Sabtu, 13 Juni 2020

Jadi wali Allah memahami luasnya rahmat Allah


Hidup pengin nyaman ya harus jadi wali Allah. Wali tidak mesti harus ekstrem punya keajaiban yg luar biasa, seperti bisa berjalan diatas air, kebal senjata tajam, bisa menghilang dsb. 
Jadi wali Allah memahami luasnya rahmat Allah sehingga aku bisa hormat kepada semua umat Kanjeng Nabi Muhamad Saw.
1. Ciri Pertama wali seneng tertawa
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَاَ نَّهٗ هُوَ اَضْحَكَ وَاَ بْكٰى ۙ 
"dan sesungguhnya Dialah yang menjadikan orang tertawa dan menangis,"
(QS. An-Najm 53: Ayat 43)

قُلْ بِفَضْلِ اللّٰهِ وَبِرَحْمَتِهٖ فَبِذٰلِكَ فَلْيَـفْرَحُوْا ۗ هُوَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُوْنَ

"Katakanlah (Muhammad), Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Itu lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan."
(QS. Yunus 10: Ayat 58)

2.Ciri Kedua wali tdk mesti ekstreme seperti wali Songo atau bisa terbang, bisa berjalan di atas air, kebal senjata tajam dan keajaiban lain, (gus baha) 

3. Ciri Ketiga wali cuma ngrumati ibune sabar seorang yang ngrumati ibune dgn baik bisa dadi wali seperti Uwais al qarni, 
Seorang wali Allah yang namanya terkenal di langit, namun tidak dikenal di bumi, dia adalah:
Uwais Al Qarni hidup di zaman setelah Rasulullah wafat. Namun Rasulullah pernah bercerita tentang Uwais Al Qarni kepada sayyidina Umar dan sayyidina Ali tanpa pernah bertemu dengan Uwais Al Qarni, kemudian Rasulullah berpesan kepada mereka, “Jika kamu bisa meminta kepadanya untuk memohonkan ampun (kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala) untukmu, maka lakukanlah!”.

4. Ciri keempat Wali ucapane nyeneh ngawur kasapmata dimata orang aneh tapi dimata Allah mulia. Nabi Musa doane ga mustajab malah suruh menemui seorang wali Allah yg bernama Barrakh
Wali ini do'anya sangat ngawur sekali tapi maqbul, hampir nabi Musa memukul barkh karena dianggap ga sopan kepada Allah. Saat akan memukul Barkh Allah berfirman. “Wahai Musa! Jangan kau lakukan perbuatan itu. Sesungguhnya Barkh membuatku tertawa tiga kali dalam sehari.”Allah melarangnya...              
Do'anya begini " Ya Allah apa Engkau sudah ga punya stok air sehingga ga ada hujan? Apa angin-angin sudah ga nurut ? Maksiat mereka ga pengaruh kalih kuasane Panjenengan, mpun udan mawon, trus hujan turun......"  

5. Ciri Kelima wali tidak diangkat Allah, (gus baha) 

Dalam QS. Al-Baqarah 2: Ayat 38:
Laa khoufun 'alaihim wa laa hum yahzanuun tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati."

manfaatnya walaupun  orang bukan wali, bisa tahu rahmat Allah lebih dalam lagi. sehingga ketika orang dalam kondisi miskinpun tetep bisa ngguyu ga sakit dgn kekurangannya, tetep bisa syukur meskipun miskin,
dan saat orang kondisi kayapun tidak bangga diri karena tahu jasad kita milik Allah, ilmu kita  milik Allah, harta kita milik Allah, anak istri milik Allah,  semua milik Allah
manfaatnya mengubah sikap negatip menjadi sikap positip loma, breh, suka menolong, suka memberi,  tidak ara rasa takut dan sedih. laa khoufun 'alaihim wa laa hum yahzanuun tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati."
meskipun ketika menghadapi malaikat maut maupun ketika orang berada di neraka.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
اَ لَاۤ اِنَّ اَوْلِيَآءَ اللّٰهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَ ۚ 
alaaa inna auliyaaa`allohi laa khoufun 'alaihim wa laa hum yahzanuun

"Ingatlah wali-wali Allah itu, tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati."
(QS. Yunus 10: Ayat 62)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
قُلْنَا اهْبِطُوْا مِنْهَا جَمِيْعًا ۚ فَاِ مَّا يَأْتِيَنَّكُمْ مِّنِّيْ هُدًى فَمَنْ تَبِـعَ هُدَايَ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَ

"Kami berfirman, Turunlah kamu semua dari surga! Kemudian jika benar-benar datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa mengikuti petunjuk-Ku, tidak ad
a rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 38)

7. Ciri ketujuah Wali saat miskin loma
Menyelamatkan satu nyawa manusia sama dengan menyelamatkan manusia dan seluruh  keturunannya. Uang 10 ribu akan bernilai sejarah menolong fakir miskin ketimbang uang 1 milyar cuma sebagai assecories beli mobil alphard. 

Gus Baha juga bercerita tentang temannya yang punya sepeda bututut. Kemudian Gus Baha bercanda, “mus saya ambil ya.” Sang teman pun mengiyakan, “iya gus”. Coba kalau temannya itu punya mbil Fortuner, atau Alphard dan Kijang misalnya. Kijang Innova itu lalu kita minta, pasti tidak akan boleh. Padahal waktu masih miskin, punya ayam dua, kemudian diminta satu, ya boleh.

Waktu masih miskin ayam dua ekor itu asset, ya seperti itulah, ketika empat puluh kambing diambil satu kelihatan sedikit, kalau 80 diambil dua kelihatan sedikit. Setelah empat ribu kambing, diambil 80 baru berat.

Makanya kalau pelit ingin tobat sekarang sebelum kaya. Makaya, pesan Gus Baha, kalau senang sedekah itu ya sekarang



KH. Bahauddin bin Kiai Nursalim (Gus Baha') punya kalimat yang dipigura, dan kelak benda itu akan diwasiatkan kepada anak-cucunya.

Kalimat itu ditulis dalam bahasa Arab. Kira-kira artinya: “Wahai anak-cucuku, aku ini belajar banyak bukan untuk menjadi orang alim. Tapi untuk memahami luasnya rahmat Allah sehingga aku bisa hormat kepada semua umat Kanjeng Nabi.”

Salah satu golongan umat Kanjeng Nabi Muhammad Saw yang terbesar adalah orang awam. Kanjeng Nabi sendiri juga rileks menghadapi orang awam. Salah satu sahabat beliau suka sekali mabuk. Namanya: Nu’aiman.

Nu’aiman ini cinta sekali dengan Kanjeng Nabi. Kalau tidak bersama Kanjeng Nabi, dia pusing. Tapi kalau tak mabuk juga pusing. Akhirnya dipilihlah jalan tengah, sering mabuk di dekat Kanjeng Nabi.

Ada banyak cerita tentang Nu’aiman ini. Orangnya jenaka, mabukan, ceplas-ceplos, dan sering mengerjai Kanjeng Nabi. Tapi Kanjeng Nabi sangat mencintainya

Kelakuan Nu’aiman yang seperti itu, sering ditegur para sahabat. Dan Kanjeng Nabi balik menegur para sahabat tersebut. “Bagaimanapun Nu’aiman itu mencintai Allah dan rasulnya.” Dan di kesempatan lain, Kanjeng Nabi berkata, “Aku itu paling gembira kalau bercanda dengan Nu’aiman.”.................. 

9. Ciri kesembilan nikmat makan jadi wali tiap sesuap makanan muji Allah

https://youtu.be/1Yf0Cbrxaa0

10   kesepuluh cuma ngrumati anak dadi wali dengan sabar tidak mbentak anak, ga marah marah bisa dadi wali,  

Nikmat syukur (makan), nikmat islam (wali), ibadah kurban (nilai kepatuhan)

11. Kesebelas Ngeleg kecewa diamuk bojo minuman yang sangat disukai Allah ngeleg kecewa diamuk bojo ora ngamuk lan digawe lali

12 Keduabelas tanda tanda kewalian seseorang
nyebut selain Allah tidak faseh (pelo) 

Catatan
1.salat jamaah mufaroqoh boleh /sah jika salat kepanjangan ada hajat (gus baha) 

2. Hidup pengin nyaman yo jadi wali
http://majlisdzikirnurulabror.blogspot.com/2020/06/wali-tidak-mesti-extrem-paunya-keajaiban.html

3. https://youtu.be/Zu6KDQG7goI

4. https://youtu.be/D74GczwzU_Y

5. https://youtu.be/xr6cwREZ7jc

6. Eling pengeran pas sakit sakitan mboten keren 
https://youtu.be/A1_MhwbsMCg

7. Dzikir dengan jumlah tertentu boleh tapi bukan amalan wali, adalah haddun nafsi kepentingan orang awam, wali semua kuasane Allah, orang biasa jadi presiden kuasane Allah, orang biasa bisa jadi kaya kuasane Allah, anak profesor belum tentu jadi profesor 

8. Ucapan orang musyik yg ngawur dosa kehendak Allah, syirik kehendak Allah dicatat dl al quran , sdh dibahas pada faham jabariyah-mu'tazilah
سَيَـقُوْلُ الَّذِيْنَ اَشْرَكُوْا لَوْ شَآءَ اللّٰهُ مَاۤ اَشْرَكْنَا وَلَاۤ اٰبَآ ؤُنَا وَلَا حَرَّمْنَا مِنْ شَيْءٍ ۗ كَذٰلِكَ كَذَّبَ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْ حَتّٰى ذَا قُوْا بَأْسَنَا ۗ قُلْ هَلْ عِنْدَكُمْ مِّنْ عِلْمٍ فَتُخْرِجُوْهُ لَـنَا ۗ اِنْ تَتَّبِعُوْنَ اِلَّا الظَّنَّ وَاِ نْ اَنْـتُمْ اِلَّا تَخْرُصُوْنَ
"Orang-orang musyrik akan berkata, Jika Allah menghendaki, tentu kami tidak akan mempersekutukan-Nya, begitu pula nenek moyang kami, dan kami tidak akan mengharamkan apa pun. Demikian pula orang-orang sebelum mereka yang telah mendustakan (para Rasul) sampai mereka merasakan azab Kami. Katakanlah (Muhammad), Apakah kamu mempunyai pengetahuan yang dapat kamu kemukakan kepada kami? Yang kamu ikuti hanya persangkaan belaka, dan kamu hanya mengira."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 148)