Oleh Bahron Ansori, wartawan MINA
Sebagian orang telah memiliki harta yang banyak, telah diberi kemewahan oleh Allah Ta’ala, telah dimudahkan rezekinya, namun mereka tidak merasakan kebahagiaan. Sebenarnya Allah Ta’ala telah menunjukkan banyak cara dan kiat untuk menggapai kebahagiaan. Dan telah terbukti bahwa kebahagiaan itu tidak hanya diukur dengan harta, kebahagiaan bukan diukur dengan kemewahan, kebahagiaan bukan diukur dengan ketenaran, ada perkara-perkara lain yang bisa menjadikan seseorang berbahagia.
Pada kesempatan kali ini kita berbicara tentang orang-orang yang Allah berikan rezeki kepada mereka, terutama yang memiliki kelebihan. Bagaimana caranya agar mereka bisa meraih kebahagiaan? Rasulullah bersabda,
وَأَحَبُّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللهِ سُرُورٌ تُدْخِلُهُ عَلَى مُسْلِمٍ، أَوْ تَكْشِفُ عَنْهُ كُرْبَةً، أَوْ تَقْضِي عَنْهُ دَيْناً، أَوْ تَطْرُدُ عَنْهُ جُوْعًا وَ لَأَنْ أَمْشِيْ مَعَ أَخٍ فِي حَاجَةٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا المَسْجِدِ، (يَعْنِي مَسْجِدُ النَبَوِي ) شَهْرًا
“…Manusia yang paling dicintai Allah adalah yang paling bermanfaat bagi manusia, dan pekerjaan yang paling dicintai Allah adalah menggembirakan seorang muslim, atau menjauhkan kesusahan darinya, atau membayarkan hutangnya, atau menghilangkan laparnya. Sungguh aku berjalan bersama saudaraku yang muslim untuk sebuah keperluan lebih aku cintai daripada beri’ktikaf di masjid ini (masjid Nabawi) selama sebulan…” (HR. Thabrani di dalam al-Mu’jam al-Kabir, no. 13646).
Membahagiakan seorang muslim merupakan amalan yang besar daripada berdiam diri ((i’tikaf) di masjid Nabawi selama satu bulan untuk beribadah. Nabi katakan amalan menemani seorang muslim untuk ia tunaikan kebutuhannya, itu adalah amalan yang besar dan amalan yang agung. Mengapa demikian? Karena menolong orang lain, menghilangkan rasa laparnya, mengatasi kesulitannya adalah amalan yang sangat dicintai oleh Allah Ta’ala, dan amalan tersebut akan memberikan rasa kebahagian kepada para pelakunya.
Ada seorang sahabat yang menemui Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, sahabat ini mengeluhkan kekerasan dan kekakuan di dalam hatinya, ia tidak merasakan kebahagiaan. Maka Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,
إِنْ أَرَدْتَ أَنْ يَلِينَ قَلْبُكَ ، فَأَطْعِمِ الْمِسْكِينَ ، وَامْسَحْ رَأْسَ الْيَتِيمِ
“Jika engkau ingin agar hatimu menjadi lunak, maka berilah makan orang miskin dan usaplah kepala anak yatim.” (HR. Ahmad no. 7576 dan 9018)
Mungkin di antara kita ada yang bertanya, apa hubungannya kebahagiaan dengan memberi makan orang yang miskin? Apa hubungannya kebahagiaan dengan mengusap kepala anak yatim? Apa hubungan hal ini dengan kelembutan hati dan kebahagiaan?
Ingatlah wahai muslimin, di dalam agama kita ada sebuah prinsip yang agung الجَزَاءُ مِنْ جِنْسِ العَمَلِ “Balasan itu sesuai dengan amalan.” Jika seorang hamba berusaha menyenangkan hati orang lain, memikirkan kesulitan yang dihadapi orang lain, makan Allah juga akan menyenagkan hatinya. Oleh karenanya kita dapati sebagian orang, berletih-letih, berpayah-payah, pergi ke tempat yang jauh untuk membantu kaum muslimin, membawakan bantuan, mengumpulkan dana untuk diberikan kepada kaum muslimin, dia tidak pernah merasakan keletihan, padahal itu pekerjaan yang sangat berat, mungkin ia tidak mendapatkan dunia (upah) sepeser pun, akan tetapi mengapa ia bisa begitu betah melakukan itu semua? Karena ada kebahagiaan yang ia dapatkan. Allah yang memasukkan kebahagiaan dalam dirinya.
Oleh karenanya manusia yang paling berbahagia di muka bumi ini adalah Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Mengapa? Karena beliau adalah orang yang paling memikirkan bagaimana caranya membahagiakan orang lain. Allah berfirman,
لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ
“Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasih lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.” (QS. At Taubah).
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam merasa berat hatinya penderitaan para sahabatnya, penderitaan kaum muslimin secara umum, beliau menginginkan keimanan dan keselamatan bagi para sahabatnya dan umat beliau seluruhnya.
Ummul mukminin, Khadijah radhiallahu anha juga pernah memuji sifat suaminya ini, ketika Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam merasa takut bahwa dirinya terancam saat menerima wahyu pertama,
كَلَّا أَبْشِرْ فَوَاللَّهِ لَا يُخْزِيكَ اللَّهُ أَبَدًا وَاللَّهِ إِنَّكَ لَتَصِلُ الرَّحِمَ وَتَصْدُقُ الْحَدِيثَ وَتَحْمِلُ الْكَلَّ وَتَكْسِبُ الْمَعْدُومَ وَتَقْرِي الضَّيْفَ وَتُعِينُ عَلَى نَوَائِبِ الْحَقِّ
“Janganlah begitu, bergembiralah! Demi Allah, Allah tidak akan menghinakanmu, selama-lamanya. Demi Allah! Sesungguhnya, kamu telah menyambung tali persaudaraan, berbicara jujur, memikul beban orang lain, suka membantu orang yang tidak punya, menjamu tamu, dan sentiasa mendukung kebenaran.” (HR. Al-Bukhari no. 4572 dan Muslim no. 231)
Inilah sifat dasar Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bahkan sebelum beliau menerima wahyu. Khadijah menyebutkan beberapa sifat suaminya, yang kesemuanya menunjukkan bahwa beliau selalu berusaha membuat orang lain berbahagia; menyambung silaturahmi, jujur, memikul beban orang lain, membantu orang yang tidak punya, memuliakan tamu, dan mendukung kebenaran.
Dalam hadis yang lainnya dikisahkan, ada seorang budak wanita yang masih kecil menarik tangan Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam untuk menunaikan suatu keperluannya. Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam membiarkan budak tersebut membawanya ke tempat yang ia inginkan. Mengapa ini semua beliau lakukan? Karena beliau sangat ingin memasukkan kebahagiaan di hati orang lain.
Karena Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam adalah orang yang paling ingin membahagiakan orang lain, maka beliau adalah orang yang paling berbahagia. Lalu bagaimana dengan kita? Sudahkah kita senang membahagiakan saudara kita? Wallahua’lam. (A/RS3/RS2)
Mi’raj News Agency (MINA)
membahagiakan
YAYASAN MASJID NURUL ABROR MEJASEM BARAT [SK MENTERI Hukum dan HAM No : AHU - 891.AH. 01014. Tahun 2011] alamat email yayasan.masjid.nurul.abror@gmail.com. Office: Jl. Merapi Raya No 17A Mejasem Barat Kramat Kabupaten. TEGAL 52181 CENTRAL JAVA INDONESIA
Jumat, 02 Oktober 2020
Membahagiakan Seorang Muslim
Kamis, 01 Oktober 2020
Minus 4 Juta Saldo Jumatan Per Tanggal 25-9-2020
haddun nafsi dan himmah dalam kehidupan
Minggu, 27 September 2020
Kemu’jizatan Al-Quran bahwa Al-Qur’an adalah obat,
Mengapa Al-Qur’an dapat meningkatkan imunitas tubuh? Dalam suatu konferensi kedokteran di Kairo, Doktor Ahmad Al-Qadli menyatakan bahwa mendengarkan atau membaca Al-Quran mampu menimbulkan ketenangan jiwa.
Kondisi ini menyebabkan peningkatan daya imunitas tubuh melawan serangan penyakit.
Ahli penyakit jantung dan direktur lembaga pendidikan dan penelitian kedokteran Islam di Amerika itu menyampaikan hal tersebut setelah mengadakan riset lapangan.
https://radarbekasi.id/2020/04/12/psbb-al-quran-dan-imunitas-tubuh/
Pengurus Harian tahun 2020 sd 2025 Masjid Nurul Abror
Sabtu, 26 September 2020
Ngaji Bersanad Malam Jumat
Minggu, 20 September 2020
Garam Epsom
4 Manfaat Garam Epsom untuk Kesehatan
dr. Andika Widyatama
Salah satu jenis garam yang istimewa adalah garam Epsom. Pernah mendengarnya? Kalau belum, yuk kenali manfaat garam Epsom untuk kesehatan.
Klikdokter.com, Jakarta Meski terlihat seperti garam pada umumnya, garam Epsom tidak digunakan untuk memasak. Garam yang berasal dari Epsom, Surrey, Inggris (atau sering disebut garam Inggris) ini cukup populer sebagai campuran untuk berendam setelah menjalani hari yang panjang. Selebritas seperti Gwyneth Paltrow pun diketahui menyenangi garam ini. Yuk ketahui serangkaian manfaat garam Epsom untuk kesehatan!
Garam Epsom memiliki kandungan yang sangat berbeda dari garam dapur atau garam untuk memasak lainnya. Garam Epsom terdiri dari campuran dua mineral alami, yaitu magnesium sulfat, serta oksigen. Dari segi rasa, garam ini cenderung pahit, bukan asin seperti garam masak lainnya.
Penggunaan garam Epsom umumnya dengan cara dilarutkan di dalam air bak mandi. Ketika dilarutkan dalam air, garam akan melepaskan ion magnesium dan sulfat yang kemudian akan diserap oleh kulit. Selanjutnya, larutan garam tersebut digunakan untuk berendam.
Serangkaian manfaat garam Epsom
Anda dapat melarutkan dua cangkir garam Epsom di dalam air bak mandi, lalu berendam selama minimal 15 menit. Manfaat yang bisa Anda dapatkan antara lain:
Mengatasi sulit tidur
Garam Epsom dipercaya dapat membantu Anda yang mengalami kesulitan tidur. Kandungan magnesium dalam garam ini dipercaya dapat merangsang Anda untuk tidur. Magnesium tersebut dapat membantu tubuh memproduksi hormon yang menimbulkan rasa kantuk, yaitu melatonin. Di samping itu, magnesium dalam garam Epsom juga dapat membantu mengurangi stres, sehingga dapat membuat Anda lebih relaks dan mudah tertidur.
Mengatasi nyeri otot dan sendi
Garam Epsom diketahui juga dapat mengurangi nyeri otot dan kram otot setelah berolahraga. Khasiat ini datang dari magnesium yang dapat membantu tubuh dalam menyerap gula dan asam laktat. Selain itu, magnesium juga dipercaya dapat mengatasi nyeri sendiri yang diakibatkan oleh proses peradangan sendi
Menebalkan rambut
Kebotakan atau rambut rontok juga dapat diatasi dengan bantuan penggunaan garam Epsom. Mencuci rambut dengan garam ini diketahui dapat membantu menambah volume rambut, sehingga rambut terlihat lebih tebal.
Campurkan garam Epsom dengan kondisioner, usapkan di kepala, dan biarkan selama 20 menit untuk mendapatkan rambut yang lebih bervolume. Tak hanya itu, garam Epsom juga dipercaya dapat melembapkan rambut dan kulit kepala.
Mengatasi konstipasi
Kandungan magnesium dalam garam mineral dapat menimbulkan mekanisme penarikan air ke dalam rongga usus. Mekanisme tersebut dapat membuat feses lebih lunak dan melancarkan pergerakan usus, sehingga proses defekasi (buang air besar) pun menjadi lebih mudah.
Oleh karena itu, garam Epsom juga bisa digunakan untuk membantu mengatasi konstipasi. Nah, khusus untuk manfaat ini, biasanya garam ini perlu diminum. Caranya, campurkan 2-6 sendok teh garam ke dalam satu cangkir air, lalu minum.
Meskipun memiliki serangkaian manfaat kesehatan dan popularitasnya menanjak karena banyak selebritas yang menggunakannya, nyatanya masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut mengenai khasiat garam Epsom.
Di sisi lain, juga terdapat efek samping penggunaan garam yang mungkin bisa timbul. Di antaranya adalah diare, nyeri perut, mengantuk, bercak merah, gatal, sesak napas, bibir bengkak, pusing, perubahan irama jantung, kelemahan otot, berkeringat, hingga pingsan. Jika Anda merasakan beberapa efek samping ini, sebaiknya hentikan penggunaan dan segera memeriksakan diri ke dokter.
Meski berkhasiat, tapi beberapa orang mungkin kurang cocok dengan garam ini, misalnya kulit menjadi kering. Namun, jangan patah semangat, karena garam juga bisa dicampurkan dengan minyak kelapa atau minyak esensial lainnya.
Cukup banyak juga, ya, manfaat garam Epsom untuk kesehatan?! Meski tergolong aman, Anda tetap harus menggunakannya secara bijak. Anda pun sebaiknya berada dalam pengawasan dokter jika memiliki kondisi kesehatan seperti penyakit ginjal, penyakit jantung, diabetes, nyeri perut hebat, konstipasi berat, mual, muntah, perforasi usus, dan radang usus besar.
https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/3624815/4-manfaat-garam-epsom-untuk-kesehatan