Selasa, 23 Januari 2018

Pisang Sunpride Agar Terlihat Mulus

Begini Trik Pisang Sunpride Agar Terlihat Mulus

KAMIS, 30 APRIL 2015 14:48 WIB

TEMPO/ Nita Dian

BISNIS.COMJakarta - Pisang Sunpride produksi PT Nusantara Tropical Farm (NTF), anak usaha Gunung Sewu Group, diperlakukan khusus, sehingga memiliki kualitas berstandar ekspor. Pisang-pisang yang mulus dan berwarna kuning cerah tersebut diperlakukan secara istimewa mulai dari pemilihan bibit hingga proses pengemasannya.

Menurut Manajer Sumber Daya Manusia dan Kualitas Produk PT NTF Oom Aulia Amrullah, perusahaannya memerlukan waktu sedikitnya satu tahun untuk bisa memproduksi pisang yang biasa ditemukan di pasar modern tersebut.

"Kami mencoba menanam sampel buah pisang Cavendish dari berbagai varian, kemudian kami pilih yang paling baik, tahan hama, serta produktif," katanya saat melakukan kunjungan terbatas ke kawasan perkebunan PT NTF di Lampung, Rabu, 29 April 2015.

Setelah dipilih, sampel terbaik tersebut akan dikembangkan menjadi bibit melalui kultur jaringan. Bibit-bibit itu kemudian ditanam di lahan perkebunan pisang yang luasnya mencapai 1.700 hektare.

Pohon pisang memerlukan waktu sekitar delapan bulan untuk berbunga. Setelah pohon mulai berbuah, tandan-tandan pisang di setiap pohon akan dilindungi dan dibungkus dengan kertas untuk melindungi buah dari serangan hama. "Pisang sengaja dibungkus supaya tidak terkena sinar matahari dan diganggu hama, jadi kulitnya akan mulus," katanya.

Setelah muncul bunga, dua bulan kemudian barulah buah pisang bisa dipanen. Saat panen, pisang pun diseleksi perusahaannya dengan ketat untuk menentukan buah mana saja yang memiliki kualitas ekspor dengan grade A.

Setidaknya ada tiga kriteria yang harus dimiliki produk layak ekspor atau masuk dalam produk grade A, yakni memiliki kulit yang mulus, panjang buah sekitar 7,5 inci, dan memiliki kalibrasi pada kisaran angka 3,9-4,9.

"Jika buahnya lebih kecil atau lebih besar dari standar tersebut, masuk dalam grade B, untuk dipasarkan dengan brand Sunpride," ujarnya.

Setelah itu, pisang pun siap diekspor. PT NTF menggunakan merek Sunpride untuk pasar di luar negeri, tapi juga membuka peluang bagi buyer untuk menggunakan merek sendiri. Misalnya, produk yang dikirim ke Cina menggunakan merek Victory.

BISNIS.COM

Pematangan Buah Pisang

Meratakan Pemasakan / Pematangan Buah Pisang

Pemasakan atau pematangan buah pisang dilakukan dengan penetesan Ethrel 40 PGR

Teteskan 2-3 tetes Ethrel 40 PGR pada bekas potongan sisir pisang atau 5-10 tetes pada bekas potongan pangkal tandan pisang.

Adab Sopan Santun (Akhlaq) Menurut Islam

Adab Sopan Santun (Akhlaq) Menurut Islam

Saat ini boleh dikata sopan santun sering terlupakan. Anak-anak SMA dengan enteng memanggil kawannya dengan sebutan monyet atau anjing meski sekadar bercanda. Para sopir dengan mudah memaki-maki sopir lain karena saling berebut paling dulu. Anak-anak sekolah karena kata-kata yang buruk akhirnya tawuran yang tak jarang menimbulkan korban jiwa. Itu semua disebabkan karena tiadanya akhlak atau sopan santun. Dulu ada pendidikan “Budi Pekerti”. Namun sekarang tak ada lagi.

Ada juga sebagian orang yang rajin belajar agama dan rajin beribadah kepada Allah, namun akhlaknya kepada sesama manusia sangat buruk. Mereka berjalan dengan sombong dengan muka ke atas seolah-olah surga sudah di tangannya dan yang lain tidak.

Nabi Muhammad tidak begitu. Beliau tetap rendah hati dan berakhlak mulia:

“Sesungguhnya engkau (Muhammad) benar-benar berakhlak yang agung” (Al qalam : 4)

“Hanyalah aku diutus (oleh Allah) untuk menyempurnakan akhlak.” (HR.Ahmad, lihat Ash Shahihah oleh Asy Syaikh al Bani no.45 dan beliau menshahihkannya).
Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu seorang sahabat yang mulia menyatakan : “Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam adalah manusia yang paling baik budi pekertinya.” (HR.Bukhari dan Muslim). Dalam hadits lain anas memuji beliau shalallahu ‘alahi wasallam : “Belum pernah saya menyentuh sutra yang tebal atau tipis lebih halus dari tangan rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam. Saya juga belum pernah mencium bau yang lebih wangi dari bau rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam. Selama sepuluh tahun saya melayani rasulullah shalallahu ‘alahi wa sallam, belum pernah saya dibentak atau ditegur perbuatan saya : mengapa engkau berbuat ini ? atau mengapa engkau tidak mengerjakan itu ?” (HR. Bukhari dan Muslim).
Akhlak merupakan tolak ukur kesempurnaan iman seorang hamba sebagaimana telah disabdakan oleh rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam : “Orang mukmin yang paling sempurna imannya ialah yang terbaik akhlaknya.” (HR Tirmidzi, dari abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, diriwayatkan juga oleh Ahmad. Disahihkan Al Bani dalam Ash Shahihah No.284 dan 751). Dalam riwayat Bukhari dan Muslim dari Abdillah bin amr bin Al ‘Ash radhiallahu ‘anhuma disebutkan : “Sesungguhnya sebaik-baik kalian ialah yang terbaik akhlaknya.”

Kitab Kebajikan, Silaturahmi Dan Adab Sopan Santun

1. Berbakti terhadap kedua orang tua dan bahwa mereka adalah yang paling berhak menerima kebaktian tersebut

Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Seseorang datang menghadap Rasulullah saw. dan bertanya: Siapakah manusia yang paling berhak untuk aku pergauli dengan baik? Rasulullah saw. menjawab: Ibumu. Dia bertanya lagi: Kemudian siapa? Rasulullah saw. menjawab: Kemudian ibumu. Dia bertanya lagi: Kemudian siapa? Rasulullah saw. menjawab: Kemudian ibumu. Dia bertanya lagi: Kemudian siapa? Rasulullah saw. menjawab lagi: Kemudian ayahmu. (Shahih Muslim No.4621)

Hadis riwayat Abdullah bin Umar ra., ia berkata:
Seseorang datang menghadap Nabi saw. memohon izin untuk ikut berperang. Nabi saw. bertanya: Apakah kedua orang tuamu masih hidup? Orang itu menjawab: Ya. Nabi saw. bersabda: Maka kepada keduanyalah kamu berperang (dengan berbakti kepada mereka). (Shahih Muslim No.4623)

2. Mengutamakan kebaktian kepada kedua orang tua daripada salat sunat dan perkara sunat lainnya

Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Seorang yang bernama Juraij sedang salat di sebuah tempat peribadatan, lalu datanglah ibunya memanggil. (Kata Humaid: Abu Rafi` pernah menerangkan kepadaku bagaimana Abu Hurairah ra. menirukan gaya ibu Juraij memanggil anaknya itu, sebagaimana yang dia dapatkan dari Rasulullah saw. yaitu dengan meletakkan tapak tangan di atas alis matanya dan mengangkat kepala ke arah Juraij untuk menyapa.) Lalu ibunya berkata: Hai Juraij, aku ibumu, bicaralah denganku! Kebetulan perempuan itu mendapati anaknya sedang melaksanakan salat. Saat itu Juraij berkata kepada diri sendiri di tengah keraguan: Ya Tuhan! Ibuku ataukah salatku. Kemudian Juraij memilih meneruskan salatnya. Maka pulanglah perempuan tersebut. Tidak berapa lama perempuan itu kembali lagi untuk yang kedua kali. Ia memanggil: Hai Juraij, aku ibumu, bicaralah denganku! Kembali Juraij bertanya kepada dirinya sendiri: Ya Tuhan! Ibuku atau salatku. Lagi-lagi dia lebih memilih meneruskan salatnya. Karena kecewa, akhirnya perempuan itu berkata: Ya Tuhan! Sesungguhnya Juraij ini adalah anakku, aku sudah memanggilnya berulang kali, namun ternyata dia enggan menjawabku. Ya Tuhan! Janganlah engkau mematikan dia sebelum Engkau perlihatkan kepadanya perempuan-perempuan pelacur. Dia berkata: Seandainya wanita itu memohon bencana fitnah atas diri Juraij niscaya ia akan mendapat fitnah. Suatu hari seorang penggembala kambing berteduh di tempat peribadatan Juraij. Tiba-tiba muncullah seorang perempuan dari sebuah desa kemudian berzinalah penggembala kambing itu dengannya, sehingga hamil dan melahirkan seorang anak lelaki. Ketika ditanya oleh orang-orang: Anak dari siapakah ini? Perempuan itu menjawab: Anak penghuni tempat peribadatan ini. Orang-orang lalu berbondong-bondong mendatangi Juraij. Mereka membawa kapak dan linggis. Mereka berteriak-teriak memanggil Juraij dan kebetulan mereka menemukan Juraij di tengah salat. Tentu saja Juraij tidak menjawab panggilan mereka. Akhirnya mulailah mereka merobohkan tempat ibadahnya. Melihat hal itu Juraij keluar menemui mereka. Mereka bertanya kepada Juraij: Tanyakan kepada perempuan ini! Juraij tersenyum kemudian mengusap kepala anak tersebut dan bertanya: Siapakah bapakmu? Anak itu tiba-tiba menjawab: Bapakku adalah si penggembala kambing. Mendengar jawaban anak bayi tersebut, mereka segera berkata: Kami akan membangun kembali tempat ibadahmu yang telah kami robohkan ini dengan emas dan perak. Juraij berkata: Tidak usah. Buatlah seperti semula dari tanah. Kemudian Juraij meninggalkannya. (Shahih Muslim No.4625)

3. Silaturahmi (menyambung hubungan kekeluargaan) dan haram memutuskannya.

Hadis riwayat Abu Hurairah ra. dia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya Allah menciptakan makhluk sehingga setelah selesai menciptakan mereka, bangkitlah rahim (hubungan kekeluargaan) berkata: Ini adalah tempat bagi orang berlindung (kepada-Mu) dengan tidak memutuskan tali silaturahmi. Allah menjawab: Ya. Apakah kamu senang kalau Aku menyambung orang yang menyambungmu, dan memutuskan orang yang memutuskanmu? Ia berkata: Tentu saja. Allah berfirman: Itulah milikmu. Kemudian Rasulullah saw. bersabda: Bacalah ayat berikut ini kalau kalian mau: Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan? Mereka itulah orang-orang yang dilaknati Allah dan ditulikan telinganya dan dibutakan matanya. Maka apakah mereka tidak memperhatikan Alquran ataukah hati mereka terkunci. (Shahih Muslim No.4634)

Hadis riwayat Aisyah ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Rahim (tali persaudaraan) itu digantungkan pada arsy, ia berkata: Barang siapa yang menyambungku (berbuat baik kepada kerabat), maka Allah akan menyambungnya dan barang siapa yang memutuskan aku, maka Allah pun akan memutuskannya. (Shahih Muslim No.4635)

Hadis riwayat Jubair bin Muth`im ra.:
Dari Nabi saw. bahwa beliau bersabda: Tidak akan masuk surga orang yang memutuskan hubungan kekeluargaan. (Shahih Muslim No.4636)

Hadis riwayat Anas bin Malik ra., ia berkata:
Aku pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda: Barang siapa yang merasa senang bila dimudahkan rezekinya dan dipanjangkan usianya, maka hendaklah dia menyambung hubungan kekeluargaan (silaturahmi). (Shahih Muslim No.4638)

4. Pengharaman saling mendengki, saling membenci dan saling bermusuhan

Hadis riwayat Anas bin Malik ra.:
Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Janganlah kamu saling membenci, saling mendengki dan saling bermusuhan, tetapi jadilah kamu hamba-hamba Allah yang bersaudara. Tidak halal seorang muslim mendiamkan (tidak menyapa) saudaranya lebih dari tiga hari. (Shahih Muslim No.4641)

5. Haram mendiamkan lebih dari tiga hari tanpa alasan syara

Hadis riwayat Abu Ayyub Al-Anshari ra.:
Sesungguhnya Rasulullah saw. bersabda: Tidak halal seorang muslim mendiamkan (tidak mau menyapa) saudaranya lebih dari tiga malam di mana keduanya bertemu lalu yang ini berpaling dan yang itu berpaling. Yang terbaik di antara keduanya ialah orang yang memulai mengucapkan salam. (Shahih Muslim No.4643)

6. Haram berburuk sangka, mencari-cari aib orang lain, saling bersaing dalam kehidupan dunia, saling menjerumuskan dan sebagainya

Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:
Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Hindarilah oleh kamu sekalian berburuk sangka karena buruk sangka adalah ucapan yang paling dusta. Janganlah kamu sekalian saling memata-matai yang lain, janganlah saling mencari-cari aib yang lain, janganlah kamu saling bersaing (kemegahan dunia), janganlah kamu saling mendengki dan janganlah kamu saling membenci dan janganlah kamu saling bermusuhan tetapi jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara. (Shahih Muslim No.4646)

7. Pahala yang diterima seorang mukmin dari penyakit, kesedihan dan lainnya bahkan dari duri yang menusuknya

Hadis riwayat Aisyah ra., ia berkata:
Aku tidak pernah melihat seorang pun yang paling banyak menanggung penderitaan daripada Rasulullah saw.. (Shahih Muslim No.4662)

Hadis riwayat Abdullah bin Masud ra., ia berkata:
Aku masuk menemui Rasulullah saw. ketika beliau sedang menderita penyakit demam lalu aku mengusap beliau dengan tanganku dan berkata: Wahai Rasulullah! Sesungguhnya engkau benar-benar terjangkit demam yang sangat parah. Rasulullah saw. bersabda: Ya, sesungguhnya aku juga mengidap demam seperti yang dialami oleh dua orang di antara kamu. Aku berkata: Itu, karena engkau memperoleh dua pahala. Rasulullah saw. bersabda: Benar. Kemudian Rasulullah saw. bersabda: Tidak ada seorang muslim pun yang tertimpa suatu penyakit dan lainnya kecuali Allah akan menghapus dengan penyakit tersebut kesalahan-kesalahannya seperti sebatang pohon yang merontokkan daunnya. (Shahih Muslim No.4663)

Hadis riwayat Aisyah ra., ia berkata:
Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: Tidak ada seorang muslim pun yang tertusuk duri atau tertimpa bencana yang lebih besar dari itu kecuali akan tercatat baginya dengan bencana itu satu peningkatan derajat serta akan dihapuskan dari dirinya satu dosa kesalahan. (Shahih Muslim No.4664)

Hadis riwayat Abu Said Al-Khudri ra.:
Bahwasanya ia pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda: Tidak ada satu kepedihan pun atau keletihan atau penyakit atau kesedihan sampai perasaan keluh-kesah yang menimpa seorang muslim kecuali akan dihapuskan dengan penderitaannya itu sebagian dari dosa kesalahannya. (Shahih Muslim No.4670)

Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Ketika turun ayat: Barang siapa yang mengerjakan kejahatan, niscaya akan diberi pembalasan dengan kejahatan itu, kaum muslimin merasa sangat sedih sekali, lalu Rasulullah saw. bersabda: Janganlah kamu sekalian terlalu bersedih dan tetaplah berbuat kebaikan karena dalam setiap musibah yang menimpa seorang muslim terdapat penghapusan dosa bahkan dalam bencana kecil yang menimpanya atau karena sebuah duri yang menusuknya. (Shahih Muslim No.4671)

Hadis riwayat Ibnu Abbas ra.:
Dari Atha bin Abu Rabah ia berkata: Ibnu Abbas ra. pernah berkata kepadaku: Maukah kamu aku perlihatkan seorang wanita penghuni surga? Aku menjawab: Mau. Ia berkata: Wanita berkulit hitam ini pernah mendatangi Nabi saw. dan berkata: Sesungguhnya aku menderita penyakit ayan dan auratku terbuka, maka mohonlah kepada Allah demi kesembuhanku. Nabi saw. bersabda: Kalau kamu mau bersabar, maka bagimu adalah surga. Dan kalau kamu mau sembuh, maka aku akan memohonkan kepada Allah semoga Dia menyembuhkan penyakitmu. Wanita itu berkata: Baiklah aku akan bersabar. Wanita itu berkata lagi: Sesungguhnya auratku selalu terbuka, maka mohonkanlah kepada Allah agar aku tidak terbuka aurat. Lalu Rasulullah berdoa untuknya. (Shahih Muslim No.4673)

8. Haram berbuat zalim

Hadis riwayat Ibnu Umar ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya kezaliman itu akan mendatangkan kegelapan-kegelapan pada hari kiamat kelak. (Shahih Muslim No.4676)

Hadis riwayat Ibnu Umar ra.:
Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Seorang muslim itu adalah saudara muslim lainnya, dia tidak boleh menzaliminya dan menghinakannya. Barang siapa yang membantu keperluan saudaranya, maka Allah akan memenuhi keperluannya. Barang siapa yang melapangkan satu kesusahan seorang muslim, maka Allah akan melapangkan satu kesusahan di antara kesusahan-kesusahan hari kiamat nanti. Dan barang siapa yang menutupi aib seorang muslim, maka Allah akan menutupi aibnya pada hari kiamat. (Shahih Muslim No.4677)

Hadis riwayat Abu Musa ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Agung akan mengulur-ulur waktu bagi orang yang zalim. Tetapi ketika Allah akan menyiksanya, maka Dia tidak akan melepaskannya. Kemudian beliau membaca firman Allah: Dan begitulah azab Tuhanmu, apabila Dia mengazab penduduk negeri-negeri yang berbuat zalim. Sesungguhnya azab-Nya itu adalah sangat pedih lagi keras. (Shahih Muslim No.4680)

9. Menolong saudara muslim yang zalim dan yang dizalimi

Hadis riwayat Jabir bin Abdullah ra., ia berkata:
Dua orang pemuda, yang satu dari golongan Muhajirin dan yang lain dari kaum Ansar, saling berbaku-hantam. Seorang dari kaum Muhajirin berteriak: Wahai kaum Muhajirin! Dan seorang dari Ansar juga berteriak: Wahai orang-orang Ansar! Kemudian keluarlah Rasulullah saw. dan berkata: Ada apa ini? Kenapa harus berteriak dengan seruan jahiliah? Mereka menjawab: Tidak ada apa-apa wahai Rasulullah! Kecuali ada dua pemuda yang berkelahi sehingga seorang dari keduanya memukul tengkuk yang lain. Rasulullah saw. bersabda: Kalau demikian, tidak apa-apa! Tapi hendaklah seseorang itu menolong saudaranya yang lain baik yang zalim maupun yang dizalimi. Kalau ia berbuat kezaliman hendaklah dicegah karena begitulah cara memberikan pertolongan kepadanya dan apabila dizalimi maka hendaklah ia membelanya. (Shahih Muslim No.4681)

10. Saling kasih, saling menyayang dan saling membantu di antara orang-orang mukmin

Hadis riwayat Abu Musa ra. dia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Seorang mukmin terhadap mukmin yang lain adalah seperti sebuah bangunan di mana bagiannya saling menguatkan bagian yang lain. (Shahih Muslim No.4684)

Hadis riwayat Nukman bin Basyir ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal saling kasih, saling menyayang dan saling cinta adalah seperti sebuah tubuh, jika salah satu anggotanya merasa sakit, maka anggota-anggota tubuh yang lain ikut merasakan sulit tidur dan demam. (Shahih Muslim No.4685)

11. Membujuk orang yang ditakuti kejahatannya

Hadis riwayat Aisyah ra.:
Bahwa seorang lelaki minta izin menemui Nabi saw. lalu beliau berkata: Persilakanlah dia masuk! Karena dia itu adalah anak paling buruk sebuah keluarga atau lelaki paling buruk pada sebuah keluarga. Ketika lelaki itu masuk, Nabi saw. melembutkan perkataan kepadanya. Aisyah lalu mengatakan: Wahai Rasulullah! Engkau telah mengatakan tentangnya apa yang telah engkau katakan tetapi kemudian engkau melembutkan perkataan kepadanya? Beliau bersabda: Wahai Aisyah! Sesungguhnya orang yang kedudukannya paling buruk di sisi Allah pada hari kiamat kelak ialah orang yang dijauhi atau ditinggalkan orang lain karena mereka takut akan kejahatannya. (Shahih Muslim No.4693)

12. Keutamaan bersikap lembut

Hadis riwayat Aisyah ra. istri Nabi saw.:
Rasulullah saw. bersabda: Wahai Aisyah! Sesungguhnya Allah itu Maha Lembut yang menyukai kelembutan. Allah akan memberikan kepada orang yang bersikap lembut sesuatu yang tidak diberikan kepada orang yang bersikap keras dan kepada yang lainnya. (Shahih Muslim No.4697)

13. Barang siapa yang dikutuk atau dicaci-maki atau didoakan jelek oleh Nabi saw. sedang sebenarnya dia tidak layak diperlakukan seperti itu, maka itu adalah suatu zakat atau pahala serta rahmat

Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Ya Allah! Sesungguhnya aku hanyalah manusia biasa, maka siapa dari kaum muslimin yang aku caci atau aku laknat atau aku pukul, maka jadikanlah itu sebagai zakat dan rahmat baginya. (Shahih Muslim No.4706)

14. Pengharaman dusta dan dusta yang mubah

Hadis riwayat Ummu Kaltsum binti Uqbah ra.:
Bahwa ia pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda: Bukanlah termasuk pendusta orang yang berdusta untuk mendamaikan antara manusia. Dia berkata yang baik dan menyampaikan yang baik pula. (Shahih Muslim No.4717)

15. Haram mengadu-domba di antara manusia

Hadis riwayat Abdullah bin Masud ra.:
Sesungguhnya Muhammad saw. pernah bersabda: Maukah kamu sekalian aku beritahukan tentang apa itu adhhu? Adhhu adalah perkataan adu-domba yang selalu diucapkan di antara orang banyak. Dan sesungguhnya Muhammad saw. juga pernah bersabda: Sesungguhnya seseorang selalu berkata jujur sehingga dia tercatat sebagai orang jujur dan seseorang selalu berdusta sehingga dia dicatat sebagai seorang pendusta. (Shahih Muslim No.4718)

16. Keutamaan orang yang dapat menguasai dirinya ketika marah, dan cara meredahkan kemarahan

Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:
Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Bukanlah orang kuat itu dengan menang bergulat, tetapi orang yang kuat ialah orang yang dapat menguasai dirinya ketika marah. (Shahih Muslim No.4723)

Hadis riwayat Sulaiman bin Shurad ra., ia berkata:
Dua orang pemuda saling mencaci di hadapan Rasulullah saw. lalu mulailah mata salah seorang dari mereka memerah dan urat lehernya membesar. Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya aku tahu suatu kalimat yang apabila diucapkan, maka akan hilanglah kemarahan yang didapati yaitu “Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk”. Lelaki itu berkata: Apakah engkau menyangka aku orang gila?. (Shahih Muslim No.4725)

17. Larangan memukul wajah

Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Apabila salah seorang kamu bertengkar dengan saudaranya, maka hindarilah pemukulan wajah. (Shahih Muslim No.4728)

18. Perintah bagi orang yang lewat dengan membawa senjata di mesjid atau di pasar atau di tempat-tempat umum lainnya, agar dia memegangi atau menutupi bagian yang tajam

Hadis riwayat Jabir bin Abdullah ra., ia berkata:
Seseorang berlalu di mesjid dengan membawa anak panah lalu Rasulullah saw. berkata kepadanya: Peganglah mata panahnya. (Shahih Muslim No.4736)

Hadis riwayat Abu Musa ra.:
Rasulullah saw. bersabda: Apabila salah seorang kamu lewat di suatu majlis atau di sebuah pasar, sedang ia membawa anak panah, hendaklah dia memegang mata panahnya itu, kemudian hendaklah dia memegang mata panahnya itu, kemudian hendaklah dia memegang mata panahnya itu. (Shahih Muslim No.4739)

19. Larangan menghunus senjata ke arah seorang muslim

Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Abul Qasim saw. pernah bersabda: Barang siapa yang menghunuskan senjata ke arah saudaranya, maka malaikat akan terus mengutuknya sampai ia melepaskannya meskipun dia itu adalah saudara kandungnya sendiri. (Shahih Muslim No.4741)

20. Wasiat terhadap tetangga dan berbuat baik kepadanya

Hadis riwayat Aisyah ra., ia berkata:
Aku pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda: Jibril senantiasa mewasiatkan aku tentang tetangga sampai aku menduga bahwa ia akan menjadikan tetangga sebagai ahli waris. (Shahih Muslim No.4756)

Hadis riwayat Ibnu Umar ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Jibril senantiasa mewasiatkan kepadaku mengenai tetangga sampai aku mengira bahwa dia akan menjadikan tetangga sebagai ahli waris. (Shahih Muslim No.4757)

21. Anjuran memberikan pertolongan dalam perkara yang tidak haram

Hadis riwayat Abu Musa ra., ia berkata:
Apabila Rasulullah saw. didatangi seseorang untuk suatu keperluan, maka beliau menghampiri para sahabat yang sedang berkumpul dan berbincang-bincang lalu bersabda: Bantulah, niscaya kalian akan memperoleh pahala dan Allah akan memenuhi apa yang Dia suka melalui lisan nabi-Nya. (Shahih Muslim No.4761)

22. Anjuran mempergauli orang-orang saleh dan menjauhi kawan-kawan yang jahat

Hadis riwayat Abu Musa ra.:
Dari Nabi saw., beliau bersabda: Sesungguhnya perumpamaan berkawan dengan orang saleh dan berkawan dengan orang jahat adalah seperti seorang penjual minyak wangi (misk) dan seorang peniup dapur tukang besi. Penjual minyak wangi, dia mungkin akan memberikan kamu atau kamu akan membeli darinya atau kamu akan mendapatkan aroma harum darinya. Tetapi peniup dapur tukang besi, mungkin dia akan membakar pakaianmu atau kamu akan mencium bau yang tidak sedap. (Shahih Muslim No.4762)

23. Keutamaan berbuat baik kepada anak-anak perempuan

Hadis riwayat Aisyah ra., ia berkata:
Seorang perempuan bersama dua orang putrinya datang kepadaku untuk meminta-minta, namun dia tidak mendapatkan sesuatu apapun dariku kecuali satu buah kurma. Lalu aku pun memberikan buah korma itu kepadanya yang segera ia ambil dan dibagikan kepada kedua orang putrinya sedangkan ia sendiri tidak memakan sedikit pun dari buah korma itu. Kemudian dia pun bangkit dan beranjak pergi bersama kedua putrinya. Lalu Rasulullah saw. datang menemuiku dan aku ceritakan kepada beliau tentang perilaku wanita tadi. Lalu beliau bersabda: Barang siapa mendapat suatu cobaan berupa anak-anak perempuan kemudian ia berbuat baik terhadap mereka, maka mereka akan menjadi penghalang baginya dari api neraka. (Shahih Muslim No.4763)

24. Keutamaan orang yang ditinggal mati anaknya kemudian ia bersabar mengharapkan keridaan Allah

Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:
Dari Nabi saw., beliau bersabda: Seorang muslim yang ditinggal mati oleh tiga orang anaknya tidak akan disentuh oleh api neraka kecuali hanya sekedar berlalu saja (sebentar). (Shahih Muslim No.4766)

Hadis riwayat Abu Said Al-Khudri ra., ia berkata:
Seorang wanita datang menemui Rasulullah saw. dan berkata: Wahai Rasulullah! Kaum lelaki dapat pergi mendengarkan hadismu, maka berikanlah kami satu hari dari waktumu agar kami mendatangimu untuk engkau ajarkan kepada kami dari ilmu yang telah Allah ajarkan kepadamu. Rasulullah saw. bersabda: Berkumpullah kamu sekalian pada hari ini dan ini! Kemudian mereka pun berkumpul pada hari itu lalu Rasulullah saw. mendatangi mereka dan mengajarkan kepada mereka apa yang telah Allah ajarkan kepada beliau. Kemudian beliau melanjutkan sabdanya: Tidak seorang wanita pun dari kamu sekalian yang ditinggal mati tiga orang anaknya kecuali mereka akan menjadi penghalang baginya dari api neraka. Lalu salah seorang wanita bertanya: Dan dua orang anak, dan dua orang anak dan dua orang anak? Rasulullah saw. menjawab: Dan dua orang anak, dan dua orang anak, dan dua orang anak. (Shahih Muslim No.4768)

25. Apabila Allah mencintai seorang hamba maka Allah akan membuat hamba-hamba-Nya yang lain mencintainya

Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya apabila Allah mencintai seorang hamba, maka Dia akan memanggil Jibril dan berkata: Sesungguhnya Aku mencintai si polan maka cintailah dia! Jibril pun mencintainya. Kemudian dia menyeru para penghuni langit: Sesungguhnya Allah mencintai si polan, maka cintailah dia! Para penghuni langitpun mencintainya. Kemudian dia pun diterima di bumi. Dan apabila Allah membenci seorang hamba, maka Dia memanggil Jibril dan berkata: Sesungguhnya Aku membenci si polan, maka bencilah pula dia! Jibril pun membencinya. Kemudian dia menyeru para penghuni langit: Sesungguhnya Allah membenci si polan, maka bencilah kepadanya. Para penghuni langit pun membencinya. Kemudian kebencianpun merambat ke bumi. (Shahih Muslim No.4772)

26. Seseorang itu bersama orang yang dicintai

Hadis riwayat Anas bin Malik ra.:
Bahwa seorang Arab badui bertanya kepada Rasulullah saw.: Kapankah kiamat itu tiba? Rasulullah saw. bersabda: Apa yang telah kamu persiapkan untuk menghadapinya? Lelaki itu menjawab: Cinta Allah dan Rasul-Nya. Rasulullah saw. bersabda: Kamu akan bersama orang yang kamu cintai. (Shahih Muslim No.4775)

Hadis riwayat Abdullah bin Masud ra., ia berkata:
Seorang lelaki datang kepada Rasulullah saw. dan berkata: Wahai Rasulullah, bagaimana pendapatmu tentang seseorang yang mencintai suatu kaum namun dia belum dapat bertemu dengan mereka? Rasulullah saw. menjawab: Seorang akan bersama orang yang dicintai. (Shahih Muslim No.4779)

Sumber: http://hadith.al-islam.com/bayan/Tree.asp?Lang=IND

Referensi:

http://opi.110mb.com/haditsweb/muslim/b45_kebajikan_silaturahmi_dan_adab_sopan_santun.htm

http://akhlaqmuslim.wordpress.com/2006/11/17/akhlak-islam-cerminan-aqidah-islam

Kategori: Islam

Tinggalkan sebuah Komentar

Agus Nizami

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Kembali ke atas

Senin, 22 Januari 2018

Apakah ilmu mendahului adab?

Pelajarilah Dahulu Adab dan Akhlak

Muhammad Abduh Tuasikal, MSc. 

Terlalu banyak menggeluti ilmu diin sampai lupa mempelajari adab. Lihat saja sebagian kita, sudah mapan ilmunya, banyak mempelajari tauhid, fikih dan hadits, namun tingkah laku kita terhadap orang tua, kerabat, tetangga dan saudara muslim lainnya bahkan terhadap guru sendiri jauh dari yang dituntunkan oleh para salaf.

Coba lihat saja kelakuan sebagian kita terhadap orang yang beda pemahaman, padahal masih dalam tataran ijtihadiyah. Yang terlihat adalah watak keras, tak mau mengalah, sampai menganggap pendapat hanya boleh satu saja tidak boleh berbilang. Ujung-ujungnya punya menyesatkan, menghizbikan dan mengatakan sesat seseorang.

Padahal para ulama sudah mengingatkan untuk tidak meninggalkan mempelajari masalah adab dan akhlak.

Namun barangkali kita lupa?

Barangkali kita terlalu ingin cepat-cepat bisa kuasai ilmu yang lebih tinggi?

Atau niatan dalam belajar yang sudah berbeda, hanya untuk mendebat orang lain?

Pelajarilah Adab Sebelum Mempelajari Ilmu

Ketahuilah bahwa ulama salaf sangat perhatian sekali pada masalah adab dan akhlak. Mereka pun mengarahkan murid-muridnya mempelajari adab sebelum menggeluti suatu bidang ilmu dan menemukan berbagai macam khilaf ulama. Imam Darul Hijrah, Imam Malik rahimahullah pernah berkata pada seorang pemuda Quraisy,

تعلم الأدب قبل أن تتعلم العلم

*“Pelajarilah adab sebelum mempelajari suatu ilmu.”*

Kenapa sampai para ulama mendahulukan mempelajari adab? Sebagaimana Yusuf bin Al Husain berkata,

بالأدب تفهم العلم

“Dengan mempelajari adab, maka engkau jadi mudah memahami ilmu.”

Guru penulis, Syaikh Sholeh Al ‘Ushoimi berkata, “Dengan memperhatikan adab maka akan mudah meraih ilmu. Sedikit perhatian pada adab, maka ilmu akan disia-siakan.”

Oleh karenanya, para ulama sangat perhatian sekali mempelajarinya.

Ibnul Mubarok berkata,

تعلمنا الأدب ثلاثين عاماً، وتعلمنا العلم عشرين

*“Kami mempelajari masalah adab itu selama 30 tahun sedangkan kami mempelajari ilmu selama 20 tahun.”*

Ibnu Sirin berkata,

كانوا يتعلمون الهديَ كما يتعلمون العلم

“Mereka -para ulama- dahulu mempelajari petunjuk (adab) sebagaimana mereka menguasai suatu ilmu.”

Makhlad bin Al Husain berkata pada Ibnul Mubarok,

نحن إلى كثير من الأدب أحوج منا إلى كثير من حديث

“Kami lebih butuh dalam mempelajari adab daripada banyak menguasai hadits.” Ini yang terjadi di zaman beliau, tentu di zaman kita ini adab dan akhlak seharusnya lebih serius dipelajari.

Dalam Siyar A’lamin Nubala’ karya Adz Dzahabi disebutkan bahwa ‘Abdullah bin Wahab berkata,

ما نقلنا من أدب مالك أكثر مما تعلمنا من علمه

“Yang kami nukil dari (Imam) Malik lebih banyak dalam hal adab dibanding ilmunya.” –

Imam Malik juga pernah berkata, “Dulu ibuku menyuruhku untuk duduk bermajelis dengan Robi’ah Ibnu Abi ‘Abdirrahman -seorang fakih di kota Madinah di masanya-. Ibuku berkata,

تعلم من أدبه قبل علمه

“Pelajarilah adab darinya sebelum mengambil ilmunya.”

Imam Abu Hanifah lebih senang mempelajari kisah-kisah para ulama dibanding menguasai bab fiqih. Karena dari situ beliau banyak mempelajari adab, itulah yang kurang dari kita saat ini. Imam Abu Hanifah berkata,

الْحِكَايَاتُ عَنْ الْعُلَمَاءِ وَمُجَالَسَتِهِمْ أَحَبُّ إلَيَّ مِنْ كَثِيرٍ مِنْ الْفِقْهِ لِأَنَّهَا آدَابُ الْقَوْمِ وَأَخْلَاقُهُمْ

“Kisah-kisah para ulama dan duduk bersama mereka lebih aku sukai daripada menguasai beberapa bab fiqih. Karena dalam kisah mereka diajarkan berbagai adab dan akhlaq luhur mereka.” (Al Madkhol, 1: 164)

Di antara yang mesti kita perhatikan adalah dalam hal pembicaraan, yaitu menjaga lisan. Luruskanlah lisan kita untuk berkata yang baik, santun dan bermanfaat. ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz berkata,

من عدَّ كلامه من عمله ، قلَّ كلامُه إلا فيما يعنيه

“Siapa yang menghitung-hitung perkataannya dibanding amalnya, tentu ia akan sedikit bicara kecuali dalam hal yang bermanfaat” Kata Ibnu Rajab, “Benarlah kata beliau. Kebanyakan manusia tidak menghitung perkataannya dari amalannya” (Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam, 1: 291).

Yang kita saksikan di tengah-tengah kita, “Talk more, do less (banyak bicara, sedikit amalan)”.

Berbeda Pendapat Bukan Berarti Mesti Bermusuhan

Sungguh mengagumkan apa yang dikatakan oleh ulama besar semacam Imam Syafi’i kepada Yunus Ash Shadafiy -nama kunyahnya Abu Musa-. Imam Syafi’i berkata,

يَا أَبَا مُوْسَى، أَلاَ يَسْتَقِيْمُ أَنْ نَكُوْنَ إِخْوَانًا وَإِنْ لَمْ نَتَّفِقْ فِيْ مَسْأَلَةٍ

“Wahai Abu Musa, bukankah kita tetap bersaudara (bersahabat) meskipun kita tidak bersepakat dalam suatu masalah?” (Siyar A’lamin Nubala’, 10: 16).

Berdoalah Agar Memiliki Adab dan Akhlak yang Mulia

Dari Ziyad bin ‘Ilaqoh dari pamannya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca do’a,

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ مُنْكَرَاتِ الأَخْلاَقِ وَالأَعْمَالِ وَالأَهْوَاءِ

“Allahumma inni a’udzu bika min munkarotil akhlaaqi wal a’maali wal ahwaa’ [artinya: Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari akhlaq, amal dan hawa nafsu yang mungkar].” (HR. Tirmidzi no. 3591, shahih)

Doa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang lainnya,

اللَّهُمَّ اهْدِنِى لأَحْسَنِ الأَخْلاَقِ لاَ يَهْدِى لأَحْسَنِهَا إِلاَّ أَنْتَ وَاصْرِفْ عَنِّى سَيِّئَهَا لاَ يَصْرِفُ عَنِّى سَيِّئَهَا إِلاَّ أَنْتَ

“Allahummahdinii li ahsanil akhlaaqi laa yahdi li-ahsanihaa illa anta, washrif ‘anni sayyi-ahaa, laa yashrif ‘anni sayyi-ahaa illa anta [artinya: Ya Allah, tunjukilah padaku akhlak yang baik, tidak ada yang dapat menunjukinya kecuali Engkau. Dan palingkanlah kejelekan akhlak dariku, tidak ada yang memalinggkannya kecuali Engkau].” (HR. Muslim no. 771, dari ‘Ali bin Abi Tholib)

أسأل الله أن يزرقنا الأدب وحسن الخلق

Ya Allah, aku meminta pada-Mu agar mengaruniakan pada kami adab dan akhlak yang mulia.

 

Referensi:

Ta’zhimul ‘Ilmi, Syaikh Sholeh bin ‘Abdillah bin Hamad Al ‘Ushoimi, Muqorrorot Barnamij Muhimmatil ‘Ilmi.

Siyar A’laamin Nubala’, Imam Adz Dzahabi, terbitan Muassasah Ar Risalah, cetakan ke-11, tahun 1422 H, jilid ke-10.

Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam, Ibnu Rajab Al Hambali, Tahqiq: Syaikh Syu’aib Al Arnauth dan Syaikh Ibrahim Yajus, terbitan Muassasah Ar Risalah, cetakan kesepuluh, tahun 1432 H.

Al Madkhol, Mawqi’ Al Islam, Maktabah Asy Syamilah

http://majles.alukah.net/t17143/

Disusun di pagi hari penuh berkah di Pesantren DS Gunungkidul, 11 Jumadats Tsaniyah 1435 H

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel Muslim.Or.Id

Gabung Wakaf  Produktif

*Gabung Wakaf  Produktif*
Di MNA (Masjid Nurul Abror)

Dengan semangat gotong royong dalam kesatuan langkah umat islam melalui wakaf produktif MNA, insya Allah  sebagai hamba yg lemah, kita akan saling menguatkan satu dengan yg lain, laksana bangunan yg tersusun kokoh.

Hubungkan persaudaraan kita dengan umat islam lain melalui *Medsos Wakaf Produktif MNA* hanya dengan  infaq 10 rb kita sudah terhubung dengan sejuta  muslim dimanpun berada, rapatkan shaf kita, rapikan barisan kita, bagaikan bangunan yg tersusun rapi, insya Allah silaturahmi semakin erat, rahmat Allah makin dekat, serta keberkahan rizki senantiasa menyertai kita semua. Aamiin.

Jangan meremehkan amal yg kecil, siapa tahu amal kecil kita penyebab mudah masuk surga. Amal terbaik anak adam dihadapan Allah adalah amal yg dimana manusia lain tidak tahu, amal seperti itu dihadapan Allah lebih kuat dari besi, lebih kuat dari api, lebih kuat dari air, dan lebih kuat dari angin (HR.Ahmad), seperti jariyah lewat ATM tanpa ada orang lain yg tahu.

Sebagai hamba Allah yg hati hati akan rahasia amal, kita tidak tahu amal mana yg paling baik di hadapan Allah, bisa saja dengan wakaf cuma 10rb kemudian Allah ridho, dan dengan rahmatNya bisa menghantarkan kita masuk ke surga, melebihi amal amal lain yg pernah kita lakukan. Dalam sebuah hadits memberi minum seekor anjing yg kehausan saja, kemudian Allah ridho, amal itu bisa  mengantarkan seorang masuk surga.

Sungguh harta dan jiwa mukmin telah beli Allah dengan surga : " Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, baik jiwa maupun harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka...." (QS.9: 111)

Bersegeralah dalam kebaikan, ayo kita dukung *Program Wakaf  Produktif* MNA melalui
*Bank Muammalat (BM)*
Kode Bank *147*
*No Rekening* 51.200.186.77
an. YAYASAN MASJID NURUL ABROR MEJASEM

_​Infaq kita, investasi akhirat yang tiada merugi_

*Marii Bergabung dalam gerakan Infaq Rp. 10ribu* di MNA. Ajak seluruh keluarga, saudara, teman, dan lingkungan kita untuk turut berpartisipasi dalam gerakan infaq 10 ribu ini, untuk mewujudkan Wakaf Produktif Masjid Nurul Abror dalam pembebasan lahan seluas 20 ribu m2 (20rb/m2) atau aset lain yg lebih mafaat untuk masjid.

Bersama Allah dan sejuta wakif Insya Allah akan menjadi ringan. Atas idzin Alloh dana yg terkumpul senilai Rp. 400.jt untuk pelunasan wakaf produktif masjid

Hasil wakaf produktif berupa sewa, bagi hasil untuk kepentingan masjid. Insya Allah setelah tercapai sejuta wakif,  atas idzin Allah MNA (Masjid Nurul Abror) akan mandiri tanpa meminta dana ke masyarakat, bahkan banyak membantu masyarakat. Aamiin ya robbal 'aalamiin.

Janji Allah bahkan amal kita  akan dilipatkan 700 kali lipat dan mengalir terus karena ikut  menfasilitasi :

✓ Shalat 5 Waktu & Shalat Jum'at di Masjid Nurul Abror (MNA)
✓ Pengajian Sema'an Qur'an
✓ Bimbingan Baca Tulis Qur'an
✓ Pengajian Majlis Dzikir MNA
✓ Pembinaan Generasi  Qur'ani
✓ Program Kepedulian Sosial

📝 dan masih banyak lagi majelis ilmu yg dilaksanakan di tempat ini.

MNA  diramaikan oleh remaja, pemuda sampai orang tua untuk menimba ilmu agama dan melakukan gerak dakwah.

Saat ini MNA, Yayasan Masjid Nurul Abror di Jl. Merapi Raya No.17A Mejasem Barat Tegal butuh dana operasional dakwah min 60 jt/th*

Alhamdulillah anggota wakif yg sudah bergabung...

1. Amir Effendi
2. Pusakaningrum         
3. Drs. Bambang Sekti, MM
4. Ust. Wartono, S.Pd.I
5. H. Sulistiono, S.Pd.
6. Bpk Sujahri
7. Iman syaefudin
8. H. Suryono
9. Rusdi S.Pd.SD.
10. Ust Ahmad Mukhlisin, Al hafidz
11. Samf                        
12. R. Farabi
13. Wiwit P.                
14. Zahratunnajah.         
15. Barra Hafidz Prasetyo
16. Pa iswadi
17. Bu iswadi
18. Wisnu Handoyo Ardi
19. Nugroho 789
20. Dwi Setiawan, S.Pd.M.M
21. Hernawati (istri)
22. Ganang Azhar G (anak)
23. Salsabiila Alya S (anak)
24. Kel. Bpk Kusnanto      
25. Bu Supartin (istri)  
26. Dwi Wulan A.(anak)            
27. Muhamman Aditya A. (anak) 
28. Dinda Nur Fitria.(anak)       
29. Dian Amalia R (yatim)
30. Affifah ( yatim).           
31. Kel. H. Agus Sofi
32. Asti Latifa Sofi (anak)
33. Agwi
34. Slamet Riyadi
35. Farah Puspa Marsaly
36. Yuliar Puspa Mega
37. Muhamad Rizki (cucu)
38. Bagus (anak)
39. Sri Mulyati (ibu)
40. Priyo Handoko
41. Mas Dedy (Jamiah)
42. Hj. Tati Rochyati
43. Kel. H. Slamet, S.Pd. M.M
44. Dra. Hj. Asih Susita (istri)
45. Fazlur Rahman Aziz,
    S,Pi.(anak)
46. Firdia Izzatul Ilmi (anak)
47. Bu Suyem (almh)
48. Bpk. Makmuri (alm)
49. Bpk. S. Oetoro (alm)
50. Bu Sarah M,
51. Shanty D.
52. Mas Dwi P. 
53. Mba Punky A.
54. Difa A P.
55. Drs. Bambang Setyawan, M.M
56. Dra. A Marsiti.
57. Dimas P S.
58. Echa Rizqita LS
59. Bu Kustinah bt H Saleh
60. H. Haryomo, APi, SE, MSi
61. Hj. Sri Purwanty Haryomo
62. Rendy Yudanto Haryomo
63. Agus Rudi Priyatna smg3
64. Sie Muningsih, SPd.
65. Aqshal Farhansyah 
66. H. Suryono
67. Hj. Sopiyah
68. Oka Ayu Sofianti
69. Bu Any Ratnawati S.Pd AUD.
70. Abimanyu lukman Prayitno.
71. Aurora Kinanthi Prayitno
72. Ali Muhidin
73. Mama Oval
74. Noval
75. Rizki
76. Hj.Tri Yuliana, S.Pd
77. Fauziah Rakhmayanti
78. Daffa Shidqi
79. Sani
80. Gagah
81. Aan
82. Lilik Purwantoro
83. Nurhayati
84. Tegar surya Pratama
85. H.Sobari
86. Hj Fiqriyah (alm)
87. Keluarga Bp. Darto
88. Bu Khabibah (istri)
89. Ika Puspa Wulandari (anak)
90. Dwi adhi arianto
91. Hany rosiana
92. Kel. Bp.Achmad Chudori
93. Bu Siti Romlah (istri)
94. Mba Ria Oktaviana
95. Mas Suradi (suami mba ria)
96. Muhammad Arif Ramadhani (cucu)
97. Muhammad Arif Julianto (cucu)
98. Nanang Setiana (anak)
99. Sulistyowati (istri nanang)
100. Nadlif Febryan Pratama (cucu)
101  Sapto Wibowo  (anak)
102  Kel Bp.Ali Mahali,
103  Bu Komariah (istri)
104. Rizqiani (anak)
105. Mochamad al latif (anak)
106. Ryan Syaputra (anak)
107. Septi Aristyaningsih.(anak)
108. Sulistiyowati (istri mas iman s)
109. Syefi khairunnisa salsabila (bt iman s)
110. Khaisya nur febriyanti (bt iman s)
111. Kel. Slamet Rohman
112. Arofah (istri)
113  Umar Bayu Wisesa (anak)
114  Abdurrahman Bayu Ammar (anak)
115  Ust. Khamdan, S.Pd.I Al hafidz
116  Kasta Marini,S.Kp (Istri)
117  Muh.Hasyim Syaibani (Anak)
118  Muh.Fahmi Amrullah (Anak)
oiya, ini nama2nya pak :
119  Kel Bpk RUSDI. S.Pd.SD.
120  LIES PERTIWI (istri)
121  WISNU HANDOYO ARDI (anak)
122  ASTRI FIANDANI
123  YUGO PURNOMOSIDI
124  MONALISA
125  ZIVANA AQILLA PURNOMO
126  DIAN AYU HAPSARI
127  INDRO WIDYO KUNCONO
128  RAYYAN ARANSHA KUNCONO
129  RAFARDHAN ATHALLA KUNCONO
130  LARAS AJENG HUTAMI (anak)

*Barokallahu fiikum*

.............Ayo segera bergabung hanya infaq 10 ribu, kita sudah wakaf untuk masjid dan sdh jadi anggota wakif.

Kitapun bisa memilih jumlah setoran wakaf :

1. Setor 10 rb 1x saja
     Atau
2. Setor 10 rb tiap bln
     Atau
3. Setor max bebas

Salurkan wakaf terbaik anda  transfer langsung ke ATM rekening masjid
Bank Muammalat (BM),
Kode BM : 147,
No. Rek.  : 51.200.186.77.
*an. YAYASAN MASJID NURUL ABROR MEJASEM*

Atau langsung ke :
1. Bpk *H.Sulistiono, S.Pd.*
     (bendahara umum),
2. Bpk *Sujahri* (bendahara 1 ), 
3. Bpk *Slamet Riyadi* (bend. 2)
4. Titip via rek an. bp. *Amir Effendi* melalui konfirmasi  👇
+62823-5919-9102‬ (antar bank yg sama tanpa biaya )
BCA.         : 047.064.6926
MANDIRI : 139.00.1569.0054

Utamakan persaudaraan kita, ayo  bergabunglah segera  dan ajak serta anggota keluarga kita, rekan kerja, teman, sahabat, majelis taklim serta komunitas grup kita, untuk bersama meraih kebaikan, membangun masyarakat islam yg hatinya cinta masjid.

Membantu Share ke saudara, sahabat dan umat muslim yang lain sudah termasuk menolong agama Allah (QS. Muhamad, ayat 7)

Barokalloh fikum, aamiin
__________________

*Informasi dan Konfirmasi* : +62 823-5919-9102

Call Center : 0283-342654
SMS/WA :
+62 813-9179-7693  *Ust.Wartono, S.Pd.I*  (Pembina)
+62 815-4810-0359  
*Drs Bambang Sekti, MM* (Ketua Bidang Sosial/Humas )
+62 858 6904-5526  
*H. Sulistiono,S.Pd.* (Bendahara Umum)

Wakaf Produktif

*Gerakan Wakaf Produktif*

 di MNA (Masjid Nurul Abror)

Sejuta Wakif adalah gerakan umat untuk bergotong royong menciptakan kesejahteraan masyarakat melalui WAKAF.

Wakaf adalah ibadah mulia yg menjanjikan Kunci Surga bagi pewakaf atau Wakif. “Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan do’a anak yang sholeh”. (HR. Muslim no. 1631)

Bersama sejuta orang berwakaf Rp 10 ribu maka akan akan terhimpun dana wakaf sebesar Rp 10 milyar,  maka langkah ini menjadi sebuah gerakan dahsyat untuk mensejahterakan umat, menjadi masyarakat muslim yang mandiri

Dana wakaf yang terkumpul akan digunakan untuk 

1) Membeli aset property yg saat ini disewa 70jt/th (350jt/5th) , atau membeli aset lahan seluas 2 hektar senilai 400juta, yg hasilnya untuk kepentingan masjid seperti:

*Kegiatan dakwah pengajian masjid 
*Kegaiatan Hari Besar Islam (Muharom, Maulid Nabi, isra Mi'roj, Nuzulul quran, halal bi halal)
*Bisyaroh khotib 
*Bisayaroh Pengajian 
*Pemeliharaan Masjid (lampu, kran, peralatan kebersihan)
*Bisyaroh marbot masjid
Sehingga setiap kegiatan masjid mandiri tidak meminta dana dari masyarakat, bahkan bisa membantu masyarakat

2) Modal masyarakat kecil, melalui program tuntas kemiskinan

3) Mendirikan pondok pesantren 

4) kegiatan sosial (sunatan masal, bazar, bantuan bencana alam)

5) Pembebasan halaman masjid

Berwakaf sangatlah mudah, tidak harus berupa tanah, gedung atau mobil, namun bisa juga dimulai dari wakaf uang hanya Rp 10.000 per bulan. Mengingat potensi wakaf uang di Indonesia menurut BWI dan BPS pada tahun 2015 sebesar Rp 185 triliun.

Siapapun bisa berwakaf karena Allah berfirman tidaklah diturunkan agama untuk menyusahkan, melainkan untuk menolong hamba-Nya hidup berbahagia di Surga.

Gerakan inilah yang nantinya mampu membuat berbagai perubahan dan menciptakan peradaban bagi bagi bangsa Indonesia melalui gerakan berwakaf. Khususnya di dilingkungan Yayasan Masjid Nurul Abror. Kesadaran program ini dapat dinyakini menjadi pelopor lahirnya pembaharuan di Tanah Air melalui gelombang gerakan wakaf secara masif dan nyata bagi kita.

Mari bergabung dan mendukung gerakan kemanusiaan ini akses wakaf demi perubahan nyata bagi umat dan Tanah Air.

_________________

Minggu, 21 Januari 2018

Indonesia Wakaf Summit 2017

INDONESIA WAKAF SUMMIT 2017 diselenggarakan untuk membangun sinergi wakaf produktif perwakafan Indonesia yang akan melibatkan pemerintah, tokoh, lembaga wakaf, pelaku usaha/pengusaha (private sector), komunitas, organisasi profesi, ulama, sosialita hingga LSM yang memiliki perhatian terhadap kemanusiaan dan prinsip keadilan ekonomi.

Dompet Dhuafa (DD) sebagai inisiator event pertama di Indonesia bersama denganBadan Wakaf Indonesia (BWI) dan Forum Wakaf Produktif (FWP) menjadi lokomotif perubahan pola wakaf produktif di Indonesia. Hal ini diharapkan bisa menjadi bagian upaya membangun kanal-kanal informasi (media) hingga pola penghimpunan dan penggerakkan wakaf produktif yang bisa menjadi solusi pengentasan kemiskinan dan membangun peradaban umat dan bangsa Indonesia.

INDONESIA WAKAF SUMMIT 2017 akan menghadirkan Ketua MPR RI, Menteri Agraria dan Tata Ruang / Kepala BPN, Ketua Umum MUI, Ketua Umum Badan Wakaf Indonesia (BWI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), institusi perbankan syariah, organisasi profesi/sejenis, komunitas, pengusaha (private sector), lembaga donor, dunia pendidikan, dan pegiat kemanusiaan.
Acara dikemas selama 1 (satu) hari di Hotel Sahid Jakarta dengan tema “Masih Ada Waktu” ini diharapkan bisa menjadi momen istimewa bagi setiap umat Muslim khususnya untuk menjadi bagian dari Gerakan Sejuta Wakif Dompet Dhuafa.

Sejuta Wakif adalah gerakan umat untuk bergotong royong menciptakan kesejahteraan masyarakat melalui WAKAF.

Wakaf adalah ibadah mulia yg menjanjikan Kunci Surga bagi pewakaf atau Wakif. “Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh”. (HR. Muslim no. 1631)

Jika ada sejuta orang berwakaf dengan rutin Rp 10.000/bulan maka akan akan terhimpun dana wakaf sebesar Rp 10 miliar/bulan atau Rp 120 miliar/tahun maka langkah ini menjadi sebuah gerakan dahsyat untuk mensejahterakan umat.

Dana wakaf yang terkumpul dapat digunakan membangun aset produktif seperti rumah sakit, gedung sekolah, pabrik, perkebunan, pertanian, dan sebagainya. Hasil surplus atas pengelolaan aset wakaf itulah yang digunakan untuk memutuskan rantai kemiskinan sehingga kesejahteraan umat terwujud. Misalnya di bidang kesehatan, gerakan ini mampu mewujudkan satu rumah sakit pro dhuafa di setiap kabupaten/kota. Di bidang pendidikan, kita mampu membangun fasilitas sekolah-sekolah dan pada bidang ekonomi pun kita bisa mengembangkan perekonomian umat lebih baik.

Berwakaf sangatlah mudah, tidak harus berupa tanah, gedung atau mobil, namun bisa juga dimulai dari wakaf uang hanya Rp 10.000 per bulan. Mengingat potensi wakaf uang di Indonesia menurut BWI dan BPS pada tahun 2015 sebesar Rp 185 triliun.

Siapapun bisa berwakaf karena Allah berfirman tidaklah diturunkan agama untuk menyusahkan, melainkan untuk menolong hamba-Nya hidup berbahagia di Surga.

Gerakan inilah yang nantinya mampu membuat berbagai perubahan dan menciptakan peradaban bagi bagi bangsa Indonesia melalui gerakan berwakaf. Acara ini dapat dinyakini menjadi pelopor lahirnya pembaharuan di Tanah Air melalui gelombang gerakan wakaf secara masif dan nyata bagi kita.

Mari bergabung dan mendukung gerakan kemanusiaan ini akses wakaf demi perubahan nyata bagi umat dan Tanah Air.