Kamis, 09 Juli 2020

doa sesudah salatبعد كلّ صلاة ‏

بعد كلّ صلاة :

سبحان الله و بحمده عدد خلقه و رضى نفسه و زنة عرشه ومداد كلماته

سُبْحَانَ الله وَبِحَمْدِهِ عَدَدَ خَلْقِهِ ، وَرِضَا نَفْسِهِ ، وَزِنَةَ عَرْشِهِ ، وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ


artinya: Mahasuci Allah. Aku memuji-Nya sebanyak makhluk-Nya, sejauh kerelaan-Nya, seberat timbangan ‘Arsy-Nya, dan sebanyak tinta tulisan kalimat-Nya).” (HR. Muslim) [HR. Muslim, no. 2726]

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ وَبِمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوبَتِكَ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْكَ لاَ أُحْصِى ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ

“Ya Allah, aku berlindung semoga dengan *keridhaan-Mu* saya terbebas dari *benci-Mu,* dan semoga dengan *ampunan-Mu* saya berlindung kepada-Mu dari *siksa-Mu*. Aku tidak mampu menghitung *sanjungan* kepada-Mu. Engkau adalah sebagaimana yang saya *sanjungan* Engkau kepada diri-Mu sendiri.

بعد كلّ صلاة :

اَللّـهُمَّ إنَّ مَغْفِرَتَكَ اَرْجى مِنْ عَمَلى وَاِنَّ رَحْمَتِكَ أوْسَعُ مِنْ ذَنْبي اَللّـهُمَّ إن كانَ ذَنبي عِنْدَكَ عَظيماً فَعَفْوُكَ اَعْظَمُ مِنْ ذَنْبي اَللّـهُمَّ إنْ لَمْ اَكُنْ أهْلاً أنْ اَبْلُغَ رَحْمَتُكَ فرحمتك اَهْلٌ اَنْ تَبْلُغَني وَتَسَعَني لاَِنَّها وَسِعَتْ كُلَّ شَيْء بِرَحْمَتِكَ يا اَرْحَمَ الرّاحِمينَ .


Ya Allah, sesungguhnya Pengampunan-Mu lebih saya harapkan daripada amalku, dan Rahmat-Mu lebih luas dari dosaku. Jika dosaku disisi-Mu sangat besar, maka ampunan-Mu lebih besar dari dosaku

Ya Tuhan, jika saya tidak layak untuk mendapatkan Rahmat-MU, maka Rahmat-MU yang layak untuk mendapatkanku, 

Sebab hanya dengan  Rahmat-Mu Yang Maha Luas lah segala sesuatu (Engkau ber-Kuasa) ya Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang.

بعد كلّ صلاة :

يَاوَدُوْدَ يَاذَاالْعَرْشِ الْمَجِيْدُ يَا فَعَّالاَ لِّمَايُرِيْدُ أَسْأَلُكَ بِعِزَّتِكَ الَّتِيْ لاَ يُرام وَبِمُلْكِكَ الَّذِيْ لاَ يُضَامُ وَأَسْأَلُكَ بِنُوْرِوجْهُكَ الَّذِيْ مَلَأَأَرْكَانَ عَرْشِك, وَأَسْأَلُك َبِرحمتِكَ أَنْ تَكْفِيْنِي.... ياَ مُغِيْثُ أَغِثْنِيْ

"Wahai Zat Yang dicintai, wahai Dzat yg memiliki Arsy lagi Maha Terpuji, wahai Yang Mahakuasa berbuat apa yang dikehendaki-Nya, aku  memohon-Mu dengan kemuliaan-Mu yang tak tertandingi (luar biasa), dengan kekuasaan-Mu yang takkan dicabut (dzalimi), dan dengan cahaya-Mu yang memenuhi  rukun-rukun Arsy-Mu, agar Engkau menyelamatkanku (sebutkan hajat.....). Wahai Yang Maha Memberi pertolongan,

tolonglah aku!” 3x"

بعد كلّ صلاة :

يا من أظهر الجميل. (Wahai Dzat Yang menampakkan keindahan) .  

وستر القبيح. (Dan dzat yg menutupi keburukan) 

يا من لا يؤاخذ بالجريرة Wahai dzat yang tidak membalas dosa  

يا من لا يهتك الستر. Dan dzat yg menyingkap rahasia

  يا عظيم العفو. يا حسن التجاوز. Wahai dzat yang Maha Pengampun . Wahai dzat yang pemaaf yang bijak

يا واسع المغفرة.. Wahai Dzat Yang Maha  Luas Pengampunan  tangan pengampunan.

يا باسط اليدين بالرحمة..  Wahai Dzat yg terbuka kedua tangan-Nya dengan rahmah. 

يا باسط اليدين بالعطايا.. 

يا سميع كل نجوى  Wahai dzat Penghibur setiap kesedihan .. 

يا منتهى كل شكوى..Dzat Puncak keluh kesah   

يا كريم الصفح.Wahai dzat pengampunan yang murah hati

يا عظيم المن.Wahai dzat manna hebat .. يا مقيل العثرات.. يا مبتدئا بالنعم قبل استحقاقها..

أغفر لنا وأرضى عنا وتب علينا Maafkan kami dan ridhoilah kami dan bertobat untuk kami

ولا تحرمنا لذة النظر لوجهك الكريم dan jangan menghalangi kami kesenangan melihat wajah terhormat Engkau ya Allah


Wahai Dzat Yang menampakkan keindahan. Dan dzat yg menutupi keburukan. Wahai dzat yang tidak membalas dosa. Dan dzat yg menyingkap rahasia. Wahai dzat yang Maha Pengampun . Wahai dzat yang pemaaf yang bijakWahai Dzat Yang Maha Luas Pengampunan  .. O tangan pengampunan. Wahai Dzat yg terbuka kedua tangan-Nya dengan rahmah. Wahai dzat Penghibur setiap kesedihan. Wahai Dzat Puncak keluh kesah. Wahai dzat pengampunan yang murah hati ..Wahai dzat pusat segala harapan agung/rodja manna hebat .. Oh stigmatizer .. Oh pemula dengan berkat sebelum mereka jatuh tempo .. 

Maafkan kami dan ridhoilah kami dan bertobat untuk kami dan jangan menghalangi kami kesenangan melihat wajah terhormat Anda

IJAZAH MUBAROKAH

يَامَنْ اَظْهَرَ اْلـجَمِيْلَ. وَسَتَرَ اْلقَبِيْحَ. وَلـَمْ يُؤَاخِذْ بِاْلـجَرِيْرَةِ. وَلـَمْ يَهْتِكِ السِّتْرَ. وَياَعَظِيْمَ اْلعَفْوِ. وَياَحَسَنَ التَّجَاوُزِ. وَياَوَاسِعَ اْلـمَغْفِرَةِ. وَياَباَسِطَ اْليَدَيْنِ بِالرَّحْمَةِ. وَياَ سَامِعَ كُلِّ نَجْوَى. وَياَ مُنْتَهَى كُلِّ شَكْوَى. وَياَ كَرِيْمَ الصَّفْحِ. وَياَ عَظِيْمَ اْلـمَنِّ. وَياَ مُقِيْلَ اْلعَثَرَاتِ. وَياَ مُبْتَدِئاً بِالنِّعَمِ قَبْلَ اسْتِحْقاَقِهاَ. يَا سَيِّدِيْ وَياَمَوْلاَيَ وَياَ غَايَةَ رَغْبَتِيْ. أَسْأَلُكَ أَنْ لاَ تُشَوِّهَ خِلْقَتِيْ بِبَلاَءِ الدُّنْياَ وَلاَ بِعَذَابِ النَّارِ .

Di dalam kitab al-Mustadrok, Imam al-Hakim ra mengeluarkan sebuah hadits dari Amer bin Syu`aib ra yang ia terima dari bapaknya dan kakeknya, ia berkata :”Malaikat Jibril as pernah datang kepada nabi SAW dengan membawa do`a ini dari langit, dan ia datang dengan wajah yang indah berseri-seri sambil tertawa bersuka ria, padahal ia tidak pernah turun ke bumi seperti itu sama sekali, Jibril as berkata : “Salam sejahtera atas-mu ya Rasulallah”. Nabi menjawab : ”Salam sejahtera pula atas-mu ya Jibril”. Ia berkata :”Allah telah mengutusku untuk membawa sebuah hadiah untukmu”. “Hadiah apa ?” tanya nabi SAW. “Beberapa kalimat yang diambil-Nya dari gudang arsy” jawabnya. “Dengan kalimat ini, mudah-mudahan Allah akan memuliakanmu”. “Kalimat apa ya Jibril?” Tanya nabi. Kemudian malaikat Jibril membacakan do`a ini : Yaa man azharol jamiil, wa satarol qobiih ……….. dst Nabi bertanya lagi : “Fadhilah apa yang Allah berikan kepada pembacanya ?”. Malaikat Jibril as menjawab : “Seandainya semua malaikat yang ada di tujuh lapis langit itu berkumpul untuk menggambarkan fadhilahnya, niscaya mereka semua tidak akan mampu untuk menggambarkan fadhilahnya sampai hari kiamat tiba. Dan Allah SWT telah berfirman kepadaku : Kuberikan pahala kepada pembacanya sebanyak semua makhluk yang telah aku ciptakan, sebanyak tetesan air hujan, sebanyak pasir dan kerikil, dan Aku berikan pahala seperti yang di dapat oleh 70 orang nabi yang telah menyampaikan dakwah risalah”. Imam al-Hakim berkomentar : *“Hadits ini sanadnya shohih karena perawinya kebanyakan berasal dari penduduk Madinah yang terpercaya”*. ( Tuhfatuz Dzaakirin syarah al-Hishnul Hashin karya Imam Muhammad bin Ali asy-Syaukany hal 378 )

Al-Ghazzaaliy rahimahullah berkata :

الغفار هو الذي أظهر الجميل وستر القبيح، والذنوب من جملة القبائح التي سترها بإسبال الستر عليها في الدنيا، والتجاوز عن عقوبتها في الآخرة

“Al-Ghaffaar adalah Dzat Yang menampakkan keindahan dan menutupi keburukan. Dosa termasuk bagian dari keburukan yang Allah tutupi dengan cara menjulurkan tirai penutup terhadapnya di dunia, serta tidak memberikan hukuman di akhirat”.

Al-Khaththaabiy rahimahullah berkata:

الغفّار هو الذي يغفر ذنوب عباده مرة بعد مرة كلما تكررت التوبة من الذنب تكررت المغفرة، فالغفّار الساتر لذنوب عباده المسدل عليهم ثوب عطفه ورأفته؛ فلا يكشف أمر العبد لخلقه ولا يهتك ستره بالعقوبة التي تشهره في عيونهم.

 “Al-Ghaffaar adalah Dzat yang senantiasa mengampuni dosa-dosa hamba-Nya. Setiap kali ia bertaubat dari dosa-dosa yang dilakukan, setiap kali itu pula ampunan diberikan. Al-Ghaffaar adalah Yang menutupi dosa-dosa hamba-Nya, yang melabuhkan pakaian iba dan belas kasih terhadapnya, sehingga Ia tidak menyingkap dosa/kesalahan hamba-Nya kepada makhluk-Nya dan tidak merobek tirai-Nya dengan hukuman yang akan membuka aibnya pada pandangan mereka”.


إِلَهي أَنْتَ العَزِيزُ الّذِي تَسنُدُ إِلكَ حاَجَاتُ العِبَادِ وَأَنتَ العظيمُ الَّذي يَصعَبُ الوُصُولُ إِلَى عِزَّتِكَ وَأَنتَ المُرَادُ القُلُوبِ وَأَنتَ الجَلِيلُ الوَاحِدُ الأَحَدُ الَّذي لاَ نَظِيرَ لكَ تَنَزَّهْتَ عَنِ الأَمثَالِ وَالأَندَادِ. إِلهي صَفِّ قلبِي مِنَ الأَغيارِ حَتَّى لاَ يَرَى عَزِيزاً سِوَاكَ وَأَشهَدْنِي مَعْنَى العِزَّةِ فِي نَفسِي لِتَكُونَ رُوحِي فِدَاكَ وَاجْمَعنِي مَعَ العَارِفينَ الَّذينَ مَنَحتُهُمُ العِزَّةَ فَكَانَتْ قُلُوبُهُم بِعِزَّتِكَ عَمِرَةً وَأَفضُ عَلَيَّ مِنْ أَسْرَارِ عِزَّتِكَ حَتَّى تَصيرَ نَفسِي إِليكَ طاَئِرَةً . وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى الِهِ وَصحبِهِ وَسَلَّمَ

Tuhanku, Engkaulah al-‘Aziz (Yang Maha Mulia) yang kepada-Mu bersandar kebutuhan hamba-hamba-Mu. Engkaulah al-‘Azhim (Yang Maha Agung), yang sulit dicapai kemuliaan-Mu. Engkaulah tumpuan hati. Engkaulah Yang Maha Esa, tiada yang serupa dengan-Mu, wahai Yang Maha Suci, tidak ada yang sama dan sekutu bagi-Mu. Ya Allah Tuhanku, bersihkan hatiku dari rayuan materi sehingga aku tidak memandang yang mulia kecuali Engkau, persaksikan kepada-Ku makna kemuliaan sehingga jiwaku menjadi tebusan untuk-Mu, dan himpunlah aku bersama orang-orang arif yang telah Engkau anugerahi kemuliaan sehingga hati mereka penuh dengan kemuliaan-Mu, serta curahkan pula kepadaku rahasia kemuliaan-Mu agar jiwaku mengangkasa menuju keharibaan-Mu. Aamiin. Wa Shallallâhu ‘alaa sayyidinaa Muhammad wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa sallam.