Kamis, 27 Oktober 2022

meminta pertolongan kepada Allah agar tidak disiksa lantaran lupa atau keli

Salah satu riwayat dari Abu Mas’ud Al-Badri Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ قَرَأَ بِالآيَتَيْنِ مِنْ آخِرِ سُورَةِ الْبَقَرَةِ فِى لَيْلَةٍ كَفَتَاهُ

Artinya: "Barang siapa yang membaca dua ayat terakhir surat Al-Baqarah (ayat 285 dan 286) di waktu malam, dia akan diberikan kecukupan," (HR. Bukhari No 5009 dan Muslim No 808).

Selain itu, dua ayat terakhir surah Al-Baqarah juga memiliki kandungan bahwa iman seseorang akan selalu diperbarui apabila selalu mengamalkannya karena terdapat sikap pasrah kepada Sang Maha Pencipta.

Hikmah lain dalam dua ayat tersebut ialah agar manusia selalu meminta pertolongan kepada Allah agar tidak disiksa lantaran lupa atau keliru.

Dalam sebuah hadis, dituliskan bahwa:

"Sesungguhnya Allah memaafkan dari umatku ketika ia keliru, lupa atau dipaksa," (HR. Ibnu Majah No 2045).

Sementara dikutip laman NU Online, sejumlah keutamaan lain juga dimiliki surah Al-Baqarah. Salah satunya ialah rumah yang tidak dimasuki oleh setan.

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:

"Jangan jadikan rumah kalian sebagai kuburan (tanpa lantunan Al-Qur’an) karena setan akan lari dari rumah yang dibacakan Surat Al-Baqarah," (HR Ahmad, Muslim, At-Tirmidzi, dan An-Nasa’I).

Dalam hadis versi lain, juga dituliskan:

"Setiap hal memiliki punuk. Punuk Al-Qur’an adalah Surat Al-Baqarah. Siapa saja yang membaca surat ini pada malam hari di rumahnya, niscaya setan tidak akan memasukinya selama tiga malam. Sedangkan Siapa saja yang membaca surat ini pada siang hari, niscaya setan tidak akan memasukinya selama tiga siang," (HR Ad-Darimi dan Ibnu Hibban).

Bacaan Surah Al-Baqarah ayat 285-286

Berikut bacaan surah Al-Baqarah ayat 285-286 dalam bentuk tulisan bahasa Arab, latin, dan terjemahan.

اٰمَنَ الرَّسُوْلُ بِمَآ اُنْزِلَ اِلَيْهِ مِنْ رَّبِّهٖ وَالْمُؤْمِنُوْنَۗ كُلٌّ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَمَلٰۤىِٕكَتِهٖ وَكُتُبِهٖ وَرُسُلِهٖۗ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ اَحَدٍ مِّنْ رُّسُلِهٖ ۗ وَقَالُوْا سَمِعْنَا وَاَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَاِلَيْكَ الْمَصِيْرُ - ٢٨٥

Latin:

āmanar-rasụlu bimā unzila ilaihi mir rabbihī wal-mu`minụn, kullun āmana billāhi wa malā`ikatihī wa kutubihī wa rusulih, lā nufarriqu baina aḥadim mir rusulih, wa qālụ sami'nā wa aṭa'nā gufrānaka rabbanā wa ilaikal-maṣīr

Artinya:

"Rasul (Muhammad) beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya (Al-Qur'an) dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semua beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka berkata), “Kami tidak membeda-bedakan seorang pun dari rasul-rasul-Nya.” Dan mereka berkata, “Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami Ya Tuhan kami, dan kepada-Mu tempat (kami) kembali".

لَا يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفْسًا اِلَّا وُسْعَهَا ۗ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَآ اِنْ نَّسِيْنَآ اَوْ اَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَآ اِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهٗ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهٖۚ وَاعْفُ عَنَّاۗ وَاغْفِرْ لَنَاۗ وَارْحَمْنَا ۗ اَنْتَ مَوْلٰىنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكٰفِرِيْنَ ࣖ - ٢٨٦

Latin:

lā yukallifullāhu nafsan illā wus'ahā, lahā mā kasabat wa 'alaihā maktasabat, rabbanā lā tu`ākhiżnā in nasīnā au akhṭa`nā, rabbanā wa lā taḥmil 'alainā iṣrang kamā ḥamaltahụ 'alallażīna ming qablinā, rabbanā wa lā tuḥammilnā mā lā ṭāqata lanā bih, wa'fu 'annā, wagfir lanā, war-ḥamnā, anta maulānā fanṣurnā 'alal-qaumil-kāfirīn

Artinya:

"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari (kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa), “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir".

Sabtu, 15 Oktober 2022

Gus Baha Sebut Kriminal Tindakan Mewajibkan yang Tidak Wajib,

1. Sodaqoh makanan di suatu tempat dan waktu tertentu saat kebiasaan terjadi mungkin akan muncul fakir miskin baru lainya. 

2. Nabi ajarkan rutin bersodaqoh mekipun sebiji kurma tidak berarti wajib, akan jadi masalah bagi umatnya yg sangat miskin

3. Umroh rutin tiap tahun sekalipun mampu, akan jadi masalah bagi umatnya tujuan trending umroh, mengejar religi wisata, dikhawatirkan munculnya standar sosialitas. 

4. Nabi hampir setiap malam salat tahjud tidak berarti wajib, akan jadi masalah bagi umatnya yg dinas malem, satpam, pegawai shiff malam dsb. 

5. Nabi sering Puasa senin kamis tidak berarti wajib bagi umatnya, akan jadi masalah bagi umatnya terutama pekerja keras lapangan seperti proyek jalan tol, jembatan, kuli songgol pasar, kuli bangunan dsb

6. Dzikir dengan jumlah tertentu akan dapat kejaiban atau kekayaan tertentu. Akan jadi masalah jika tidak terkabul

7. salat dhuha setiap hari bisa jadi tersangka, bisa jadi masalah orang tidak maqbul doanya 

8. Mafhum Konsesus kedepakatan jamaah tiba tiba dalam pelaksanaan ada yg mengatakan saya tidak ikut ikutan dalam masalah itu
9 dunia sudah ada yg ngatur ditinggal wali sanga islam tetep jalan, ditinggal nabi 1443 th islam tetap jalan, tanpa kamu islam tetep jalan
 

https://portaljember.pikiran-rakyat.com/khazanah/pr-162368669/gus-baha-sebut-kriminal-tindakan-mewajibkan-yang-tidak-wajib-simak-penjelasan-lengkapnya