YAYASAN MASJID NURUL ABROR MEJASEM BARAT [SK MENTERI Hukum dan HAM No : AHU - 891.AH. 01014. Tahun 2011] alamat email yayasan.masjid.nurul.abror@gmail.com. Office: Jl. Merapi Raya No 17A Mejasem Barat Kramat Kabupaten. TEGAL 52181 CENTRAL JAVA INDONESIA
Senin, 08 Mei 2023
Mewajibkan suatu yg tidak wajib dosanya sebesar gunung uhud gus baha
"Iyjabuma lam yajib!" Mewajibkan sesuatu yang tidak wajib
Kamis, 04 Mei 2023
"Kenal orang lain resiko" terkait Kunci Nikmat
Surat Thaha (131) dan Pesan singkat Gus Baha terkait Kunci Nikmat
Quran Surat Thaha Ayat 131
وَلَا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ إِلَىٰ مَا مَتَّعْنَا بِهِۦٓ أَزْوَٰجًا مِّنْهُمْ زَهْرَةَ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا لِنَفْتِنَهُمْ فِيهِ ۚ وَرِزْقُ رَبِّكَ خَيْرٌ وَأَبْقَىٰ
Arab-Latin: Wa lā tamuddanna ‘ainaika ilā mā matta’nā bihī azwājam min-hum zahratal-ḥayātid-dun-yā linaftinahum fīh, wa rizqu rabbika khairuw wa abqā
Terjemah Arti: Dan janganlah kamu tujukan kedua matamu kepada apa yang telah Kami berikan kepada golongan-golongan dari mereka, sebagai bunga kehidupan dunia untuk Kami cobai mereka dengannya. Dan karunia Tuhan kamu adalah lebih baik dan lebih kekal.
Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah dalam Tafsir Al-Wajiz menafsirkan bahwa maksud ayat ini adalah merasa kagum pada manusia. Seperti makanan dan minuman yang enak, pakaian yang indah, harta yang banyak, rumah yang besar, wanita yang cantik, dsb.
Sesungguhnya semua itu bunga kehidupan dunia, di mana orang-orang yang tertipu bersenang-senang dengannya, demikian pula orang-orang zalim. Perhiasan itu akan hilang dan ditinggalkan, menyakitkan hati pencintanya dan mereka akan menyesal pada hari kiamat serta akan mereka ketahui bahwa Allah menjadikannya sebagai ujian dan cobaan agar Dia mengetahui siapa yang tergoda dan siapa yang tidak tergoda, yakni tetap baik perbuatannya. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman, “Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang di bumi sebagai perhiasan baginya, agar Kami menguji mereka siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya.–Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menjadikan (pula) apa yang di atasnya menjadi tanah rata lagi tandus.” (Terj. Al Kahfi: 7-8) Sehingga mereka berbuat melampaui batas. Baik yang segera (di dunia) maupun yang ditunda (di akhirat).
Rezeki yang segera berupa ilmu, iman dan hakikat-hakikat amal saleh, sedangkan rezeki yang ditunda berupa kenikmatan yang kekal dan kehidupan yang sejahtera di dekat Ar Rahman (yakni Surga). Ya Allah masukkanlah kami ke surga dan jauhkanlah kami dari neraka. Ya Allah masukkanlah kami ke surga dan jauhkanlah kami dari neraka. Ya Allah masukkanlah kami ke surga dan jauhkanlah kami dari neraka. Dari kenikmatan yang diberikan kepada mereka di dunia. Dalam ayat ini terdapat isyarat, bahwa seorang hamba apabila melihat dirinya tergiur oleh perhiasan dunia, maka hendaknya ia ingat kenikmatan akhirat dan membandingkan keduanya.
Dalam salah satu ceramahnya ada pesan dari Gus Baha yang sekiranya baik sekali untuk direnungkan:
“Kunci nikmat yaitu jangan melihat nikmat hidup orang lain, jadi yang membuat kita tidak bahagia ya karena melihat nikmat hidup orang lain. Makanya turun ayat 131 pada surat Thoha. Jika kamu sudah melihat nikmat hidup orang lain, pasti jadi fitnah”.
Semoga kita selalu bersyukur akan nikmat yang Allah berikan kepada kita.
—————————————-
Kolom ini merupakan ringkasan kajian
Jumat, 14 April 2023
Ucapan terima kasih
YAYASAN MASJID NURUL ABROR MEJASEM BARAT [ SK MENTERI Hukum dan HAM No : AHU - 891.AH. 01014. Tahun 2011] alamat email yayasan.masjid.nurul.abror@gmail.com. Office: Jl. Merapi Raya No 17A Mejasem Barat Kramat Kabupaten. TEGAL 52181 CENTRAL JAVA INDONESIA
Ucapan terima kasih
Kepada yth
Bapak/ibu/sdr.......
Imam/Khotib/Mubaligh/bilal/marbot
Di TEGAL
Assalamu alaikum wrwb
Salam berkah ramadan dan selamat hari idul fitri semoga keslamatan senantiasa terlimpahkan kepada kita semua, sehingga kita masih diberi umur panjang di tahun 1444H dengan sehat wal afiah selamat, mohon maaf lahir dan batin, dengan ini kami haturkan ucapan terima kasih yg sebesar besarnya atas sumbangan besar baik ilmu, pikiran, tenaga, waktu untuk memakmurkan masjid selama bulan ramadhan 1444H th ini, kami hanya bisa haturkan ucapan terima kasih yg setinggi tingginya hanya Allah yg bisa memberi imbalan amal yg lebih baik, wallahukhoirul jazaa aamiin.
Kami atas nama pengurus yayasan dan pengurus masjid nurul abror rw 05 mejasem kramat kab tegal.
Sekretaris Drs Bambang Setiyawan MM
Ketua H. Amir Effendi S.Ag
Tegal, 14 april 2023 m
Kamis, 06 April 2023
Kisah Imam Ahmad dan Istighfar Penjual Roti
Kisah Imam Ahmad dan Istighfar Penjual Roti
Imam Ahmad bin Hanbal ra (murid Imam Syafi'i) dikenal juga sebagai Imam Hanbali. dimasa akhir hidup beliau bercerita, "satu waktu (ketika saya sudah usia tua) saya tidak tau kenapa ingin sekali menuju ke salah satu kota di Irak,".
Padahal tidak ada janji sama orang dan tidak ada hajat. Akhirnya Imam Ahmad pergi sendiri menuju ke kota Bashrah. Beliau bercerita "saat tiba disana waktu Isya', saya ikut shalat berjamaah isya di masjid, hati saya merasa tenang, kemudian saya ingin istirahat". Begitu selesai shalat dan jamaah bubar, imam Ahmad ingin tidur di masjid, tiba-tiba marbot masjid datang menemui imam Ahmad sambil bertanya "kenapa syaikh, mau ngapain disini?". (kata "syaikh" bisa dipakai untuk 3 panggilan, bisa untuk orang tua, orang kaya ataupun orang yang berilmu. Panggilan Syaikh dikisah ini panggilan sebagai orang tua, karena imam Ahmad kelihatan sebagai orang tua).
Marbot tidak tau kalau beliau adalah Imam Ahmad. Dan Imam Ahmad pun tidak memperkenalkan siapa dirinya. Di Irak, semua orang kenal siapa imam Ahmad, seorang ulama besar dan ahli hadis, sejuta hadis dihafalnya, sangat shalih dan zuhud. Zaman itu tidak ada foto sehingga orang tidak tahu wajahnya, cuma namanya sudah terkenal. Kata imam Ahmad "saya ingin istirahat, saya musafir". Kata marbot, "tidak boleh, tidak boleh tidur di masjid. Imam Ahmad melanjutkan bercerita "saya didorong-dorong oleh orang itu disuruh keluar dari masjid, Setelah keluar masjid, maka dikuncilah pintu masjid.
Lalu saya ingin tidur di teras masjid." Ketika sudah berbaring di teras masjid marbotnya datang lagi, marah-marah kepada Imam Ahmad. "Mau ngapain lagi syaikh?" Kata marbot. "Mau tidur, saya musafir" kata imam Ahmad. Lalu marbot berkata, "di dalam masjid tidak boleh, di teras masjid juga tidak boleh". Imam Ahmad diusir. Imam Ahmad bercerita " saya didorong-dorong sampai jalanan". Di samping masjid ada penjual roti (rumah kecil sekaligus untuk membuat dan menjual roti). Penjual roti ini sedang membuat adonan, sambil melihat kejadian imam Ahmad didorong-dorong oleh marbot tadi. Saat imam Ahmad sampai di jalanan, penjual roti itu memanggil dari jauh "mari syaikh, anda boleh nginap di tempat saya, saya punya tempat, meskipun kecil".
Kata imam Ahmad "baik". Imam Ahmad masuk ke rumahnya, duduk dibelakang penjual roti yang sedang membuat roti (dengan tidak memperkenalkan siapa dirinya, hanya bilang sebagai musafir). Penjual roti ini punya perilaku tersendiri, kalau imam Ahmad ngajak ngomong, dijawabnya. Kalau tidak, dia terus membuat adonan roti sambil melafalkan istighfar, Astaghfirullah. Saat meletakkan garam astaghfirullah, memecahkan telur astaghfirullah, mencampur gandum astaghfirullah. Selalu mengucap istighfar.
Imam Ahmad memperhatikan terus. Lalu imam Ahmad bertanya "sudah berapa lama kamu lakukan ini?". Orang itu menjawab "sudah lama sekali syaikh, saya menjual roti sudah 30 tahun, jadi semenjak itu saya lakukan". Imam Ahmad bertanya : "apa hasil dari perbuatanmu ini?", orang itu menjawab "(lantaran wasilah istighfar) tidak ada hajat yang saya minta , kecuali pasti dikabulkan Allah. semua yang saya minta ya Allah...., langsung diterima". (memang Nabi saw pernah bersabda :"siapa yang menjaga istighfar, maka Allah akan menjadikan jalan keluar baginya dari semua masalah dan Allah akan berikan rizki dari jalan yang tidak disangka-sangkanya). Lalu orang itu melanjutkan "semua dikabulkan Allah kecuali satu, masih satu yang belum Allah kabulkan".
Imam Ahmad penasaran kemudian bertanya "apa itu?". Kata orang itu "saya minta kepada Allah supaya dipertemukan dengan imam Ahmad". seketika itu juga imam Ahmad bertakbir, "Allahuakbar, Allah telah mendatangkan saya jauh dari Bagdad pergi ke Bashrah dan bahkan sampai didorong-dorong oleh marbot masjid itu sampai ke jalanan karena istighfarmu"..(penjual roti terperanjat, memuji Allah, ternyata yang di depannya adalah Imam Ahmad).
Sumber : manakib imam Ahmad
Senin, 20 Maret 2023
Nabi Musa AS Saat Sakit Gigi yang Ditegur Allah
Tawakal Nabi Musa AS Saat Sakit yang Ditegur Allah SWT
Allah SWT mengingatkan Nabi Musa agar berikhtiar saat sakit
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Ujian sakit tidak hanya datang pada manusia biasa, namun juga pada para nabi. Salah satu nabi yang pernah mendapat ujian sakit tersebut ialah Nabi Musa AS.
Pada saat beliau sakit, Allah SWT memintanya untuk bertawakal atau berserah diri kepada Allah SWT. Namun, seperti apa tawakal yang dimaksud?
Dikisahkan, tatkala Nabi Musa tertimpa suatu penyakit, orang-orang Bani Israil menjenguknya. Saat mereka mengetahui jenis penyakit yang diderita Nabi Musa, mereka menyarankannya untuk meminum obat tertentu agar bisa sembuh.
Namun, saat itu Nabi Musa menjawab, "Saya tidak akan minum sampai Allah SWT menyembuhkan penyakit saya tanpa meminum obat." Seperti dikisahkan dalam buku berjudul "365 Kisah Teladan Islam" karya Ariany Syurfah, penyakit Nabi Musa tak kunjung sembuh lantaran enggan meminum obat.
Hingga kemudian, Allah menurunkan wahyu kepadanya. "Demi keagungan dan kemuliaan-Ku, Aku tidak akan menyembuhkanmu sampai engkau mengobati dirimu sendiri dengan obat yang mereka sebutkan."
Kemudian, Nabi Musa berkata kepada orang-orang Bani Israil agar mengobatinya dengan obat yang mereka sebutkan. Lalu, mereka segera mengobatinya dan Nabi Musa pun sembuh.
Nabi Musa sempat protes dalam hatinya. Namun, Allah kemudian berfirman lagi. "Apakah dengan tawakalmu (penyerahan dirimu) itu engkau hendak menghancurkan kebijakan-Ku? Adakah selain-Ku yang mampu memberikan manfaat pada obat, tumbuh-tumbuhan, dan berbagai benda lainnya?" Dengan demikian, tawakal atau penyerahan diri kepada Allah SWT pun harus disertai dengan usaha yang nyata.
Sebab, Islam memerintahkan supaya tidak pernah melupakan kewajiban berikhtiar, karena Allah telah menyediakan obat untuk setiap penyakit.
Tentunya, ikhtiar itu harus dibarengi dengan permohonan atau doa kepada Allah SWT.
عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ أَنْزَلَ الدَّاءَ وَالدَّوَاءَ وَجَعَلَ لِكُلِّ دَاءٍ دَوَاءً فَتَدَاوَوْا وَلَا تَدَاوَوْا بِحَرَامٍ
Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya, Allah menurunkan penyakit beserta obatnya, dan Dia telah menetapkan bagi setiap penyakit obatnya. Maka, janganlah berobat dengan perkara yang haram." (HR Abu Dawud).
Ustadz Ukasyah Habibu Ahmad dalam bukunya berjudul "Jangan Asal Sabar" mengatakan, bahwa berobat hanyalah sarana atau wujud ikhtiar manusia dalam memohon pertolongan-Nya. Sebab, kesembuhan itu sendiri datang karena izin dan pertolongan Allah.
Nabi Ibrahim AS pun mengakui bahwa hanya Allah yang dapat menyembuhkan penyakit. Sebagaimana dalam Alquran surah Asy-Syu'araa ayat 80 yang berbunyi: وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ
"Dan, apabila aku sakit, Dia-lah yang menyembuhkan aku."
Syekh Nawawi al-Bantani mengisahkan dalam kitab Fathul Majid, bahwa suatu hari, Nabi Musa mengadukan sakit gigi yang dideritanya kepada Allah. Lalu, Allah memerintahkan Nabi Musa untuk mengambil beberapa helai rumput di suatu tempat. "Letakan rumput itu ke gigimu yang nyeri," seru Allah kepada Nabi Musa.
Allah SWT mengingatkan Nabi Musa agar berikhtiar saat sakit.
Setelah mengikuti perintah Allah, sakit gigi beliau pun reda dan sembuh. Setelah beberapa waktu berlalu, sakit giginya kembali kambuh. Tanpa mengadu kepada Allah terlebih dahulu, Nabi Musa langsung menuju padang rumput yang pernah didatanginya itu.
Dia lantas mengobati giginya seperti yang pernah dilakukannya. Namun, bukannya sembuh, sakit giginya justru semakin parah. Kemudian, Nabi Musa bermunajat kepada Allah SWT. "Tuhanku, bukankah Engkau memerintahkanku dan menunjukkan kepadaku untuk ini?” tanya Nabi Musa.
Allah lantas menjawab, "Aku-lah penyembuh. Aku-lah pemberi kebaikan. Aku-lah yang mendatangkan mudharat dan Aku pula yang mendatangkan kemaslahatan. Pada sakitmu yang pertama, kau mendatangi-Ku dan karenanya Aku sembuhkan penyakitmu. Tetapi, kali ini kau langsung mendatangi rumput itu, bukan mendatangi-Ku."
Dari kisah tersebut, dapat dipetik pelajaran, bahwa ketika kita terimpa penyakit, kita perlu berikhtiar mencari obat untuk mengobati penyakit yang diderita. Akan tetapi, hendaknya tidak berhenti pada ikhtiar saja. Manusia hendaknya menyerahkan urusan kesembuhan penyakit itu kepada Allah dan memohon kepada-Nya agar diberi kesembuhan.
Selasa, 21 Februari 2023
Al Wali Quthbil Ghaust dan Quthbil Akwan
Tidaklah aku diangkat ALLAH SWT menjadi Al Wali Quthbil Ghaust dan Quthbil Akwan melainkan disebabkan aku selalu rutin membaca d'oa :
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِأُمَّةِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
اَللّٰهُمَّ ارْحَمْ أُمَّةَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
اَللّٰهُمَّ اسْتُرْ أُمَّةَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
اَللّٰهُمَّ اجْبُرْ أُمَّةَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
"ALLAHUMMAGHFIR LI UMMATI SAYYIDINA MUHAMMAD,
ALLAHUMMARHAM UMMATA SAYYIDININA MUHAMMAD,
ALLAHUMMASTUR UMMATA SAYYIDINA MUHAMMAD,
ALLAHUMMAJBUR UMMATA SAYYIDINA MUHAMMAD SAW"
4x secara berturut-turut setelah selesai sholat subuh."
"Barangsiapa membaca doa tersebut (Allahummaghfir li ummati Sayyidina Muhammad dst....) empat kali sesudah sholat subuh diantara fadhilah mengamalkannya :
1. Dimasukkan jumlah martabat fadhilah wali qutub
2. Dijadikan kaya dan mudah rizkinya
3. Naik pangkat dunia dan akhiratnya
4. Akhir umurnya husnul khotimah, dan lain-lain.