Rabu, 28 Agustus 2019

sugih mlarat


umume wong sugih iku medit
nek wong mlarat iku jarang medit

saumpomo wong sugih biso mbantu mlarat sadeso ono wong 100 x 100 equ-nan , umume wong sugih bisa ngomong : "aku wis akeh mbantu wong mlarat ben wulan"
bondo 100 rb iku soko sopo? trus digawe gampang usahane bisa mbantu100rb soko sopo?
opo iyo wis akeh olehe mbantu wong mlarat? coba seumpomo  wong esih kahanan mlarat duwe bebek 2 dijaluk siji entuk opo ora? jawabe akih entuke
tapi saumpomo wong duwe sapi 2 dijaluk siji entuk opo ora? jawabe akih ora entuke

ikulah kahanan wong sugih karo wong mlarat. Iki wis ono contone jaman mbiyen  yaiku  koyo tsa'laba (umat nabi Muhammad saw) karo korun (umat nabi musa as.)
tsa'laba wektu isih mlarat
dzikire sedelit
ditakoni kanjeng nabi knp?
njaluk dongake ben sugih dadi  olehe dzikir bisa suwi
sewaktu tsa'laba wis sugih malah jarang salat marang masjid, jarang dzikir suwe nang masjid.
naliko weduse wis tekan 40
dikon zakat  wedus 1. jawabe mengko!
barang weduse wis tekan 4000  dikon zakat 100 wedus. Jawabe, iki nabi  arep ngrampok opo piye? malah ngonen-ngoneni nabi, banjur sedoyo sahabat nabi mboten purun nampi zakate tsa'laba.
mung qur sharing

saka (min) endi bondomu ?
kemana (ila) bondomu enteke?
karena (bil) opo bondomu ?

ahli surga dan ahli neraka

ahli neraka bisa dari kalangan:
1. orang berilmu yang sombong merasa ilmunya paling bener di madzhabnya, dan menganggap selain madzhab yg diyakini sesat.
2. orang berilmu yang merasa ilmunya paling bener di madzhabnya, tapi menolak  kemunkaran  (nahi munkar) dari   golongan satu madzhab atau beda mdzhab.
3. orang bodoh (tidak berilmu) yg tidak mau menerima kebenaran.

ahli surga bisa dari kalangan
1. orang yg berilmu dari suatu madzhab, tapi menghargai madzhab lain yg masih satu furu' ahli sunah wal jamaah (aswaja)
2. Orang bodoh yg mudah menerima kebenaran
3. Orang bodoh/ berilmu yang tidak merendahkan orang lain

Sabtu, 24 Agustus 2019

Malam Jumat Waktu Mustajab Doa, Ini Amalan dan Doa yang Dianjurkan Rasulullah SAW


Malam Jumat Waktu Mustajab Doa, Ini Amalan dan Doa yang Dianjurkan Rasulullah SAW

Kamis, 1 Agustus 2019 15:38

   

TRIBUNJAMBI.COM - Bagi umat muslim, keberadaan malam dan hari jumat juga dianjurkan untuk memperbanyak doa karena di dalamnya ada waktu mustajab doa.

Sebab, hari jumat disebut sebagai rajanya hari atau sayyidul ayyam.

Pada malam jumat, bagi umat muslim dianjuarkan membaca doa dan memperbanyak amalan sesuai yang diajarkan Rasulullah SAW.

Tersebut dalam Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya:

أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَكَرَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ، فَقَالَ: فِيْهِ سَاعَةٌ لاَ يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ، وَهُوَ قَائِمٌ يُصَلِّيْ، يَسْأَلُ اللهَ تَعَالَى شَيْئًا إِلاَّ أَعْطَاهُ إِيَّاهُ، وَأَشَارَ بِيَدِهِ يُقَلِّلُهَا.

"Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyebut hari Jum'at, lalu menyatakan, 'Di dalamnya terdapat satu saat yang tidaklah seorang hamba muslim menepatinya dalam keadaan 'berdiri melaksanakan shalat' untuk memohon sesuatu kepada Allah, melainkan Allah mengabulkan permintaannya,seraya mengisyaratkan dengan tangannya bahwa waktunya cuma sebentar."

Dalam sebuah riwayat Rasulullah SAW bersabda:

“Barangsiapa yang membaca doa berikut tujuh kali pada malam Jum’at, kemudian ia mati pada malam itu, ia akan masuk ke surga; barangsiapa yang membacanya pada hari Jum’at, lalu ia mati pada hari itu, maka ia akan masuk ke surga”

Berikut adalah doa yang dibaca ketika malam jumat :

اَللَّهُمَّ اَنْتَ رَبّي لاَ اِلَهَ إلاَّ اَنْتَ خَلَقْتَنِي وَاَنَا عَبْدُكَ وَابْنُ اَمَتِكَ وَفِي قَبْضَتِكَ وَنَاصِيَتِي بِيَدِكَ اَمْسَيْتُ عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْـتَطَعْتُ اَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنْ شَـرِّ مَا صَنَعْتُ اَبُوءُ بِنِعْمَتِكَ وَاَبُوءُ بِذُنُوبِى فَاغْفِرْ لِى ذُنُوبِى اِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إلاَّ اَنْتَ .

Allahumma anta robbi la ilaha illa anta kholaqtani wa ana ‘abduka wabnu amatika wafi qobdhotika wa nashiyati biyadika amsaitu ‘ala ‘ahdika wa wa’dika mastatho’tu a’uzu biridhoka min syarri ma shona’tu abu-u bini’matika wa abu-u bizunubi faghfirli zunubi innahu la yaghfiruz zunuba illa anta

“Ya Allah, Engkaulah Tuhanku tiada Tuhan kecuali Engkau. Engkaulah yang menciptakan aku dan aku adalah hamba-Mu, putra hamba-Mu dan berada dalam genggaman-Mu dan nasibku berada di tangan-Mu. Aku memasuki petang ini atas perjanjian kepada-Mu sesuai dengan kemampuanku, aku berlindung dengan ridha-Mu dari keburukan perbuatanku, aku kembali kepada-Mu dengan nikmat-Mu dan aku kembali kepada-Mu dengan membawa dosa-dosaku, maka ampuni dosa-dosaku, karena tidak ada yang mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau.”

Tak cuma membaca doa pada malam jumat, umat muslim juga diharapkan untuk melengkapinya dengan tiga amalan yang dianjurkan Rasulullah SAW.

Dikutip TribunnewsBogor.com, berikut adalah tiga amalan yang bisa dilakukan umat muslim pada malam jumat serta hari Jumat :

1. Memperbanyak membaca salawat untuk Nabi Muhammad SAW.

Anjuran bersalawat ini didasarkan pada sabda Nabi Muhammad SAW.

“Diriwayatkan dari Aws bin Aws, Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya hari yang paling mulia bagi kalian adalah hari Jumat. Pada hari itu Nabi Adam AS diciptakan, di hari itu ditiupkan ruh, dan pada hari itu dilaksanakan siksaan. Karena itu maka perbanyaklah membaca shalawat kepadaku. Sebab shalawat yang kamu baca pada hari itu akan didatangkan kepadaku. Lalu salah seorang sahabat bertanya :

‘Wahai Rasulullah bagaimana mungkin shalawat yang kami baca itu bisa dihadapkan kepadamu, padahal engkau telah hancur dimakan bumi?’ Rasulullah SAW menjawab : ‘Sesungguhnya Allah ’Azza wa Jalla mengharamkan bumi untuk memakan jasad para Nabi-Nya.” (HR Ibnu Majah, 1075)

Membaca salawat ini memiliki banyak faidah, di antaranya dimudahkannya dikabulkan doa yang kita panjatkan.

"Setiap doa akan terhalang (untuk dikabulkan) hingga dibacakan shalawat kepada Muhammad dan keluarganya." (HR Thabrani).

https://jambi.tribunnews.com/amp/2019/08/01/malam-jumat-waktu-mustajab-doa-ini-amalan-dan-doa-yang-dianjurkan-rasulullah-saw?page=2

hutang sebesar gunung Shir

Doa yang moga bisa menjadi pembuka pintu rezeki. Doanya mudah dan semoga mudah pula mendapatkan berkah.

 

Pertama:

Setiap Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan shalat Shubuh, setelah salam, beliau membaca do’a berikut,

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا

Allahumma innii as-aluka ‘ilman naafi’a, wa rizqon thoyyibaa, wa ‘amalan mutaqobbalaa.

Artinya:

“Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat (bagi diriku dan orang lain), rizki yang halal dan amal yang diterima (di sisi-Mu dan mendapatkan ganjaran yang baik).” (HR. Ibnu Majah, no. 925 dan Ahmad 6: 305, 322. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih)

 

Kedua:

Do’a dari hadits ‘Ali, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengajarkan doa berikut,

اللَّهُمَّ اكْفِنِى بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِى بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

Allahumak-finii bi halaalika ‘an haroomik, wa agh-niniy bi fadhlika ‘amman siwaak.

Artinya:

“Ya Allah cukupkanlah aku dengan yang halal dan jauhkanlah aku dari yang haram, dan cukupkanlah aku dengan karunia-Mu dari bergantung pada selain-Mu.” (HR. Tirmidzi no. 3563. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan)

Secara lengkap, hadits tersebut diriwayatkan Imam Tirmidzi dan Imam Ahmad sebagai berikut:

أَنَّ مُكَاتَبًا جَاءَهُ فَقَالَ إِنِّي قَدْ عَجَزْتُ عَنْ كِتَابَتِي فَأَعِنِّي قَالَ أَلَا أُعَلِّمُكَ كَلِمَاتٍ عَلَّمَنِيهِنَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَوْ كَانَ عَلَيْكَ مِثْلُ جَبَلِ صِيرٍ دَيْنًا أَدَّاهُ اللَّهُ عَنْكَ قَالَ قُلْ اللَّهُمَّ اكْفِنِي بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِي بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

Seorang budak mukatab (yang mengadakan perjanjian pembebasan dengan tuannya) datang kepada Ali dan berkata; aku tidak mampu membayar pembebasanku, maka tolonglah aku! Ali berkata; maukah aku ajarkan kepadamu beberapa kalimat yang telah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ajarkan kepadaku, yang seandainya engkau memiliki hutang sebesar gunung Shir niscaya Allah akan membayarkannya untukmu? Ali berkata; ucapkanlah; ALLAAHUMMAKFINII BIHALAALIKA ‘AN HARAAMIK, WA AGHNINII BIFADHLIKA ‘AMMAN SIWAAK (Ya Allah, cukupkanlah aku dengan kehalalanMu sehingga tidak memerlukan keharamanMu, dan jadikanlah aku kaya sehingga tidak butuh kepada selainMu). (HR. Tirmidzi)

 
https://youtu.be/-Zj3bTpem40

Ingin tahu selengkapnya.
Yuk KLIK: https://rumaysho.com/13118-kumpulan-doa-pembuka-pintu-rezeki.html

Sabtu, 17 Agustus 2019

1:2 muslim kuffar

Allah SWT berfirman:

وَاَ لَّفَ بَيْنَ قُلُوْبِهِمْ ۗ لَوْ اَنْفَقْتَ مَا فِى الْاَ رْضِ جَمِيْعًا مَّاۤ اَلَّفْتَ بَيْنَ قُلُوْبِهِمْ وَلٰـكِنَّ اللّٰهَ اَلَّفَ بَيْنَهُمْ ۗ اِنَّهٗ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ
"dan Dia (Allah) yang mempersatukan hati mereka (orang yang beriman). Walaupun kamu menginfakkan semua (kekayaan) yang berada di Bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sungguh, Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana."
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 63)

* Via Al-Qur'an Indonesia http://quran-id.com
Allah SWT berfirman:

يٰۤـاَيُّهَا النَّبِيُّ حَرِّضِ الْمُؤْمِنِيْنَ عَلَى الْقِتَا لِ ۗ اِنْ يَّكُنْ مِّنْكُمْ عِشْرُوْنَ صَا بِرُوْنَ يَغْلِبُوْا مِائَتَيْنِ ۚ وَاِ نْ يَّكُنْ مِّنْكُمْ مِّائَةٌ يَّغْلِبُوْۤا اَ لْفًا مِّنَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا بِاَ نَّهُمْ قَوْمٌ لَّا يَفْقَهُوْنَ
"Wahai Nabi (Muhammad)! Kobarkanlah semangat para mukmin untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar di antara kamu, niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang (yang sabar) di antara kamu, niscaya mereka dapat mengalahkan seribu orang kafir, karena orang-orang kafir itu adalah kaum yang tidak mengerti."
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 65)

* Via Al-Qur'an Indonesia http://quran-id.com
Allah SWT berfirman:

اَلْئٰـنَ خَفَّفَ اللّٰهُ عَنْكُمْ وَعَلِمَ اَنَّ فِيْكُمْ ضَعْفًا ۗ فَاِ نْ يَّكُنْ مِّنْكُمْ مِّائَةٌ صَا بِرَةٌ يَّغْلِبُوْا مِائَتَيْنِ ۚ وَاِ نْ يَّكُنْ مِّنْكُمْ اَلْفٌ يَّغْلِبُوْۤا اَلْفَيْنِ بِاِ ذْنِ اللّٰهِ ۗ وَ اللّٰهُ مَعَ الصّٰبِرِيْنَ
"Sekarang Allah telah meringankan kamu karena Dia mengetahui bahwa ada kelemahan padamu. Maka, jika di antara kamu ada seratus orang yang sabar, niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus (orang musuh); dan jika di antara kamu ada seribu orang (yang sabar), niscaya mereka dapat mengalahkan dua ribu orang dengan seizin Allah. Allah beserta orang-orang yang sabar."
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 66)

* Via Al-Qur'an Indonesia http://quran-id.com

Allah SWT berfirman:

كُتِبَ عَلَيْکُمُ الْقِتَا لُ وَهُوَ كُرْهٌ لَّـكُمْ ۚ وَعَسٰۤى اَنْ تَكْرَهُوْا شَيْــئًا وَّهُوَ خَيْرٌ لَّـکُمْ ۚ وَعَسٰۤى اَنْ تُحِبُّوْا شَيْــئًا وَّهُوَ شَرٌّ لَّـكُمْ ۗ وَا للّٰهُ يَعْلَمُ وَاَ نْـتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ
"Diwajibkan atas kamu berperang, padahal itu tidak menyenangkan bagimu. Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 216)

* Via Al-Qur'an Indonesia http://quran-id.com

Jumat, 16 Agustus 2019

PERINTAH MENYEMPURNAKAN SHAF

Oleh

Ustadz Abu Isma’il Muslim Al-Atsari

Shalat merupakan amal shalih terbesar di dalam Islam setelah syahadatain. Shalat juga merupakan pembeda antara orang beriman dengan orang kafir. Oleh karena itu shalat memiliki kedudukan yang sangat agung di dalam agama Islam.  Demikian juga shalat jama’ah di masjid sangat ditekankan untuk dilakukan, bahkan mayoritas Ulama berpendapat bahwa laki-laki dewasa yang tidak ada halangan wajib shalat berjama’ah di masjid.

Tentang keutamaan yang sangat besar bagi yang menjalankan shalat fardhu (wajib) secara berjama’ah di masjid, Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ثَلَاثَةٌ كُلُّهُمْ ضَامِنٌ عَلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ رَجُلٌ خَرَجَ غَازِيًا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَهُوَ ضَامِنٌ عَلَى اللَّهِ حَتَّى يَتَوَفَّاهُ فَيُدْخِلَهُ الْجَنَّةَ أَوْ يَرُدَّهُ بِمَا نَالَ مِنْ أَجْرٍ وَغَنِيمَةٍ وَرَجُلٌ رَاحَ إِلَى الْمَسْجِدِ فَهُوَ ضَامِنٌ عَلَى اللَّهِ حَتَّى يَتَوَفَّاهُ فَيُدْخِلَهُ الْجَنَّةَ أَوْ يَرُدَّهُ بِمَا نَالَ مِنْ أَجْرٍ وَغَنِيمَةٍ وَرَجُلٌ دَخَلَ بَيْتَهُ بِسَلَامٍ فَهُوَ ضَامِنٌ عَلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ

Tiga orang dijamin oleh Allâh Azza wa Jalla:

Seseorang yang keluar berperang fii sabilillah. Dia dijamin oleh Allâh sampai Allâh wafatkan dia, lalu Allâh Azza wa Jallamemasukkannya ke surga, atau Allâh akan memulangkannya dengan meraih pahala dan ghanimah. Seseorang yang berangkat ke masjid, maka dia dijamin oleh Allâh sampai Allâh mewafatkannya, lalu memasukkan ke dalam surga, atau Allâh akan memulangkannya dengan meraih pahala dan ghanimah. Seseorang yang masuk rumahnya dengan mengucapkan salam, maka dia dijamin oleh Allâh. [HR. Abu Dawud, no. 2496; dari Abu Umamah, dishohihkan syaikh Al-Albani]

Dalam menjalanan shalat jama’ah sangat dibutuhkan ilmu untuk mengatur jalannya shalat sehingga menjadi sempurna. Di antara yang penting dalam shalat berjama’ah adalah pengaturan shaf (barisan). Maka, pada edisi ini, kami akan menyampaikan beberapa hal yang berkaitan dengan mengatur shaf di dalam shalat jama’ah, semoga bermanfaat bagi kita semua.

PERINTAH MELURUSKAN SHAF

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ سَوُّوا صُفُوفَكُمْ فَإِنَّ تَسْوِيَةَ الصُّفُوفِ مِنْ إِقَامَةِ الصَّلَاةِ

Dari Anas bin Malik, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , Beliau  bersabda, “Luruskan shaf-shaf  kamu, sesungguhnya meluruskan shaf itu termasuk tegaknya  shalat”. [HR. Al-Bukhâri, no. 723]

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَوُّوا صُفُوفَكُمْ فَإِنَّ تَسْوِيَةَ الصُّفُوفِ مِنْ تَمَامِ الصَّلَاةِ

Dari Anas bin Malik, dia berkata, “Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Luruskan shaf-shaf  kamu, sesungguhnya kelurusan shaf itu termasuk kesempurnaan shalat’” [HR. Muslim, no. 433; Ibnu Mâjah, no. 993 Dishahihkan oleh al-Albâni]

عَنْ أَنَسٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ اسْتَوُوا اسْتَوُوا اسْتَوُوا فَوَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ إِنِّي لَأَرَاكُمْ مِنْ خَلْفِي كَمَا أَرَاكُمْ مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ

Dari Anas bin Malik, bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Luruskan, luruskan, luruskan! Demi (Allâh) Yang jiwaku berada di tanganNya,  sesungguhnya aku melihat kamu dari belakangku sebagamana aku melihatmu dari depanku”.  [HR. An-Nasai, no. 813]

CARA MELURUSKAN SHAF

Menyempurnakan Shaf Pertama, Lalu Belakangnya Dan Seterusnya.

عَنْ جَابِرِ بْنِ سَمُرَةَ السُّوَائِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَلَا تَصُفُّونَ كَمَا تَصُفُّ الْمَلَائِكَةُ عِنْدَ رَبِّهَا قَالَ قُلْنَا وَكَيْفَ تَصُفُّ الْمَلَائِكَةُ عِنْدَ رَبِّهَا قَالَ ((يُتِمُّونَ الصُّفُوفَ الْأُوَلَ وَيَتَرَاصُّونَ فِي الصَّفِّ))

Dari Jabir bin Samuroh as-Suwaai, dia berkata, “Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Tidakkah kamu berbaris sebagaimana para Malaikat berbaris di hadapan Rabbnya?’  Para Sahabat bertanya, “Bagaimana para Malaikat berbaris di hadapan Rabbnya?” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Mereka menyempurnakan shaf-shaf yang pertama dan merapatkan shaf”. [HR. Ibnu Mâjah, no. 992; An-Nasai, no. 816. Hadits ini dinilai shahih oleh Al-Albani rahimahullah]

Meluruskan Shaf

عَنْ النُّعْمَانِ بْنَ بَشِيرٍ يَقُولُ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُسَوِّي الصَّفَّ حَتَّى يَجْعَلَهُ مِثْلَ الرُّمْحِ أَوْ الْقِدْحِ قَالَ فَرَأَى صَدْرَ رَجُلٍ نَاتِئًا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَوُّوا صُفُوفَكُمْ أَوْ لَيُخَالِفَنَّ اللَّهُ بَيْنَ وُجُوهِكُمْ

Dari An-Nu’man bin Basyir Radhiyallahu anhu, dia berkata, “Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa meluruskan shaf sehingga Beliau menjadikannya seperti tombak atau anak panah (karena sangat lurusnya-pen). Kemudian Beliau melihat dada seorang laki-laki menonjol, maka Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Luruskanlah shaf-shaf kamu atau Allâh benar-benar akan menjadikan hati kamu berselisih”. [HR. Ibnu Mâjah, no. 994; An-Nasai, no. 810. Hadits ini dinilai shahih oleh Al-Albani rahimahullah]

Merapatkan Shaf Dan Menutup Celah-Celah

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ أُقِيمَتْ الصَّلَاةُ فَأَقْبَلَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِوَجْهِهِ فَقَالَ ((أَقِيمُوا صُفُوفَكُمْ وَتَرَاصُّوا فَإِنِّي أَرَاكُمْ مِنْ وَرَاءِ ظَهْرِي))

Dari Anas bin Malik, dia berkata, “Iqamat telah dikumandangkan, lalu Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam menghadapkan wajahnya kepada kami, kemudian Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Luruskanlah shaf-shaf kamu, dan hendaklah kalian saling merapat, sesungguhnya aku melihat kamu dari balik punggungku”. [HR. Al-Bukhâri, no. 719]

عَنْ أَنَسٍ أَنَّ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ ((رَاصُّوا صُفُوفَكُمْ وَقَارِبُوا بَيْنَهَا وَحَاذُوا بِالْأَعْنَاقِ فَوَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ إِنِّي لَأَرَى الشَّيَاطِينَ تَدْخُلُ مِنْ خَلَلِ الصَّفِّ كَأَنَّهَا الْحَذَفُ

Dari Anas bahwa Nabi shalAllâhu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Rapatkanlah shaf-shaf kamu, dekatkanlah antara shaf-shaf, sejajarkanlah leher-leher. Demi (Allâh) Yang jiwa Muhammad di tanganNya, sesungguhnya aku melihat setan-setan masuk dari sela-sela shaf seolah-olah seekor anak kambing”. [HR. An-Nasâi, no. 815; Abu Dawud, no. 667. Hadits ini dinilai shahih oleh Al-Albani rahimahullah]

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « أَقِيمُوا الصُّفُوفَ وَحَاذُوا بَيْنَ الْمَنَاكِبِ وَسُدُّوا الْخَلَلَ وَلِينُوا بِأَيْدِى إِخْوَانِكُمْ ». لَمْ يَقُلْ عِيسَى « بِأَيْدِى إِخْوَانِكُمْ ». « وَلاَ تَذَرُوا فُرُجَاتٍ لِلشَّيْطَانِ وَمَنْ وَصَلَ صَفًّا وَصَلَهُ اللَّهُ وَمَنْ قَطَعَ صَفًّا قَطَعَهُ اللَّهُ ».. قَالَ أَبُو دَاوُدَ وَمَعْنَى « وَلِينُوا بِأَيْدِى إِخْوَانِكُمْ ». إِذَا جَاءَ رَجُلٌ إِلَى الصَّفِّ فَذَهَبَ يَدْخُلُ فِيهِ فَيَنْبَغِى أَنْ يُلَيِّنَ لَهُ كُلُّ رَجُلٍ مَنْكِبَيْهِ حَتَّى يَدْخُلَ فِى الصَّفِّ.

Dari Abdullah bin ‘Umar Radhiyallahu anhuma, bahwa Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sempurnakan shaf-shaf, sejajarkan bahu-bahu, tutupi celah-celah, dan berlaku lembutlah dengan tangan-tangan saudara-saudara kamu.” Imam Abu Dawud berkata, “‘Isa (nama seorang perawi) tidak mengatakan ‘dengan tangan-tangan saudara-saudara kamu’. “Kamu jangan meninggalkan celah-celah untuk syaitan. Barangsiapa menyambung shaf, Allâh akan menyambungnya. Dan barangsiapa memutus shaf, Allâh akan memutusnya”.

Abu Dawud berkata, “Lembutlah dengan tangan-tangan saudara-saudara kamu, maksudnya  jika seseorang datang menuju shaf, lalu berusaha memasukinya, maka sepantasnya setiap orang melembutkan kedua bahunya sehingga orang itu bisa masuk ke dalam shaf. [HR. Ahmad, no. 5714; Abu Dawud, no. 666; Al-Baihaqi di dalam Sunan Kubra, no. 5391; Ath-Thabrani dalam Musnad asy-Syâmiyyin. Ini adalah lafazh Abu Dawud. Hadits ini dinilai shahih oleh syaikh Al-Albani dan Syu’aib al-Arnauth]

Cara Merapatkan Dan Meluruskan Shaf

Ada beberapa hadits yang menjelasakan praktek Sahabat terhadap perintah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk menyempurnakan shaf, sehingga hal ini termasuk sunnah taqrîriyah. Yaitu perkataan atau perbuatan para Sahabat yang tidak ditegur oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam sehingga hal itu merupakan kebenaran. Di antara hadits tentang cara meluruskan shaf:

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ ((أَقِيمُوا صُفُوفَكُمْ فَإِنِّي أَرَاكُمْ مِنْ وَرَاءِ ظَهْرِي)) وَكَانَ أَحَدُنَا يُلْزِقُ مَنْكِبَهُ بِمَنْكِبِ صَاحِبِهِ وَقَدَمَهُ بِقَدَمِهِ

Dari Anas bin Malik, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , Beliau bersabda, “Luruskan shaf-shaf kamu,  sesungguhnya aku melihat kamu dari belakang punggungku!”. Anas bekata, “Setiap orang dari kami biasa menempelkan pundaknya dengan pundak saudaranya, dan menempelkan telapak kakinya dengan telapak kaki saudaranya”. [HR. Al-Bukhâri, no. 725]

Imam al-Bukhâri rahimahullah memasukkan hadits ini ke dalam bab:

بَاب إِلْزَاقِ الْمَنْكِبِ بِالْمَنْكِبِ وَالْقَدَمِ بِالْقَدَمِ فِي الصَّفِّ

‘Menempelkan pundak dengan pundak, dan (menempelkan) telapak kaki dengan telapak kaki di dalam shaf’.

Al-Hafizh Ibnu Hajar mengomentari bab ini dengan menyatakan.

الْمُرَاد بِذَلِكَ الْمُبَالَغَةُ فِي تَعْدِيلِ الصَّفّ وَسَدِّ خَلَلِهِ ، وَقَدْ وَرَدَ الْأَمْرُ بِسَدِّ خَلَل اَلصَّفّ وَالتَّرْغِيب فِيهِ فِي أَحَادِيثَ كَثِيرَةٍ

Yang dimaksudkan dengan hal itu adalah bersungguh-sungguh dalam melurukan shaf dan menutupi celah-celah. Perintah dan anjuran untuk menutupi celah shaf  itu ada dalam banyak hadits”. [Fathul Bâri, 3/77]

Di dalam hadits dijelaskan:

عَنْ أَبِى الْقَاسِمِ الْجَدَلِىِّ قَالَ سَمِعْتُ النُّعْمَانَ بْنَ بَشِيرٍ يَقُولُ أَقْبَلَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَلَى النَّاسِ بِوَجْهِهِ فَقَالَ « أَقِيمُوا صُفُوفَكُمْ ». ثَلاَثًا « وَاللَّهِ لَتُقِيمُنَّ صُفُوفَكُمْ أَوْ لَيُخَالِفَنَّ اللَّهُ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ ». قَالَ فَرَأَيْتُ الرَّجُلَ يُلْزِقُ مَنْكِبَهُ بِمَنْكِبِ صَاحِبِهِ وَرُكْبَتَهُ بِرُكْبَةِ صَاحِبِهِ وَكَعْبَهُ بِكَعْبِهِ.

Dari Abul Qâshim al-Jadali, dia berkata, “Aku mendengar an-Nu’man bin Basyir berkata, “Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam menghadapkan wajahnya kepada jama’ah lalu bersabda, “Luruskan shaf-shaf kamu” tiga kali, “Demi Allâh, kamu benar-benar harus meluruskan shaf kamu atau Allâh akan menjadikan hati kamu berselisih”.Nu’man bin Basyir Radhiyallahu anhu berkata, “Aku lihat laki-laki menempelkan bahunya dengan bahu kawannya, lututnya dengan lutut kawannya, mata kakinya dengan mata kaki kawannya”. [HR. Abu Dawud, no. 662;  Al-Bazzar, no. 3285. Hadits ini dinilai shahih oleh al-Albani]

PERHATIAN SAHABAT DALAM MELURUSKAN SHAF

Para Sahabat Nabi Radhiyallahu anhum merupakan generasi terbaik umat ini. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika mereka berusaha mengamalkan tuntunan Nabi ini dengan sebaik-baiknya. Selain riwayat-riwayat di atas yang menunjukkan kesungguhan para Sahabat sebagai makmûm dalam mempraktekkan perintah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , juga ada riwayat-riwayat lain yang menunjukkan hal ini. Berikut ini di antaranya:

عَنْ مَالِكِ بْنِ أَبِيْ عَامِرٍ قَالَ : سَمِعْتُ عُثْمَانَ وَهُوَ يَقُوْلُ اِسْتَوُوْا وَحَاذُوْا بَيْنَ الْمَنَاكِبِ فَإِنَّ مِنْ تَمَامِ الصَّلاَةِ إِقَامَةَ الصَّفِ قَالَ : وَكَانَ لَا يُكَبِّرُ حَتَّى يَأْتِيْهِ رِجَالٌ قَدْ وَكَّلَهُمْ بِإِقَامَةِ الصفوف.

Dari Malik bin Abi ‘Aamir, dia berkata, “Aku mendengar ‘Utsman mengatakan, “Luruslah! Sejajarkan bahu-bahu, sesungguhnya meluruskan shaf termasuk kesempurnaan shalat”. Malik bin Abi ‘Aamir berkata, “‘Dahulu, Utsman Radhiyallahu anhu tidak (mulai) bertakbir sampai datang orang-orang yang dia tugaskan untuk meluruskan shaf”. [Mushannaf Ibnu Abi Syaibah, 1/387]

Demikian juga sebagian Sahabat mengingkari keadaan jama’ah yang tidak bagus dalam masalah shaf.

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّهُ قَدِمَ الْمَدِينَةَ فَقِيلَ لَهُ مَا أَنْكَرْتَ مِنَّا مُنْذُ يَوْمِ عَهِدْتَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا أَنْكَرْتُ شَيْئًا إِلَّا أَنَّكُمْ لَا تُقِيمُونَ الصُّفُوفَ

Dari Anas bin Malik, bahwa dia datang ke kota Madinah, lalu dia ditanya, “Apakah yang anda ingkari dari (perbuatan) kami semenjak hari anda mengenal Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam ?”. Dia menjawab, “Aku tidak mengingkari sesuatu, kecuali keadaan kamu yang tidak menegakkan shaf”. [HR. Al-Bukhâri, no. 724]

Inilah beberapa keterangan sekitar mengatur shaf di dalam shalat jama’ah, semoga yang singkat ini bisa menggugah hati kita untuk berusaha melaksanakan sunnah yang sudah banyak ditinggalkan ini.

Al-Hamdulillahi Rabbil ‘alaamiin.

https://almanhaj.or.id/6507-perintah-menyempurnakan-shaf.html

shaff dalam salat

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ ((أَقِيمُوا صُفُوفَكُمْ فَإِنِّي أَرَاكُمْ مِنْ وَرَاءِ ظَهْرِي)) وَكَانَ أَحَدُنَا يُلْزِقُ مَنْكِبَهُ بِمَنْكِبِ صَاحِبِهِ وَقَدَمَهُ بِقَدَمِهِ

Dari Anas bin Malik, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , Beliau bersabda, “Luruskan shaf-shaf kamu,  sesungguhnya aku melihat kamu dari belakang punggungku!”. Anas bekata, “Setiap orang dari kami biasa menempelkan pundaknya dengan pundak saudaranya, dan menempelkan telapak kakinya dengan telapak kaki saudaranya”. [HR. Al-Bukhâri, no. 725]

Imam al-Bukhâri rahimahullah memasukkan hadits ini ke dalam bab:

بَاب إِلْزَاقِ الْمَنْكِبِ بِالْمَنْكِبِ وَالْقَدَمِ بِالْقَدَمِ فِي الصَّفِّ

‘Menempelkan pundak dengan pundak, dan (menempelkan) telapak kaki dengan telapak kaki di dalam shaf’.

Read more https://almanhaj.or.id/6507-perintah-menyempurnakan-shaf.html

Kamis, 15 Agustus 2019

Keluarga Mbah Moen Bertemu Habib Rizieq di Mekkah

NEWS / NASIONAL

Taj Yasin Buka Suara, Keluarga Mbah Moen Bertemu Habib Rizieq di Mekkah

Dia ingin agar pertemuannya dengan Habib Rizieq Shihab tidak dikaitkan dengan unsur politik dan kemudian dipolitisasi.

Putra Mbah Moen, Taj Yasin bersilaturahmi ke kediaman Rizieq Shihab di Makkah. (Foto: Twitter/DPP Lembaga Informasi Front)

Suara.com - Anak Maimoen Zubair atau Mbah Moen, Taj Yasin Maimoen angkat bicara soal pertemuan keluarga Mbah Moen dengan Rizieq di Mekkah. Dia ingin agar pertemuannya dengan Habib Rizieq Shihab tidak dikaitkan dengan unsur politik dan kemudian dipolitisasi.

Saat ini Taj Yasin sedang di Kota Mekkah. Dia menjelaskan mengatakan pertemuan dengan Habib Rizieq merupakan pesan dari Mbah Moen untuk menjaga silaturahim dengan siapapun.

“Kami menjaga silaturahim, apa yang dipesankan Kiai Maimoen juga itu bagian kita merajut semuanya,” katanya.

Mbah Moen semasa hidupnya adalah sosok yang selalu menjaga ukhuwah dengan siapa saja. Taj Yasin mengatakan pertemuan itu juga sekaligus menjadi ajang bagi keluarga besarnya untuk mengucapkan terima kasih atas perhatian kepada sang ayah.

“Ukhuwah itu kita hubungkan, silaturahim biasa. Karena tadi rangkaiannya sudah mendoakan, kita berterima kasih, itu saja,” katanya.

Gus Yasin, sapaan akrab Taj Yasin, juga mengatakan tidak ada unsur politik dalam pertemuan itu.

“Nggak ada unsur politik atau apa, saya berharaplah, kita tahu di media sudah seperti itu, Kiai Maimoen sudah bahagia kenapa kita bikin permasalahan di meninggalnya Kiai Maimoen ini,” katanya.

Ia juga mengimbau siapapun untuk tidak mengupload video dan foto-foto meninggalnya Mbah Moen.

“Kalau mau berdoa, berdoa saja, tidak usah diembel-embeli dengan ini ini. Kalau mau doa, ya doa saja, nggak usah dikasih embel-embel,” katanya.

Dalam pertemuan itu, Taj Yasin bersama seluruh saudaranya yang turut serta ke Arab Saudi setelah meninggalnya sang ayah.

Habibb Rizieq dalam pertemuan itu seperti dikatakan Yasin banyak bercerita tentang bagaimana prosesi pemakaman Mbah Moen, kewalian Mbah Moen, dan siapa saja yang mendoakan. (Antara)

© 2019  - All Rights Reserved.

https://www.google.com/amp/s/amp.suara.com/news/2019/08/09/141756/taj-yasin-buka-suara-keluarga-mbah-moen-bertemu-habib-rizieq-di-mekkah

habib sagaff bin mahdi bin syech abu bakar bin salim

اَللّـٰـهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَـيَّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى أٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

Habib Pejuang Toleransi Tutup Usia

JAKARTA-GUSDUR.NET.  Setelah didera penyakitnya selama hampir tiga minggu, akhirnya Habib Saggaf bin Mahdi meninggal dunia pada Jum'at (12/11) pukul 09.15. Almarhum merupakan pimpinan pondok pesantren al-‘Ashriyyah Nurul Iman Parung, Bogor, Jawa Barat. Saat ini pesantren yang berdiri sejak tahun 1998 silam memiliki jumlah sekitar 19 ribu santri laki-laki dan perempuan.

Ketika dihubungi via telepon, Iman salah seorang santri membenarkan kalau sang ‘ayahanda'-sebutan akrab para santri untuk Habib Saggaf-meninggal akibat sakit. "ya, benar. Habib sakit selama hampir tiga minggu di rumah sakit," katanya Senin (15/11) siang.

Di muka website resmi pondok pesantren ini, www.nuruliman.or.idjuga terpampang berita duka atas wafatnya sang Habib. "Telah berpulang ke Rahmatullah Guru kami/Ayahanda Kami Sayyiduna Syekh Al Arif Billah Habib Saggaf bin Mahdi bin Syekh Abu Bakar bin SalimPada Hari Jum'at, 12 November 2010 M / 5 Dzhulhijjah 1431 H Pada Pukul 09.15 WIB,".

Banyak pihak merasa kehilangan atas wafatnya almarhum. Masih tampak pada Sabtu (13/11) malam, berjejer puluhan karangan bunga ungkapan duka cita dari berbagai tokoh masyarakat, pengusaha, pejabat militer, maupun lembaga masyarakat. Tampak pula diantaranya, karangan bunga ucapan bela sungkawa dari keluarga KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Habib yang selalu identik dengan sorban di kepalanya ini memang dekat dengan almarhum KH. Abdurrahman wahid. Dalam sebuah kesempatan wawancara eksklusif dengan almarhum pada pertengahan Ramadhan 1431 H (3/9/2010) lalu, dirinya berkisah kepada Wiwit Rf dan Alamsyah M. Dja'far dari Wahid Institute mengenai banyak hal, mulai dari awal mula merintis pesantren di Desa Warujaya, Parung, Bogor, termasuk kisah kedekatannya dengan mantan presiden KH. Abdurrahman Wahid.

Menurut ceritanya, sekira tahun 2006 Gus Dur divonis mengalami gangguan ginjal sehingga harus menjalani cuci darah secara rutin. Pada kali pertama menjalani cuci darah keluarga sempat menjemput Habib Saggaf di Parung demi membujuk Gus Dur yang ‘bandel' tak mau menjalani cuci darah. "Habib, saya minta tolong untuk menasehati Gus Dur," kata Habib Saggaf menirukan permohonan Yenny Wahid, putri kedua Gus Dur. Permintaan tersebut diamini Habib. Ia lalu datang ke rumah Gus Dur di Ciganjur. Anehnya, belum sempat mengutarakan niatnya membujuk, Gus Dur malah sudah tahu kalau salah satu misi Habib adalah membujuk dirinya agar mau cuci darah. Tapi bujukan Habib akhirnya berhasil. Gus Dur pun mau menjalani cuci darah.

Habib yang akrab disapa Habib Parung oleh Gus Dur ini mulai dekat menjelang Muktamar PKB di pesantrennya. Bahkan ketika terjadi konflik internal PKB, Gus Dur sempat meminta saran pendapat Habib Parung, perihal perlu tidaknya PKB di bubarkan. Habib yang sempat berguru ke Masjid Sayyidina Abbas di Aljazair dan I'tikaf di Makkah selama lima tahun itu menyarankan ke Gus Dur saat itu untuk jangan membubarkan PKB.

Habib Parung juga dikenal dekat dengan kalangan non muslim, bahkan tak segan-segan untuk menerima sumbangan dari mereka. Sebuah bangunan di depan masjid besar di pesantrennya (Dojo Taekwondo) seluas 200 meter merupakan sumbangan dari pengusaha Korea Selatan, Park Young Soo. Kemudian gedung dua lantai, dengan 24 ruang kelas, 32 kamar mandi dan 20 toilet yang menjadi kegiatan pendidikan tsanawiyah, aliyah dan Universitas Habib Saggaf, merupakan sumbagan dari  Yayasan Buddha Tzu Chi.

Komitmennya yang tinggi pada penghargaan hak-hak orang lain ini semakin meneguhkan Habib Parung dalam menanamkan toleransi antar pemeluk agama di negeri ini. Karenanya, ia menyayangkan aksi kekerasan sekelompok orang dengan mencatut Islam. "Akibatnya Islam dipandang salah. Orang Islam dianggap 'tukang makan orang'," ujarnya kepada Gamal Ferdhi dan Ahmad Suaedy, dalam suplemen Majalah Gatra, 12 Juli 2006. 

Selain itu, kata Habib Saggaf, rusaknya citra Islam juga karena ajaran Islam disalahpahami. "Itu, orang-orang yang ngaku mujahid. Mujahid apa itu, berontak di negara orang. Mereka bikin kacau Indonesia. Kalau saya presiden, saya usir mereka. Saya tangkap dan saya suruh tinggal di Arab. Jadi, jika kita ingin memperbaiki, jangan yang sudah rusak dirusak lagi. Itu baru mujahid," himbaunya.

Kini Habib Parung itu telah pergi. Almarhum dimakamkan di samping masjid pondok pesantren al-'Ashriyyah Nurul Iman. Mewakili keluarga almarhum Gus Dur, Yenny Zannuba Wahid ditemani adik kandungnya Inayah Wahid turut menghadiri doa dan tahlil bersama dengan ribuan santri di kediaman almarhum, Sabtu (13/11) malam. Siang sebelumnya, mantan ibu negara Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid juga tampak hadir melakukan takziah. Sebelum meninggalkan tempat, Yenny dan Inayah serta Sinta Nuriyah menyempatkan diri mengunjungi makam Habib Saggaf yang terletak di samping masjid pondok pesantren. (wrf)

Pojok Gus Dur 
Gd.PBNU lt. Dasar 
Jl. Kramat Raya 164 
Jakarta Pusat 

Yayasan Bani Abdurrahman Wahid 
Jl. Taman Amir Hamzah 8 
Pegangsaan Jakarta Pusat 

Senin, 12 Agustus 2019

Tip Nyimpen Daging Kurban Agak Gak Cepet Busuk

*Tip Nyimpen Daging Kurban Agak Gak Cepet Busuk*

Biasanya sebagai anggota panitia kurban di masjid sudah seharian capek ada yang terpaksa belum sempat memasak daging, atau belum sempat membagikan ke saudara, atau tetangga kadang daging kurban yg masih dibungkus kresek sering langsung disimpan di frezzer.
Padahal jika  di kresek masih ada sedikit genangan darah hewan kurban maka dalam semalam saja daging akan cepat busuk.
Kadang karena panitia kurban banyak tangan kadang tidak hati hati saat memotong lambung usus sering daging terkena sedikit kotoran hewan
ini perlu waspada karena daging juga akan cepat busuk

Cobalah tip berikut semoga manfaat:
1. Daging *jangan dicuci dgn air* kalau mau perlu ada yg hrs disimpan di frezzer
2. bersihkan daging dgn lap kering biasanya msh darah yg  menggenggenang di bungkus plastik/kresek (darah penyebab daging cepat busuk)
3. jika ada daging yg kena kotoran dari jeroan usus atau lambung  bersihkan daging dgn lap kering kecuali mau langsung dimasak gpp dicuci pakai air.
4.Jangan menyimpan  daging yang dicampur dengan  jeroan, harus pisahkan
5.  Jika repot segera bagikan ke fakir miskin, sdr kita yg belum dapat
*selamat mencoba*
🙏🙏🙏

Jumat, 09 Agustus 2019

Kurban Sapi Syirkah Masjid Nurul Abror 1440H

*Update Kurban Sapi Syirkah:*

*Kurban Sapi Syirkah 1*

1. *Ibu Hj. Retno RT 01*
2. *Ibu Yanuar RT 01*
3. *Kel Drs Bambang Sekti MM*
4. *kel. H. Amir Effendi, S.Ag an. Rusd Farabi, S.Kom.* 

5. *kel H.Sulistiono, S.Pd*
6. *Dra. Hj. Asih Susita, MM* (Kel H. Slamet, S.Pd. MM)
7. *Kel Bpk Abdul Jamil* Jl Pala Raya

*Kurban Sapi Syirkah 2*

1. *dr.Ganang Azhar* ( kel Bp Dwi  Setiawan, S.Pd. MM )
2. *Ibu Dra. Dian Marsiti, MM.* (kel Bpk Drs. Bambang Setyawan, MM)
3. *Danuroh* (kel Agus Sutiono bin Sugiman RT06)
4. *Kel. Ibu Istiqomah*
5. *Anggito bin wendy wirawan* ( kel Bpk Wendy Wirawan )
6. *Sukarti binti Daiman Citro Diharjo* (Kel Bp. H.Agus Sofi)
7. *Kel. Bpk H. Simiyadi* RT 01

*Kurban Sapi Syirkah 3*

1. *Hj. Sumiarti S.Pd*,   RT 02.
2. *Bpk Budi Mulyono* rt 2
3 *Ibu Budi Wurtiningsih binti Kasmui* (kel. Bp Slamet riyadi. RT07)
4. *Kel. Dylis Harsono bin H. Sismiyadi*, (Jln. Semanggi Raya no.57,  Rt.01/Rw. 05)
5. *Mas Kasan bin kosim*
6. *Kel Bpk. Kusnanto*
7. *Kel. Ir. Eko Setiawan, M.Hum*

*Kurban Sapi Syirkah 4*

l. Bp Iman Syaefudin* Pala Raya
2. *Kel Bp Suparno* RT06 RW05
3. *Kel Bp Syamsul Rizal* segarawana
4. *Kel. Bp Zaenal Asyiqin* jl Bung Tomo
5. *Sdri Numairi* RW 17
6. Mas Elang RT06
7. H. Suryono jl Pala Raya RW 05

kurban kambing
1. kel R. Herwanto 2 ekor
2. NN 2 ekor

KHUTBAH JUMAT SINGKAT TENTANG QURBAN DAN HAJI: MENYAMBUT IDUL ADHA


KHUTBAH PERTAMA – KHUTBAH JUMAT SINGKAT TENTANG QURBAN DAN HAJI: MENYAMBUT IDUL ADHA

إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه
قال الله تعالى فى كتابه الكريم، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
وقال تعالى، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا
يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
أَمَّا بَعْدُ، فإِنَّ أَصَدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ ، وَأَحْسَنَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا ، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلالَةٌ ، وَكُلَّ ضَلالَةٍ فِي النَّارِ

Ummatal Islam,

Kita berada di hari yang sangat mulia. Ia adalah merupakan 10 awal dari bulan Dzulhijjah. Dan sebentar lagi kita akan mengadakan sebuah ibadah yang agung yaitu ibadah Idul Adha disertai dengan penyembelihan qurban. Ia adalah merupakan ibadah yang sangat agung dan besar. Ketika Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan Nabi Ibrahim untuk menyembelih anaknya (Ismail). Ketika Ismail telah memberikan dan menyerahkan dirinya untuk disembelih oleh ayahnya (Ibrahim) sebagai simbol penyerahan diri dan ketundukan yang sempurna kepada Rabbul Izzati wal Jalalah. Ini merupakan sebuah bentuk bagaimana seorang hamba sesungguhnya terhadap Rabbul ‘Alamin.

Ummatal Islam,

Ketika Nabi Ismail berkata kepada ayahnya:

يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ ۖ سَتَجِدُنِي إِن شَاءَ اللَّـهُ مِنَ الصَّابِرِينَ

Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan oleh Allah kepadamu. Engkau akan mendapati aku insyaAllah termasuk orang-orang yang bersabar.” (QS. Ash-Shaffat[37]: 102)

Subhanallah.. Ikhwatal Islam..

Akibat kesabaran dan ketaatan Nabi Ibrahim dan anaknya, maka Allah gantikan dengan seekor kambing lalu Allah menyebutkan:

وَفَدَيْنَاهُ بِذِبْحٍ عَظِيمٍ ﴿١٠٧﴾

Dan Kami gantikan dengan sembelihan yang agung.” (QS. Ash-Shaffat[37]: 107)

Itu menunjukkan bahwasanya sembelihan di Idul Adha adalah merupakan sembelihan yang agung, sembelihan yang besar disisi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Hal ini memberikan kepada kita simbol bahwasanya seorang hamba hendaklah mengorbankan dirinya terhadap Rabbul ‘Alamin, Rabb yang telah menciptakan dirinya, yang telah memberikan kepada dia berbagai macam kenikmatan-kenikmatan yang sangat banyak kepadanya. Itulah iman, itulah ketaatan dan ketundukan.

Ketika seorang hamba menyembelih kambingnya tersebut, Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan bahwa itu adalah sembelihan yang agung dan besar. Ia adalah ibadah. Sebagaimana Allah berfirman:

قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّـهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ ﴿١٦٢﴾ لَا شَرِيكَ لَهُ ۖ

Sesungguhnya shalatku, sembelihanku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah Rabbul ‘Alamin. Tidak ada sekutu bagi Dia.” (QS. Al-An’am[6]: 163)

Penyembelihan ini merupakan simbol tauhid (pengesahan hanya kepada Allah). Bahwasanya ibadah hanya milik Allah Rabbul ‘Izzah. Bahwasanya ibadah murni untuk Allah semata.

Oleh karena itu, saudaraku..

Hendaklah seorang berusaha semampu mungkin untuk melaksanakan ibadah yang besar dan agung ini. Bahkan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

مَنْ وَجَدَ مِنْكُمْ سَعَةً فَلَمْ يُضَحِّ فَلَا يَقْرَبَنَّ مُصَلَّانَا

“Siapa yang mendapatkan kelebihan harta tapi dia tidak berqurban, maka janganlah ia mendekati mushola kami.”

Ancaman dari Rasulullah bagi orang yang diberikan kemampuan untuk berqurban, tapi dia tidak melaksanakan ibadah yang agung ini.

Bagaimana tidak, saudaraku? Ini adalah sebuah ibadah yang besar sekali di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan yang akan sampai kepada Allah adalah ketakwaan. Allah berfirman:

لَن يَنَالَ اللَّـهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَـٰكِن يَنَالُهُ التَّقْوَىٰ مِنكُمْ

Tidak akan sampai kepada Allah daging dan darah qurban. Akan tetapi yang sampai kepada Allah adalah ketakwaan diantara kalian” (QS. Al-Hajj[23]: 37)

Na’am.. Ketakwaan, keikhlasan, ketundukan, kesabaran dalam melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-larangan Allah Rabbul ‘Alamin.

Sesungguhnya dalam kejadian ini terdapat pelajaran buat orang yang mau berpikir. Sesungguhnya dalam penyembelihan hewan qurban ini terdapat pelajaran yang sangat agung yang bisa kita petik darinya. Ia adalah merupakan pentauhidan Allah yang merupakan inti dakwah seluruh Nabi dan Rasul.

menyembelih termasuk ibadah. Bahkan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam melaknat orang yang menyembelih untuk selain Allah. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

لَعَنَ اللهُ مَنْ ذَبَحَ لِغَيْرِ اللهِ

“Semoga Allah melaknat orang yang menyembelih untuk selain Allah Subhanahu wa Ta’ala.” (HR. Muslim)

Ummatal Islam,

Ia adalah merupakan simbol ketundukan kepada Allah yang ditunjukkan oleh sikap Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail ‘Alaihish Shalatu was Salam kepada perintah-perintah Allah. Sungguh ketundukan yang luar biasa. Ketika seorang hamba siap dirinya berkorban bahkan sampai mengorbankan nyawanya sekalipun dijalan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sungguh ketundukan yang luar biasa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Ia adalah merupakan simbol ittiba’. Mengikuti Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Oleh karena itu seorang mukmin berusaha untuk mencari sesuatu amalan dari qurban ini yang paling sesuai dengan sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Orang yang hatinya masih sehat, orang yang hatinya masih selamat, dia akan lebih memperhatikan lurusnya amal ibadah daripada ibadah itu sendiri. Hal sebagaimana dikatakan oleh Imam Ibnul Qayyim dalam Ighatsatul Lahfan.

Ummatal Islam,

Ia adalah merupakan simbol kesabaran. Ketika seorang hamba berusaha sabar untuk mentaati Allah Subhanahu wa Ta’ala, hal itu menunjukkan keimanan kepada Allah. Karena memang mentaati Allah butuh kesabaran, saudaraku. Sebagaimana menjauhi kemaksiatan Allah pun butuh kesabaran, saudaraku.

Bayangkan apabila kita tidak diberikan kesabaran. Barangkali kita tidak akan mampu mentaati Allah. Karena syahwat begitu besarnya, hawa nafsu begitu kuatnya, sementara iblis dan bala tentaranya tak pernah diam menggoda dan menyesatkan manusia. Oleh karena itu Ali bin Abi Thalib berkata bahwa  sesungguhnya kesabaran bagi iman bagaikan kepala bagi tubuh. Mungkinkah tubuh akan hidup tanpa kepala? Demikian pula iman tidak akan pernah hidup tanpa kesabaran.

Ikhwatal Islam A’azzaniyallahu waiyyakum..

Sungguh ibadah yang agung ini memberikan kepada kita banyak sekali hikmah-hikmah. Maka dari itulah seorang muslim berusaha bukan hanya berqurban dan menyembelih. Akan tetapi ia mengambil dan memetik hikmah-hikmah yang agung dibalik daripada ibadah itu sendiri.

أقول قولي هذا واستغفر الله لي ولكم

KHUTBAH KEDUA – KHUTBAH JUMAT SINGKAT TENTANG QURBAN DAN HAJI: MENYAMBUT IDUL ADHA

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله، نبينا محمد و آله وصحبه ومن والاه، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أنَّ محمّداً عبده ورسولهُ

Ummatal Islam,

Sementara di negeri sana, di negeri Rasulullah diutus, di Masy’aril Haram, di Mina, di Arafah, di Muzdalifah, saudara-saudara kita melaksanakan ibadah yang begitu agung. Ibadah itu adalah haji, ibadah yang sangat-sangat banyak sekali hikmah yang bisa dipetik darinya. Ketika seseorang yang pergi haji melepaskan seluruh pakaian-pakaiannya dan digantikan dengan kain ihram yang putih mengingatkan akan pertemuan dengan Allah ketika ia dibungkus dengan kain kafannya lalu ia dikuburkan. Dia tidak berbekal kecuali amalan dia dan kain kafan yang menempel pada tubuhnya.

Disaat kaum muslimin berkumpul di Mina di Arafah, tidak lagi ada di bedakan kedudukan ataupun hasta, tidak dibedakan apakah dia kaya raya, apakah dia seorang pejabat atau pemimpin? Semua sama dihadapan Allah karena memang tidak ada yang kebal hukum dihadapan Allah Rabbul ‘Izzati wal Jalalah. Semuanya sama!

Kewajiban seorang hamba untuk melaksanakan perintah-perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala. Itulah Islam!

Kemudian mereka bertalbiyah yang merupakan kalimat yang agung. Mereka berucapan:

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ لَبَّيْكَ لاَ شَرِيكَ لَكَ لَبَّيْكَ إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لاَ شَرِيكَ لَكَ

Labbaik Allahumma labbaik. Labbaik laa syarika laka labbaik. Innal hamda wan ni’mata laka wal mulk laa syarika lak (Ya Allah, aku menyahut panggilanmu Ya Allah. Sesungguhnya segala puji, nikmat dan kerajaan bagiMu. Tidak ada sekutu bagi Engkau ya Allah)”

Subhanallah..

Sebuah kalimat yang agung, yang menunjukkan pengesaan dan bahwasannya tidak ada sekutu bagi Allah yang berhak disembah selain Allah Subhanahu wa Ta’ala. Lalu pengakuan bahwasanya kenikmatan semua milik Allah. Karunia semua milik Allah. Itulah hakikat sebagai seorang hamba. Dia mengakui bahwa semua yang ia miliki bahkan tubuhnya, semua hartanya, anaknya, istrinya, semuanya milik Allah, karunia dari Allah. Dia mengakui semua itu milik Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Ummatal Islam, sungguh banyak hikmah-hikmah lain yang mungkin bisa kita petik. Namun tentunya semua ini butuh kepada kebeningan jiwa untuk senantiasa mengambil dan mempraktekkan apa hikmah-hikmah yang bisa kita petik dari ibadah itu sendiri.

إِنَّ اللَّـهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَاإِنَّ اللَّـهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

 اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ

إِنَّ اللَّـهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ
فَاذْكُرُوا الله العَظِيْمَ يَذْكُرْكُم، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُم، ولذِكرُ الله أكبَر.

https://www.radiorodja.com/47479-khutbah-jumat-singkat-tentang-qurban-dan-haji-menyambut-idul-adha/