Sabtu, 13 Maret 2021

Minggu, 07 Maret 2021

Siapa saja yg potensi jadi khawarij ?

1. Orang belajar alquran sendiri dari terjemah dan buku buku tanpa memperhatikan makna secara lughoh, makna tafsir, makna berdasar riwayat, dan asal usul turunya ayat (asbanul nuzul) 
2. Orang belajar sendiri alquan hadits tanpa guru cuma berpatokan hadits sahih saja dan terjemah alquran saja
3. Orang yg tidak sadar gurunya khawarij
4. Orang yg suka mengkritik kyai
5. Orang yg menafsirkan ayat berdasarkan logika dan akal fikirannya

Terus gimana kita dapat ilmu
1. Belajar dari buku hanya untuk diri sendiri tdk untuk disampaikan
2. Berusaha mengaji kepada guru yang punya sanad nyambung ke rasulullah saw
3. Waspada guru atau ulama  khawarij cirinya al.: tidak punya sanad yg jelas, setiap baca hadits sahih sdh berani atas nama rasululah saw.semua ayatquran atas nama Allah bahkan berani bersumpah nama Allah. Dan bisa tiba tiba jadi ustadz, jadi kyai , atau ngaku ulama, intinya setiap mendapat kebenaran untuk menvonis orang lain ahli bid'ah, musyik, fasiq, dhalim
4. Ulama, kyaidan ustadz khawarij sering mengkritik tahlilan, kritik baca yasin, bahkan ngajak tobat sesama muslim, tapi tdk beranimenfkritik penyembah berhala. 
5. Menafsirkan ayat, mamaknai ayat persis apa yg tertulis pada terjemahan, tidak memiliki ilmu sama sekali, bukan ahlul ilmi , tapi jangan terjebak mereka banyak yg hafidz quran  tapi gak ahli fiqih ilmunya dangkal

Selasa, 02 Maret 2021

Beli Emas Secara Tunai


Cara beli emas di Pegadaian berikutnya adalah secara tunai melalui program Mulia Tunai.Program ini merupakan layanan pembelian emas secara tunai di seluruh kantor Pegadaian Galeri 24 dengan persyaratan melampirkan identitas diri. Anda bisa memilih emas dengan berat mulai dari 1 gram hingga 1 kg. Anda akan mendapatkan sertifikat dan kuitansi. Simpan baik-baik keduanya karena dokumen ini akan dibutuhkan saat Anda ingin menjualnya kembali.

Perlu Anda ketahui, semakin kecil jumlah emas yang dibeli, maka harga per gramnya akan semakin mahal. Namun, saat Anda hendak menjual kembali, emas dengan berat kecil akan cepat terjual dibandingkan emas batangan dalam jumlah besar. Sudah tahu kan bagaimana caranya membeli emas di Pegadaian? Pilih cara pembelian yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan Anda. Jadi, siap untuk muali berinvestasi di tahun 2018?

Pengeluaran pagar stenless trisno

1. Pengeluaran pagar stenless trisno 10.000.000 juli 2020
2. Pembayaran terakhir plafon ke trisno dari uang wakaf produktif
3. Subsidi alat CCTV 3,5jt kabel, teknisi budi bagong (sisa uang dan ust. wartono habis) 

Senin, 22 Februari 2021

wanita yang menggunakan wewangian

Rasulullah SAW pernah berkata kepada Abu Hurairah RA tentang perkara wewangian bagi muslimah saat menjalankan sholat. Dalam hadits yang diriwayatkan Muslim ini, Rasulullah bersabda: 

أيما امرأةٍ أصابت بخورًا، فلا تشهدْ معنا العشاءَ الآخرةَ

“Siapapun wanita yang menggunakan dupa (wewangian), maka janganlah ikut menghadiri sholat isya bersama kami.” (HR Muslim).

Dalam riwayat lain disebutkan: 

عن أبي هريرة رضي الله عنه أنه استقبلته -أي في الطريق- امرأة متطيبة فقال: أين تريدين يا أمة الجبار؟ فقالت المسجد. فقال: وله تطيبت؟ قالت نعم. قال أبو هريرة إنه قال: أيما امرأة خرجت من بيتها متطيبة تريد المسجد لم يقبل الله عز وجل لها صلاة حتى ترجع فتغتسل

 Abu Hurairah pernah bertemu dengan seorang wanita yang menggunakan wewangian dan hendak pergi ke masjid. Abu Hurairah pun bertanya, “Wahai hamba Allah, hendak pergi kemana kamu?” Lalu wanita itu menjawab, “Hendak ke masjid,” Abu Hurairah berkata lagi, “Karena hendak ke masjid, kamu memakai wewangian?”

Lalu wanita itu mengangguk. Maka Abu Hurairah pun berkata, “Sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah bersabda, ‘Siapapun wanita yang memakai wewangian, kemudian keluar menuju masjid, maka sholatnya tidak diterima hingga dia mandi.” (HR  Abu Dawud). 

Rasulullah SAW juga pernah bersabda kepada Abu Musa Al-Asyari tentang bahaya menggunakan wewangian. Dalam hadits yang diriwayatkan An-Nasa’i tersebut Rasulullah SAW bersabda: 

أَيُّمَا امْرَأَةٍ اسْتَعْطَرَتْ فَمَرَّتْ عَلَى قَوْمٍ لِيَجِدُوا رِيحَهَا فَهِيَ زَانِيَةٌ، وَكُلُّ عَيْنٍ زَانِيَةٌ

“Siapun wanita yang menggunakan minyak wangi (wewangian), lalu berjalan melewati sekelompok kaum agar mereka dapat mencium bau wanginya, maka wanita itu adalah penzina,” (HR An-Nasa’i).



Kamis, 18 Februari 2021

Meski Hafal Al Quran Namun Hidayah Seolah Enggan Mendekati Perempuan Ini


ALKISAH sebuah pesawat terbang melintasi daratan Afrika. Diantara penumpang pesawat itu ialah Habib Quraisy, disebelahnya ada seorang ibu tua berpakaian dengan penutup semisal jilbab. Usia ibu itu berkisar antara 65 atau 70 tahun. Sepanjang perjalanan, terjadi dialog diantara kedunya. Ibu itu menyapa Habib Quraisy dan menanyakan tempat tujuannya dengan berbahasa arab yang fasih.

“Kemana Anda akan pergi?” tanya ibu itu.

“Saya akan transit ke Yordan kemudian melanjutkan perjalanan ke Yaman,” jawab habib.

“Dimana asal Anda?”
“Saya berasal dari Indonesia,” jawab habib.

Mengetahui Habib Quraisy orang Indonesia, ibu itu kemudian mengubah percakapannya menggunakan bahasa Indonesia. Padahal dari logatnya, habib nampaknya mengetahui jika ibu itu orang Jerman.

“Adik di Indonesia dimana?” tanya ibu itu melanjutkan.

“Saya di Jawa”.

Sejalan dengan waktu, perbincangan ibu itu mengarah kepada hal-hal yang berkaitan dengan agama. Ia mulai mengupas pembahasan Al Qur’an dengan indah dan mahirnya. Habib pun penasaran atas kehebatannya menjelaskan Al Qur’an dan bertanya,

“Apakah Ibunda hafal Al Qur’an ?”

“Ya, saya telah menghafal Al Qur’an dan saya rasa tidak cukup hanya menghafal Al Quran sehingga saya berusaha menghapal Tafsir Jalalain dan saya pun hafal.”

Tidak sampai disitu saja, ibu itu melanjutkan pembicaraannya.

“Namun Al Qur’an harus bergandengan dengan hadist. Sehingga saya kemudian berupaya lagi menghafal hadist tentang hukum sehingga saya hafal kitab hadist Bulughul Marom di luar kepala.”

Lantas saya masih belum merasa cukup, karena di dalam Islam bukan hanya ada halal dan haram tapi harus ada fadhailul amal, maka saya pilih kitab Riyadhus Sholihin untuk saya hafal dan saya hafal,” tutur ibu itu mengenai pendalamannya tentang Islam kepada Habib Quraisy.

“Di sisi agama ada namanya tasawuf, maka saya cendrung pada tasawuf sehingga saya memilih kitab Ihya Ulumuddin dan sampai saat ini saya sudah 50 kali mengkhatamkan membacanya. Saking seringnya saya membaca Ihya Ulumuddin sampai-sampai Bab Ajaibul Qulub saya hafal di luar kepala.”

Habib Quraisy terperangah melihat kehebatan dan luar biasanya ibu itu. Namun karena tidak mau percaya begitu saja, Habib pun akhirnya mencoba menguji kebenaran perkataannya. Apakah benar ia telah hafal Al Qur’an? Apakah benar ia menguasai Tafsir Jalalain tentang asbabun nuzul dan qaul Ibnu Abbas?

Setelah melalui beberapa pertanyaan. Ternyata memang benar ibu itu hafal Al Qur’an, bahkan ia mampu menjawab tafsirnya dengan mahir dan piawai.

Ketika Habib mengangkat permasalahan ihya mawat yang ada di dalam kitab Bulughul Maram ibu itu pun menjabarkannya dengan cukup jelas.

Ketika Habib membahas tentang hadist Riyadhus Sholihin, ibu itu menyebutkan sesuai apa yang disebutkan dalam kitab Dalailul Falihin sebagai syarah kitab hadist tersebut.

Dan lagi, saat ibu itu menjelaskan masalah psikologi hati berbasis kitab Ihya Ulumuddin pada pasal ajaibul qulub. Kembali Habib dibuat heran oleh ibu itu. Menurutnya–sejauh ini selain gurunya–Habib belum pernah menemukan orang sekaliber ibu tersebut yang duduk tepat di sampingnya.

Tak lama, pesawat yang ditumpangi habib dan ibu itu landing. Saat pesawat itu sudah benar-benar berhenti, para penumpang semuanya menyiapkan diri termasuk barangnya bawaannya untuk menuruni pesawat. Begitu pula ibu itu mengambil tasnya yang di ada di kabin, karena sudah merasa kenal, habib mencoba membantu mengambilkan tas ibu itu dan menurunkan tiga tas lainnya ke lantai pesawat.

Subhanallah. Ketika Ibu itu menunduk untuk mengambil tasnya, seutas seutas kalung yang bertanda palang salib nampak terlihat.
Seperti petir menyambar di siang bolong, Habib Quraisy menunduk dengan lemah. Ibu itu hanya tersenyum dan mengatakan, “Akan saya jelaskan kepadamu nanti di hotel”.

Akhirnya keduanya bertemu. Kepada Habib Quraisy, ibu itu menjelaskan, “Saya bukan orang Kristen, mengapa saya keluar dari Kristen? Karena saya menganggap Kristen itu hanya dongeng belaka. Dan kalung ini bukan berarti saya Kristen, ini adalah pemberian almarhumah ibu saya.”

Ibu itu pun mengatakan bahwa ia telah mempelajari beberapa agama, Kristen, Hindu dan juga Islam. Ia juga sempat mengungkapkan ketertarikannya mengenai keagungan yang ada di balik wahyu Allah Swt dan hadits Nabi Muhammad Saw.

“Ibu apa agamanya sekarang?” tanya habib.

Saya tidak beragama.

“Seandainya Ibu masuk agama Islam, begitu membaca syahadat, ibu akan langsung mendapat titel ustadzah haji”. karena demikian luas ilmu yang ia miliki kata Habib.

Mungkin karena saya belum dapat hidayah dari Allah,” jawab ibu itu.

Habib Quraisy sempat menetaskan air mata bersyukur kepada Allah Swt, bagaimana orang seperti dia yang sudah hafal Al Qur’an dan lain sebagainya, belum Allah izinkan untuk beriman kepada-Nya. Sementara kita tanpa usaha apapun, telah dipilih oleh Allah Swt untuk menjadi seorang yang muslim.

Ibu itu bernama Ann Marie Schimmel, ahli terkemuka dalam literatur Islam dan mistisisme (tasawuf), berkebangsaan Jerman. Ann mengajar di 3 Universitas terkemuka di 3 negara berbeda. Ann dikenal memiliki ingatan fotografis. Wafat tahun 2003 di usia 80 thn. 






Banyak pesantren tahfidz quran tapi tidak ahli fiqh

Kisah nyata atheis hafidz quran

Apakah Ibunda hafal Al Qur’an ?”

“Ya, saya telah menghafal Al Qur’an dan saya rasa tidak cukup hanya menghafal Al Quran sehingga saya berusaha menghapal Tafsir Jalalain dan saya pun hafal.”

Tidak sampai disitu saja, ibu itu melanjutkan pembicaraannya.

“Namun Al Qur’an harus bergandengan dengan hadist. Sehingga saya kemudian berupaya lagi menghafal hadist tentang hukum sehingga saya hafal kitab hadist Bulughul Marom di luar kepala.”

Lantas saya masih belum merasa cukup, karena di dalam Islam bukan hanya ada halal dan haram tapi harus ada fadhailul amal, maka saya pilih kitab Riyadhus Sholihin untuk saya hafal dan saya hafal,” tutur ibu itu mengenai pendalamannya tentang Islam kepada Habib Quraisy.

“Di sisi agama ada namanya tasawuf, maka saya cendrung pada tasawuf sehingga saya memilih kitab Ihya Ulumuddin dan sampai saat ini saya sudah 50 kali mengkhatamkan membacanya. Saking seringnya saya membaca Ihya Ulumuddin sampai-sampai Bab Ajaibul Qulub saya hafal di luar kepala.”

Habib Quraisy terperangah melihat kehebatan dan luar biasanya ibu itu. Namun karena tidak mau percaya begitu saja, Habib pun akhirnya mencoba menguji kebenaran perkataannya. Apakah benar ia telah hafal Al Qur’an? Apakah benar ia menguasai Tafsir Jalalain tentang asbabun nuzul dan qaul Ibnu Abbas?

Setelah melalui beberapa pertanyaan. Ternyata memang benar ibu itu hafal Al Qur’an, bahkan ia mampu menjawab tafsirnya dengan mahir dan piawai.

Ketika Habib mengangkat permasalahan ihya mawat yang ada di dalam kitab Bulughul Maram ibu itu pun menjabarkannya dengan cukup jelas.

Ketika Habib membahas tentang hadist Riyadhus Sholihin, ibu itu menyebutkan sesuai apa yang disebutkan dalam kitab Dalailul Falihin sebagai syarah kitab hadist tersebut.

Dan lagi, saat ibu itu menjelaskan masalah psikologi hati berbasis kitab Ihya Ulumuddin pada pasal ajaibul qulub. Kembali Habib dibuat heran oleh ibu itu. Menurutnya–sejauh ini selain gurunya–Habib belum pernah menemukan orang sekaliber ibu tersebut yang duduk tepat di sampingnya.

Tak lama, pesawat yang ditumpangi habib dan ibu itu landing. Saat pesawat itu sudah benar-benar berhenti, para penumpang semuanya menyiapkan diri termasuk barangnya bawaannya untuk menuruni pesawat. Begitu pula ibu itu mengambil tasnya yang di ada di kabin, karena sudah merasa kenal, habib mencoba membantu mengambilkan tas ibu itu dan menurunkan tiga tas lainnya ke lantai pesawat.

Subhanallah. Ketika Ibu itu menunduk untuk mengambil tasnya, seutas seutas kalung yang bertanda palang salib nampak terlihat.
Seperti petir menyambar di siang bolong, Habib Quraisy menunduk dengan lemah. Ibu itu hanya tersenyum dan mengatakan, “Akan saya jelaskan kepadamu nanti di hotel”.


Akhirnya keduanya bertemu. Kepada Habib Quraisy, ibu itu menjelaskan, “Saya bukan orang Kristen, mengapa saya keluar dari Kristen? Karena saya menganggap Kristen itu hanya dongeng belaka. Dan kalung ini bukan berarti saya Kristen, ini adalah pemberian almarhumah ibu saya.”

Ibu itu pun mengatakan bahwa ia telah mempelajari beberapa agama, Kristen, Hindu dan juga Islam. Ia juga sempat mengungkapkan ketertarikannya mengenai keagungan yang ada di balik wahyu Allah Swt dan hadits Nabi Muhammad Saw.

“Ibu apa agamanya sekarang?” tanya habib.

“Saya tidak beragama.”

“Seandainya Ibu masuk agama Islam, begitu membaca syahadat, ibu akan langsung mendapat titel ustadzah haji”. karena demikian luas ilmu yang ia miliki kata Habib.

“Mungkin karena saya belum dapat hidayah dari Allah,” jawab ibu itu.

Habib Quraisy sempat menetaskan air mata bersyukur kepada Allah Swt, bagaimana orang seperti dia yang sudah hafal Al Qur’an dan lain sebagainya, belum Allah izinkan untuk beriman kepada-Nya. Sementara kita tanpa usaha apapun, telah dipilih oleh Allah Swt untuk menjadi seorang yang muslim.

Ibu itu bernama Ann Marie Schimmel, ahli terkemuka dalam literatur Islam dan mistisisme (tasawuf), berkebangsaan Jerman. Ann mengajar di 3 Universitas terkemuka di 3 negara berbeda. Ann dikenal memiliki ingatan fotografis. Wafat tahun 2003 di usia 80 thn.