Minggu, 20 September 2020

Garam Epsom

 


4 Manfaat Garam Epsom untuk Kesehatan

dr. Andika Widyatama

Salah satu jenis garam yang istimewa adalah garam Epsom. Pernah mendengarnya? Kalau belum, yuk kenali manfaat garam Epsom untuk kesehatan.

Klikdokter.com, Jakarta Meski terlihat seperti garam pada umumnya, garam Epsom tidak digunakan untuk memasak. Garam yang berasal dari Epsom, Surrey, Inggris (atau sering disebut garam Inggris) ini cukup populer sebagai campuran untuk berendam setelah menjalani hari yang panjang. Selebritas seperti Gwyneth Paltrow pun diketahui menyenangi garam ini. Yuk ketahui serangkaian manfaat garam Epsom untuk kesehatan!

Garam Epsom memiliki kandungan yang sangat berbeda dari garam dapur atau garam untuk memasak lainnya. Garam Epsom terdiri dari campuran dua mineral alami, yaitu magnesium sulfat, serta oksigen. Dari segi rasa, garam ini cenderung pahit, bukan asin seperti garam masak lainnya.

Penggunaan garam Epsom umumnya dengan cara dilarutkan di dalam air bak mandi. Ketika dilarutkan dalam air, garam akan melepaskan ion magnesium dan sulfat yang kemudian akan diserap oleh kulit. Selanjutnya, larutan garam tersebut digunakan untuk berendam.

Serangkaian manfaat garam Epsom

Anda dapat melarutkan dua cangkir garam Epsom di dalam air bak mandi, lalu berendam selama minimal 15 menit. Manfaat yang bisa Anda dapatkan antara lain:

Mengatasi sulit tidur


Garam Epsom dipercaya dapat membantu Anda yang mengalami kesulitan tidur. Kandungan magnesium dalam garam ini dipercaya dapat merangsang Anda untuk tidur. Magnesium tersebut dapat membantu tubuh memproduksi hormon yang menimbulkan rasa kantuk, yaitu melatonin. Di samping itu, magnesium dalam garam Epsom juga dapat membantu mengurangi stres, sehingga dapat membuat Anda lebih relaks dan mudah tertidur.

Mengatasi nyeri otot dan sendi


Garam Epsom diketahui juga dapat mengurangi nyeri otot dan kram otot setelah berolahraga. Khasiat ini datang dari magnesium yang dapat membantu tubuh dalam menyerap gula dan asam laktat. Selain itu, magnesium juga dipercaya dapat mengatasi nyeri sendiri yang diakibatkan oleh proses peradangan sendi 

Menebalkan rambut


Kebotakan atau rambut rontok juga dapat diatasi dengan bantuan penggunaan garam Epsom. Mencuci rambut dengan garam ini diketahui dapat membantu menambah volume rambut, sehingga rambut terlihat lebih tebal.

Campurkan garam Epsom dengan kondisioner, usapkan di kepala, dan biarkan selama 20 menit untuk mendapatkan rambut yang lebih bervolume. Tak hanya itu, garam Epsom juga dipercaya dapat melembapkan rambut dan kulit kepala.

Mengatasi konstipasi


Kandungan magnesium dalam garam mineral dapat menimbulkan mekanisme penarikan air ke dalam rongga usus. Mekanisme tersebut dapat membuat feses lebih lunak dan melancarkan pergerakan usus, sehingga proses defekasi (buang air besar) pun menjadi lebih mudah.

Oleh karena itu, garam Epsom juga bisa digunakan untuk membantu mengatasi konstipasi. Nah, khusus untuk manfaat ini, biasanya garam ini perlu diminum. Caranya, campurkan 2-6 sendok teh garam ke dalam satu cangkir air, lalu minum.

Meskipun memiliki serangkaian manfaat kesehatan dan popularitasnya menanjak karena banyak selebritas yang menggunakannya, nyatanya masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut mengenai khasiat garam Epsom.

Di sisi lain, juga terdapat efek samping penggunaan garam yang mungkin bisa timbul. Di antaranya adalah diare, nyeri perut, mengantuk, bercak merah, gatal, sesak napas, bibir bengkak, pusing, perubahan irama jantung, kelemahan otot, berkeringat, hingga pingsan. Jika Anda merasakan beberapa efek samping ini, sebaiknya hentikan penggunaan dan segera memeriksakan diri ke dokter.

Meski berkhasiat, tapi beberapa orang mungkin kurang cocok dengan garam ini, misalnya kulit menjadi kering. Namun, jangan patah semangat, karena garam juga bisa dicampurkan dengan minyak kelapa atau minyak esensial lainnya.

Cukup banyak juga, ya, manfaat garam Epsom untuk kesehatan?! Meski tergolong aman, Anda tetap harus menggunakannya secara bijak. Anda pun sebaiknya berada dalam pengawasan dokter jika memiliki kondisi kesehatan seperti penyakit ginjal, penyakit jantung, diabetes, nyeri perut hebat, konstipasi berat, mual, muntah, perforasi usus, dan radang usus besar.

https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/3624815/4-manfaat-garam-epsom-untuk-kesehatan

Jumat, 18 September 2020

berlindung kepada-kpd Allah dari sesat atau disesatkan

:اللَّهُمَّ أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَضِلَّ أَوْ أُضَلَّ ، أَوْ أَزِلَّ أَوْ أُزَلَّ ، أَوْ أَظْلِمَ أَوْ أُظْلَمَ ، أَوْ أَجْهَلَ أَوْ يُجْهَلَ عَلَيَّ

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu, jangan sampai aku sesat atau disesatkan (oleh setan atau orang berwatak setan), berbuat kesalahan atau disalahi, tergelincir atau digelincirkan orang, menzhalimi (menganiaya) atau dizhalimi (dianiaya), dan berbuat bodoh atau dibodohi.”

يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيثُ أَصْلِحْ لِي شَأْنِي كُلَّهُ، وَلَا تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ


Artinya: “Wahai Dzat yang Maha Hidup, serta Maha Berdiri Sendiri, dengan rahmat-Mu aku memohon pertolongan, perbaiki seluruh urusan atau keadaanku, dan janganlah Engkau mewakilkan aku kepada diriku sendiri dalam sekejap mata pun. (HR. Imam An-Nasai, Imam al-Bazzar dengan sanad yang Shahih juga Imam al-Hakim).


Selasa, 08 September 2020

Mereka membunuhi kaum muslimin dan membiarkan para penyembah berhala.”

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memberitakan sifat mereka ini dalam sabdanya :
 يَقْتُلُوْنَ أَهْلَ اْلإِسْلاَم وَيَدَعُوْنَ أَهْلَْ اْلأَوْثَانِ ” ….Membunuh pemeluk Islam dan membiarkan penyembah berhala ….” (Hadits Riwayat Bukhari, VI/376, No. 3644, Muslim II/42 No. 1064) 


Pemikiran Khawarij yang masih tetap eksis hingga sekarang bahkan sampai akhir zaman seperti yang diberitakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Meskipun Khalifah Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘Anhu telah menumpas sebagian besar tokoh-tokohnya pada peperangan Nahrawan yang terkenal itu, akan tetapi benih-benih pemikirannya masih tetap bertahan. Begitu pula pada hari ini, meskipun para alim ulama telah memperingatkan umat dari bahaya bid’ah Khawarij ini, toh pemikiran-pemikiran ala Khawarij tetap laris manis di tengah-tengah kaum muslimin, khususnya generasi muda. Mayoritas orang-orang yang terjebak dalam bid’ah Khawarij pada awalnya tidak menyadari bahwa pemikiran yang bercokol dalam benaknya adalah benih-benih bid’ah Khawarij. Setelah larut di dalamnya dan setelah terbawa arus dan telah terkondisi, mereka tidak dapat melepaskan diri darinya. Persis seperti virus rabies yang menggerogoti penderitanya. Sebagai contoh sekarang ini muncul sebuah pemikiran bahwa dalam menjatuhkan vonis kafir terhadap seseorang sekarang ini tidak dibutuhkan lagi proses penegakan hujjah jikalau ia melakukan kekufurannya itu karena kejahilan yang bisa dihilangkannya dengan menuntut ilmu, tapi hal itu tidak dilakukannya karena malas atau lalai, ia tidak bisa dimaafkan, ia dapat dihukumi kafir. Karena malas belajar bukanlah alasan untuk melakukan kekufuran. Demikian yang diungkapkan oleh Abdul Mun’im Mushtafa Halimah dalam bukunya berjudul Ath-Thaghut. Hal itu jelas merupakan prolog menuju akar pemikiran Khawarij yang royal mengkafirkan kaum muslimin. Contoh pemikiran lainnya: Dalam menetapkan bahwa seseorang telah menghalalkan dosa yang dilakukannya cukup dengan qarinah (indikasi kuat) bahwa ia telah menghalalkannya. Mereka beralasan karena sekarang ini tidak mungkin seseorang mengatakan terang-terangan bahwa ia telah menghalalkan dosa yang diperbuatnya. Jadi cukup dengan indikasi kuat tadi. Apa yang dikatakan oleh Abdul Mun’im Mushtafa Halimah berikut ini dalam bukunya tersebut adalah buktinya: “Persyaratan adanya pernyataan halal yang bersifat mutlak sebagaimana yang dinyatakan oleh para ulama itu kelihatannya sulit diterima oleh kalangan murji’ah modern. Karena mereka hanya menerima istilah ‘menyatakan halal’ apabila diucapkan dengan lisan bahwa ia menghalalkan hukum selain hukum Allah dari lubuk hatinya. Pernyataan seperti itu tidak akan dilontarkan oleh thaghut dari segala thaghut sekalipun di muka bumi ini. Adapun indikasi-indikasi yang terlihat dari amal perbuatan mereka jelas menunjukkan bahwa mereka menghalalkan hal itu. Bahkan menunjukkan kekufuran dan penghinaan terhadap hukum Allah tersebut, bagi mereka (murji’ah modern) tidak bisa dijadikan patokan.” Cobalah lihat, tanpa disadari benih-benih pemikiran Khawarij kembali muncul. Hal ini harus diwaspadai oleh kaum muslimin! Jika tidak bukan mustahil mereka akan menjadi korban! Dahulu telah dikatakan: Aku mengenal kejahatan bukan untuk melakukannya Akan tetapi agar dapat menghindarkan diri darinya Barangsiapa yang tidak dapat membedakan antara yang baik dengan yang jahat Dikhawatirkan ia terjerumus dalam kejahatan itu Hudzaifah Ibnul Yaman Radhiyallahu ‘Anhu juga rajin bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tentang kejahatan-kejahatan yang bakal muncul dengan harapan dapat menjauhkan diri dari kejahatan tersebut. Melihat gejala yang tumbuh di tengah-tengah umat pada hari ini, yaitu maraknya pemikiran-pemikiran bid’ah Khawarij khususnya di kalangan pemuda, maka kami mengetengahkan sebuah makalah yang ditulis oleh Fathi Abdullah Sultan berjudul ‘Metodologi Ibnu Taimiyah Dalam Membedah Bid’ah Khawarij’. Semoga makalah tersebut dapat bermanfaat bagi kita semua.

 Akhir-akhir ini muncul kembali benih-benih generasi khawarij di beberapa negeri kaum muslimin. Kaum muslimin harus waspada terhadap fenomena tersebut! Agar orang yang memiliki secercah ilmu dapat mengidentifikasi hakikat permasalahan, dapat menetapkan hukum secara benar dan dapat membedakan antara kesalahan yang bisa dimaklumi dan kesalahan yang tidak bisa dimaklumi, yaitu kesalahan yang berpangkal dari asas ahlu bid’ah. Khususnya bid’ah yang berkaitan dengan masalah pengkafiran kaum muslimin, penghalalan darah, harta dan tempat tinggal mereka. Pertama : Hal itu harus didasarkan kepada kaidah-kaidah ilmiah yang merujuk kepada pedoman generasi Salafus Shalih dalam memahami Al-Qur’an dan As-Sunnah berikut teknis penerapannya di lapangan. Kedua : Seluk-beluk bid’ah Khawarij harus dipahami, khususnya yang berkaitan dengan kaidah-kaidah dan asal-usul bid’ah mereka. Kedua perkara penting di atas dapat diwujudkan secara paripurna dengan menilik kembali warisan-warisan ilmiah yang telah ditinggalkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah. Khususnya untuk mengetahui ciri-ciri kaum Khawarij dari masa ke masa. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah memiliki keistimewaan khusus dalam membahas persoalan tersebut! Sebelum kita memulai pembahasan, selayaknya kita perhatikan beberapa perkara penting yang telah diingatkan oleh Ibnu Taimiyah: 1. Kaum Khawarij ini muncul pertama kali pada masa kekhalifahan Ali bin Abi Thalib Radhiyallaahu ‘Anhu. Mereka terkenal dengan ketekunan dalam beribadah, seperti shalat, puasa, tilawah Al-Qur’an, zuhud dan beberapa aspek ibadah lahiriyah lainnya yang tidak didapati pada mayoritas sahabat nabi. Namun sayangnya mereka menyimpang dari sunnah Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi wa Sallam dan menyempal dari kaum muslimin. Mereka telah membunuh seorang muslim bernama Abdullah bin Khabbab dan merampas binatang-binatang ternak milik kaum muslimin. Inilah bid’ah yang pertama kali muncul dalam sejarah Dienul Islam dan merupakan bid’ah yang paling banyak dikecam dalam sunnah Nabi dan atsar Salafus Shalih. Tokoh utama merekalah yang pertama kali menyanggah Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi wa Sallam dengan mengatakan: “Berlaku adillah wahai Muhammad, karena Anda belum berlaku adil!” Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi wa Sallam telah memerintahkan kaum muslimin untuk membunuh dab memerangi kaum Khawarij ini. Dan ini terwujud ketika para sahabat keluar bersama Ali bin Abi Thalib Radhiyallaahu ‘Anhu untuk memerangi mereka. Banyak sekali hadits-hadits nabi Shallallaahu ‘Alaihi wa Sallam yang memerintahkan supaya memerangi mereka serta menceritakan ciri-ciri mereka. Hingga Imam Ahmad bin Hambal rahimahullah berkata: “Hadits tentang Khawarij ini dinyatakan shahih dari sepuluh sisi.” Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: 

يَقْرَءُونَ الْقُرْآنَ لاَ يُجَاوِزُ تَرَاقِيَهُمْ . يَحْقِرُ أَحَدُكُمْ صَلاَ تَهُ مَعَ صَلَاتِهِمْ وَصِيَامَهُ مَعَ صِيَامِهِمْ يَمْرُقُونَ مِنَ الدِّينِ مُرُوقَ السَّهْمِ فَمَنْ أَدْرَكَهُمْ فَلْيَقْتُلْهُمْ فَإِنَّ فِي قَتْلِهِمْ أَجْرًا عَظِيمًا عِنْدَ الهِ لِمَنْ قَتَلَهُمْ 

Mereka membaca Al-Qur’an tapi tidak melewati kerongkongan mereka (tidak memahaminya). Salah seorang dari kalian merasa shalatnya lebih rendah nilainya daripada shalat mereka, puasanya lebih rendah nilainya daripada puasa mereka, tilawahnya lebih rendah nilainya daripada tilawah mereka. Mereka telah melesat keluar dari Islam sebagaimana anak panah melesat dari busurnya.  Dimana saja kamu jumpai bunuhlah mereka sebab telah tersedia pahala yang besar di Hari Kiamat bagi yg membunuh mereka. 

2. Kaum Khawarij ini akan tetap ada hingga datang masa keluarnya Dajjal. Hadits-hadits berkaitan dengan Khawarij ini diriwayatkan dalam berbagai versi. Dalam hadits Abu Barzah riwayat An-Nasa’i disebutkan:
 
يَخْرُجُ فِي آخِرِ الزَّمَانِ قَوْمٌ كَأَنَّ هَذَا مِنْهُمْ يَقْرَءُونَ الْقُرْآنَ لاَ يُجَاوِزُ تَرَاقِيَهُمْ يَمْرُقُونَ مِنَ اْلإِسْلاَمِ كَمَا يَمْرُقُ السَّهْمُ مِنَ الرَّمِيَّةِ سِيمَاهُمُ التَّحْلِيقُ لاَ يَزَالُونَ يَخْرُجُونَ حَتَّى يَخْرُجَ آخِرُهُمْ مَعَ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ فَإِذَا لَقِيتُمُوهُمْ فَاقْتُلُوهُمْ هُمْ شَرُّ الْخَلْقِ وَالْخَلِيقَةِ 

Akan muncul di akhir zaman nanti suatu kaum, sepertinya orang ini (gembong khawarij Dzul Khuwaisirah) termasuk kelompok mereka, yang membaca Al-Qur’an akan tetapi tidak melewati tenggorokan mereka (tidak memahaminya). Mereka telah keluar dari Islam sebagaimana anak panah melesat dari busurnya. Ciri-ciri mereka adalah menggundul kepala. Mereka akan tetap muncul hingga akhir zaman bersama Dajjal. Apabila kalian menemui mereka, perangilah! Mereka adalah seburuk-buruk makhluk bentuk maupun perangainya. Dalam kitab Majmu’ Fatawa (28/496), 

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Rahimahullah berkata: “Dalam beberapa riwayat hadits lain telah diceritakan bahwa kelompok ini akan tetap muncul sampai zaman keluarnya Dajjal. Alim ulama telah sepakat bahwa kelompok Khawarij ini bukan hanya pasukan tentara yang menyertai Dajjal.” 

3.Alim ulama telah menggolongkan setiap pengikut hawa nafsu serta ahli bid’ah yang memiliki pemikiran seperti mereka dalam jajaran Khawarij. Sebagaimana dimaklumi bahwa bentuk-bentuk khuruj (pembangkangan) dalam Dienul Islam sangat banyak sekali. 

4. Syariat telah mengecam dengan keras kelompok khawarij bahkan memerintahkan agar memerangi mereka meskipun mereka memiliki kebaikan dan ketekunan dalam beribadah. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Rahimahullah berkata: “Meskipun shalat, puasa dan tilawah Al-Qur’an mereka sangat banyak, ibadah dan kezuhudan mereka teruji, namun Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tetap memerintahkan agar memerangi mereka. Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘Anhu telah melaksanakan perintah Rasulullah tersebut bersama beberapa orang sahabat nabi lainnya. Mereka memerangi pasukan Khawarij yang telah menyimpang dari sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan syariat yang beliau bawa.” [Lihat Majmu’ Fatawa 11/473] 

Perlu diketahui bahwa kaum Khawarij ini menapaki beberapa fase hingga dapat mengkristalkan lalu merealisasikan bid’ah mereka. Pertama kali mereka menampilkannya dalam bentuk prolog-prolog yang mereka sokong dengan berbagai argumentasi. Lalu mereka mengetengahkan alasan-alasan mengapa harus memilih dan mewujudkan pemikiran sesat tersebut. Setelah itu memaksakan pemikiran-pemikiran yang menurut mereka harus diterima itu walaupun harus dengan menggunakan senjata (kekerasan). Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah t
 Sebenarnya kaum Khawarij ini tidak bermaksud menyelisihi Al-Qur’an, akan tetapi mereka salah dalam menginterpretasikannya. Sy

aikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menjelaskan: “Bid’ah yang pertama kali muncul, yaitu bid’ah Khawarij, penyebabnya adalah interpretasi keliru terhadap kandungan Al-Qur’an, sebenarnya mereka tidak bermaksud melanggarnya! Akan tetapi mereka salah menafsirkannya. Mereka berasumsi bahwa nash-nash ancaman itu berkonseksuensi kafirnya para pelaku dosa besar! Mereka beranggapan bahwa seorang mukmin itu harus baik dan bertakwa, konseksuensinya siapa saja yang tidak baik dan tidak bertakwa maka ia tergolong kafir dan kekal dalam api neraka. Kemudian mereka menandaskan: “Utsman, Ali dan orang-orang yang membela mereka berdua bukanlah tergolong orang-orang yang beriman. Karena mereka telah berhukum dengan selain hukum Allah, demikian kata mereka! Jadi, ada dua pendahuluan bagi bid’ah Khawarij ini: 1. Siapa saja yang perbuatan dan pendapatnya menyalahi Al-Qur’an maka ia tergolong kafir. 2. Utsman, Ali dan orang-orang yang membela mereka termasuk kategori demikian. Oleh sebab itu hendaklah ekstra hati-hati dalam menjatuhkan vonis kafir terhadap kaum muslimin hanya karena dosa dan kesalahan yang dilakukan. Sebab itulah bid’ah yang pertama kali muncul dalam Islam. Dengan dalih tersebut mereka menghalalkan darah dan harta kaum muslimin. Dalam banyak hadits Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah mengecam mereka dan memerintahkan agar memerangi mereka.” [Lihat Majmu’ Fatawa 13/30-31] PEMBAHASAN KEDUA : AKAR BID’AH KHAWARIJ Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menggolongkan bid’ah Khawarij ini sebagai bid’ah yang besar, sebagaimana halnya Syi’ah Rafidhah dan sejenisnya. Ketika menerangkan perbedaan antara Rafidhah dan Khawarij, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menjelaskan: “Akar kesesatan mereka (Khawarij) adalah keyakinan mereka bahwasanya para Imam serta segenap kaum muslimin telah menyimpang dari kebenaran dan telah sesat. Itu pula yang merupakan akar kesesatan setiap kelompok yang menyimpang dari sunnah nabi, seperti halnya Rafidhah dan kelompok-kelompok lainnya! Kemudian mereka nyatakan kufur setiap perbuatan yang mereka anggap sebuah tindak kezhaliman. Lalu mereka menjatuhkan sanksi-sanksi hukum yang mereka ada-adakan atas setiap kekufuran! Itulah tiga pokok dasar kelompok-kelompok yang menyimpang dari As-Sunnah, seperti Haruriyah (Khawarij), Rafidhah (Syi’ah) dan yang lainnya. Dalam setiap kesempatan mereka berusaha melepaskan asas-asas dasar Dienul Islam sehingga mereka keluar dari Islam sebagaimana panah melesat dari busurnya. Ibnu Taimiyah memandang akar bid’ah Khawarij dari dua sisi: 1. Menyelisihi sunnah Rasulullah. 2. Konseksuensi-konseksuensi batil yang ditimbulkannya. Dalam Majmu’ Fatawa (19/72-73), Ibnu Taimiyah menerangkan: “Ada dua faktor utama yang menyebabkan kaum Khawarij ini menyempal dari jama’ah kaum muslimin: 1. Mereka telah menyelisihi Sunnah nabi. Mereka pandang jelek perkara yang baik-baik dan mereka pandang baik perkara yang buruk. Itulah yang mereka tunjukkan di hadapan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, yaitu ketika Dzul Khuweisharah At-Tamimi berkata kepada beliau: “Berlaku adillah, sesungguhnya engkau tidak berlaku adil!” Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menjawab: “Celakalah engkau, siapakah lagi yang berlaku adil jika aku tidak berlaku adil! Sungguh telah merugi dan celakalah diriku jika aku tidak berlaku adil!” 2. Mereka memvonis kafir kaum muslimin karena dosa dan kesalahan yang dilakukan, serta menerapkan sanksi-sanksi hukum atas vonis yang telah mereka jatuhkan itu, yaitu penghalalan darah dan harta kaum muslimin. Mereka menganggap negeri kaum muslimin sebagai darul harb (negeri kafir yang mesti diperangi) dan hanya negeri mereka sajalah yang berhak disebut darul iman. Kemudian Syaikhul Islam menerangkan ekses-ekses negatif yang timbul akibat dua faktor di atas. Beliau menjelaskan: “Setiap muslim hendaknya berhati-hati dari dua faktor tersebut berikut dampak-dampak negatif yang ditimbulkannya, seperti membenci kaum muslimin, melaknat, mengecam serta menghalalkan darah dan harta mereka. Kedua faktor di atas jelas menyelisihi kaidah Ahlu Sunnah wal Jama’ah. Sedang siapa saja yang menyelisihi Sunnah maka ia tergolong mubtadi’ (ahli bid’ah) yang telah menyimpang dari Sunnah Rasulullah. Barangsiapa mengkafirkan kaum muslimin karena dosa yang mereka perbuat kemudian memperlakukan mereka sebagai orang kafir, maka ia telah memisahkan diri dari Ahlu Sunnah wal Jama’ah. Perlu diketahui bahwa mayoritas ahlu bid’ah dan hawa nafsu muncul melalui dua faktor di atas. PEMBAHASAN KETIGA : REFERENSI UTAMA DAN METODE KHAWARIJ DALAM PENGAMBILAN DALIL Khawarij biasa berpegang kepada tekstual ayat-ayat Al-Qur’an. Mereka menolak hadits-hadits nabi yang sepintas lalu bertentangan dengan tekstual ayat-ayat tersebut. Bahkan mereka tidak segan-segan membuang hadits-hadits mutawatir dengan alasan bertentangan dengan teks ayat. Ibnu Taimiyah menuturkan sebagai berikut: “Apabila Anda telah mengetahui akar-akar bid’ah dari uraian sebelumnya, maka ketahuilah bahwa akar bid’ah Khawarij adalah memvonis kafir pelaku dosa. Mereka yakini sebagai dosa perkara-perkara yang sebenarnya bukan dosa. Mereka memandang wajib mengikuti Al-Qur’an saja dan menolak hadits yang bertentangan dengan teks ayat Al-Qur’an, meskipun hadits tersebut derajatnya mutawatir. Dan memvonis kafir orang-orang yang tidak sependapat dengan mereka. Bahkan mereka membolehkan berbuat apa saja terhadap orang-orang yang menyelisihi mereka melebihi perlakuan terhadap orang-orang kafir, dengan keyakinan orang-orang tersebut telah murtad dari Islam. Oleh sebab itu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyatakan bahwa: يَقْتُلُونَ أَهْلَ الإِسْلاَمِ وَيَدَعُونَ أَهْلَ اْلأَوْثَانِ “Mereka membunuhi kaum muslimin dan membiarkan para penyembah berhala.” Dengan dasar itu mereka mengkafirkan Utsman, Ali serta para pembela mereka berdua. Dan mereka juga mengkafirkan orang-orang yang turut serta dalam kancah peperangan Shiffin! Masih banyak lagi pemikiran-pemikiran mereka yang kotor lainnya! [Silakan lihat Majmu’ Fatawa 3/355] Kaum Khawarij telah terjerumus dalam dua perkara yang sangat berbahaya: 1. Meninggalkan kewajiban berpegang teguh dengan sunnah nabi. Mereka berpendapat bahwa hal itu tidak wajib! Dalam Majmu’ Fatawa (20/104), Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata: “Dosa dan kesalahan ahlu bid’ah adalah karena meninggalkan apa yang telah diperintahkan kepada mereka, yaitu mengikuti Sunnah nabi dan menetapi jama’ah kaum muslimin. Akar bid’ah Khawarij adalah keyakinan mereka bahwa mentaati Rasul hukumnya tidak wajib bila bertentangan dengan teks Al-Qur’an menurut persepsi mereka. Sikap tersebut merupakan salah satu bentuk meninggalkan kewajiban.” Dalam kesempatan lain beliau menambahkan: “Kaum Khawarij beranggapan bahwa Rasul bisa berbuat zhalim dan tersesat dalam sunnahnya, oleh karena itu menurut mereka mentaati dan mengikuti rasul bukanlah suatu keharusan. Mereka hanya mempercayai apa yang disampaikan Rasul di dalam Al-Qur’an, adapun As-Sunnah yang menurut mereka bertentangan dengan tekstual Al-Qur’an, tidaklah mereka terima.” [Silakan lihat Majmu’ Fatawa 19/73] 2. Menafsirkan Al-Qur’an dengan akal pikiran mereka. Selain tidak menerima As-Sunnah yang menurut klaim mereka bertentangan dengan tekstual Al-Qur’an, mereka juga memahami Al-Qur’an seenak perut mereka saja, mereka menafsirkannya menurut logika dan hawa nafsu. Terutama dalam menafsirkan nash-nash yang berisi ancaman, mereka jatuh dalam kekeliruan yang fatal dalam menafsirkannya. Ketika mengulas perbedaan antara bid’ah Rafidhah dengan Khawarij Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata: “Diantara perbedaan tersebut: Khawarij mengikuti nash-nash Al-Qur’an yang mereka pahami sendiri, sementara Rafidhah mengikuti Imam Ma’shum yang sebenarnya tidak ada. Dalam hal ini Khawarij lebih bagus daripada Rafidhah.” [Silakan lihat Majmu’ Fatawa 28/483] Demikianlah penilaian Ibnu Taimiyah setelah kita ketahui bersama bahwa beliau menggolongkan keduanya sebagai bid’ah yang besar! Dalam kesempatan lain Ibnu Taimiyah menyatakan: “Demikian pula kaum Khawarij ini menganut keyakinan wajibnya mengikuti Al-Qur’an meskipun mereka pahami menurut akal pikiran mereka dan berkeyakinan tidak wajib mengikuti As-Sunnah yang bertentangan dengan tekstual ayat Al-Qur’an. Sementara Rafidhah menganut keyakinan wajibnya mengikuti Madzhab Ahli Bait, mereka mengklaim bahwa diantara Ahli Bait terdapat Imam yang ma’shum, yang tidak ada satupun ilmu yang tersembunyi atasnya, tidak pernah salah, baik disengaja, terlupa ataupun sadar.” [Lihat Majmu’ Fatawa 28/491] Bagi yang mengikuti uraian Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah di atas tentulah dapat melihat bahwa: Khawarij tidak memiliki buku-buku yang berbicara khusus tentang dasar-dasar pemikiran mereka. Pemikiran-pemikiran tersebut dibiarkan terekam di dalam akal mereka tidak dituangkan dalam bentuk tulisan. Di samping itu mereka menyokongnya dengan asas-asas bid’ah. Dengan itu mereka leluasa menjatuhkan vonis kafir terhadap orang-orang yang mereka anggap murtad dan memaksa kaum muslimin lainnya untuk menjatuhkan vonis kafir tersebut. Oleh sebab itu sangat sulit mendeteksi mereka pada awal kemunculannya sehingga mereka memiliki wilayah tempat mewujudkan seluruh bid’ah-bid’ah mereka itu. Berbeda dengan kelompok-kelompok bid’ah lainnya yang memiliki buku-buku yang menjelaskan dasar-dasar pemikiran kelompok masing-masing sehingga akar bid’ah mereka lebih mudah diidentifikasi. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata: “Kaum Khawarij hanya mengikuti As-Sunnah yang telah terperinci bukan yang menyelisihi tekstual Al-Qur’an. Menurut mereka boleh jadi seorang pezina tidak hukum rajam, tidak ada batasan tertentu yang menyebabkan seseorang berhak dipotong tangannya karena mencuri, seorang murtad tidak perlu dihukum mati, karena semua itu (yakni rajam, batasan barang yang dicuri hingga pencurinya berhak dipotong tangannya dan hukuman bagi orang murtad) tidak disebutkan dalam Al-Qur’an. Pemikiran-pemikiran Khawarij dapat kita ketahui melalui penukilan-penukilan orang tentang mereka. Kita belum mendapatkan satupun buku yang mereka karang tentang dasar-dasar pemikiran mereka. Sebagaimana kita dapat temui buku-buku tentang dasar-dasar pemikiran Mu’tazilah, Rafidhah, Zaidiyah, Karramiyah, As’ariyah, Salimiyah, Madzhab yang empat, Zhahiriyah, Ahlu Hadits, Falasifah, Shufiyah dan lain-lain.” [Silakan lihat Majmu’ Fatawa 13/48-49] (Diterjemahkan secara bebas oleh: Abu Ihsan Al-Atsari Al-Medani) [Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 08/Tahun V/1422H/2001M Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km. 8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 08121533647, 08157579296] Home /Dakwah : Firaq/Metodologi Ibnu Taimiyah Dalam...


Selasa, 25 Agustus 2020

bacaan ‎wirid ‎dan ‎terjemah


Bacaan Wirid Sesudah Sholat Beserta Artinya :

Ini adalah bacaan wirid yang sering dipakai oleh Imam Panorama Kota Bengkulu dan para jamaah terutama orang Lembak Bengkulu. Ini adalah warisan para leluhur. Mungkin terdapat sedikit perbedaan dari wirid yang lain, tapi pada umumnya hampir sama. Semoga bermanfaat...


أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ، اَلَّذِيْ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ اْلحَيُّ اْلقَيُّوْمُ، وَأَتُوْبُ

(3X) إِلَيْهِ


Astaghfirullahal 'azhiim allazii laa ilaha illaa huwal hayyul qoyyuum wa atuubu ilaih. (3x)


Artinya : "Saya mohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung, tidak ada tuhan melainkan Dia, Yang Maha hidup yang terus-menerus mengurus makhluk-Nya, dan Saya bertobat kepada-Nya."



،لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ اْلمُلْكُ وَلَهُ اْلحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ

(10X) وَهُوَعَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ


Laa ilaha illallaahu wahdahu laa sharikalah lahul mulku wa lahul-hamdu yuhyii wa yumiit wa huwa `alaa kulli shaiin qodiir (10x)


Artinya; "Tidak ada tuhan yang wajib disembah kecuali Allah, Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nyalah segala kerajaan, dan bagi-Nya segala puji. Dialah yang menghidupkan dan mematikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. "



(7X) اَللَّهُمَّ اَجِرْنَا مِنَ النَّارِ

 Allahumma ajirnaa minannar (7x)  Artinya : "Ya Allah, lindungilah Aku dari api neraka."



اَللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ، وَمِنْكَ السَّلاَمُ، وَإِلَيْكَ يَعُوْدُ السَّلاَمُ، فَحَيِّنَا رَبَّنَا بِالسَّلاَمُ، وَأَدْخِلْنَا اْلجَنَّةَ دَارَ السَّلاَمِ، تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ يَا ذَاالْجَلاَلِ وَاْلإِكْرَامِ


Allaahumma antas salaam wa mingkas salaam wa ilaika ya'uudus salaam fa hayyinaa rabbanaa bis salaam wa adkhilnal jannata daaras salaam tabaarakta rabbanaa wa ta'aalaita yaa dzal jalaali wal ikraam


Artinya: "Ya Allah, Engkau adalah Zat yang mempunyai kesejahteraan dan daripada-Mu lah kesejahteraan itu dan kepada-Mu lah akan kembali lagi segala kesejahteraan itu, maka hidupkan lah kami ya Allah dengan sejahtera. Dan masukkan lah kami ke dalam surga kampung kesejahteraan. Engkaulah yang kuasa memberi berkah yang banyak dan Engkaulah Yang Maha Tinggi, wahai Zat yang memiliki keagungan dan kemuliaan."


،أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيْمِ

أَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ، أَلرَّحْمَٰنِ الرَّحِيْمِ، مَالِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ، إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ، إِهْدِنَا الصِّرَاطَ اْلمُسْتَقِيْمَ، صِرَاطَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ اْلمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّآلِّيْنَ، آمِيْنَ

A’udzubilla himinas shaithanirrajim. Bismillaa hirrahmaanir rahiim. Alhamdulillaahirabbil `aalamiin. Arrahmaanirrahiim. Maalikiyaumiddiin. Iyyaakana' buduwaiyyaakanasta'iin. Ihdinasshiraathal mustaqiim. Shiraathalladziina an 'amta `alaihim ghoiril maghdhuubi `alaihim wa laddhaalliin. Aamiin. (Al-Fatehah : 1-7)


Artinya: "Aku berlindung kepada Allah dari godaan syetan yang terkutuk. Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam, Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang, Pemilik hari pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat. Semoga Allah memperkenankan."  (Al-Fatehah : 1-7)



وَإِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ، لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الرَّحْمَٰنُ الرَّحِيْمِ

Wa ilaahukum ilaahu waahid, Laa ilaaha illaa huwarrahmaanurrahiim. (Al-Baqarah 163)


Artinya: "Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa, tidak ada tuhan melainkan Dia, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang." (Al-Baqarah 163)



أَللهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَهُ مَا فِيْ السَّمَاوَاتِ وَمَا فِيْ الْأَرْضِ ۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُوْدُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ

Allaahu laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyuum, laa ta'khudzuhuu sinatu wa laa nauum, lahu maa fissamaawaati wa maa filardh, man dzal-ladzii yasfa`u `indahu illaa biidznih, ya'lamu maa baina aidiihim wa maa kholfahum wa laa yuhiithuuna bishai im min `ilmihi illaa bimaa shaak, wasi'a kursiyyuhus samaawaati wal ardh, wa laa ya uduhu hifzhuhumaa wa huwal `aliyyul `azhim. (Al-Baqarah 255)


Artinya: "Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Yang Maha hidup, Yang terus-menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang dihadapan mereka dan apa yang di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Mahatinggi, lagi Mahabesar." (Al-Baqarah 255)



شَهِدَ اللَّهُ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ وَالْمَلَائِكَةُ وَأُوْلُوْ الْعِلْمِ قَائِمًا بِالْقِسْطِ ۚ لَاإِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ، إِنَّ الدِّيْنَ عِنْدَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ

Shahidallahu annahu laa ilaaha illaa huwa, walmalaaikatu wa ulul ilmi qoo iman bilqist laa ilaha illaa huwal ‘aziizul hakim. Innaddinna ‘indallohil islam. (Ali Imran 18-19)


Artinya: "Allah menyatakan bahwasannya tidak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang menegakkan keadilan. Para malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Sesungguhnya agama yang diridhoi Allah hanyalah Islam." (Ali Imran 18-19)



قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ ۖ بِيَدِكَ الْخَيْرُ ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ. تُوْلِجُ اللَّيْلَ فِيْ النَّهَارِ وَتُوْلِجُ النَّهَارَ فِيْ اللَّيْلِ ۖ وَتُخْرِجُ الْحَيَّمِنَ الْمَيِّتِ وَتُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ ۖ وَتَرْزُقُ مَنْ تَشَاءُ بِغَيْرِحِسَابٍ

Qulillahumma maalikalmulki tuktil mulka man tashaau watanzi ’ul mulka mimman tashaau watu’izzu man tashaa watuzillu man tasha biiyadikal ghairu innaka ‘ala kulli shaiin qodiir. Tuulijullaila finnahaari watuulijunnahaara fillaili watukhrijulhayya minal mayyiti watukhrijul mayyita minal hayyii watarzuqu mantashaau bighairi hisaab. (Ali-Imran: 26-27)


Artinya : "Katakanlah "Wahai Tuhan yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki, dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau beri rezeki siapa yang Engkau kehendaki tanpa perhitungan (batas)." (Ali-Imran: 26-27)



إلَهِيْ رَبِّيْ يَارَبَّنَ يَامَعْبُوْدَ، سُبْحَنَكَ 

(33X) سُبْحَنَ اللّه


Illahi rabbi ya rabbana ya ma'bud. Subhanaka… Subhanallah (33x)…

Artinya : "Ya Allah Ya Tuhanku Ya Pujaanku. Maha Suci Allah."


سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ دَائِمًا أَبَدًا، أَلْحَمْدُلِلهِ

(33X) أَلْحَمْدُلِلهِ


Subhanallahu wabihamdihii daa’iman abadaa. Alhamdulillah… Alhamdulillah (33x)…

Artinya : "Maha Suci Allah dan puji-pujian selamanya. Alhamdulillah."



أَلْحَمْدُلِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ عَلَىٰ كُلِّ حَالٍ وَفِيْ كُلِّ حَالٍ وَ نِعْمَةٍ،أَللهُ أَكْبَرُ
(33X) أَللهُ أَكْبَرُ

Alhamdulillahirrabbil’alamin ‘ala kulli halliw wafi kulli halliw  wa ni’mah. Allahu akbar (33x)…

Artinya : "Puji syukur kehadirat Allah tuhan semesta alam, dalam masalah apapun nikmat Allah adalah yang terbesar. Allah Maha Besar."



أَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَاْلحَمْدُ ِللهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً، لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ اْلمُلْكُ وَلَهُ اْلحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ، وَهُوَعَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، وَإِلَيْكَ الْمَصِيْرُ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ اْلعَلِيِّ اْلعَظِيْمِ، أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ

Allaahu akbar kabiiraw walhamdu lillaahi kasiiraw wa subhaanallaahi bukrataw wa ashilaa. Laa ilaha illallaahu wahdahu laa shariika lah, lahul mulku wa lahul hamdu yuhyi wa yumiit wa huwa `alaa kulli shai in qodir. Wa ilaikal mashir. Wa laa haula wa la quwata illaa billaahil `aliyyil `aziim. Astaghfirullaahal`aziim.


Artinya: "Allah Mahabesar lagi sempurna kebesaran-Nya. Segala puji hanya bagi Allah dengan pujian yang banyak. Maha Suci Allah sepanjang pagi dan petang. Tidak ada tuhan melainkan Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dialah yang memiliki kekuasaan dan bagi-Nyalah segala puji, Dialah Zat yang menghidupkan dan yang mematikan. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. dan hanya kepada Engkaulah kami kembali. Dan tidak ada daya upaya dan kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah Yang Mahatinggi lagi Maha Mulia. Saya mohon ampun kepada Allah Yang Maha agung. Saya meminta pengampunan dari Allah SWT. "



أَللَّهُمَّ لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ وَلَامُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ وَلَا رَادَّ لِمَا قَضَيْتَ وَلَا يَنْفَعُ ذَالْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ


Allahumma laa maani’alima, a’thoita walaa mu’tiyalimaa, mana’ta walaa radda limaa, qoddaita walaa yamfa’u dzaljaddi mingkal jadd.


Artinya: "Ya Allah, Aku tidak keberatan dengan apa yang telah kuberikan, dan kepada siapa aku telah memberikan, aku tidak meminta balasan dari apa yang telah kulakukan, dan juga tidak memanfaatkan diriku darimu.""



أَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ النَّبِيِّ الْاُمِّيّ وَعَلَىٰ آلِهِ وَصَحْبِهِ وَبَارِكْ وَسَلَّمْ

Allahumma salli wasllim 'ala saidinaa muhammadin 'abdika warasulikannabiyyilummii wa'alaa aalihi wasahbihi wabaarik wasallam.


Artinya : "Ya Allah, berilah selawat sejahtera kepada penghulu kami Muhammad, hamba-Mu dan utusan-Mu Nabi yang Ummi (tidak boleh membaca) dan kepada keluarga baginda dan sahabat baginda beserta berkah sejahtera."



أَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَىٰ مُحَمَّدٍ كُلَّمَا ذَكَرَكَ الذَّاكِرُوْنَ وَغَفَلَ عَنْ ذِكْرِكَالْغَافِلُوْنَ

Allahumma shalli ‘ala muhammadin kullamaa dzakarakaz dzaakiruna wa ghafala ‘an dzikrikal ghaafilun. (Salawat Imam Syafi'i)

Artinya: "Ya Allah, limpakanlah shalawat atas Nabi kami, Nabi Muhammad, selama orang-orang yang ingat menyebut-Mu dan orang-orang yang lalai melupakan untuk menyebut-Mu." (Salawat Imam Syafi'i)


وَسَلِّمْ وَرَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْ سَادَتِنَا أَصْحَابِ رَسُوْلِ اللهِ أَجْمَعِيْنَ، وَحَسْبُنَا الله وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ، نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ، وَلَاحَوْلَ وَلَاقُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ

Wasallim wa radhiyallahu ta'aala 'an saadaatinaa ash haabi rasuulillahi ajma-iin. Wa hasbunallah wa ni’mal wakil, Ni’mal maula wa ni’man nashir.  Wa laa haula walaa quwwata illaa billahil 'aliyil 'azim. Astaghfirullaahal`aziim.


Artinya : "Dan semoga Allah Ta'ala memberikan kesejahteraan dan keridhoan kepada junjungan kami, yaitu sahabat rasulullah semuanya. Cukuplah Allah tempat berserah diri bagi kami, sebaik-baik pelindung kami, dan sebaik-baik penolong kami. Dan tiada daya dan tiada kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Agung. Saya meminta pengampunan dari Allah SWT. "



(2X) يَا لَطِيْفُ يَا كَافِيْ     يَا حَفِيْظُ يَا شَافِيْ

Yaa laathiifu yaa kaafii ... Yaa haafii zhuyaa shaafii... (2X)

Artinya: "Yang Maha Lembut, Maha Mencukupi, Maha Memelihara, Maha Penyembuh segala penyakit."



أَللهُ يَا لَطِيْفُ يَا وَافِيْ      أَللهُ يَاكَرِيْمُ أَنْتَ الله

Allah yaa laathiifu yaa waafii... Allahu yaa kaariimu ‘antaallaah...

Artinya: "Allah Yang Maha Lembut, Allah Maha Mencukupi lagi Maha Mulia."


يَاحُدَ       لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ       أَللهُ     لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ

Yaa hud... Laa iilaa haaiillallaah... Allah... Laa iilaa haaiillallaah…

Artinya: "Yang satu... Tiada tuhan selain Allah... Allah... Tiada tuhan selain Allah..."


مَوْجُوْدَ       لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ       أَللهُ     لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ

Maujud... Laa iilaa haaiillallaah... Allah... Laa iilaa haaiillallaah...

Artinya: "Wujud(Ada)... Tiada tuhan selain Allah... Allah... Tiada tuhan selain Allah..."



مَعْبُوْدَ       لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ       أَللهُ     لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ

Ma'bud... Laa iilaa haaiillallaah... Allah... Laa iilaa haaiillallaah...

Artinya: "Disembah... Tiada tuhan selain Allah... Allah... Tiada tuhan selain Allah..."


مَشْهُوْدَ      لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ        أَللهُ     لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ

Mashud... Laa iilaa haaiillallaah…Allah... Laa iilaa haaiillallaah...

Artinya: "Disaksi... Tiada tuhan selain Allah... Allah... Tiada tuhan selain Allah..."


عَظِيْمَ      لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ       دَائِمَ     لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ
’Azim... Laa iilaa haaiillallaah... Daaim... Laa iilaa haaiillallaah...
Artinya: "Maha Agung... Tiada tuhan selain Allah... Maha Kekal... Tiada tuhan selain Allah..."


لَااِلَهَ اِلَّااللهُ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ كَلِمَةُ حَقٍّ عَلَيْهَا نَحْيَا وَعَلَيْهَا نَمُوْتُ وَبِهَا نُبْعَثُ إِنْ شَاءَ اللهُ تَعَالَى بِرَحْمَةِ اللهِ وَكَرَامِهِ مِنَ الْأَمِنِيْنَ

Laa ilaha illallaahu muhammadur rasuulullaahi shallallaahu 'alaihi wasallam, kalimatu haqqin 'alaihaa nahyaa wa'alaihaa namuutu wabihaa nub'atsu inshaa allaahu ta'aalaa birahmatillahi wakaraamihi minal aaminiin.


Artinya: "Tidak ada Tuhan kecuali Allah, Muhammad SAW adalah utusan Allah, yang dengan kalimat itu kami berpegang teguh dalam hidup, dan ketika kami mati. Dengan kalimat itu kami dihidupkan kembali, insha Allah dengan curahan rahmat dan kemuliaan-Nya, kami mendapat keamanan."


Bila ada kesalahan menulis dan menerjemahkan, mohon dikoreksi.


Senin, 24 Agustus 2020

asmaul husna 99

Berikut daftar 99 asmaul husna beserta maknanya.

NoAsmaul Husna LatinAsmaul Husna ArabArtinya
1Ar RahmanالرحمنYang Maha Pengasih
2Ar RahiimالرحيمYang Maha Penyayang
3Al MalikالملكYang Maha Merajai
4Al QuddusالقدوسYang Maha Suci
5As SalaamالسلامYang Maha Memberi Kesejahteraan
6Al Mu`minالمؤمنYang Maha Memberi Keamanan
7Al MuhaiminالمهيمنYang Maha Mengatur
8Al AzizالعزيزYang Maha Perkasa
9Al JabbarالجبارYang Memiliki Mutlak Kegagahan
10Al MutakabbirالمتكبرYang Maha Megah
11Al KhaliqالخالقYang Maha Pencipta
12Al BaariالبارئYang Maha Melepaskan
13Al MushawwirالمصورYang Maha Membentuk Rupa
14Al GhaffaarالغفارYang Maha Pengampun
15Al QahhaarالقهارYang Maha Memaksa
16Al WahhaabالوهابYang Maha Pemberi Karunia
17Ar RazzaaqالرزاقYang Maha Pemberi Rezeki
18Al FattaahالفتاحYang Maha Pembuka Rahmat
19Al `AliimالعليمYang Maha Mengetahui
20Al QaabidhالقابضYang Maha Menyempitkan
21Al BaasithالباسطYang Maha Melapangkan
22Al KhaafidhالخافضYang Maha Merendahkan
23Ar RaafiالرافعYang Maha Meninggikan
24Al Mu`izzالمعزYang Maha Memuliakan
25Al MudzilالمذلYang Maha Menghinakan
26Al SamiiالسميعYang Maha Mendengar
27Al BashiirالبصيرYang Maha Melihat
28Al HakamالحكمYang Maha Menetapkan
29Al `AdlالعدلYang Maha Adil
30Al LathiifاللطيفYang Maha Lembut
31Al KhabiirالخبيرYang Maha Mengenal
32Al HaliimالحليمYang Maha Penyantun
33Al `AzhiimالعظيمYang Maha Agung
34Al GhafuurالغفورYang Maha Memberi Pengampunan
35As SyakuurالشكورYang Maha Pembalas Budi
36Al `AliyالعلىYang Maha Tinggi
37Al KabiirالكبيرYang Maha Besar
38Al HafizhالحفيظYang Maha Memelihara
39Al MuqiitالمقيتYang Maha Pemberi Kecukupan
40Al HasiibالحسيبYang Maha Membuat Perhitungan
41Al JaliilالجليلYang Maha Luhur
42Al KariimالكريمYang Maha Pemurah
43Ar RaqiibالرقيبYang Maha Mengawasi
44Al MujiibالمجيبYang Maha Mengabulkan
45Al WaasiالواسعYang Maha Luas
46Al HakiimالحكيمYang Maha Maka Bijaksana
47Al WaduudالودودYang Maha Mengasihi
48Al MajiidالمجيدYang Maha Mulia
49Al Baa`itsالباعثYang Maha Membangkitkan
50As SyahiidالشهيدYang Maha Menyaksikan
51Al HaqqالحقYang Maha Benar
52Al WakiilالوكيلYang Maha Memelihara
53Al QawiyyuالقوىYang Maha Kuat
54Al MatiinالمتينYang Maha Kokoh
55Al WaliyyالولىYang Maha Melindungi
56Al HamiidالحميدYang Maha Terpuji
57Al MuhshiiالمحصىYang Maha Menghitung
58Al MubdiالمبدئYang Maha Memulai
59Al Mu`iidالمعيدYang Maha Mengembalikan Kehidupan
60Al MuhyiiالمحيىYang Maha Menghidupkan
61Al MumiituالمميتYang Maha Mematikan
62Al HayyuالحيYang Maha Hidup
63Al QayyuumالقيومYang Maha Mandiri
64Al WaajidالواجدYang Maha Penemu
65Al MaajidالماجدYang Maha Mulia
66Al WahidالواحدYang Maha Tunggal
67Al AhadالاحدYang Maha Esa
68As ShamadالصمدYang Maha Dibutuhkan
69Al QaadirالقادرYang Maha Menentukan
70Al MuqtadirالمقتدرYang Maha Berkuasa
71Al MuqaddimالمقدمYang Maha Mendahulukan
72Al Mu`akkhirالمؤخرYang Maha Mengakhirkan
73Al AwwalالأولYang Maha Awal
74Al AakhirالأخرYang Maha Akhir
75Az ZhaahirالظاهرYang Maha Nyata
76Al BaathinالباطنYang Maha Ghaib
77Al WaaliالواليYang Maha Memerintah
78Al Muta`aaliiالمتعاليYang Maha Tinggi
79Al BarruالبرYang Maha Penderma
80At TawwaabالتوابYang Maha Penerima Tobat
81Al MuntaqimالمنتقمYang Maha Pemberi Balasan
82Al AfuwwالعفوYang Maha Pemaaf
83Ar Ra`uufالرؤوفYang Maha Pengasuh
84Malikul Mulkمالك الملكYang Maha Penguasa Kerajaan
85Dzul Jalaali Wal Ikraamذو الجلال و الإكرامYang Maha Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan
86Al MuqsithالمقسطYang Maha Pemberi Keadilan
87Al Jamii`الجامعYang Maha Mengumpulkan
88Al GhaniyyالغنىYang Maha Kaya
89Al MughniiالمغنىYang Maha Pemberi Kekayaan
90Al MaaniالمانعYang Maha Mencegah
91Ad DhaarالضارYang Maha Penimpa Kemudharatan
92An NafiiالنافعYang Maha Memberi Manfaat
93An NuurالنورYang Maha Bercahaya
94Al HaadiiالهادئYang Maha Pemberi Petunjuk
95Al Badii’البديعYang Maha Pencipta
96Al BaaqiiالباقيYang Maha Kekal
97Al WaaritsالوارثYang Maha Pewaris
98Ar RasyiidالرشيدYang Maha Pandai
99As ShabuurالصبورYang Maha Sabar