Jumat, 02 Oktober 2020

Membahagiakan Seorang Muslim

‌Oleh Bahron Ansori, wartawan MINA

‌Sebagian orang telah memiliki harta yang banyak, telah diberi kemewahan oleh Allah Ta’ala, telah dimudahkan rezekinya, namun  mereka tidak merasakan kebahagiaan. Sebenarnya Allah Ta’ala telah menunjukkan banyak cara dan kiat untuk menggapai kebahagiaan. Dan telah terbukti bahwa kebahagiaan itu tidak hanya diukur dengan harta, kebahagiaan bukan diukur dengan kemewahan, kebahagiaan bukan diukur dengan ketenaran, ada perkara-perkara lain yang bisa menjadikan seseorang berbahagia.

‌Pada kesempatan kali ini kita berbicara tentang orang-orang yang Allah berikan rezeki kepada mereka, terutama yang memiliki kelebihan. Bagaimana caranya agar mereka bisa meraih kebahagiaan? Rasulullah  bersabda,

وَأَحَبُّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللهِ سُرُورٌ تُدْخِلُهُ عَلَى مُسْلِمٍ، أَوْ تَكْشِفُ عَنْهُ كُرْبَةً، أَوْ تَقْضِي عَنْهُ دَيْناً، أَوْ تَطْرُدُ عَنْهُ جُوْعًا وَ لَأَنْ أَمْشِيْ مَعَ أَخٍ فِي حَاجَةٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا المَسْجِدِ، (يَعْنِي مَسْجِدُ النَبَوِي ) شَهْرًا

“…Manusia yang paling dicintai Allah adalah yang paling bermanfaat bagi manusia, dan pekerjaan yang paling dicintai Allah adalah menggembirakan seorang muslim, atau menjauhkan kesusahan darinya, atau membayarkan hutangnya, atau menghilangkan laparnya. Sungguh aku berjalan bersama saudaraku yang muslim untuk sebuah keperluan lebih aku cintai daripada beri’ktikaf di masjid ini (masjid Nabawi) selama sebulan…” (HR. Thabrani di dalam al-Mu’jam al-Kabir, no. 13646).

‌Membahagiakan seorang muslim merupakan amalan yang besar daripada berdiam diri ((i’tikaf) di masjid Nabawi selama satu bulan untuk beribadah. Nabi  katakan amalan menemani seorang muslim untuk ia tunaikan kebutuhannya, itu adalah amalan yang besar dan amalan yang agung. Mengapa demikian? Karena menolong orang lain, menghilangkan rasa laparnya, mengatasi kesulitannya adalah amalan yang sangat dicintai oleh Allah Ta’ala, dan amalan tersebut akan memberikan rasa kebahagian kepada para pelakunya.

‌Ada seorang sahabat yang menemui Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, sahabat ini mengeluhkan kekerasan dan kekakuan di dalam hatinya, ia tidak merasakan kebahagiaan. Maka Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,

إِنْ أَرَدْتَ أَنْ يَلِينَ قَلْبُكَ ، فَأَطْعِمِ الْمِسْكِينَ ، وَامْسَحْ رَأْسَ الْيَتِيمِ

“Jika engkau ingin agar hatimu menjadi lunak, maka berilah makan orang miskin dan usaplah kepala anak yatim.” (HR. Ahmad no. 7576 dan 9018)

‌Mungkin di antara kita ada yang bertanya, apa hubungannya kebahagiaan dengan memberi makan orang yang miskin? Apa hubungannya kebahagiaan dengan mengusap kepala anak yatim? Apa hubungan hal ini dengan kelembutan hati dan kebahagiaan?

‌Ingatlah wahai muslimin, di dalam agama kita ada sebuah prinsip yang agung الجَزَاءُ مِنْ جِنْسِ العَمَلِ “Balasan itu sesuai dengan amalan.” Jika seorang hamba berusaha menyenangkan hati orang lain, memikirkan kesulitan yang dihadapi orang lain, makan Allah juga akan menyenagkan hatinya. Oleh karenanya kita dapati sebagian orang, berletih-letih, berpayah-payah, pergi ke tempat yang jauh untuk membantu kaum muslimin, membawakan bantuan, mengumpulkan dana untuk diberikan kepada kaum muslimin, dia tidak pernah merasakan keletihan, padahal itu pekerjaan yang sangat berat, mungkin ia tidak mendapatkan dunia (upah) sepeser pun, akan tetapi mengapa ia bisa begitu betah melakukan itu semua? Karena ada kebahagiaan yang ia dapatkan. Allah yang memasukkan kebahagiaan dalam dirinya.

‌Oleh karenanya manusia yang paling berbahagia di muka bumi ini adalah Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Mengapa? Karena beliau adalah orang yang paling memikirkan bagaimana caranya membahagiakan orang lain. Allah berfirman,

لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

“Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasih lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.” (QS. At Taubah).

‌Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam merasa berat hatinya penderitaan para sahabatnya, penderitaan kaum muslimin secara umum, beliau menginginkan keimanan dan keselamatan bagi para sahabatnya dan umat beliau seluruhnya.

‌Ummul mukminin, Khadijah radhiallahu anha juga pernah memuji sifat suaminya ini, ketika Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam merasa takut bahwa dirinya terancam saat menerima wahyu pertama,

كَلَّا أَبْشِرْ فَوَاللَّهِ لَا يُخْزِيكَ اللَّهُ أَبَدًا وَاللَّهِ إِنَّكَ لَتَصِلُ الرَّحِمَ وَتَصْدُقُ الْحَدِيثَ وَتَحْمِلُ الْكَلَّ وَتَكْسِبُ الْمَعْدُومَ وَتَقْرِي الضَّيْفَ وَتُعِينُ عَلَى نَوَائِبِ الْحَقِّ

“Janganlah begitu, bergembiralah! Demi Allah, Allah tidak akan menghinakanmu, selama-lamanya. Demi Allah! Sesungguhnya, kamu telah menyambung tali persaudaraan, berbicara jujur, memikul beban orang lain, suka membantu orang yang tidak punya, menjamu tamu, dan sentiasa mendukung kebenaran.” (HR. Al-Bukhari no. 4572 dan Muslim no. 231)

‌Inilah sifat dasar Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bahkan sebelum beliau menerima wahyu. Khadijah menyebutkan beberapa sifat suaminya, yang kesemuanya menunjukkan bahwa beliau selalu berusaha membuat orang lain berbahagia; menyambung silaturahmi, jujur, memikul beban orang lain, membantu orang yang tidak punya, memuliakan tamu, dan mendukung kebenaran.

‌Dalam hadis yang lainnya dikisahkan, ada seorang budak wanita yang masih kecil menarik tangan Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam untuk menunaikan suatu keperluannya. Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam membiarkan budak tersebut membawanya ke tempat yang ia inginkan. Mengapa ini semua beliau lakukan? Karena beliau sangat ingin memasukkan kebahagiaan di hati orang lain.

‌Karena Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam adalah orang yang paling ingin membahagiakan orang lain, maka beliau adalah orang yang paling berbahagia. Lalu bagaimana dengan kita? Sudahkah kita senang membahagiakan saudara kita? Wallahua’lam. (A/RS3/RS2)


‌Mi’raj News Agency (MINA)

membahagiakan

Kamis, 01 Oktober 2020

Minus 4 Juta Saldo Jumatan Per Tanggal 25-9-2020

Uang wakaf Produktif sejumlah Rp 8.864.552 (delapan juta delapan ratus enam puluh empat ribu lima ratus lima puluh dua ribu rupiah) dipinjam masjid buat bayar pembuatan kusen alumunium pa trisno dan sisa pinjaman wakaf tsb kami dari ustadz  wartono digunakan untuk upgrade cctv masjid, ongkos tukang dan tambahan kabel  cctv dan habis (sudah dilaporkan ke laporan jumatan) sisanya 0 (nol rupiah). 
sumbangan beli cctv dari pa dono 2,5 juta  dan upgrade cctv ke merek hik vison 8 channel seharga ± 6,5 juta termasuk pemasangan dan penambahan kabel

Berarti saldo Masjid yg pada tgl 25/9/2020 kebelakang = -4.173.200 (minus empat juta seratus tujuh puluh tiga ribu dua ratus rupiah) 

Maka uang masjid yg belum disetorkan ke rek bank masjid Sebelum tg 25 september 2020 adalah

= (-Uang pagar balkon)+(-uang wakaf produktif)+(uang qurban kurang h. suryono) +(uang saldo rek bank) 
= *(-10jt)* + *(-8.864.552)*+ *[ (1,5 jt)+ (7,1jt) ]*
= *[ (-10jt) + (-8.864.552) ]*+ *(8,6jt) ]* 
= *(-18.864.552)  + (8.600.000)*
= * (-10.264.552) *

 ( _*minus sepuluh juta duaratus enam puluh empat ribu limaratus limapuluh dua rupiah*_ ) belum disetor ke bank. 

Keterangan
1. Uang pagar balkon = 10 juta
2. Uang wakaf produktif = 8.864.552
3. Uang talangan qurban = 3,5 juta
4. Salfo rek. Bank =Rp 7.100.000 ( tujuh juta seratus ribu rupiah) 
5. Uang di h. Suryono 1,5jt +7,1jt saldo tabungan =8,6jt jatahnya bayar wakaf produktif masih kurang Rp 264. 552

Wakaf dari ibu Hj Amti'ah bnti H. Ali Arsyad (almh) alamat Purwosari KUDUS sejumlah Rp 3.500.000 (tiga juta lima ratus ribu rupiah) dititipkan ke Pengurus Masjid Nurul Abror dan alhamdulillah sudah diterima dan sangat dibutuhkan untuk pelunasan pembayaran pembuatan Pagar Stenless teras lantai atas senilai Rp 43.800.000 (dan alhamdulillah sudah lunas) matur nuwun🙏🙏🙏

haddun nafsi dan himmah dalam kehidupan

1. Tajrid 
2. asbab 
3. syahwat
4. himmah
 
Eling Allah, ibadah kepada Allah, taqorub marang Allah Tajrid, asbab, syahwat (1,2,3) dalam bahasan gus baha sering disebut haddun nafsi. 

Himmah cara dekat kepada Allah tanpa memperdulikan dirinya hanya  Allah semata, hanya Allah semata tanpa tujuan materi, kehormatan jabatan, harta kekayaan. 

1. Himmah Membangun masjid mesti apike, nanging bisa terjadi ana ora apike himmah menolong fakir miskin selama membangun terabaikan. 
2. Istiqomah jadi imam baik, tapi ana ora apike bisa juga tidak ikhlas nek digenti wong liya. 
3. Mulang ngaji mesti apike, tapi ana ora apike menowo ono tujuan bisyaroh. Mesti nggremeng nek ora ono bisyarahe
4. Jariyah kanggo mbangun masjid mesti apike, nanging bisa juga ana ora apike misal ga sadar tindakan manna wal adza : atas jasa saya, berkat saran saya, atas bantuan saya. 
5. umroh mesti apike, nanging ora apike menowo karena faktor gengsi, isin tanggane podo umroh, mungkin taksih lali karo tanggane atau sedulure aqrobain sing esih mlarat kangelan mangan. 
6. Eling pengeran disaat melihat fakir miskin niku keren tapi mungkin ono unsur haddun nafsinya ketika Sodaqoh berharap tambah berkah. 
7. Eling pengeran dengan Salat dhuha tapi ono ora apike berharap haddun nafsi tujuan kaya
8. Eling pengeran disaat sehat keren tapi eling pengeran disaat stroke ya apik tapi kurang keren. 
9. Banyak Hafidz quran mesti apike tapi akih sing lali tujuan tafaqquh fiqqih, ahli fiqih, tentang ahli hukum islan

Minggu, 27 September 2020

Kemu’jizatan Al-Quran bahwa Al-Qur’an adalah obat,

Mengapa Al-Qur’an dapat meningkatkan imunitas tubuh? Dalam suatu konferensi kedokteran di Kairo, Doktor Ahmad Al-Qadli menyatakan bahwa mendengarkan atau membaca Al-Quran mampu menimbulkan ketenangan jiwa.

Kondisi ini menyebabkan peningkatan daya imunitas tubuh melawan serangan penyakit.

Ahli penyakit jantung dan direktur lembaga pendidikan dan penelitian kedokteran Islam di Amerika itu menyampaikan hal tersebut setelah mengadakan riset lapangan.


Ada 210 pasien sukarela selama 48 kali pengobatan yang dibarengi dengan pembacaan Al-Quran atau memperdengarkannya. Hasilnya, 77% dari sampel acak yang terdiri dari muslim dan non muslim menampakkan adanya gejala pengenduran saraf yang tegang dan selanjutnya ini menimbulkan ketenangan jiwa.

Semua gejala tadi direkam dengan alat pendeteksi elektronik yang dilengkapi dengan komputer untuk mengukur setiap perubahan yang terjadi dalam tubuh selama pengobatan.

Menurut Al-Qadli, berkurangnya ketegangan saraf ini mampu mengaktifkan dan meningkatkan daya imunitas tubuh dan memperoleh proses kesembuhan pasien.

Penemuan seperti ini tentu semakin meyakinkan kita terkait i’jazul Qur’an (kemu’jizatan Al-Quran). Memang Allah SWT sudah menegaskan bahwa Al-Qur’an adalah obat, sebagaimana firman Allah SWT :

وَنُنَزِّلُ مِن ٱلْقُرْءَانِ مَا هُوَ شِفَآءٌ وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ وَلَا يَزِيدُ ٱلظَّٰلِمِينَ إِلَّا خَسَارًا

“Dan Kami turunkan dari Al-Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al-Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.” (QS. Al-Isra : 82)


https://radarbekasi.id/2020/04/12/psbb-al-quran-dan-imunitas-tubuh/

Pengurus Harian tahun 2020 sd 2025 Masjid Nurul Abror

Pengurus Harian tahun 2020 sd 2025 Masjid Nurul Abror, berikut tugasnya;

1. Ustad Wartono 
1). khotib jumat 
2). Pengajian malam jumat 
3) imam salat magrib isa 
4) pembina
5) pengurus harian

2. H. Suryono
1) Ketua penasehat
2) Imam salat dhuhur asar
3). ketua pengajian
4) Ketua pengajian semaan
5) pengurus harian

3. H. Sulis
1) imam salat subuh
2) bendahara yayasan
3) pengurus harian

4. H. Amir Effendi S.Ag. 
1) Ketua Umum
2) Badal khotib
3) Badal imam rawatib
4) Pengajian jumatan
5) Pengurus harian

5. Arip wicaksono
1) Membuat Laporan Jumatan 
2) Mengarsipkan Laporan Jumatan
3) Laporan Tahunan
4) Kegiatan Sosial kematian/sakit
5) Pengurus Harian

Sabtu, 26 September 2020

Ngaji Bersanad Malam Jumat

Jadwal Pengajian Malam Jumat (bersanad) 
Masjid Nurul Abror RW5 Mejasem Barat Kramat Kabupaten Tegal

1.kliwon Tasfir ibnu katsir Ust.Abd.Jamil
2. Pahing Irsyadul-Ibad Ust. Muhlisin
3. Wage Al-Hikam Ust Wartono, S.Pd.I
4. Legi Nashoihul Ibad Ust. Mi'rojun 
5. Pon Fathul-Muin ust Hamdan S.Pd.I

1. Kitab Tafsir ibnu Katsir
2. Kitab Irsyadul Ibad
3. Kitab AlHikam
4 Kitab Nashoihul Ibad imam Nawawi
Kitab Fathul-Muin


6. Kitab ihya ulumuddin

Pedoman ngaji:
1) Ngaji ada gurunya dan didepan umum, bukan membaca sendiri. (Gus Baha)
2) Kitab umumnya dibaca secara berturutan

Ini Pengalaman Ghaib saat Ngaji Kitab Ihya Ulumiddin 
Ahad 2 Juli 2017 11:05 WIB BAGIKAN: 
Pringsewu, NU Online 

Kitab Ihya Ulumiddin dibaca tidak berurutan dari jilid awal sebagaimana lazimnya membaca kitab. Kalau kitab Ihya ini dibaca tidak berurutan, maka konsekuensinya pembacaan kitab tidak tamat atau pembacanya mengalami peristiwa-peristiwa ghaib.  

Demikian disampaikan Mustasyar MWCNU Ambarawa Kabupaten Pringsewu KH Muhammad Dalhar di kediamannya, Pengaleman Kabupaten Pringsewu, Jum'at (30/6). "Saya juga mengalami hal serupa saat saya mengajarkan kitab Ihya sampai pada Bab Sakaratul Maut, Istri saya dipanggil oleh Allah SWT," katanya dengan raut muka sedih menceritakan kisah hidupnya. Selain itu, seseorang yang hanya belajar beberapa bagian saja dari kitab ini bisa-bisa mengalami kebingungan dan tidak bisa memahaminya. "Dalam kitab ini ada bab di mana kita kebingungan dalam memahami maksudnya. Tetapi, kebingungan ini akan terobati pada bab selanjutnya," jelasnya.  

Dalam kesempatan ini, kiai yang berpenampilan sangat sederhana ini juga menceritakan sebuah kisah tentang seseorang yang meragukan kandungan Kitab Ihya Ulumuddin. "Orang ini kemudian bermimpi bertemu dengan Imam Ghazali yang menyampaikan keraguannya kepada Nabi Muhammad SAW. Setelah itu Nabi memberikan kayu kepada Imam Ghazali untuk memukul orang yang tidak percaya ini," kata kiai yang juga rutin membaca Kitab Ihya Ulumuddin setiap Jumat di Masjid Jami Pengaleman ini. 

Ia mengatakan bahwa setelah orang itu bangun terlihat sekujur tubuhnya membiru dan sakit seperti habis dipukul dengan kayu. (Muhammad Faizin/Alhafiz K)

(Sumber:https://www.nu.or.id/post/read/79306/ini-pengalaman-ghaib-saat-ngaji-kitab-ihya-ulumiddin) 


3) Ngaji dengan sanad yaitu seperti jalannya orang orang yang telah diberi nikmat, tafsir menurut mbah maemun zuber "an'amta" Adalah orang saleh yg telah meninggal, karena yg bisa ditiru adalah sifat manusia sedang sifat Allah tdk bisa ditiru karena tidak makan dan tidak minum (Gus Baha

4) Ngaji dengan kitab (bersanad) potensi salahnya kecil kalau ngaji tanpa pedoman kitab potensi salahnya banyak karena banyak menggunakan uraian logika pikiran kita. (Gus Baha) 

5) Sanad gus Baha 
dari Syeh Ahmad Zaeni Dahlan (Mesir)-Syeh Bakri Satho (kitab I'anatut Thalibin)-Syeh Mahfud Adarmasi (pacitan)-Syeh Faqih Maskumambang-Syeh Zubair-Syeh Maemun Zubeir -gus Baha

Minggu, 20 September 2020

Garam Epsom

 


4 Manfaat Garam Epsom untuk Kesehatan

dr. Andika Widyatama

Salah satu jenis garam yang istimewa adalah garam Epsom. Pernah mendengarnya? Kalau belum, yuk kenali manfaat garam Epsom untuk kesehatan.

Klikdokter.com, Jakarta Meski terlihat seperti garam pada umumnya, garam Epsom tidak digunakan untuk memasak. Garam yang berasal dari Epsom, Surrey, Inggris (atau sering disebut garam Inggris) ini cukup populer sebagai campuran untuk berendam setelah menjalani hari yang panjang. Selebritas seperti Gwyneth Paltrow pun diketahui menyenangi garam ini. Yuk ketahui serangkaian manfaat garam Epsom untuk kesehatan!

Garam Epsom memiliki kandungan yang sangat berbeda dari garam dapur atau garam untuk memasak lainnya. Garam Epsom terdiri dari campuran dua mineral alami, yaitu magnesium sulfat, serta oksigen. Dari segi rasa, garam ini cenderung pahit, bukan asin seperti garam masak lainnya.

Penggunaan garam Epsom umumnya dengan cara dilarutkan di dalam air bak mandi. Ketika dilarutkan dalam air, garam akan melepaskan ion magnesium dan sulfat yang kemudian akan diserap oleh kulit. Selanjutnya, larutan garam tersebut digunakan untuk berendam.

Serangkaian manfaat garam Epsom

Anda dapat melarutkan dua cangkir garam Epsom di dalam air bak mandi, lalu berendam selama minimal 15 menit. Manfaat yang bisa Anda dapatkan antara lain:

Mengatasi sulit tidur


Garam Epsom dipercaya dapat membantu Anda yang mengalami kesulitan tidur. Kandungan magnesium dalam garam ini dipercaya dapat merangsang Anda untuk tidur. Magnesium tersebut dapat membantu tubuh memproduksi hormon yang menimbulkan rasa kantuk, yaitu melatonin. Di samping itu, magnesium dalam garam Epsom juga dapat membantu mengurangi stres, sehingga dapat membuat Anda lebih relaks dan mudah tertidur.

Mengatasi nyeri otot dan sendi


Garam Epsom diketahui juga dapat mengurangi nyeri otot dan kram otot setelah berolahraga. Khasiat ini datang dari magnesium yang dapat membantu tubuh dalam menyerap gula dan asam laktat. Selain itu, magnesium juga dipercaya dapat mengatasi nyeri sendiri yang diakibatkan oleh proses peradangan sendi 

Menebalkan rambut


Kebotakan atau rambut rontok juga dapat diatasi dengan bantuan penggunaan garam Epsom. Mencuci rambut dengan garam ini diketahui dapat membantu menambah volume rambut, sehingga rambut terlihat lebih tebal.

Campurkan garam Epsom dengan kondisioner, usapkan di kepala, dan biarkan selama 20 menit untuk mendapatkan rambut yang lebih bervolume. Tak hanya itu, garam Epsom juga dipercaya dapat melembapkan rambut dan kulit kepala.

Mengatasi konstipasi


Kandungan magnesium dalam garam mineral dapat menimbulkan mekanisme penarikan air ke dalam rongga usus. Mekanisme tersebut dapat membuat feses lebih lunak dan melancarkan pergerakan usus, sehingga proses defekasi (buang air besar) pun menjadi lebih mudah.

Oleh karena itu, garam Epsom juga bisa digunakan untuk membantu mengatasi konstipasi. Nah, khusus untuk manfaat ini, biasanya garam ini perlu diminum. Caranya, campurkan 2-6 sendok teh garam ke dalam satu cangkir air, lalu minum.

Meskipun memiliki serangkaian manfaat kesehatan dan popularitasnya menanjak karena banyak selebritas yang menggunakannya, nyatanya masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut mengenai khasiat garam Epsom.

Di sisi lain, juga terdapat efek samping penggunaan garam yang mungkin bisa timbul. Di antaranya adalah diare, nyeri perut, mengantuk, bercak merah, gatal, sesak napas, bibir bengkak, pusing, perubahan irama jantung, kelemahan otot, berkeringat, hingga pingsan. Jika Anda merasakan beberapa efek samping ini, sebaiknya hentikan penggunaan dan segera memeriksakan diri ke dokter.

Meski berkhasiat, tapi beberapa orang mungkin kurang cocok dengan garam ini, misalnya kulit menjadi kering. Namun, jangan patah semangat, karena garam juga bisa dicampurkan dengan minyak kelapa atau minyak esensial lainnya.

Cukup banyak juga, ya, manfaat garam Epsom untuk kesehatan?! Meski tergolong aman, Anda tetap harus menggunakannya secara bijak. Anda pun sebaiknya berada dalam pengawasan dokter jika memiliki kondisi kesehatan seperti penyakit ginjal, penyakit jantung, diabetes, nyeri perut hebat, konstipasi berat, mual, muntah, perforasi usus, dan radang usus besar.

https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/3624815/4-manfaat-garam-epsom-untuk-kesehatan