti yang padat dan kalis dan tidak berbau. Dan saat dibentuk bulat pipih tidak lengket di tangan.
Memang tidak menutup kemungkinan adonan berair dan berongga.

Mungkin pada saat membuat adonan mbak Yulaexa SY ditempatkan pada kamar yang suhu-nya hangat (agak panas), sehingga ragi bereaksi dengan bahan lain dan menjadikan adonan berongga. Hal ini sesuai dengan Anonim (2015) yang menyatakan bahwa Ragi akan bekerja sebagai fermentasi jika di tambah dengan gula dan di taruh pada suhu yang hangat. Sebuah Adonan akan mengembang membentuk pori-pori jika di taruh ragi karena ini reaksi dari kandungan karbondioksida yang terdapat pada ragi tersebut.

Menurut PTP (2007), Ragi dipanen setelah 2 – 5 hari tergantung dari suhu dan kelembapan. Produk akhir akan berbentuk pipih kering dan dapat disimpan dalam waktu lama. Tidak ada faktor-faktor lingkungan yang dikendalikan. Mikroorganisme yang diharapkan maupun kontaminan dapat tumbuh bersama-sama. Pada lingkungan pabrik ragi, mikroflora yang ada telah didominasi mikrobia ragi. Namun demikian, ragi yang dibuat pada musim hujan akan dijumpai Mucor sp dan Rhizopus sp dalam jumlah yang lebih banyak dan dibutuhkan waktu pengeringan yang lebih lama.

Jika pasta tetap basah, mikroorganisme tumbuh dan menggandakan diri. Jumlah kapang pada ragi berkisar dari 8 X 107 sampai 3 X 108/g, khamir 3 X 106 sampai 3 X 107/g dan bakteri kurang dari 105/g. Organisme yang menghasilkan tape dengan aroma baik adalah gabungan dari Amylomyces rouxii, Endomycopsis fibuliger dan Hansenula anoma. Untuk tape singkong yang adalah A. Rouxii dan E. Fibuliger

Jika baunya tidak enak, saran saya raginya jangan digunakan ya, mbak...
Dan saat membuat ragi tape perhatikan tempat dan ruangannya agar steril dan suhunya pas (suhu kamar).

Demikian semoga bermanfaat...
Selamat mencoba lagi sampai berhasil ya, mbak...

reference :
Anonium (2015). Manfaat Ragi. http://www.semutjepangmurah.com/manfaat-ragi/

PTP (2007). Ragi Tape. dalam : https://ptp2007.wordpress.com/2008/04/11/ragi-tape/

Balas

Melinda Restu Pala'langan12 Maret 2017 12.44

apa fungsi penamahan merica, bawang putih, lengkuas dan cabe dalam pembuatan ragi ?

Balas

Nadhifa Husna14 Maret 2017 11.08

Terima kasih, Ibu Melinda Restu Pala'langan...
Fungsi penambahan merica, bawang putih, lengkuas dan cabe dalam pembuatan ragi tape ini adalah sebagai pembangkit aroma dan penghambat mikroba yang tidak diinginkan atau untuk menstimulir mikroba yang diinginkan.

Hal ini sesuai dengan pendapat (Suliantari dan Rahayu (1990)dalam Hersoelistyorini dkk (2010) yang menyatakan bahwa Bahan baku ragi tape adalah beras dan rempah-rempah,seperti bawang putih, lada, lengkuas, jeruk nipis. Jenis dan jumlah rempah-rempah yang ditambahkan sangat beragam sehingga sangat berbeda pada masing-masing 0rodusen. Rempah-rempah digunakan sebagai pembangkit aroma dan penghambat mikroba yang tidak diinginkan, atau untuk menstimulir mikroba yang diinginkan.

Demikian semoga bermanfaat. Salam Sukses, bu...

Reference :
Hersoelistyorini, Wikanastri, Didik Sumanto dan Lukman Najih. 2010. Pengaruh Lama Simpan Pada Suhu Ruang Terhadap Kadar Protein Dodol Tape Kulit Umbi Ubi Kayu. Jurnal Pangan dan Gizi Vol. 01 No. 01 Tahun 2010

Balas

eny mafruhah8 Mei 2017 17.53

Assalamualaikum.... Terimakasih ilmunya bapak sangat bermanfaat.... Saya Mau tanya kalau cabe jawa diganti cabe biasa bisa gak. Atau apa perbedaan ragi yg pakai cabai jawa dan yg tidak? Trimakasih mohon izin mengamalkan ilmu ini. Arif malaysia

Balas

Balasan

Nadhifa Husna9 Mei 2017 11.40

Wa'alaikumsalam.wr.wb...
sama-sama, Bapak Arif/Ibu Eny Mafruhah... terima kasih...
Cabe jawa bisa diganti dengan cabai biasa, akan tetapi akan lebih pas jika diganti dengan merica.
Menurut Wikipedia (2002), Cabai jawa (Piper retrofractum Vahl) adalah jenis rempah yang masih berkerabat dengan lada dan kemukus, termasuk dalam suku sirih-sirihan atau Piperaceae. Nama lainnya adalah Cabai jamu, Cabe Jawa atau cabai saja, meskipun penyebutan terakhir ini akan rancu dengan cabai yang sekarang lebih populer, Capsicum annuum. 

Di banyak propinsi atau kota-kota di Indonesia, maupun di luar negeri, biasanya punya sebutan sendiri-sendiri nama cabai yang umumnya tumbuh dan dikonsumsi. Namun demikian, setiap cabai biasanya memiliki nama ilmiah sebagai nama internasionalnya (Thiana, 2013). Dijelaskan lebih lanjut bahwa Cabai Jawa disebut juga cabai jamu, lada panjang, atau cabai saja (Piper retrofractum Vahl. syn. P. longum), Dikenal pula sebagai cabai solak (Madura) dan cabia (Sulawesi).

Tidak ada perbedaan ragi yang menggunakan cabai jawa dengan yang tidak. karena penggunaan rempah-rempah berfungsi sebagai pembangkit aroma dan penghambat mikroba yang tidak diinginkan atau untuk menstimulir mikroba yang diinginkan.
Hal ini sesuai dengan pendapat (Suliantari dan Rahayu (1990)dalam Hersoelistyorini dkk (2010) yang menyatakan bahwa Bahan baku ragi tape adalah beras dan rempah-rempah,seperti bawang putih, lada, lengkuas, jeruk nipis. Jenis dan jumlah rempah-rempah yang ditambahkan sangat beragam sehingga sangat berbeda pada masing-masing Produsen. Rempah-rempah digunakan sebagai pembangkit aroma dan penghambat mikroba yang tidak diinginkan, atau untuk menstimulir mikroba yang diinginkan.

Dalam pembuatan ragi tape kami tidak menggunakan cabai. untuk rempah-rempahnya kami menggunakan lengkuas (laos), bawang putih dan air jeruk nipis. Jadi bapak/ibu bisa menggunakan rempah-rempah diatas, jika tidak ada cabai jawa.

Demikian semoga bermanfaat. Selamat mencoba...
Semoga sukses...

Reference :
Hersoelistyorini, Wikanastri, Didik Sumanto dan Lukman Najih. 2010. Pengaruh Lama Simpan Pada Suhu Ruang Terhadap Kadar Protein Dodol Tape Kulit Umbi Ubi Kayu. Jurnal Pangan dan Gizi Vol. 01 No. 01 Tahun 2010

Thiana, Fika. 2013. Kenali Macam-macam Cabai dari Bentuk Rasa dan Warna. dalam : http://www.kilasdara.com/2013/05/kenali-macam-macam-cabai-dari-bentuk-rasa-dan-warna/

Wikipedia. 2002. Cabe Jawa. dalam : https://id.wikipedia.org/wiki/Cabe_jawa

eny mafruhah11 Mei 2017 06.08

Terimkasih mbh husna.... Skrang sya proses nyoba smga sukses.... Indonesia hebat!

Nadhifa Husna12 Mei 2017 06.17

Sama-sama, Ibu Eny... Terima kasih...
Aamiin3x... Semoga sukses ya...
Semangat...

Balas

addhie aja8 Agustus 2017 18.29

Selamat pagi bu...
Soal ragi tape bisa nggk untuk jerami pakan sapi...? Dan bgaimana cara yg baik untuk fermentasi jerami tsb. Mohon bimbingannya bu...

Balas

Balasan

Nadhifa Husna29 Agustus 2017 20.33

Selamat pagi juga, Pak Addhie...
Mohon maaf baru balas, Terima kasih...
Ragi tape bisa digunakan untuk fermentasi jerami padi, pak... Tidak hanya untuk jerami padi tetapi juga bisa untuk pakan ternak yang lain seperti dedak, nasi aking, jagung sisa pipilan, gabah hampa, ampas kelapa, ampas tahu dll

Ragi tape digunakan untuk fermentasi pakan ternak karena mampu meningkatkan nilai kecernaan bahan pakan ternak. Hal ini sesuai dengan pendapat Widodo (2017) yan menyatakan bahwa ragi bersifat katabolik atau memecah komponen yang kompleks menjadi zat yang lebih sederhana, sehingga lebih mudah di cerna.

Cara fermentasi jerami dengan ragi tape untuk pakan ternak adalah sebagai berikut :
5 gram ragi tape untuk 10 kg pakan. Jerami di basahi sekedar lembab dengan ragi tape yang diencerkan dengan air (kelembaban 50-60%). kemudian jerami di peram minimal 2 hari dalam wadah tertutup dengan sedikit ventilasi. Bisa menggunakan karung plastik bekas pakan karena ada pori-porinya sebagai ventilasi udara.
jika memakai karung ini jangan langsung diletakkan diatas tanah/lantai, tetapi dialasi dengan balok kayu atau bambu agar terhindar dari jamur aflatoxin yang berbahaya.
Fermentasi dikatakan berhasil jika timbul aroma wangi tape, muncul kapang/jamur berkelompok warna putih atau kuning, saat wadah di raba terasa hangat, tekstur jerami menjadi lunak apabila dipegang atau di remas.

Jika tidak munggunakan wadah/karung, jerami bisa ditumpuk pada alas terpal atau bambu dengan ketinggian 20 cm dan dipadatkan. Semprotkan atau siramkan ragi tape ke seluruh permukaan jerami dengan merata hingga lembab. Tumpuk lagi dengan jerami sampai 20 cm, ulangi langkah tersebut sampai jerami habis. Tutup dengan karung goni atau plastik yang diberi ventilasi. Biarkan selama 5-7 hari. Jika pada hari ke-7 dibuka kemudian diperiksa belum ada tanda-tanda jerami fermentasi sudah jadi, bisa ditambah sampai 10 hari.

Untuk pemberian kepada ternak, fermentasi jerami di angin-anginkan terlebih dahulu kurang lebih selama 5 menit. Pemberian juga jangan dilakukan sekaligus tetapi bertahap dengan di campur pakan aslinya.
misal jerami fermentasi 25%, pakan hijauannya 75%. kemudian hari berikutnya bisa di tingkatkan sedikit demi sedikit sampai jerami fermentasi 100%.

Demikian yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat...

Reference :

Lukito. 2016. Fermentasi Pakan Ternak. dalam : https://www.rumahmesin.com/fermentasi-pakan-ternak/

Widodo, Wahyu. 2017. Manfaat dan Fungsi Ragi Tape Dalam Pakan Ternak. dalam : http://ternakdanburung.blogspot.co.id/2017/02/manfaat-dan-fungsi-ragi-tape-dalam.html

Balas

Suartika Tjwa11 Agustus 2017 15.12

Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

Balas

Achmad Doni17 Agustus 2017 10.42

mau tanya pak klo ragi tape di buat untk fermentasi jeramin apa bisa pak..? trus gmana cara nya pak. trimakasih

Balas

Balasan

Nadhifa Husna29 Agustus 2017 20.45

Terima kasih, Pak Achmad Doni...
Mohon maaf baru balas... Mohon maaf juga saya ibu, pak... :)
Bisa, pak... Ragi tape bisa digunakan untuk fermentasi jerami padi. Tidak hanya untuk jerami padi tetapi juga bisa untuk pakan ternak yang lain seperti dedak, nasi aking, jagung sisa pipilan, gabah hampa, ampas kelapa, ampas tahu dll

Jawaban saya sama dengan Jawaban untuk pertanyaan Pak Addhie (7 Agustus 2017), kebetulan pertanyaan bapak sama dengan beliau...

Ragi tape digunakan untuk fermentasi pakan ternak karena mampu meningkatkan nilai kecernaan bahan pakan ternak. Hal ini sesuai dengan pendapat Widodo (2017) yan menyatakan bahwa ragi bersifat katabolik atau memecah komponen yang kompleks menjadi zat yang lebih sederhana, sehingga lebih mudah di cerna.

Cara fermentasi jerami dengan ragi tape untuk pakan ternak adalah sebagai berikut :
5 gram ragi tape untuk 10 kg pakan. Jerami di basahi sekedar lembab dengan ragi tape yang diencerkan dengan air (kelembaban 50-60%). kemudian jerami di peram minimal 2 hari dalam wadah tertutup dengan sedikit ventilasi. Bisa menggunakan karung plastik bekas pakan karena ada pori-porinya sebagai ventilasi udara.
jika memakai karung ini jangan langsung diletakkan diatas tanah/lantai, tetapi dialasi dengan balok kayu atau bambu agar terhindar dari jamur aflatoxin yang berbahaya.
Fermentasi dikatakan berhasil jika timbul aroma wangi tape, muncul kapang/jamur berkelompok warna putih atau kuning, saat wadah di raba terasa hangat, tekstur jerami menjadi lunak apabila dipegang atau di remas.

Jika tidak munggunakan wadah/karung, jerami bisa ditumpuk pada alas terpal atau bambu dengan ketinggian 20 cm dan dipadatkan. Semprotkan atau siramkan ragi tape ke seluruh permukaan jerami dengan merata hingga lembab. Tumpuk lagi dengan jerami sampai 20 cm, ulangi langkah tersebut sampai jerami habis. Tutup dengan karung goni atau plastik yang diberi ventilasi. Biarkan selama 5-7 hari. Jika pada hari ke-7 dibuka kemudian diperiksa belum ada tanda-tanda jerami fermentasi sudah jadi, bisa ditambah sampai 10 hari.

Untuk pemberian kepada ternak, fermentasi jerami di angin-anginkan terlebih dahulu kurang lebih selama 5 menit. Pemberian juga jangan dilakukan sekaligus tetapi bertahap dengan di campur pakan aslinya.
misal jerami fermentasi 25%, pakan hijauannya 75%. kemudian hari berikutnya bisa di tingkatkan sedikit demi sedikit sampai jerami fermentasi 100%.

Demikian yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat...

Reference :

Lukito. 2016. Fermentasi Pakan Ternak. dalam : https://www.rumahmesin.com/fermentasi-pakan-ternak/

Widodo, Wahyu. 2017. Manfaat dan Fungsi Ragi Tape Dalam Pakan Ternak. dalam : http://ternakdanburung.blogspot.co.id/2017/02/manfaat-dan-fungsi-ragi-tape-dalam.html

Balas

Store Sy29 Agustus 2017 22.30

Kak @nadhifa husna, tolong dibantu dong, blm pham soalnya. Sy pernah buat, tp nggak jadi, malah adonan jd menggumpal dan berlobang, baunya jg g enak.. Mau diaplikasikan takut keracunan ternaknya..

Balas

Balasan

Nadhifa Husna6 September 2017 01.49

Terima kasih, Bapak/Ibu Store Sy...
Alhamdulillah Bapak/Ibu sudah pernah mencoba membuat... tidak masalah jika gagal... nanti bisa di coba lagi...
dan tepat sekali keputusannya untuk tidak memberikan kepada ternak.

Jika adonan menggumpal, berlubang dan baunya tidak enak berarti fermentasinya gagal. Menurut Samudro (2014), ciri-ciri fermentasi jerami yang berhasil adalah terjadinya perubahan suhu yang meningkat, perubahan warna dan aroma/bau yang khas, serta perubahan tekstur yang empuk dan lapuk.

Adapun faktor penyebab kegagalan tersebut bisa disebabkan karena kadar air yang berlebihan. Sehingga sebaiknya menggunakan jerami yang tidak terlalu segar/basah, tetapi juga tidak terlalu kering. Selain itu pada saat penyiraman dengan lautan ragi tape juga tidak terlalu banyak. Karena adanya ciri bau busuk tersebut menandakan fermentasi berjamur dan gagal. Hal ini sesuai pendapat Anonim (2015), yang menyatakan bahwa ciri yang paling mudah untuk mengukur keberhasilan proses fermentasi jerami adalah tidak tercium bau busuk dan jerami tidak berjamur.

Demikian yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat...
Selamat mencoba kembali dan semoga berhasil...
Keep Spirit !

Reference :
Anonim. 2015. Fermentasi Jerami : Cara Mengawetkan Jerami dengan Metode Fermentasi, Menambah Nutrisi dan Tahan Lama. dalam : http://www.sakadoci.com/2015/11/fermentasi-jerami-cara-mengawetkan.html

Samudro, Joko. 2014. Pakan Ternak Fermentasi Kering Limbah Pertanian. dalam : https://organikilo.co/2014/12/pakan-ternak-fermentasi-kering-limbah-pertanian.html

Balas

addhie aja2 September 2017 06.57

Terima kasih banyak atas jwabannya bu. Semoga ALLAH membalas kebaikan anda...

Balas

Balasan

Nadhifa Husna6 September 2017 01.51

Sama-sama, Pak Addhie...
Aamiin3x ya robbal'alamiin... terima kasih do'anya...
Semoga Bapak dan keluarga senantiasa dalam keberkahan dan lindungan-Nya... Aamiin3x...

Balas

Eko Satriawan14 September 2017 11.52

Saya mau nanya bu nadhifa mengenai proses peragian pada batang pisang(segar) yg telah dicincang halus dan dicampur dengan dedak apakah bisa. Yg rencananya akan saya gunakan untuk pakan ayam sebagai pengganti pakan pabrikan. Mohon bimbingannya

Balas

Balasan

Nadhifa Husna3 Oktober 2017 20.49

Terima kasih, Pak Eko Satriawan...
Proses peragian bisa digunakan pada batang pisang (Gedebog = Bahasa Jawa) yang telah di cincang halus dan di campur dedak, pak...

Adapun cara fermentasi-nya : 5 gr Ragi Tape untuk 10 kg pakan (bahan pakan bisa berupa: bekatul, nasi aking, jagung sisa pipilan yang terbuang, gabah hampa, ampas kelapa, cacahan enceng gondok, bonggol jagung giling, ampas tahu, ampas singkong). Dengan dibasahi sekedar lembab dengan ragi, pakan diperam 2 hari di wadah tertutup dengan sedikit ventilasi. Paling mudah fermentasi dilakukan di dalam karung bekas pakan karena ada pori-pori sebagai ventilasi udara. Jika pakai karung jangan langsung diletakkan di atas tanah/lantai, beri landasan kayu atau bambu, agar tidak terkontaminasi jamur aflatoxin yang berbahaya.

Fermentasi dinyatakan berhasil apabila muncul salah satu atau lebih dari tanda-tanda berikut ini: a). Timbul bau wangi, b) Muncul kapang/jamur berkelompok berwarna putih atau kuning, c) Saat wadah diraba, terasa temperatur hangat.

Setelah itu, buka tutup wadah untuk dikeringanginkan dan siap dihidangkan ke bebek atau ayam kampung peliharaan. Jangan ditutup lagi karena bisa menyebabkan proses fermentasi berlanjut. Jika fermentasi terlalu lama, pakan bisa menjadi terlalu lembek dan aromanya menjadi terlalu kuat (Grow, 2015)

Menurut berbagai hasil studi atau penelitian , Batang pisang diketahui memiliki kandungan nutrisi yang komplit sebagai pengganti pakan ternak. Adapun komposisi rata-rata nutrisi dalam batang pisang antara lain : bahan kering (BK) 87,7 % * Abu 25,12 % * lemak Kasar (LK) 14,23 % * Serat Kasar (SK) 29, 40 % * protein Kasar (PK) 3 % termasuk : asam amino, amine nitrat, glikosida, mengandung N, Glikilipida, vitamin B, asam Nukleat * bahan ekstrak tanpa nitrogen (BETN) 28,24 % termasuk karbohidrat, gula dan pati (Anonim, 2014). Dijelaskan lebih lanjut bahwa memang jumlah protein kasar (PK) batang pisang tidaklah terlalu tinggi namun dengan mencampur bahan lain, seperti : bekatul, bungkil kelapa, Ampas tahu atau limbah dari produk kedelai, ampas singkong (gamblong), jagung dan ditambah dengan fermentasi mampu meningkatkan protein kasar pada batang pisang.

Selain menggunakan ragi tape, fermentasi batang pisang juga bisa menggunakan EM-4.

Menurut Sugeng (2016), Fermentasi batang pisang bisa digunakan untuk pakan alternatif organik murah pada ternak ayam, bebek dan entog (unggas). Akan tetapi jangan diberikan setiap hari, karena akan ada efek ketika pemberhentian pakan. Lakukan secara rutin beberapa kali seminggu, karena gonta-ganti pakan juga bisa menyebabkan ternak stress.

Pada ternak kambing yang diberikan pakan fermentasi batang pisang secara terus menerus setiap hariaakan mengakibatkan rontok bulu, cacingan, mencret, lemas tidak bisa berdiri bahkan bisa berakibat kematian (HCS, 2017)
Demikian yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat...
Terima kasih...
Reference :
Anonim. 2014. Pakan Ternak Fermentasi Gedebog Pisang. dalam : https://organikilo.co/2014/12/pakan-ternak-fermentasi-gedebog-pisang-kaya-nutrisi.html

Grow, Inti. 2015. Probiotik Ragi Tape Jerami Fermentasi Pakan Ternak. dalam : http://www.produknaturalnusantara.com/probiotik-ragi-tape-jerami-fermentasi-pakan-ternak/

HCS, Marketing. 2017. Bahaya Pakan Fermentasi Gedebok Pisang untuk Ternak Kambing. dalam : http://programhcs.com/bahayanya-pakan-fermentasi-gedebok-pisang/

Sugeng. 2016. Fermentasi Gedebog Pisang untuk Pakan. dalam : http://www.ternakku.net/2016/01/fermentasi-gedebog-pisang-untuk-pakan.html

Balas

Eko Satriawan14 September 2017 11.53

Saya mau nanya bu nadhifa mengenai proses peragian pada batang pisang(segar) yg telah dicincang halus dan dicampur dengan dedak apakah bisa. Yg rencananya akan saya gunakan untuk pakan ayam sebagai pengganti pakan pabrikan. Mohon bimbingannya

Balas

Balasan

Nadhifa Husna3 Oktober 2017 20.53

Terima kasih, Pak Eko Satriawan...
Sudah kami balas di bawah kolom komentar Bapak yang diatas...
Sukses buat, Bapak Eko Satriawan...

Balas

hendriyan bola4 Desember 2017 00.40

Saya mau tanya Bu Nadhifa. 
Apakah air yang digunakan hanya untuk membuat campuran adonan menjadi seperti adonan roti? maksudnya, adonan tidak perlu sampai cair? Lalu, sebagai bahan yang terakhir dimasukkan, apakah ragi pasar cukup ditaburkan saja, atau harus diaduk rata dalam adonan?
terimakasih atas jawabannya.........

Hendriyan

Balas

sherlybeethoven anzelinadepi4 Februari 2018 04.58

terima kasih infonya mbak, sukses selalu ya!!!

Balas

Unknown25 Juni 2018 22.08

Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

Balas

kaurkeu ditsabhara25 Juni 2018 22.09

Izin bertanya bu Nadhifa baik mana antara ragi tempe atau ragi tape jika di gunakan untuk pembuatan pakan ternak unggas ayam

Balas

Ardia Mariati9 Oktober 2018 22.40

Ass...apa boleh bahan untuk membuat ragi ditambah dengan jahe, kulit manis, kapulaga, jintan n bunga Lawang dan daun mint kering ? Trims sebelumnya.

Balas

Beranda

Lihat versi web

MENGENAI SAYA

Nadhifa Husna 

Lihat profil lengkapku

Diberdayakan oleh Blogger.

Jumat, 12 Oktober 2018

catatan khutbah jumat, Ini 5 Dosa Penyebab Datangnya Bencana Di Suatu Negeri

Ini 5 Dosa Penyebab Datangnya Bencana Di Suatu Negeri

Minggu,30 September 2018 | 18:33:31 WIB

Riauaktual.com - Fenomena bencana alam yang menimpa suatu negeri atau wilayah dianggap biasa-biasa saja. Contohnya saja gempa, menurut kajian ilmiah gempa bisa terjadi lantaran adanya pergeseran lempeng tektonik. Lantas, siapa yang menggeserkan lempeng tersebut, apakah itu kemauan bumi sendiri atau ada yang memerintahkan bumi untuk berguncang?

Tetap pada intinya semua bencana yang terjadi di dunia ini atas izin Allah SWT. Namun yang jadi pertanyaan, kenapa Allah menurunkan bencana di suatu negeri atau daerah? Jawabannya simpel, bencana itu bisa jadi ujian, peringatan dan azab.

Menurut Al-Quran dan hadist, ada hubungan antara dosa dan datangnya bencana. Dalam kata lain, Allah akan menurunkan bencana di suatu negeri bila penduduk negeri tersebut sudah banyak melakukan perbuatan dosa. Tapi masih banyak orang yang belum menyadari hubungan antara dosa dan datangnya bencana.

Dikutip dari wowmenariknya.com, berikut beberapa dosa besar yang menjadi penyebab datangnya bencana di suatu negeri atau kota. Semoga bisa jadi pembelajaran buat kita semua.

1. Penduduknya suka berbuat kezaliman

Dalam surat Al-Qasas ayat 59, dijelaskan bahwa Allah tidak akan membinasakan kota-kota kecuali penduduknya suka melakukan maksiat dan perbuatan dosa lainnya.

Dan tidak pernah (pula) Kami membinasakan kota-kota, kecuali penduduknya dalam keadaan melakukan kezaliman.” (QS: Al-Qasas: 59).

2. Mengingkari nikmat Allah

Semua nikmat yang datang kepada kita semua, rezeki berupa sandang, pangan dan papan, melimpahnya air dan sumber daya alam lainnya itu adalah pemberian dari Allah. Bukannya bersyukur, kebanyakan orang malah mengingkari semua nikmat tersebut dengan membangkan terhadap perintah Allah.

“Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tentram, rezekinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk) nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat.” (QS: An-Nahl: 112).

Jika suatu kota memiliki kekayaan yang melimpah, tapi penduduknya banyak yang mengingkari semua nikmat tersebut, maka Allah akan mendatangkan bencana kepada mereka agar mereka merasakan rasa takut dan kelaparan yang disebabkan perbuatan mereka sendiri.

3. Zina dan riba sudah marak

Seperti yang kita lihat sekarang, perbuatan zina dan riba sudah semakin terang-terangan. Perempuan sudah tidak malu lagi memamerkan auratnya agar ada lelaki yang mau membelinya dan orang-orang sudah tidak merasa bersalah lagi makan riba. Jika suatu kota didominasi oleh penduduk seperti itu, maka tinggal menunggu bencana datang.

“Wahai sekalian kaum Muhajirin, ada lima hal yang jika kalian terjatuh ke dalamnya dan aku berlindung kepada Allah supaya kalian tidak menjumpainya (niscaya akan turun kepada kalian bencana): 1) Tidaklah nampak zina di suatu kaum, sehingga dilakukan secara terang-terangan kecuali akan tersebar di tengah-tengah mereka tha’un (wabah) dan penyakit-penyakit yang tidak pernah menjangkit generasi sebelumnya.” (HR. Ibnu Majah).

Apabila perbuatan zina dan riba sudah terang-terangan di suatu negeri, maka penduduk negeri itu telah rela terhadap datangnya adzab Allah untuk mereka.” (HR. Hakim).

4. Dosa karena tidak membayar zakat

Zakat sejajar dengan sholat dan hukumnya wajib. Apabila penduduk di suatu kota sudah enggan membayar zakat, maka Allah akan mengirimkan bencana berupa paceklik yang panjang.

Tidaklah (suatu kaum) menahan zakat (tidak membayarnya) kecuali hujan dari langit akan ditahan dari mereka (hujan tidak turun), dan sekiranya bukan karena hewan-hewan, niscaya manusia tidak akan diberi hujan.” (HR. Ibnu Majah).

5. Membiarkan perbuatan dosa

Bila di suatu kota ada dua tipe golongan, yang satu golongan orang beriman dan yang satu tidak beriman, maka golongan orang beriman juga akan mendapatkan dampak dari bencana yang disebabkan oleh golongan orang yang tidak beriman. Dan apabila perbuatan dosa dibiarkan begitu saja padahal mampu dicegah, maka Allah akan menurunkan bencana secara merata.

“Tidaklah suatu kaum yang di tengah-tengah mereka melakukan kemaksiatan, sedang mereka mampu mencegahnya, tetapi tidak mau mencegahnya, melainkan Allah akan menimpakan adzab secara merata kepada mereka.” (HR. Abu Dawud).

Jadi, jangan salahkan alam, apalagi Allah bila di suatu negeri terjadi bencana. Tapi introspeksilah pada diri sendiri. Allah sengaja menurunkan bencana untuk jadi peringatan kepada orang-orang yang selamat dari bencana tersebut agar mau memperbaiki diri.

 
https://riauaktual.com/mobile/detailberita/52089/ini-5-dosa-penyebab-datangnya-bencana-di-suatu-negeri.html

Rabu, 10 Oktober 2018

Lapibion =Vit B1,6,12 Vit E

Lapibion Tablet Salut Selaput | Vitamin B1, B6, B12, & Vitamin E

OBAT BY PERAWATAN KESEHATAN

PerawatanKesehatan.com – Lapibion adalah tablet salut selaput yang mengandung vitamin B1, vitamin B6, vitamin B12, dan vitamin E. vitamin B1 (thiamine) berfungsi sebagai koenzim dekarboksilasi asam a-keto & merupakan vitamin esensial di dalam metabolism karbohidrat. Vitamin B6 (pyridoxine) di dalam tubuh berubah menjadi piridoksal fosfat & piridoksamin fosfat yang bisa membantu dalam metabolism protein & asam amino. Vitamin B12 (cyanocobalamin) berperan penting dalam sintesa asam nukleat & berpengaruh pada pematangan sel & memelihara integritas jaringan saraf. Sedangkan vitamin E (a-tocopherol) berfungsi untuk mencegah oksidasi dari bagian sel yang penting dalam tubuh serta membantu mencegah pembentukan hasil oksidasi yang toksik.

Lapibion tablet salut selaput digunakan untuk pengobatan kekurangan vitamin B1, B6, B12 seperti pada polyneuritis disertai dengan kekurangan vitamin E.

 

Tentang Lapibion Tablet Salut Selaput

Kandungan:

Vitamin B1 100 mg.Vitamin B6 200 mg.Vitamin B12 200 mg.Vitamin E 30 mg.

Jenis:

Suplemen makanan.

Golongan:

Obat bebas terbatas.

Bentuk:

Padat.

Cara pemberian:

Per Oral.

Cara penyimpanan:

Suhu dibawah 25 derajat C.

Masa kadaluarsa:

2 tahun.

Indikasi:

Penderita dengan kekurangan vitamin B1.Penderita dengan kekurangan vitamin B6.Penderita dengan kekurangan vitamin B12.Penderita dengan polyneuritis disertai dengan kekurangan vitamin E.

Kontra indikasi:

Penderita yang hipersensitif terhadap salah satu atau lebih bahan produk ini.

Digunakan oleh;

Dewasa.

 

Dosis & Cara Pakai.

Dewasa: 1 tablet sehari atau sesuai dengan petunjuk dokter.


 

Efek Samping.

Penggunaan vitamin B6 dosis besar dalam jangka panjang dapat menyebabkan sindroma neuropati.

 

Interaksi Obat.

Efek levodopa dikurangi oleh pyridoxine, kecuali bila diberikan inhibitor dopa dekarboksilase.

Kelebihan dalam penggunaan vitamin E dapat mengosongkan persediaan vitamin A serta menghambat penyerapan atau aksi vitamin K.

Bila menggunakan obat ini sebaiknya tidak digunakan untuk penderita yang sedang menerima terapi levodopa.

Kelebihan pemakaian vitamin E dapat menyebabkan diare, nyeri lambung, & rasa lesu. Sedangkan penggunakan obat ini dengan dosis besar dapat menyebabkan gastrointestinal upset, penurunan fungsi gonadal & creatinuria. Tetapi gejala dapat hilang dalam beberapa minggu setelah asupan yang berlebihan dihentikan.

Lapibion tablet diproduksi oleh PT. Lapi Laboratories – Serang – Indonesia.

Harga obat ini 1 strip @10 tablet berkisar antara Rp. 17.875,- (HET).

Bagikan ini:

Click to share on Twitter (Opens in new window)Click to share on Facebook (Opens in new window)Click to share on Google+ (Opens in new window)

RECOMMENDED FOR YOU

Provital Tablet Untuk Memelihara Kesehatan Tubuh.

PERAWATAN KESEHATAN

Related Posts

Amoxicillin

PERAWATAN KESEHATAN

Obat Plantacid Forte

PERAWATAN KESEHATAN

Reply

 Notify me of follow-up comments by email.

 Notify me of new posts by email.

Buku Tips Cepat Hamil

Media Partner

KONSULTASI

bagi yang ingin menanyakan masalah kesehatan dapat bertanya kepada kami. Kami akan siap membantu menjawab seputar masalah yang Anda & keluarga alami. Kunjungi Klik disini

IKUTI KAMI DI

PERAWATAN KESEHATAN

Kontak KamiTentang KamiKebijakan Privasi

Copyright © 2018.

Hubungi tenaga kesehatan untuk mendapat informasi lebih lanjut.

Senin, 08 Oktober 2018

55 Ciri-ciri Ajaran Sesat Salafi 

55 Ciri-ciri Ajaran Sesat Salafi Wahabi Yang Harus Dihindari Ummat Islam

Aljazera-News.Com — Sebagi Ummat Islam yang berjuang menegakan Islam Rahmat lil alamiin dan memperjuangkan Islam sebagai Cahaya penerang Hati anda wajib mengetahui ciri-ciri alirat yang menyimpang dari ajaran Islam yang di sampaikan oleh Baginda Rosulullah, Kyai Tobhary Syadzly mejalaskan ada 55 ciri ajaran sesat yang wajib di Hindari atau di jauhi oleh umat Islam.

Oleh: KH Thobary Syadzily

Inilah kejahatan & kesesatan aliran Salafi Wahabi yakni ajaran yang dibawakan oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab at-Tamimi an-Najdi :

1. Allah bersemayam di atas ‘arsy seperti akidahnya kaum Yahudi.
2. Golongan yang beriman kepada setengah ayat Al-Qur’an dan kafir dengan setengah ayat Al-Quran yang lain.
3. Golongan yang menolak Takwil pada setengah ayat, dan membolehkan Takwil pada setengah ayat yang lain berdasarkan mengikuti hawa nafsu mereka.
4. Golongan yang menafikan Kenabian Nabi Adam A.S.
5. Golongan yang menyatakan bahwa Alam ini Qidam/Maha Dahulu (Rujuk pandangan ibn Taimiyyah).
6. Golongan yang mengkafirkan Imam Abu al-Hasan Al-Asy’ari dan para pengikutnya.
7. Golongan yang mengkafirkan Sultan Sholahuddin Al-Ayyubi dan Sultan Muhammad Al-Fateh.
8. Golongan yang mengkafirkan Imam An-Nawazwi dan Seluruh Ulama Islam yang menjadi para pengikutnya (Asy’ariyah dan Maturidiyah).
9. Golongan yang mengdhoifkan hadits-hadits shohih dan mengshohihkan hadis-hadis dhoif (lihat penulisan Albani).
10. Golongan yang tidak mempelajari ilmu dari Guru atau Syeikh, hanya copy paste dan membaca dari buku2 dsb.
11. Golongan yang mengharamkan bermusafir ke Madinah dengan niat ziarah Nabi Muhammad SAW.
12. Golongan yang membunuh Ummat Islam beramai-ramai di Mekah, Madinah, dan beberapa kawasan di tanah Hijaz (lihat tarikh an-Najdi).
13. Golongan yang meminta bantuan Askar dan Senjata pihak Britain (yang bertapak di tempat Kuwait pada ketika ini) ketika kalah dalam perang ketika mereka ingin menjajah Mekkah dan Madinah.
14. Golongan yang menghancurkan turath (sejarah peninggalan) Ummat Islam di Mekkah dan Madinah.(lihat kawasan pekuburan Jannatul Baqi, Bukit Uhud dsb)
15. Golongan yang membenci kaum ahlul bait.
16. Golongan yang bertentangan dengan Ijma para Shohabah, Tabiin, Salaf, Khalaf dan seluruh Ulama ASWAJA.
17. Golongan yang mendakwa akal tidak boleh digunakan dalam dalil syara’, dengan menolak fungsi akal (ayat-ayat Al-Quran menyarankan menggunakan akal)
18. Golongan yang mengejar syuhrah (pangkat, nama, promosi,kemasyhuran) dengan menggunakan pemahaman mereka yang salah terhadap Al-Qura’n dan As-Sunnah.
19. Golongan yang mengdhoifkan hadis solat tarawih 20 rakaat.(Albani)
20. Golongan yang mengharamkan menggunakan Tasbih.(Albani)
21. Golongan yang mengharamkan berpuasa pada hari sabtu walaupun hari Arafah jatuh pada hari tersebut.(Albani)
22. Golongan yang melecehkan Imam Abu Hanifah R.A.(Albani)
23. Golongan yang mendakwa Allah memenuhi alam ini dan menghina Allah dengan meletakkan anggota pada Allah SWT.
24. Golongan yang mendakwa Nabi Muhammad SAW tidak hayyan (hidup) di kuburan beliau .(Albani)
25. Golongan yang melarang membaca Sayyidina dan menganggap perbuatan itu bidah dholalah / sesat.
26. Golongan yang mengingkari membaca Al-Quran dan membaca talqin pada orang yang meninggal.
27. Golongan yang melarang membaca shalawat selepas azan.(Albani)
28. Golongan yang mengatakan Syurga dan Neraka ini fana (tidak akan kekal).(ibn Taimiyyah)
29. Golongan yang mengatakan lafaz talaq tiga tidak jatuh, jika aku talaq kamu dengan talaq tiga . (ibn Taimiyyah).
30. Golongan yang mengisbatkan (menyatakan/menetapkan) tempat bagi Allah. (Ibn Taimiyyah)
31. Golongan yang menggunakan wang ringgit untuk menggerakkan ajaran sesat mereka, membuat tadlis (penipuan dan pengubahan) di dalam kitab-kitab ulama yang tidak sependapat dengan mereka.
32. Golongan yang mengkafirkan orang Islam yang menetap di Palestine sekarang ini. (Albani)
33. Golongan yang membidahkan seluruh ummat Islam. pop
34. Golongan yang menghukumi syirik terhadap amalan ummat Islam yang tidak sepaham dengan mereka.
35. Golongan yang membawa ajaran tauhid dan tidak pernah belajar ilmu tauhid.(Ibn Taimiyyah)
36. Golongan yang mengatakan bahwa Abu Jahal dan Abu Lahab juga mempunyai tauhid, tidak pernah Nabi Muhammad SAW mengajar begini atau pun para Shohabah R.A. (Muhammad Abdul Wahab)
37. Golongan yang membolehkan memakai lambang salib hanya semata-mata untuk mujamalah/urusan resmi kerajaan, dan hukumnya tidak kufur. (Bin Baz)
38. Golongan yang membiayai keuangan Askar Kaum Kuffar untuk membunuh Ummat Islam dan melindungi negara mereka. (kerajaan Wahhabi Saudi)
39. Golongan yang memberi Syarikat-syarikat Yahudi memasuki Tanah Haram.(Kerajaan Wahhabi Saudi)
40. Golongan yang memecah-belah Ummat Islam dan institusi kekeluargaan.
41. Golongan yang mengharamkan Maulid dan bacaan-bacaan barzanji, marhaban.
41. Golongan yang menghalalkan bom bunuh diri atas nama jihad walaupun orang awam kafir yang tidak bersenjata mati. (selain di Palastine)
43. Golongan yang menghalalkan darah Ahlus Sunnah Wal Jamaah Asy’ariyah dan Maturidiyah. Lihat di Lubnan, Chechnya, Algeria, dan beberapa negara yang lain.
44. Golongan yang menimbulkan fitnah terhadap Ummat Islam dan menjelek-jelekkan nama baik Islam.
45. Golongan yang membuat kekacauan di Fathani, Thailand.
46. Golongan yang sesat menyesatkan rakyat Malaysia.
47. Golongan yang meninggalkan ajaran dan ilmu-ilmu Ulama ASWAJA yang muktabar.
48. Golongan yang meninggalkan methodologi ilmu ASWAJA.
49. Golongan yang Minoritas dalam dunia, malah baru berumur setahun jagung.
50. Golongan yang menuduh orang lain dengan tujuan melarikan diri atau menyembunyikan kesesatan mereka.
51. Golongan yang jahil, tidak habis mempelajari ilmu-ilmu Agama, tetapi ingin membuat fatwa sesuka hati.
52. Golongan yang melarang bertaqlid, tetapi mereka lebih bertaqlid kepada mazhab sesat mereka.
53. Golongan yang secara zahirnya berjubah, berkopiah, singkat jubah, janggut panjang, tetapi berlewat, tidak menghormati ulama, mengutuk para Alim Ulama dan tidak amanah dengan ilmu dan agama Islam.
54. Golongan yang tidak hujjah dalam ajaran mereka.
55. Golongan yang membawa ajaran sesat Ibn Taimiyyah/Muhamad Ibn Abd Wahab, kedua-dua individu ini telah dicemooh, ditentang, dijawab dan dikafirkan oleh Jumhur Ulama ASWAJA atas dasar akidah mereka yang sesat.

Ini pesan KH Thobary Syadzily agar menjadi pegangan ummat dalam menjalankan ibadah dan dakwah untuk menjauhi 55 ajaran sesat salafi wahabi. (AJN)

BERITA TERKAIT

NEXT
Gara-gara Fatwa Wahabi Salafi Orang Lebih Suka Berbuat Maksiat Daripada Kemajelis Dzikir

PREVIOUS
Kabar Duka Ulama Papua KH Achmad Anderson Meage Meninggal Dunia

POSTING KOMENTAR

KLIK UNTUK MEMBUAT PHOTO PROFIL HARI SANTRI 22 OKTOBER 2016

BAGIMANA ANDA MENILAI PORTAL AJAZERA-NEWS.COM

FOLLOW US


Diberdayakan oleh Terjemahan

55 Ciri-ciri Ajaran Sesat Salafi Wahabi Yang Harus Dihindari Ummat Islam

Gara-gara Fatwa Wahabi Salafi Orang Lebih Suka Berbuat Maksiat Daripada Kemajelis Dzikir

PENGUNJUNG ALJAZERA-NEWS.COM

Senin, 08 Oktober, 2018

Copyright © 2018 Aljazera News | All Right Reserved

15 Ciri-Ciri Pengikut Ajaran Firqah Wahabi

Ngaji Yuk!

Inilah 15 Ciri-Ciri Pengikut Ajaran Firqah Wahabi yang Perlu Anda Ketahui

Pejuang Ahlussunnah

">Inilah 15 Ciri-Ciri Pengikut Ajaran Firqah Wahabi yang Perlu Anda Ketahui

Syiah dan Wahabi adalah dua firqah dalam Islam yang selalu bermusuhan. Sepanjang sejarah, keduanya tidak pernah akur, bagaikan air dan minyak, tidak pernah bisa bersatu. Satu sama lainnya saling mengkafirkan, bahkan hingga kini kedua belah pihak saling bernafsu untuk memerangi dan membunuh pihak lainnya. Lihat saja “Konflik Berdarah” di Iraq, Syria, dan Yaman saat ini, yang telah menjadi “Tragedi Kemanusiaan” yang sangat memilukan dan menyayat hati umat Islam mana pun yang mencintai Wihdah Islamiyyah.

Pengikut Syiah memandang Wahabi lebih berbahaya daripada Yahudi maupun Nashrani dan bahkan melabelinya dengan sebutan “Wahabi Takfiri” karena suka mengkafirkan padahal tidak semua Wahabi demikian. Sementara bagi pengikut Wahabi justru kelompok Syiah lah yang lebih berbahaya daripada Yahudi dan Nashrani sehingga tidak segan-segan Wahabi mempropagandakan “Syiah Bukan Islam” padahal tidak semua Syiah demikian. Keduanya saling serang dan tuduh satu sama lain, sama-sama anti dialog dan anti toleransi antar madzhab Islam. Keduanya selalu menolak bahkan merusak semua upaya pemersatuan umat Islam sepanjang zaman. Tidak heran Sayyidil Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad rahimahullah dalam kitab “Tatsbiitul Fu-aad” juz 2 halaman 227 menyatakan keduanya bagaikan “Kotoran Unta yang dibelah dua.”
(Lihat: Bahaya Propaganda Yel-Yel “Syiah Bukan Islam” dan “Wahabi Takfiri”).

Untuk itulah mengenal Syiah dan Wahabi adalah perkara penting agar tidak terjerumus dan ikut-ikutan firqah tersebut. Dalam kita mengenal Syiah itu jauh lebih mudah ketimbang mengenal Wahabi karena Syiah tidak mengaku-ngaku sebagai kelompok ahlussunnah wal jama’ah. Siapapun orangnya yang menghina Sahabat Nabi baik mengaku Syiah atau bukan maka ia termasuk golongan di luar ahlussunnah wal jama’ah. Lain halnya dengan Wahabi yang sering mengklaim dirinya sebagai kelompok ahlussunnah wal jama’ah sehingga seringkali sulit terdeteksi. Meski demikian, muslimin ahlussunnah masih dapat dengan mudah untuk mengenal mana Wahabi dan mana yang bukan Wahabi melalui 15 ciri-ciri yang akan disebutkan dibawah. Dan perlu diketahui biasanya pengikut Wahabi ini tidak hanya menganggap diri sebagai pengikut ahlussunnah wal jama’ah tetapi juga terkadang menyebut dirinya sendiri sebagai kelompok Muwahhidun, Penegak Tauhid, Pemurni Tauhid, Pemberantas TBC (Takhayul, Bid’ah dan Khurafat), Pengikut Salaf, Pengikut Manhaj Salaf, Salafi, dan lain sebagainya. (Lihat: Biografi Lengkap Pendiri Wahabi Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab).

Mengingat pentingnya mengenal kelompok Wahabi maka di sini kami coba uraikan perkara-perkara atau ciri-ciri mengenai ajaran yang dianut Wahabi. Setidaknya ada 15 perkara atau ciri-ciri (atau bisa lebih) yang mana apabila terdapat pada diri seseorang maka tidak diragukan lagi sebagai pengikut Wahabi. Berikut ciri-cirinya:

Bukan semua individu yang meninggalkan bacaan Qunut itu dikira sebagai Wahabi, tetapi siapa saja yang menyerupakan Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan makhlukNya dan mensifatkanNya dengan anggota maka tidak diragukan lagi ia adalah Wahabi. (Lihat: Kitab Tanbihat Fi Rad ‘Ala Man Tawwala al-Sifaat, Karangan Ibn Baz, terbitan Riasah ‘Ammah Lilifta’, Riyad, hlm 19).Bukan semua individu yang meninggalkan Shalat Sunnah Qabliyyah sebelum Jum’at itu dikira sebagai Wahabi, tetapi siapa saja yangmengkafirkan al-Asy’ariyyah dan al-Maturidiyyah serta menghalalkan darah mereka itu maka tidak diragukan lagi ia adalah Wahabi. (Lihat: Kitab Min Masyahir al-Mujaddidin Fi Islam, terbitan Riasah ‘Ammah Lilifta’, Riyadh, hlm 32. Kitab Fathul Majid karangan Abdul Rahman, terbitan Maktabah Darul Salam Riyadh, hlm 353. Kitab Manhaj Asya’irah fil Aqidah, karangan Dr Safar al-Hawali, hlm 5, 16 dan 29. Kitab Lal-Maturidiyyah Wamauqifuhum Minal Asma’ Wa Sifaat, karangan Syamsul Salafi al-Afghani, 10,11 dan 44. Kitab al-Tauhid, terbitan tahun 1423 H, hlm 66-67, dimana ulama Wahabi Soleh Fauzan al Wahhabi berkata: فهؤلاء المشركون هم سلف الجهمية والمعتزلة والأشاعرة “Maka golongan musyrik tersebut adalah salaf firqah al-Jahmiyyah, al-Muktazilah dan al-Asya’irah (Asy’ariyyah)”.Bukan semua individu yang tidak mengumandangkan adzan sebanyak 2 kali pada hari Jum’at itu dikira sebagai Wahabi, tetapi siapa saja yang mengkafirkan umat Islam yang bertawassul dengan Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam dan menghalalkan darah serta harta mereka maka tidak diragukan lagi ia adalah Wahabi. (Lihat: Kitab al-Tauhid karangan Shaleh Fauzan, hlm 70).Bukan semua individu yang meninggalkan majelis Tahlil (Tahlilan) kepada si mayyit itu dikira sebagai Wahabi, tetapi siapa saja yang mensifati Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan duduk bersemayam, menetap, bergerak, dan berpindah-randah maka tidak diragukan lagi ia adalah Wahabi. (Lihat: Kitab Fathul Majid, karangan Abdul Rahman bin Hasan bin Muhammad bin Abdul Wahhab, cetakan Darul Salam, Riyadh, hlm 356. Kitab Fatawa Aqidah, karangan Ibn al-Utsaimin, hlm 742).Bukan semua individu yang mendakwa dan mendengungkan dia mengikut al-Quran dan as-Sunnah itu dikira sebagai Wahabi, tetapi siapa saja yang mengkafirkan orang yang mengikut mazhab-mazhab yang muktabar (seperti madzhab Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi’i dan Imam Hanbali), menghalalkan darah mereka serta menganggap taqlid kepada imam-imam mazhab itu adalah syirikmaka tidak diragukan lagi ia adalah Wahabi. (Lihat: Kitab al-Din al-Khalish, karangan al-Qanuji, jilid 1 hlm 140 dikatakan: تقليد المذاهب من الشرك “Mengikut mazhab-mazhab yang muktabar adalah syirik”. Dengan ini, mereka telah mengkafirkan mayoritas umat Islam di seluruh dunia pada hari ini dan umat Islam sebelumya yang beramal dan bertaklid kepada mazhab-mazhab yang empat).Bukan semua individu yang membayar zakat Fitrah dengan mengeluarkan bahan makanan seperti beras itu Wahabi, tetapi siapa saja yang melarang atau mengharamkan perjalanan dengan tujuan untuk menziarahi maqam Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam itu maka tidak diragukan lagi ia adalah Wahabi. (Lihat: Kitab Tahqiq Wal Idhoh Likathir Min Masail al-Haj Wa al-‘Umrah, hlm 88, 89, 90,dan 98).Bukan semua individu yang meninggalkan ucapan Sayyidina “سيدنا” ketika bersholawat kepada Nabi Muhammad Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam itu dikira sebagai Wahabi, tetapi siapa saja yang mengharamkan majelis Maulid Nabi dan mengkafirkan pelakunyamaka tidak diragukan lagi ia adalah Wahabi. (Llihat: Kitab al-Tauhid, karangan Shaleh bin Fauzan, Riyadh, hlm 166 dan 120. Kitab Tahzir Min al-Bid’ah, karangan Ibn Baz, hlm 3, 4, 5 dan 5).Bukan semua individu yang tidak mengamalkan membaca Quran Surah Yasin (Yasinan) pada malam Jum’at adalah Wahabi, tetapi siapa saja yang mengharamkan bacaan al-Quran kepada orang yang telah meninggal dunia maka tidak diragukan lagi dia adalah Wahabi. (Lihat: Kitab Taujihaat Islamiyyah, karangan Muhammad Zainu, Riyadh. Hlm 137).Bukan semua individu yang meninggalkan doa dan dzikir setelah shalat itu dikira sebagai Wahabi, tetapi siapa saja yang mengharamkan amalan bertabarruk dengan Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam dan menuduh orang yang melakukannya dengan syirik serta menghalalkan darah mereka maka tidak diragukan lagi ia adalah Wahabi. (Lihat: Kitab Islamiyyah La Wahhabiyyah, karangan Nashir bin ‘Abdul Kareem Al-‘Aqal, hlm 87. Kitab Tahzir al-Sajid Min Ittikhaz al-Qubur Masajid, hlm 68-69).Bukan semua individu yang tidak melafadzkan niat (seperti niat shalat Usholli, niat Puasa Ramadhan, dll) itu dikira sebagai Wahabi, tetapi siapa saja yang meyakini bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala duduk atau bersemayam di atas ‘Arasy (langit)maka tidak diragukan lagi ia adalah Wahabi. (Lihat: Kitab Majalah Haji, Edisi 9 jilid 11, 1415 Hijriyyah, Makkah 73-74).Bukan semua individu yang mengatakan bahwa pahala bacaan al-Quran (seperti hadiah Al-Fatihah) tidak sampai kepada si mayyit melainkan dengan cara berdoa itu dikira sebagai Wahabi, tetapi siapa saja yang mengingkari kenabian Adam ‘Alaihis Salam maka tidak diragukan lagi ia dalah Wahabi. (Lihat: Kitab al-Iman bil Anbiya’ Jumlatan, karangan Abdullah bin Zaid, cerakan Maktabah Islami, Beirut. Kitab Syarah Thalathah al-Ushul, karangan Muhammad bin Shaleh Al-Utsaimin, Dar al-Thurauyya Linnasyr, hlm 149).Bukan semua individu yang melarang pembangunan di atas kuburan yang diwakafkan itu dikira sebagai Wahabi, tetapi siapa saja yang mengkafirkan para Sufi dan menganggap pembunuhan terhadap golongan Sufi adalah suatu perkara yang wajib maka tidak diragukan lagi ia adalah Wahabi. (Lihat: Kitab Majmu’ al-Mufid Min ‘Aqidah al-Tauhid, Maktabah Darul Fikr, Riyadh, hlm 102).Bukan semua individu yang mensifati Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan istiwa’ dikira sebagai Wahabi, tetapi siapa saja yang mentafsirkan istiwa’ yang warid di dalam al-Quran dengan makna duduk bersemayam (الجلوس) maka tidak diragukan lagi ia adalah Wahabi. (Lihat: Kitab Nazarot Wa Ta’aqubat ‘Ala Ma Fi Kitab Al-Salafiyyah, karangan Shaleh bin Fauzan, Cetakan Darul Watan Riyadh, hlm 40).Bukan semua individu yang tidak menyebut sifat 20 di dalam kitab-kitab mereka dikira sebagai Wahabi, tetapi siapa saja yang mensifatkan Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan anggota badan maka tidak diragukan lagi ia adalah Wahabi. (Lihat: Kitab Tanbihaat Fi Rod ‘Ala Man Taawwala al-Sifat, karangan Bin Baz, hlm 19).Bukan semua individu yang tidak mengusap tangan ke muka setelah berdoa dikira sebagai Wahabi, tetapi siapa saja yang mengharamkan ucapan Shodaqollohul ‘Adzim (صدق الله العظيم) setelah selesai membaca al-Quran, maka tidak diragukan lagi ia adalah Wahabi. (Lihat: Kitab Majalah Buhuth Islamiyyah, terbitan Riyasah Buhuth Al-‘Alamiyyah wa al- Ifta’, Edisi 45 tahun 1416 H, Riyadh, hlm 94. Kitab Taujihaat al-Islamiyyah, karangan Muhammad Zainu, hlm 81. Kitab al-Bahthu wa al-Istiqra’ Fi Bida’ al Qurra’, karangan Dr Muhammad Musa Nasr).

Melalui 15 perkara atau ciri yang telah disebutkan di atas maka kita sebagai pengikut ahlussunnah wal jama’ah dapat dengan mudah membedakan dengan pasti hakikat sebenarnya sipakah Wahabi, mana yang termasuk golongan Wahabi dan mana yang bukan Wahabi. Mungkin masih banyak lagi perkara atau ciri-ciri yang menandakan seseorang itu Wahabi atau bukan, bisa saja lebih dari 15 perkara di atas. Yang jelas, kelima belas ciri-ciri tersebut bisa dijadikan pedoman bagi kita untuk mendeteksi secara dini “kewahabian” dalam diri sendiri atau orang lain agar tidak terjerumus lebih jauh ke dalam firqah tersebut karena kadang kala seseorang itu sudah terpengaruh faham Wahabi tetapi tidak disadari. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala melindungi kita dan keluarga kita dari fitnah akhir zaman, fitnah Syiah, fitnah Wahabi, fitnah Yahudi Nasrani, dan fitnah Dajjal.

Baca juga:

Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Aceh Tentang Ajaran Wahabi Salafi di Bidang Aqidah dan Ibadah.Fatwa Majelis Ulama Malaysia Tentang Ajaran Wahabi Salafi.Fatwa Mufti Negeri Perak Terkait Aliran dan Dakwah Wahabi Salafi.Jawaban Guru Mulia Al-Habib Umar bin Hafidz Dalam Menyikapi Kelompok Wahabi Salafi.

Tulisan berjudul Inilah 15 Ciri-Ciri Pengikut Ajaran Firqah Wahabi yang Perlu Anda Ketahui terakhir diperbaharui pada Thursday 22 September 2016 oleh di Ngaji Yuk! - Kajian Ceramah Islam Ahlussunnah wal Jamaah.

Tanda Ikhlas: Berusaha Menyembunyikan Amalan

Tanda Ikhlas: Berusaha Menyembunyikan Amalan

Penulis

 Muhammad Abduh Tuasikal, MSc

Posting kali ini adalah lanjutan dari tulisan sebelumnya “Berusaha untuk Ikhlas“. Kami harapkan pembaca bisa membaca tulisan sebelumnya, agar mendapat pemahaman yang utuh. Semoga Allah senantiasa memberi kita taufik agar dapat beramal dengan ikhlas dan sesuai tuntunan Nabi-Nya.

***

Pertama: Menyembunyikan Amalan

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْعَبْدَ التَّقِىَّ الْغَنِىَّ الْخَفِىَّ

“Sesungguhnya Allah mencintai hamba yang bertakwa, hamba yang hatinya selalu merasa cukup dan yang suka mengasingkan diri.”[1] Mengasingkan diri berarti amalannya pun sering tidak ditampakkan pada orang lain.

Ibnul Mubarok mengatakan, “Jadilah orang yang suka mengasingkan diri (sehingga amalan mudah tersembunyi, pen), dan janganlah suka dengan popularitas.”

Az Zubair bin Al ‘Awwam mengatakan, “Barangsiapa yang mampu menyembunyikan amalan sholihnya, maka lakukanlah.”

Ibrahim An Nakho’i mengatakan, “Kami tidak suka menampakkan amalan sholih yang seharusnya disembunyikan.”

Sufyan bin ‘Uyainah mengatakan bahwa Abu Hazim berkata, “Sembunyikanlah amalan kebaikanmu sebagaimana engkau menyembunyikan amalan kejelekanmu.”

Al Fudhail bin ‘Iyadh mengatakan, “Sebaik-baik ilmu dan amal adalah sesuatu yang tidak ditampakkan di hadapan manusia.”

Basyr Al Hafiy mengatakan, “Tidak selayaknya orang-orang semisal kita menampakkan amalan sholih walaupun hanya sebesar dzarroh (semut kecil). Bagaimana lagi dengan amalan yang mudah terserang penyakit riya’?”

Imam Asy Syafi’i mengatakan, “Sudah sepatutnya bagi seorang alim memiliki amalan rahasia yang tersembunyi, hanya Allah dan dirinya saja yang mengetahuinya. Karena segala sesuatu yang ditampakkan di hadapan manusia akan sedikit sekali manfaatnya di akhirat kelak.”[2]

:: Contoh para salaf dalam menyembunyikan amalan mereka ::

Pertama: Menyembunyikan amalan shalat sunnah

Ar Robi bin Khutsaim –murid ‘Abdullah bin Mas’ud- tidak  pernah mengerjakan shalat sunnah di masjid kaumnya kecuali hanya sekali saja.[3]

Kedua: Menyembunyikan amalan shalat malam

Ayub As Sikhtiyaniy memiliki kebiasaan bangun setiap malam. Ia pun selalu berusaha menyembunyikan amalannya. Jika waktu shubuh telah tiba, ia pura-pura mengeraskan suaranya seakan-akan ia baru bangun ketika itu. [4]

Ketiga: Bersedekah secara sembunyi-sembunyi.

Di antara golongan yang mendapatkan naungan Allah di hari kiamat nanti adalah,

وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا حَتَّى لاَ تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِينُهُ

Seseorang yang bersedekah kemudian ia menyembunyikannya sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang disedekahkan oleh tangan kanannya.[5] Permisalan sedekah dengan tangan kanan dan kiri adalah ungkapan hiperbolis dalam hal menyembunyikan amalan. Keduanya dipakai sebagai permisalan karena kedekatan dan  kebersamaan kedua tangan tersebut.[6]

Contoh yang mempraktekan hadits di atas adalah ‘Ali bin Al Husain bin ‘Ali. Beliau biasa memikul karung berisi roti setiap malam hari. Beliau pun membagi roti-roti tersebut ke rumah-rumah secara sembunyi-sembunyi. Beliau mengatakan,

إِنَّ صَدَقَةَ السِّرِّ تُطْفِىءُ غَضَبَ الرَّبِّ عَزَّ وَ جَلَّ

Sesungguhnya sedekah secara sembunyi-sembunyi akan meredam kemarahan Rabb ‘azza wa jalla.” Penduduk Madinah tidak mengetahui siapa yang biasa memberi mereka makan. Tatkala ‘Ali bin Al Husain meninggal dunia, mereka sudah tidak lagi mendapatkan kiriman makanan setiap malamnya. Di punggung Ali bin Al Husain terlihat bekas hitam karena seringnya memikul karung yang dibagikan kepada orang miskin Madinah di malam hari. Subhanallah, kita mungkin sudah tidak pernah melihat makhluk semacam ini di muka bumi ini lagi.[7]

Keempat: Menyembunyikan amalan puasa sunnah.

Dalam rangka menyembunyikan amalan puasa sunnah, sebagian salaf senang berhias agar tidak nampak lemas atau lesu karena puasa. Mereka menganjurkan untuk menyisir rambut dan memakai minyak di rambut atau kulit di kala itu. Ibnu ‘Abbas mengatakan,

إِذَا كَانَ صَوْمُ أَحَدِكُمْ فَلْيُصْبِحْ دَهِينًا مُتَرَجِّلاً

“Jika salah seorang di antara kalian berpuasa, maka hendaklah ia memakai minyak-minyakan dan menyisir rambutnya.”[8]

Daud bin Abi Hindi berpuasa selama 40 tahun dan tidak ada satupun orang, termasuk keluarganya yang mengetahuinya. Ia adalah seorang penjual sutera di pasar. Di pagi hari, ia keluar ke pasar sambil membawa sarapan pagi. Dan di tengah jalan menuju pasar, ia pun menyedekahkannya. Kemudian ia pun kembali ke rumahnya pada sore hari, sekaligus berbuka dan makan malam bersama keluarganya.[9] Jadi orang-orang di pasar mengira bahwa ia telah sarapan di rumahnya. Sedangkan orang-orang yang berada di rumah mengira bahwa ia menunaikan sarapan di pasar. Masya Allah, luar biasa trik beliau dalam menyembunyikan amalan.

Begitu pula para ulama seringkali membatalkan puasa sunnahnya karena khawatir orang-orang mengetahui kalau ia puasa. Jika Ibrohim bin Ad-ham diajak makan (padahal ia sedang puasa), ia pun ikut makan dan ia tidak mengatakan, “Maaf, saya sedang puasa”.[10] Itulah para ulama, begitu semangatnya mereka dalam menyembunyikan amalan puasanya.

Kelima: Menyembunyikan bacaan Al Qur’an dan dzikir

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الْجَاهِرُ بِالْقُرْآنِ كَالْجَاهِرِ بِالصَّدَقَةِ وَالْمُسِرُّ بِالْقُرْآنِ كَالْمُسِرِّ بِالصَّدَقَةِ

Orang yang mengeraskan bacaan Al Qur’an sama halnya dengan orang yang terang-terangan dalam bersedekah. Orang yang melirihkan bacaan Al Qur’an sama halnya dengan orang yang sembunyi-sembunyi dalam bersedekah.[11]

Setelah menyebutkan hadits di atas, At Tirmidzi mengatakan, “Hadits ini bermakna bahwa melirihkan bacaan Qur’an itu lebih utama daripada mengeraskannya karena sedekah secara sembunyi-sembunyi lebih utama dari sedekah yang terang-terangan sebagaimana yang dikatakan oleh para ulama. Mereka memaknakan demikian agar supaya setiap orang terhindar dari ujub. Seseorang yang menyembunyikan amalan tentu saja lebih mudah terhindar dari ujub daripada orang yang terang-terangan dalam beramal.”

Yang dipraktekan oleh para ulama, mereka sampai-sampai menutupi mushafnya agar orang tidak tahu kalau mereka membaca Qur’an. Ar Robi’ bin Khutsaim selalu melakukan amalan dengan sembunyi-sembunyi. Jika ada orang yang akan menemuinya, lalu beliau sedang membaca mushaf Qur’an, ia pun akan menutupi Qur’annya dengan bajunya.[12] Begitu pula halnya dengan Ibrohim An Nakho’i. Jika ia sedang membaca Qur’an, lalu ada yang masuk menemuinya, ia pun segera menyembunyikan Qur’annya.[13] Mereka melakukan ini semua agar amalan sholihnya tidak terlihat oleh orang lain.

Keenam: Menyembunyikan tangisan

Sufyan Ats Tsauri mengatakan, “Tangisan itu ada sepuluh bagian. Sembilan bagian biasanya untuk selain Allah (tidak  ikhlas) dan satu bagian saja yang biasa untuk Allah. Jika ada satu tangisan saja dilakukan dalam sekali setahun (ikhlas) karena Allah, maka itu pun masih banyak.”[14]

Dalam rangka menyembunyikan tangisnya, seorang ulama sampai pura-pura mengatakan bahwa dirinya sedang pilek karena takut terjerumus dalam riya’. Itulah yang dicontohkan oleh Ayub As Sikhtiyaniy. Ia pura-pura mengusap wajahnya, lalu ia katakan, “Aku mungkin sedang pilek berat.” Tetapi sebenarnya ia tidak pilek, namun ia hanya ingin menyembunyikan tangisannya.[15]

Sampai-sampai salaf pun ada yang pura-pura tersenyum ketika ingin mengeluarkan tangisannya. Tatkala Abu As Sa-ib ingin menangis ketika mendengar bacaan Al Qur’an atau hadits, ia pun pura-pura menyembunyikan tangisannya (di hadapan orang lain) dengan sambil tersenyum.[16]

Mu’awiyah bin Qurroh mengatakan, “Tangisan dalam hati lebih baik daripada tangisan air mata.”[17]

Ketujuh: Menyembunyikan do’a

‘Uqbah bin ‘Abdul Ghofir mengatakan, “Do’a yang dilakukan sembunyi-sembunyi lebih utama 70 kali dari do’a secara terang-terangan. Jika seseorang melakukan amalan kebaikan secara terang-terangan dan melakukannya secara sembunyi-sembunyi semisal itu pula, maka Allah pun akan mengatakan pada malaikat-Nya, “Ini baru benar-benar hamba-Ku.”[18]

Amalan-amalan apa saja yang mesti disembunyikan? [19]

Para ulama ada yang menjelaskan bahwa untuk amalan sunnah –seperti sedekah sunnah dan shalat sunnah-, maka lebih utama dilakukan sembunyi-sembunyi. Melakukan seperti inilah yang lebih mendekatkan pada ikhlas dan menjauhkan dari riya’. Sedangkan amalan wajib –seperti zakat yang wajib dan shalat lima waktu-, lebih utama dengan ditampakkan.[20]

Namun kadang amalan sholih juga boleh ditampakkan jika memang ada faedah, misalnya agar memotivasi orang lain untuk beramal atau ingin memberikan pengajaran kepada orang lain.

Al Hasan Al Bashri mengatakan, “Kaum muslimin sudah mengetahui bahwa amalan yang tersembunyi itu lebih baik. Akan tetapi amalan tersebut kadang boleh ditampakkan jika ada faedah.”

Yang pantas menampakkan amalan semacam ini agar bisa sebagai contoh atau uswah bagi orang lain adalah amalan para Nabi ‘alaihimus sholaatu wa salaam.

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS. Al Ahzab: 21) Yang semisal dengan para Nabi yang pantas menjadi uswah (teladan) adalah para Khulafaur Rosyidin, pewaris Nabi yaitu ulama dan da’i serta setiap orang yang menjadi uswah (teladan).

Imam Al-Iz bin ‘Abdus Salam telah menjelaskan hukum menyembunyikan amalan kebajikan secara lebih terperinci. Beliau berkata, “Ketaatan  (pada Allah) ada tiga:

Pertama: Amalan yang disyariatkan untuk ditampakkan seperti adzan, iqomat, ucapan takbir ketika shalat, membaca Qur’an secara jahr dalam shalat jahriyah (Maghrib, Isya’ dan Shubuh, pen), ketika berkhutbah, amar ma’ruf nahi mungkar, mendirikan shalat jum’at dan shalat secara berjamaah, merayakan hari-hari ‘ied, jihad, mengunjungi orang-orang yang sakit, dan mengantar jenazah, maka amalan semacam ini tidak mungkin disembunyikan. Jika pelaku amalan-amalan tersebut takut berbuat riya, maka hendaknya ia berusaha keras untuk menghilangkannya hingga dia bisa ikhlas dalam beramal. Sehingga dengan demikian dia akan mendapatkan pahala amalannya dan juga pahala karena kesungguhannya menghilangkan riya’ tadi, karena amalan-amalan ini maslahatnya juga untuk orang lain.

Kedua: Amalan yang jika diamalkan secara sembunyi-sembunyi lebih utama daripada jika ditampakkan. Contohnya seperti membaca Qur’an dengan sir (lirih) dalam shalat siriyah (zhuhur dan ashar, pen), dan berdzikir dalam solat secara perlahan. Maka dengan perlahan lebih baik daripada jika dijahrkan.

Ketiga: Amalan yang terkadang disembunyikan dan terkadang ditampakkan seperti amalan sedekah. Jika dia kawatir tertimpa riya’ atau dia tahu bahwasanya biasanya kalau dia nampakan amalannya dia akan riya’, maka amalan (sedekah) tersebut disembunyikan lebih baik daripada jika ditampakkan. Karena Allah Ta’ala berfirman,

وَإِنْ تُخْفُوهَا وَتُؤْتُوهَا الْفُقَرَاءَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ

Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu.” (QS. Al Baqarah: 271)

Adapun orang yang aman dari riya’ maka ada dua keadaan sebagai berikut.

Pertama: Dia bukanlah termasuk orang yang jadi uswah (jadi contoh), maka lebih baik dia menyembunyikan sedekahnya, karena bisa jadi dia tertimpa riya’ tatkala menampakkan amalannya.

Kedua: Dia adalah orang yang jadi uswah, maka menampakan amalan –seperti amalan sedekahnya- lebih baik karena hal itu akan membuat lebih akrab dengan orang miskin dan dia pun bisa jadi uswah bagi orang lain. Dia telah memberi manfaat kepada fakir miskin dengan sedekahnya dan dia juga bisa mendorong orang-orang kaya untuk bersedekah pada fakir miskin karena mencontohi dia, dan dia juga telah memberi manfaat pada orang-orang kaya tersebut karena mengikuti dia beramal soleh.”

Termasuk point ketiga ini adalah menjahrkan atau mensirkan bacaan surat pada shalat malam (shalat tahajud). Yang dicontohkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah terkadang mengeraskan bacaan dan terkadang melirihkan bacaan. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun pernah shalat ketika bersama Abu Bakr beliau memelankan suaranya dan ketika bersama Umar beliau mengeraskan suaranya. Suatu saat, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah memerintahkan Abu Bakr untuk mengeraskan suara dan memerintahkan ‘Umar untuk melirihkan suaranya.[21]

An Nawawi mengatakan, “Terdapat berbagai hadits yang menjelaskan keutamaan mengeraskan suara ketika membaca al Qur’an dan juga terdapat hadits yang menjelaskan keutamaan melirihkan bacaan. Dari sini, para ulama menjelaskan bahwa kompromi dari hadits-hadits tersebut yaitu: melirihkan bacaan jadi lebih utama pada orang yang khawatir tertimpa riya’. Jika tidak khawatir demikian, maka bacaannya boleh dikeraskan asalkan tidak mengganggu orang lain yang sedang shalat atau tidur.”[22]

Bagaimana dengan dosa dan maksiat yang pernah dilakukan? Apakah boleh ditampakkan?

Setelah kita mengetahui dari penjelasan di atas, untuk amalan ketaatan diberi keringanan dalam beberapa kondisi untuk ditampakkan semisal untuk amalan wajib dan amalan sunnah (dalam beberapa keadaan). Sedangkan untuk maksiat sudah sepatutnya untuk disembunyikan.

Menyembunyikan dosa dan tidak menampakkan aib-aibnya pada manusia, itu malah terpuji dilihat dari beberapa sebab.

Pertama: Kita diperintahkan untuk menutup maksiat yang kita lakukan dan tidak perlu membuka kejelekan-kejelekan diri kita. Disebutkan dalam hadits,

اِجْتَنِبُوْا هَذِهِ القَاذُوْرَةَ الَّتِي نَهَى اللهُ عَنْهَا ، فَمَنْ أَلَمَّ فَلْيَسْتَتِرْ بِسَتْرِ اللهِ

Jauhilah dosa yang telah Allah larang. Siapa saja yang telah terlajur melakukan dosa  tersebut, maka tutuplah rapat-rapat dengan apa yang telah Allah tutupi.[23]

Juga jika kita tidak suka dengan maksiat, maka kita pun hendaklah tidak suka orang lain mengetahuinya atau sampai melakukan hal yang sama. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ

Seseorang di antara kalian tidak dikatakan beriman (dengan iman yang sempurna) hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.[24] Kebalikannya (mafhumnya) adalah jika engkau tidak suka sesuatu pada dirimu, maka engkau haruslah tidak suka hal itu menimpa saudaramu. Oleh karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menafikan iman dalam hadits ini, maka menunjukkan bahwa hal tersebut wajib dilakukan[25]. Sehingga menutup dosa dan maksiat adalah wajib.

Kedua: Agar jangan sampai ‘aib tersebut terbuka dan terkoyak di hadapan orang lain. Karena jika seseorang sudah merasa takut ‘aibnya terbuka di dunia, maka niscaya ‘aib tersebut sampai di akhirat akan terus tertutup. Oleh karena itu, orang-orang sholih seringkali berdo’a: “Ya Allah, sebagaimana engkau menutupi ‘aib-‘aibku di dunia, maka janganlah buka ‘aib-‘aibku di akhirat.”

Ketiga:Agar orang lain tidak ikut-ikutan melakukan maksiat yang telah dilakukan dan agar maksiat tersebut tidak tersebar luas di muka bumi. Oleh karena itu, sudah sepantasnya ‘aib atau maksiat ditutupi sampai pula pada orang terdekat kita (misalnya kerabat dan orang tua).

Keempat: Agar kita lebih mudah mendapatkan ampunan dari Allah dan tidak termasuk orang-orang yang dicela dan tidak diterimanya taubatnya karena memamerkan maksiat yang ia lakukan.

كُلُّ أُمَّتِى مُعَافَاةٌ إِلاَّ الْمُجَاهِرِينَ وَإِنَّ مِنَ الإِجْهَارِ أَنْ يَعْمَلَ الْعَبْدُ بِاللَّيْلِ عَمَلاً ثُمَّ يُصْبِحُ قَدْ سَتَرَهُ رَبُّهُ فَيَقُولُ يَا فُلاَنُ قَدْ عَمِلْتُ الْبَارِحَةَ كَذَا وَكَذَا وَقَدْ بَاتَ يَسْتُرُهُ رَبُّهُ فَيَبِيتُ يَسْتُرُهُ رَبُّهُ وَيُصْبِحُ يَكْشِفُ سِتْرَ اللَّهِ عَنْهُ

“Setiap umatku akan diampuni kecuali orang yang melakukan jahr. Di antara bentuk melakukan jahr adalah seseorang di malam hari melakukan maksiat, namun di pagi harinya –padahal telah Allah tutupi-, ia sendiri yang bercerita, “Wahai fulan, aku semalam telah melakukan maksiat ini dan itu.” Padahal semalam Allah telah tutupi maksiat yang ia lakukan, namun di pagi harinya ia sendiri yang membuka ‘aib-‘aibnya yang telah Allah tutup.”[26]

Kelima: Agar ia termasuk orang-orang yang memiliki rasa malu. Rasa malu inilah yang akan menghalangi dirinya menampakkan maksiat. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الْحَيَاءُ لاَ يَأْتِى إِلاَّ بِخَيْرٍ

Rasa malu tidaklah datang kecuali membawa kebaikan.[27]

Keenam: Agar ia tidak mendapat ejekan atau celaan dari manusia. Karena celaan biasanya akan menusuk ke hati. Sedangkan hukuman had hanya akan menyakiti anggota badan.

Demikian pembahasan tanda ikhlas yang pertama.

Hanya Allah yang memberi taufik untuk berbuat ikhlas.

Semoga Allah memudahkan kita untuk membaca posting lanjutan dari pembahasan tanda ikhlas yaitu tidak mencari ketenaran dan merasa diri selalu kurang dalam beramal.

 

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel https://rumaysho.com

 

[1] HR. Muslim no. 2965, dari Sa’ad bin Abi Waqqash.

[2] Lihat Ta’thirul Anfas min Haditsil Ikhlas, Sayyid bin Husain Al ‘Afaniy,hal. 230-232,Darul ‘Afani, cetakan pertama, 1421 H.

[3] Az Zuhud, Imam Ahmad, 5/60, Mawqi’ Jami’ Al Hadits.

[4] Hilyatul Auliya’, Abu Nu’aim Al Ash-bahaniy, 3/8, Darul Kutub Al ‘Arobiy, Beirut.

[5] HR. Bukhari no. 1423 dan Muslim no.1031,dari Abu Hurairah.

[6] Syarh Muslim, 3/481.

[7] Lihat Hilyatul Auliya’, 3/135-136.

[8] Disebutkan oleh Al Bukhari dalam kitab Shahihnya tanpa sanad (secara mu’allaq).

[9] Lihat Shifatus Shofwah, Ibnul Jauziy, 3/300, Darul Ma’rifah, Beirut, cetakan kedua, 1399 H.

[10] Lihat Ta’thirul Anfas,hal. 246

[11] HR. Abu Daud no. 1333 dan At Tirmidzi no. 2919, dari ‘Uqbah bin ‘Amir Al Juhaniy. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih.

[12] Lihat Hilyatul Awliya’, 2/107, Darul Kutub ‘Arobiy, cetakan keempat, 1405 H.

[13] Lihat Ta’thirul Anfas, hal. 246.

[14] Hilyatul Awliya’, 7/11.

[15] Lihat Ta’thirul Anfas, hal. 248.

[16] Lihat Ta’thirul Anfas, hal. 251.

[17] Lihat Ta’thirul Anfas, hal. 252.

[18] Lihat Ta’thirul Anfas, hal. 253.

[19] Diringkas dari Ta’thirul Anfas, hal. 263-267.

[20] Syarh Muslim, An Nawawi, 3/481, Mawqi’ Al Islam.

[21] Lihat Shahih Fiqh Sunnah, Abu Malik, 1/410-411, Al Maktabah At Taufiqiyah.

[22] Dinukil dari footnote Faidul Qodir, Al Munawi, 3/354, Al Maktabah At Tijariyah Al Kubro, Mesir, cetakan pertama, tahun 1356 H.

[23] HR. Al Hakim, dari ‘Abdullah bin ‘Umar. Al Hakim mengatakan bahwa hadits ini shahih sesuai dengan syarat Bukhari-Muslim.

[24] HR. Bukhari no. 13 dan Muslim no. 45, dari Anas bin Malik.

[25] Faedah dari Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Kitab Al Iman.

[26] HR. Bukhari no. 6069 dan Muslim no. 2990, dari Abu Hurairah.

[27] HR. Bukhari no. 6117  dan Muslim no. 37, dari ‘Imron bin Hushain.

SIM Card Biasa Dipotong Jadi Nano SIM, Bisa 


Jumat, 21 Sep 2012 16:01 WIB

SIM Card Biasa Dipotong Jadi Nano SIM, Bisa Kok!

- detikInet

Ilustrasi (Ist.)

Jakarta - Kabar yang menyebut SIM card biasa atau Micro SIM tidak bisa dipotong untuk dijadikan Nano SIM dan dibenamkan ke iPhone 5, ditepis oleh ahli digital forensik Ruby Alamsyah. Ia sudah membuktikannya sendiri.

Dalam obrolannya dengan detikINET, Ruby mengaku baru saja membeli iPhone 5 di Singapura. Lantaran penasaran, ia pun langsung menjajal untuk membuat Nano SIM card dari kartu RUIM model biasa.

"Jadi saat transit di bandara Changi, Singapura -- dalam perjalanan pulang dari Amerika Serikat -- saya langsung menuju toko Apple di terminal 3. Saat dilihat antreannya sedikit, langsung saja saya membeli," ujarnya, Jumat (21/9/2012).

Tak tanggung-tanggung, Ruby langsung memborong 4 unit dan menjadi orang keempat di toko Apple tersebut yang membeli iPhone 5. "Memang satu orang cuma dibatasi membeli satu unit, tapi saya bolak-balik mengantre hingga beli 4 unit," lanjutnya.

Sesampainya di rumah, tak pelak rasa penasaran menggelayut di kepala pakar forensik yang biasa dimintai bantuan pihak kepolisian itu untuk segera mencoba 'mainan' barunya. Tentu saja aksi mengopreknya dimulai dari SIM card yang disematkan, sebab SIM Nano belum dijual operator lokal. 

"Mudah kok, saya memotongnya sendiri pakai gunting. Lebih gampang, kunjungi www.iPhonezen.com, di sana ada cetakannya untuk semua jenis SIM card dan ukurannya lebih jelas. Dari gambar tersebut, tinggal dicocokkan dengan SIM Card kita lalu dipotong," jelas Rubi

"Memang saat dijajal, ada bagian kuning-kuning yang kerap dianggap seperti sirkuit di kartu, agak sedikit terpotong. Tapi pas selesai dan dimasukkan ke iPhone 5, kartu Nano hasil potongan saya bisa jalan kok. Ini sudah beberapa jam dicoba gak ada masalah, bisa SMS-an, telepon, dan internet. Jadi sepertinya bagian kuning yang terpotong itu bukan core-nya, jadi tidak menyebabkan masalah," ia menambahkan.

Pun demikian, Ruby menegaskan jika apa yang dilakukannya memang belum tentu berhasil saat dicoba orang lain. 

"Istilahnya ini kan prakarya, belum tentu hasilnya selalu berhasil. Dan niat awal saya juga coba-coba, andai pun gagal, paling tinggal ganti kartu ke CS operator," tandasnya.

Sebelumnya, penemu serta produsen Nano SIM Card -- Giesecke & Devrient -- mengatakan bahwa cara konvensional dengan memotong kartu SIM yang lama agar bisa mendapatkan Nano SIM akan sulit dilakukan. Sebab kartu Nano SIM mempunyai ketipisan hingga 15% dari kartu SIM generasi sebelumnya.

"Seperti yang Anda tahu, beberapa orang memotong dengan cara konvensional dari SIM biasa ke MicroSIM dengan pisau atau gunting. Hal itu mungkin terjadi, karena ketebalannya sama. Namun hal yang sama tidak bisa dilakukan untuk Nano SIM karena ketebalannya berkurang 15%," tulis perusahaan itu, seperti dilansir Ubergizmo.

Nah, dengan 'prakarya' yang dilakukan Ruby sepertinya pernyataan Giesecke & Devrient mampu dimentahkan. Namun memang, jika mau lebih aman, sebaiknya mendapatkan Nano SIM card yang resmi dari operator.

Di Indonesia sendiri, sejumlah operator Tanah Air mengaku sudah siap memproduksi Nano SIM ini. Mereka menyiapkan kartu ini untuk menyambut iPhone 5 yang akan menyambangi Indonesia secara resmi.

(ash/fyk)