Kamis, 26 September 2019

Ranitidine


Ranitidine

Fungsi Obat Ranitidine

Untuk apa Ranitidine?

Ranitidine atau ranitidin adalah obat untuk mengurangi jumlah asam lambung dalam perut. Fungsinya untuk mengatasi dan mencegah rasa panas perut (heartburn), maag, dan sakit perut yang disebabkan oleh tukak lambung. Ranitidin juga digunakan untuk mengobati dan mencegah berbagai penyakit perut dan kerongkongan yang disebabkan oleh terlalu banyak asam lambung, misalnya erosive esophagitis dan refluks asam lambung (gastroesophageal reflux disease, GERD).

Ranitidine termasuk ke dalam golongan obat H2 histamine blocker.

Obat ini juga tersedia tanpa resep. Digunakan untuk mencegah dan mengobati heartburn serta gejala lain yang diakibatkan terlalu banyak asam dalam perut (gangguan pencernaan asam). Jika Anda menggunakan obat ini tanpa resep, perhatikan instruksi pada kemasan secara saksama sehingga Anda tahu kapan harus menghubungi dokter atau apoteker.

Dosis ranitidine dan efek samping ranitidine akan dijelaskan lebih lanjut di bawah ini.

Bagaimana aturan minum Ranitidine?

Konsumsilah Ranitidin lewat mulut, dengan atau tanpa makanan, biasanya sekali atau dua kali per hari atau sesuai instruksi dokter. Pada beberapa kondisi bisa saja diresepkan 4 kali sehari. Jika Anda meminum obat ini sekali sehari, biasanya harus diminum setelah makan malam atau sebelum tidur.

Dosis dan lamanya perawatan tergantung kepada kondisi medis dan respon tubuh Anda. Pada anak-anak, dosis juga bisa bergantung pada berat badan. Ikuti instruksi dokter dengan cermat. Anda bisa juga meminum obat lain (misalnya antacid) untuk kondisi Anda sesuai dengan yang direkomendasikan dokter.

Minumlah obat ini secara rutin untuk mendapatkan manfaatnya yang optimal. Untuk membantu Anda mengingat, minumlah di waktu yang sama setiap hari. Jangan meningkatkan dosis atau meminum obat ini lebih sering dari yang diresepkan, apalagi tanpa seizin dokter, karena ini dapat menunda penyembuhan.

JIka Anda menggunakan ranitidine tanpa resep untuk mengobati masalah pencernaan asam atau heartburn, minumlah satu tablet dengan segelas air secukupnya. Untuk mencegah heartburn, minumlah satu tablet dengan segelas air, 30-60 menit sebelum mengonsumsi makanan atau minuman yang biasanya menyebabkan heartburn. Jangan minum lebih dari 2 tablet dalam 24 jam kecuali dokter Anda menginstruksikannya. Jangan meminum obat ini lebih dari 14 hari berturut-turut tanpa berkonsultasi dengan dokter.

Hubungi dokter jika kondisi tidak membaik atau malah memburuk.

Bagaimana cara penyimpanan Ranitidine?

Obat ini paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan. Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi. Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Dosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis Ranitidine untuk orang dewasa?

Dosis ranitidin untuk orang dewasa dengan ulkus duodenal: oral 150 mg 2 kali sehari, atau 300 mg sekali sehari setelah makan malam atau sebelum makan. Parenteral: 50 mg, IV atau IM, setiao 6-8 jam. Alternatifnya, infus IV bisa diberikan dengan rate 6.25 mg/jam selama 24 jam.Dosis ranitidine untuk orang dewasa dengan dispepsia: 75 mg secara oral sekali sehari (tanpa resep) 30-60 menit sebelum makan. Dosis dapat ditingkatkan hingga 75 mg dua kali sehari. Durasi pengobatan maksimum untuk pengobatan sendiri tanpa resep adalah 14 hari.Dosis ranitidine untuk orang dewasa dengan ulkus duodenal profilaksis: 150 mg secara oral sekali sehari sebelum tidur.Dosis ranitidine untuk orang dewasa dengan ulkus perut: 150 mg secara oral sekali sehari sebelum tidur.Dosis ranitidine untuk orang dewasa dengan erosive esophagitis: Oral — di awal: 150 mg 4 kali sehari, perawatan: 150 mg dua kali sehari. Parenteral: 50 mg, IV atau IM, setiap 6-8 hours. Alternatifnya, infus IV bisa diberikan dengan rate 6.25 mg/jam selama 24 jam.Dosis ranitidine untuk orang dewasa dengan stress ulcer profilaksis: Parenteral: 50 mg, IV atau IM, setiap 6 – 8 jam.Dosis ranitidine untuk orang dewasa dengan perdarahan gastrointestinal: Parenteral: 50 mg IV dosis loading, diikuti dengan 6.25 mg/jam infus IV berkelanjutan, titrasi hingga gastric pH >7.0 untuk perawatan.Dosis ranitidine untuk orang dewasa dengan surgical prophylaxis: Study (n=80) – Prapengobatan di Thoracotomy untuk mengurangi GER: 150 mg secara oral 2 jam sebelum operasi.Dosis ranitidin untuk orang dewasa dengan Zollinger-Ellison Syndrome: Oral: Dimulai dengan 150 mg 2 kali sehari. Sesuaikan dosis untuk mengontrol sekresi asam lambung. Dosis hingga 6 gram per hari juga pernah digunakan. Parenteral: 1 mg/kg/jam diberikan sebagai infus IV berkelanjutan hingga maksimum 2.5 mg/kg/jam (rate infus hingga 220 mg/jam pernah digunakan).Dosis ranitidine untuk orang dewasa dengan kondisi Pathological Hypersecretory: Oral: Dimulai dengan 150 mg 2 kali sehari. Sesuaikan dosis untuk mengontrol sekresi asam lambung. Dosis hingga 6 gram per hari juga pernah digunakan. Parenteral: 1 mg/kg/jam diberikan sebagai infus IV berkelanjutan hingga maksimum 2.5 mg/kg/jam (rate infus hingga 220 mg/jam pernah digunakan).Dosis ranitidine untuk orang dewasa dengan refluks asam lambung: Oral: 150 mg dua kali sehari. Parenteral: 50 mg, IV atau IM, setiap 6-8 jam.

Bagaimana dosis Ranitidine untuk anak-anak?

Dosis ranitidine untuk orang anak-anak dengan ulkus duodenal:

Usia 1 bulan hingga 16 tahun:

IV: 2-4 mg/kg/hari dibagi-bagi setiap 6-8 jam. Maksimum: 200 mg/hari IVOral: Pengobatan: 4-8 mg/kg dua kali sehari, setiap 12 jam. Maksimum: 300 mg/hari secara oralPerawatan: 2-4 mg/kg/hari secara oral sekali sehari. Maksimum: 150 mg/hari secara oral

Dosis ranitidine untuk orang anak-anak dengan ulkus perut:

Usia 1 bulan hingga 16 tahun:

IV: 2-4 mg/kg/hari dibagi-bagi setiap 6-8 jam. Maksimum: 200 mg/hari IVOral: Pengobatan: 4-8 mg/kg dua kali sehari, setiap 12 jam. Maksimum: 300 mg/hari secara oralPerawatan: 2-4 mg/kg/hari secara oral sekali sehari. Maksimum: 150 mg/hari secara oral

Dosis ranitidine untuk orang anak-anak dengan Duodenal Ulcer Prophylaxis:

Usia 1 bulan hingga 16 tahun:

IV: 2-4 mg/kg/hari dibagi-bagi setiap 6-8 jam Maksimum: 200 mg/hariOral: 2-4 mg/kg sekali sehari, tidak melebihi 150 mg/24 jam.

Dosis ranitidin untuk orang anak-anak untuk perawatan Gastric Ulcer

Usia 1 bulan hingga 16 tahun:

IV: 2-4 mg/kg/hari dibagi-bagi setiap 6-8 jam. Maksimum: 200 mg/hariOral: 2-4 mg/kg sekali sehari, tidak melebihi 150 mg/24 jam.

Dosis ranitidine untuk orang anak-anak dengan refluks asam lambung:

Bayi baru lahir:

IV: 1.5 mg/kg IV sebagai dosis loading diikuti 12 jam kemudian dengan 1.5-2 mg/kg/hari IV dibagi-bagi setiap 12 jam. Alternatifnya, infus IV berkelanjutan dapat diberikan dengan rate 0.04 sampai 0.08 mg/kg/jam (1-2 mg/kg/hari) setelah dosis loading sebanyak 1.5 mg/kg sudah diberikan.Infus IV berkelanjutan: Dosis loading: 1.5 mg/kg/dosis, diikuti oleh infus 0.04 oleh 0.08 mg/kg/jam (atau 1 sampai 2 mg/kg/hari).Oral: 2 mg/kg/hari dibagi ke dalam 2 dosis, diberikan setiap 12 jam.

Usia 1 bulan hingga 16 tahun:

IV: 2-4 mg/kg/hari dibagi-bagi setiap 6-8 jam. Maksimum: 200 mg/hari. Alternatifnya, infus IV dosis bolus 1 mg/kg bisa diberikan satu kali, diikuti oleh infus IV konstan dengan rate 0.08 hingga 0.17 mg/kg/jam (2 sampai 4 mg/kg/hari).Oral: 4 sampai 10 mg/kg/hari diberikan dalam 2 dosis setiap 12 jam. Maksimum: 300 mg oral per hari.

Dosis ranitidine untuk orang anak-anak dengan Erosive Esophagitis

Usia 1 bulan hingga 16 tahun:

IV: 2-4 mg/kg/hari dibagi-bagi setiap 6-8 jam. Maksimum: 200 mg/hari. Alternatifnya, infus IV dosis bolus 1 mg/kg bisa diberikan satu kali, diikuti oleh infus IV konstan dengan rate 0.08 hingga 0.17 mg/kg/jam (2 sampai 4 mg/kg/hari).Oral: 4 sampai 10 mg/kg/hari diberikan dalam 2 dosis setiap 12 jam. Maksimum: 300 mg oral per hari.

Dosis ranitidine untuk orang anak-anak dengan Dyspepsia

Anak-anak 12 tahun ke atas:

75 mg secara oral, satu kali, 30-60 menit sebelum mengonsumsi makanan atau minuman yang menyebabkan heartburn. Maksimum: 150 mg/24 jamDurasi pengobatan: Tidak boleh lebih dari 14 hari

Dalam dosis apakah Ranitidin tersedia?

Tablet, oral 25 mg; 75 mg; 150 mg; 300 mgKapsul, oral 150 mg; 300 mg;Solution, suntikan: 50 mg/2 mL; 150 mg/6 mL; 1000 mg/40 mL

Efek Samping

Efek samping apa yang dapat dialami karena Ranitidine?

Cari bantuan medis segera jika Anda mengalami tanda-tanda reaksi alergi berikut ini: gatal-gatal, kesulitan bernapas, pembengkakan wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan.

Berhenti mengonsumsi ranitidine dan segera hubungi dokter jika Anda mengalami efek samping yang serius dari ranitidin seperti di bawah ini:

Nyeri dada, demam, napas pendek, batuk dengan lendir hijau atau kuningMudah lebam atau berdarah, tubuh lemas tanpa sebabDetak jantung lambat atau cepatMasalah dengan penglihatanDemam, sakit tenggorokan, dan sakit kepala disertai ruam kulit yang merah, mengelupas, dan melepuhMual, sakit perut, demam ringan, hilang napsu makan, urin berwarna gelap, tinja berwarna gelap, jauncide (mata dan kulit menguning)

Efek samping yang tak terlalu serius dari ranitidine meliputi:

Sakit kepala (bisa cukup parah)Mengantuk, pusingMasalah tidur (insomnia)Gairah seks menurun, impotensi, atau kesulitan meraih orgasme; atauMual, muntah, sakit perutDiare atau konstipasi

Tidak semua orang mengalami efek samping ini. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Pencegahan & Peringatan

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan Ranitidine?

Jangan gunakan obat ini jika Anda alergi pada ranitidine.

Heartburn kadang mirip dengan gejala serangan jantung. Cari bantuan medis jika Anda mengalami nyeri dada atau dada terasa berat, rasa sakit menyebar ke lengan atau bahu, mual, berkeringat, dan badan terasa sakit.

Apakah Ranitidine aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai apakah ranitidine aman bagi ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini. Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori B (tidak berisiko pada beberapa penelitian) menurut US Food and Drugs Administration (FDA).

Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA :

A= Tidak berisikoB=Tidak berisiko pada beberapa penelitianC=Mungkin berisikoD=Ada bukti positif dari risikoX=KontraindikasiN=Tidak diketahui

Interaksi

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan Ranitidine?

Sebelum mengonsumi ranitidine, beri tahu dokter jika Anda sedang dalam pengoatan dengan triazolam (Halcion). Anda mungkin jadi tak dapat mengonsumsi ranitidine, atau dosisnya harus disesuaikan, atau harus menjalani beberapa tes khusus selama pengobatan.

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan Ranitidine?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi. Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan penyedia layanan kesehatan Anda.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan Ranitidine?

Tanya dokter atau apoteker apakah aman Anda mengonsumsi ranitidine jika Anda mengidap:

Penyakit ginjalPenyakit hatiPorphyria

Overdosis

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (112) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin. Namun bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis.


© 2019 Hello Health Group Pte. Ltd. Hak cipta dilindungi.
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sabtu, 21 September 2019

jahatnya debu riba

sakit sakitan,  karyawan banyak resend (gonta ganti, ga betah, diomeli) anak susah diatur, keluarga kurang harmonis, tidur tidak nyenyak, ga tenang mikirin jatuh tempo, target belum terpenuhi, semua serba itung itungan (logic ga) muka kusut, dada panas deg degan, nah itulah mungkin ini penyebabnya debu riba👇

https://youtu.be/AxTU92-XSpI
https://youtu.be/AxTU92-XSpI

sekalipunpun menabung  tidak mengambil riba secara tidak sadar memberikan  peluang uang tabungan anda dipinjamkan untuk praktik riba, inilah yang secara tidak sadar sebagai debu riba , rasulullah bersabda di akhir zaman umatku semua akan terkena debu riba

Kamis, 19 September 2019

Tafsir QS. Muhammad: ayat 7

Kemudian Allah Swt. berfirman:

{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ}

Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. (Muhammad: 7)

Semakna dengan firman-Nya:

{وَلَيَنْصُرَنَّ اللَّهُ مَنْ يَنْصُرُهُ}

Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. (Al-Hajj: 40)

Karena sesungguhnya imbalan itu disesuaikan dengan jenis perbuatan dan amalnya. Untuk itulah maka disebutkan oleh firman-Nya:

{وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ}

dan meneguhkan kedudukanmu. (Muhammad: 7)

Seperti yang disebutkan di dalam sebuah hadis yang mengatakan:

"مَنْ بَلَّغ ذَا سُلْطَانٍ حَاجَةَ مَنْ لَا يَسْتَطِيعُ إِبْلَاغَهَا، ثَبَّتَ اللَّهُ قَدَمَهُ عَلَى الصِّرَاطِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ".

Barang siapa yang menyampaikan kepada sultan (penguasa) keperluan orang yang tidak mampu menyampaikannya, maka Allah akan meneguhkan kedua telapak kakinya di atas sirat kelak pada hari kiamat.

Kemudian dalam firman berikutnya disebutkan:

{وَالَّذِينَ كَفَرُوا فَتَعْسًا لَهُمْ}

Dan orang-orang yang kafir, maka kecelakaanlah bagi mereka. (Muhammad: 8)

Kebalikan dari nasib yang dialami oleh kaum mukmin yang diteguhkan kedudukan mereka karena telah menolong agama Allah dan membantu rasul-Nya. Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa Rasulullah Saw. telah bersabda:

"تَعِس عَبْدُ الدِّينَارِ، تَعِسَ عَبْدُ الدِّرْهَمِ، تَعِسَ عَبْدُ القَطِيفة -[وَفِي رِوَايَةٍ: تَعِسَ عَبْدُ الْخَمِيصَةِ] -تَعِسَ وَانْتَكَسَ، وَإِذَا شِيكَ فَلَا انْتَقَشَ"

Celakalah pengabdi dinar, celakalah pengabdi dirham, celakalah pengabdi kebendaan, sungguh celaka dan binasalah dia; dan apabila diberi sakit, semoga Allah tidak menyembuhkannya.

Firman Allah Swt.:

{وَأَضَلَّ أَعْمَالَهُمْ}

dan Allah menghapus amal-amal mereka. (Muhammad: 8)

Yakni melenyapkannya dan membatalkannya. Karena itulah disebutkan dalam firman berikutnya:

{ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ كَرِهُوا مَا أَنزلَ اللَّهُ}

Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka benci kepada apa yang diturunkan Allah (Al-Qur'an). (Muhammad: 9)

http://www.ibnukatsironline.com/2015/10/tafsir-surat-muhammad-ayat-4-9.html?m=1

Minggu, 15 September 2019

Satu Hari Satu Baris (SHSB)

*HARI TERAKHIR...*

*TAHFIZH YouTube/ MENGHAFAL*
_Sekalian Belajar Mengaji_

*Angkatan 9*
Gratis...

*Satu Hari Satu Baris (SHSB)*

Alhamdulillah...

Setelah sukses angkatan pertama yang hari ini, Rabu, atas idzin Allah, sudah masuk di Juz 1, *halaman 8, Baris 13,* yang dimulai sejak beberapa bulan lalu...

Serta ada Angkatan 2, Angkatan 3, Angkatan 4, Angkatan 5, Angkatan 6, angkatan 7 & angkatan 8...

Kini....
Dibuka *angkatan ke-9*

Program menghafal Al-Qur'an sedikit demi sedikit, menuju 30 Juz sebelum meninggal dunia, insya Allah.

Kali ini...
Metode yang digunakan, insya Allah sangat mudah.

Setiap hari, peserta akan menyimak bacaan 1 baris saja *di YouTube,* yang telah dishooting oleh pembina, bersama shootingan bacaan Al-Qur'an, dalam beberapa menit, bisa diulang-ulang.

Selain itu, peserta akan mendapatkan pelajaran lain, yaitu penjelasan penting *kesalahan membaca* pada setiap baris yang dihafal tersebut.

Pelajaran lain adalah: peserta yang selama ini *belum lancar membaca Al-Qur'an,* maka sekaligus belajar membaca Al-Qur'an, karena perpaduan antara Melihat YouTube (Visual) dan mendengar (Audio).

Jadi, peserta bisa sambil melihat bacaan di YouTube yang dipadukan dengan suara langsung dari pembina.
Perpaduan antara *Audio (mendengar) dan Visual (melihat).*

Silahkan dilihat,
Contoh 1:
Juz 1, Halaman 3, baris 1:
Silahkan klik
⬇⬇⬇
https://youtu.be/UAaRg85o6Sk

Contoh 2:
Penjelasan Kesalahan Membaca Juz 1 Halaman 3 Baris 1.
⬇⬇⬇
https://youtu.be/WZhBC_cdLMg

Contoh 3:
Penjelasan kesalahan umum membaca ayat 1 surah Al-Faatihah (Basmalah)
⬇⬇⬇
Silahkan klik
https://youtu.be/WSar-62xLJI

Contoh 4:
Minimal 13 Kesalahan membaca ayat 7 (ayat terakhir) surah Al-Faatihah
⬇⬇⬇
Silahkan klik
https://youtu.be/GE5a-foE0_c

Insya Allah, program ini, sangat mudah bagi siapa saja, termasuk yang memiliki aktifitas rutin di luar rumah (kerja atau sekolah, kuliah, dll.), ibu rumah tangga, dll.

Insya Allah, para peserta akan tergabung dalam group WhatsApp, dipisah group antara Laki-laki (Ikhwan) & Perempuan (Akhwat).

Peserta SHSB ini, bukan hanya dari Indonesia berbagai Propinsi, namun ada pula dari: *India, Australia, Belanda, Malaysia, Amerika Serikat (angktn 9), Timor Leste (angktn 9), Singapura (angktn 9), dan mungkin masih ada negara lainnya yang belum terdeteksi..., Wallahu a'lam.*

Mengenai tekhnis pelaksanaan yang lebih lengkap, insya Allah akan dijelaskan di dalam group WA.

Dibuka kesempatan *angkatan ke-9 ini,* mulai hari ini, Senin, & ditutup sampai *hari Ahad sore, 15 Muharram 1441 H. / 15 September 2019, Pkl. 18:00, WITa (Waktu Indonesia Tengah).*

Start Program SHSB, insya Allah Hari Senin, 16 Muharram 1441 H. / 16 September 2019 M.

Disilahkan Segera mendaftar bagi yang berminat dan punya impian menghafal ayat-ayat Allah selagi masih diberikan kesempatan oleh Allah,

dengan cara, *ketik 4 hal:*
(SHSB TAHFIZH 9, Nama, Laki-laki atau Perempuan, Propinsi.),

contoh:
SHSB TAHFIZH 9, Abdullah, Laki-laki, Sulawesi Selatan.

SHSB TAHFIZH 9, Aisyah, Perempuan, Jakarta.

Kirim Via WA (bukan SMS) ke
082346849920

"Semoga Allah mudahkan kita bisa menghafal 30 Juz sebelum kita menghadap kepadaNya."

Tidak ada yang tidak mungkin, jika Allah menghendaki, termasuk yang sudah berusia *di atas 40 tahun,* apalagi yang masih muda usianya *di bawah 40 tahun...*

Tidak ada kata terlambat.
Banyak kisah-kisah nyata dalam hal ini!

Lawan rasa malu untuk belajar, karena ilmu itu tidak akan bisa didapatkan jika rasa malu dan gengsi, ada pada diri kita.

Setelah sekian lama kita diberikan kesempatan hidup oleh Allah, dan diberikan berbagai macam kenikmatan, namun adakah Al-Qur'an sebagai kalimat-kalimat (Firman) Allah, telah kita berikan perhatian selama ini?

Yaa Allah, ampuni kami hambamu yang banyak lalai ini, sebelum Malaikat mu Engkau utus untuk menjemput kami, menghadap kepada Engkau, mempertanggungjawabkan waktu luang yang telah Engkau berikan kpd kami, kami manfaatkan untuk kebaikan, ataukah hal yang sia-sia, bahkan mungkin Dosa yang begitu banyak...
Ampuni kami ya Allah...

Izinkan kami di sisa hidup ini, untuk kembali kepadamu, dengan cara: bersahabat setiap hari dengan ayat-ayatMu.
Al-Qur'an adalah *sahabat karibku.*

###
Baarakallahu fiikum,
kepada seluruh calon peserta SHSB.

Selamat menyambut 1 lagi program terbaru ini dari:
*RuWaS (Rutin Walaupun Sedikit)*

Dari  ’Aisyah _radhiyallahu ’anha,_ beliau mengatakan bahwa Rasulullah _shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda:_

أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ

_”Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala adalah *amalan yang Rutin walaupun itu sedikit.”*_
(H.R. Muslim, No. 783).

Pepatah:
Sedikit demi sedikit,
Lama-lama jadi bukit.

Ttd.

Admin SHSB (Satu Hari Satu Baris)

Sabtu, 14 September 2019

Buatlah Ibu Tertawa

Buatlah Ibu Tertawa

جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ : جئْتُ أبَايِعُكَ عَلَى الْهِجْرَةِ، وَتَرَكْتُ أَبَوَيَّ يَبْكِيَانِ، فَقَالَ : ((اِرْخِعْ عَلَيْهِمَا؛ فَأَضْحِكْهُمَا كَمَا أَبْكَيْتَهُمَا))

“Seseorang datang kepada Rasulullah shalallaahu ‘alaihi wa sallam dan berkata, “Aku akan berbai’at kepadamu untuk berhijrah, dan aku tinggalkan kedua orang tuaku dalam keadaan menangis.” Rasulullah Shalallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kembalilah kepada kedua orang tuamu dan buatlah keduanya tertawa sebagaimana engkau telah membuat keduanya menangis.” (Shahih : HR. Abu Dawud (no. 2528), An-Nasa-i (VII/143), Al-Baihaqi (IX/26), dan Al-Hakim (IV/152))

Jangan Membuat Ibu Marah

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ قَالَ : رِضَا الرَّبِّ فِي رِضَاالْوَالِدِ، وَسَخَطُ الرَّبِّ فِي سَخَطِ الْوَلَدِ.

“Dari ‘Abdullah bin ‘Umar, ia berkata, “Ridha Allah tergantung ridha orang tua dan murka Allah tergantung murka orang tua. (Adabul Mufrod no. 2. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan jika sampai pada sahabat, namun shahih jika sampai pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam)

Kandungan hadits diatas ialah kewajiban mencari keridhaan kedua orang tua sekaligus terkandung larangan melakukan segala sesuatu yang dapat memancing kemurkaan mereka.

Seandainya ada seorang anak yang durhaka kepada ibunya, kemudian ibunya tersebut mendo’akan kejelekan, maka do’a ibu tersebut akan dikabulkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sebagaimana dalam hadits yang shahih Nabi Shalallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ، لاَ شَكَّ فِيْهِنَّ: دَعْوَةُ الْوَالِدِ عَلَى وَلَدِهِ، وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ، وَدَعْوَةُ الْمَظْلُوْمِ.

“Ada tiga do’a yang dikabulkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala yang tidak diragukan tentang do’a ini: (1) do’a kedua orang tua terhadap anaknya, (2) do’a musafir-orang yang sedang dalam perjalanan-, (3) do’a orang yang dizhalimin.” (Hasan : HR. Al-Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad (no. 32, 481/Shahiih Al-Adabil Mufrad (no. 24, 372))

Jika seorang ibu meridhai anaknya, dan do’anya mengiringi setiap langkah anaknya, niscaya rahmat, taufik dan pertolongan Allah akan senantiasa menyertainya. Sebaliknya, jika hati seorang ibu terluka, lalu ia mengadu kepada Allah, mengutuk anaknya. Cepat atau lambat, si anak pasti akan terkena do’a ibunya. Wal iyyadzubillaah..

Saudariku…jangan sampai terucap dari lisan ibumu do’a melainkan kebaikan dan keridhaan untukmu. Karena Allah mendengarkan do’a seorang ibu dan mengabulkannya. Dan dekatkanlah diri kita pada sang ibu, berbaktilah, selagi masih ada waktu…

والله الموفّق إلى أقوم الطريق
وصلى الله وسلم على نبينا وعلى آله وأصحابه ومن اتّبعهم بإحسان الى يوم الدين

***
Artikel muslimah.or.id
Penulis : Hilda Ummu Izzah
Muraja’ah : Ustadz Ammi Nur Baits

Baca selengkapnya https://muslimah.or.id/1861-ibumu-kemudian-ibumu-kemudian-ibumu.html

Jumat, 13 September 2019

RAHASIA KECERDASAN BJ HABIBIE YANG TAK TERUNGKAP

*RAHASIA KECERDASAN BJ HABIBIE YANG TAK TERUNGKAP*

oleh : Wildan Nugraha
Quranic Motivation

******

Dalam suatu kesempatan, saya pernah menghadiri sebuah kajian Ustadz Bachtiar Nasir, Lc pada saat itu disebuah masjid daerah Bandung. Ada cerita menarik yang disampaika oleh Ust Bachtiar tentang sosok Eyang Habibie.

Sebagaimana yang kita ketahui, sosok Habibie lahir dari keluarga yang religius, Ayahnya bahkan wafat ketika mengimami shalat keluarganya, tak kurang dari 2 juz dalam sehari Ayahnya membaca Al-Quran. Jangan tanya keshalihan Ibu nya. Beliau Ahli Ta'lim, dalam sepekan tak pernah dilewati kecuali khatam Al-Qur'an.

Suatu ketika Pak Habibie bertutur tentang kisah perjuangannya selama di Jerman. Beliau berkompetisi dengan 2 orang Yahudi. Yang mana... 2 orang Yahudi ini selalu menjadi juara di kelasnya. Sampai suatu ketika, Eyang Habibie merasa penasaran rahasia apa sih yang membuat mereka itu begitu cerdas, padahal Eyang Habibie sudah begitu keras dan mati-matian dalam belajar.

Sampai akhirnya dia bertanya ke orang Yahudi itu apa rahasia mereka bisa pintar? Diajaknyalah Habibie menginap di Asrama Yahudi tersebut. Ketika menginap disana, Pak Habibie kaget... karena jam 2 malam. Orang Yahudi itu sudah bangun, membaca buku, belajar.

Didekatinya diam-diam. Lalu ditanyakan kepada orang Yahudi tersebut buku itu. Kamu membaca apa? Orang Yahudi itu kaget, terperanjat, dengan segera buku itu disembunyikan disebalik badannya.

Setelah lama berkutat, akhirnya pak Habibie mendapatkannya. Ketika di buka ternyata itu adalah Al-Qur'an. Betapa kagetnya Pak Habibie. Lalu ia berkata, "Ini kan Al-Quran, kitab suci saya, kitab suci ummat Islam kenapa kamu baca ini?"

Orang Yahudi tersebut kemudian berkata, "Rudy... Seandainya ummat Islam membaca Al-Qur'an dan menaruh perhatian kepadanya, maka niscaya mereka tidak akan pernah bisa dikalahkan, Inilah kunci kesuksesan ummat Islam, yang ditinggalkan oleh ummat Islam sendiri"

Akhirnya setelah menyadari hal itu, setiap jam 2 malam Pak Habibie selalu bangun, mandi, shalat tahajjud dan membaca Al-Quran, istiqamah dalam rutinitasnya.

Kita pun bisa menemukan keshalihan yang lainnya, Pak Habibie suatu ketika ditanya, "Disisa waktu-waktu yang Eyang miliki, mau dipakai apakah waktu yang sangat terbatas ini?"

Eyang dengan nada khasnya menjawab, "Saya akan habiskan waktu untuk membuat pesawat R80, agar Bangsa Indonesia bisa memiliki pesawat sendiri.. Sebagian waktu yang lain, akan Eyang gunakan untuk membaca Al-Quran sebanyak-banyaknya. Eyang ingin bertemu dengan Ibu Ainun, Ibu Ainun itu orang yang baik, orang yang shalih, rajin beribadah, saya yakin Ibu Ainun ada di Surga. Maka saya harus membaca Al-Qur'an untuk memantaskan diri, supaya bisa bertemu Ibu Ainun di surga.

Dalam sebuah kesempatan Konfrensi di Mesir, Pak Habibie pernah berkata, "Saya ini adalah seorang teknokrat, saya bisa membuat pesawat terbang, saya memiliki ilmu itu. Tapi setelah saya sadari, bahwa ada yang lebih penting dari itu semua, yaitu Ilmu Agama"

Ustadz Adi Hidayat, Lc MA pun pernah bercerita tentang kedahsyatan Pak Habibie ini, semata-mata karena didikan orang tua yang mendidik Pak Habibie seperti Imam Nawawi, gemar belajar, ibadah dan membaca buku.

Dari sini kita bisa mengambil kesimpulan, siapapun yang dekat dengan Al-Quran akan diberkahi dan teranugerahi kecerdasan yang luar biasa. Sosok Eyang Habibie saya rasa salah satunya.

Masyaa Allah...
Hari ini kita kehilangan sumber mata air Indonesia. Semoga kedepan Indonesia bisa kembali teranugerahi sosok seperti Pak Habibie.

Alfatihah...

*****

*Wildan Nugraha*

Quranic Motivation
Kamis, 12 September 2019

Silahkan forward tulisan ini ke jejaring sahabat, teman, dan keluarga anda. Semoga membawa berkah dan manfaat.

Selasa, 10 September 2019

SABDA NABI SAW TENTANG WAHABI


SABDA NABI SAW TENTANG WAHABI



Sabda Nabi saww tentang kemunculan suatu kaum durhaka pada akhir zaman (Wahabi)

Nabi saww juga bersabda :

سَيَخْرُجُ فِي آخِرِ الزَّمانِ قَومٌ أَحْدَاثُ اْلأَسْنَانِ سُفَهَاءُ اْلأَحْلاَمِ يَقُوْلُوْنَ قَوْلَ خَيْرِ الْبَرِيَّةِ يَقْرَؤُونَ اْلقُرْآنَ لاَ يُجَاوِزُ حَنَاجِرَهُمْ يَمْرُقُوْنَ مِنَ الدِّيْنَ كَمَا يَمْرُقُ السَّهْمُ مِنَ الرَّمِيَّةِ ، فَإذَا لَقِيْتُمُوْهُمْ فَاقْتُلُوْهُمْ ، فَإِنَّ قَتْلَهُمْ أَجْراً لِمَنْ قَتَلَهُمْ عِنْدَ اللهِ يَوْمَ اْلقِيَامَة

“ Akan keluar di akhir zaman, suatu kaum yang masih muda, berucap dengan ucapan sebaik-baik manusia (Hadits Nabi), membaca Al-Quran tetapi tidak melewati kerongkongan mereka, mereka keluar dari agama Islam sebagaimana anak panah meluncur dari busurnya, maka jika kalian berjumpa dengan mereka, perangilah mereka, karena memerangi mereka menuai pahala di sisi Allah kelak di hari kiamat “. (HR. Imam Bukhari 3342)

“Akan keluar suatu kaum dari umatku, mereka membaca Alquran, bacaan kamu dibandingkan dengan bacaan mereka tidak ada apa-apanya, demikian pula shalat dan puasa kamu dibandingkan dengan shalat dan puasa mereka tidak ada apa-apanya. Mereka membaca Alquran dan mengiranya sebagai pembela mereka, padahal ia adalah hujjah yang menghancurkan alasan mereka. Shalat mereka tidak sampai ke tenggorokan, mereka lepas dari Islam sebagaimana melesatnya anak panah dari buruannya.” (HR Abu Dawud)

Diriwayatkan dari Abu Said Al-Khudri Ra berkata:

“Saat Rasulullah saww sedang membagi-bagikan ghanimah (rampasan perang), datanglah seseorang dari Bani Tamim dengan pakaian yang pendek (bagian bawahnya), di antara kedua matanya ada tanda bekas sujud yang menghitam, lalu ia berkata: “Berbuat adillah wahai Rasulullah!”

Rasulullah Saw bersabda: “Celakalah engkau, siapa yang akan berbuat adil jika aku tidak berbuat adil? Maka engkau akan binasa dan rugi jika aku sendiri tidak berlaku adil.”

Lalu Rasulullah Saww bersabda: “Akan datang suatu kaum kelak seperti dia, baik perkataannya, tapi buruk kelakuannya. Mereka adalah seburuk-buruk makhluk. Mereka mengajak kepada Kitabullah, tetapi mereka sendiri tidak mengambil darinya sedikitpun.

Mereka membaca Al Quran, tetapi tidak melebihi kerongkongannya. Kalian akan mendapatkan bacaan Al-Qur’an mereka lebih baik dari kalian dan shalat dan puasa mereka lebih baik dari kalian. Mereka akan melesat meninggalkan Islam sebagaimana anak panah melesat dari busurnya. Mereka mencukur kepala serta mencukur kumisnya, pakaian mereka hanya sebatas setengah betis mereka.” Setelah Rasulullah Saww menjelaskan ciri-ciri mereka, Rasulullah Saww bersabda: “Mereka akan membunuh para pemeluk Islam dan melindungi penyembah berhala!”

[Diriwayatkan dalam kitab: Bukhari fi kitab dad’ al-khalq Bab “Alamah An-Nubuwwah”, An-Nisai’ fi khasa-is hal 43, 44, Muslim fi Kitab Az-Zakah Bab At-Tahdzir Min Zinah Ad-Dun-ya, Musnad Imam Ahmad juz I hal 78, 88, 91)

Dalam hadits lain Nabi saww bersabda :

يَخْرُجُ نَاسٌ مِنَ اْلمَشْرِقِ يَقْرَؤُونَ اْلقُرْانَ لَا يُجَاوِزُ تَرَاقِيَهُمْ كُلَّمَا قَطَعَ قَرْنٌ نَشَأَ قَرْنٌ حَتَّى يَكُوْنَ آخِرُهُمْ مَعَ اْلمَسِيْخِ الدَّجَّالِ

“ Akan muncul sekelompok manusia dari arah Timur, yang membaca al-Quran namun tidak melewati tenggorokan mereka. Tiap kali Qarn (kurun / generasi) mereka putus, maka muncul generasi berikutnya hingga generasi akhir mereka akan bersama dajjal “ (Diriwayatkan imam Thabrani di dalam Al-Kabirnya, imam imam Abu Nu’aim di dalam Hilyahnya dan imam Ahmad di dalam musnadnya)

Ketika Sayyidina Ali dan para pengikutnya selesai berperang di Nahrawain, seseorang berkata :

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَبَادَهُمْ وَأَرَاحَنَا مِنْهُمْ

“ Alhamdulillah yang telah membinasakan mereka dan mengistirahatkan kita dari mereka “, maka sayyidina Ali menyahutinya :

كَلاَّ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ إِنَّ مِنْهُمْ لَمَنْ هُوَ فِي أَصْلاَبِ الرِّجَالِ لَمْ تَحْمِلْهُ النِّسَاءُ وَلِيَكُوْنَنَّ آخِرَهُمْ مَعَ اْلمَسِيْحِ الدَّجَّال

“ Sungguh tidak demikian, demi jiwaku yang berada dalam genggaman-Nya, sesungguhnya akan ada keturunan dari mereka yang masih berada di sulbi-sulbi ayahnya dan kelak keturunan akhir mereka akan bersama dajjal “.

https://www.google.com/amp/s/satuislam.wordpress.com/2014/02/16/sabda-nabi-saww-tentang-wahabi/amp/