Minggu, 19 November 2023

“Ya….kariim…Ya….Kariim…..Ya….Karim”.

Ada seorang Badui yang melakukan tawwaf mengelilingi ka’bah. Karena keterbatasan ilmu agamanya, maka sepanjang tawwafnya si Badui hanya bisa melafalkan dzikir “Ya….kariim…Ya….Kariim…..Ya….Karim”. Melihat keseungguhan dan kekhusukan si Badui berdzikir, Rasulullah mengikuti di belakangnya dan melafalkan kata yang sama. Merasa diikuti seseorang, si Badui justru merasa ada orang ngece dzikirnya.

Akhirnya si Badui berhenti tawwaf, dan membalikkan tubuhnya seraya berkata penuh amarah kepada orang yang mengikutinya, “Wahai kamu orang Arab, kalau tidak karena aku memegang kepatuhanku kepada Rasulullah Muhammad, sebenarnya aku benar-benar marah kamu menirukan aku dan akan aku laporkan perbuatanmu kepada Muhammad!”

Rasulullah bertanya, “Kamu mengenal Muhammad?”

“Aku turun dari gunung, berkeliling seantero kota Mekkah hanya untuk mencari junjunganku Muhammad. Akan tetapi hingga kini aku belum dapat bertemu dengannya,”jawab si Badui.

“Ya Badawi, aku Muhammad nabimu,” Kanjeng Rasul menyahut.

Seketika itu pula si Badui berlulut dan memeluk Muhammad, seraya mencium hikmat tangan Rasul. Pada saat itu juga datanglah Jibril menyampaikan salam dan pertanyaan dari Allah untuk si Badui, “Apakah engkau mengira Allah tidak akan menghisab dosa-dosamu dengan wirid Ya….kariim….Ya….kariim yang engkau lantunkan?”

Si Badui menyahut, “Apa? Allah akan menghisabku? Sebelum Allah menghisabku, terlebih dahulu aku akan menghisab-Nya!”

Jibril kembali berkata, “Ya  Muhammad, Allah menitipkan pertanyaan kepada si Badui. Bagaimana kamu akan menghisab Allah padahal Allahlah yang berposisi mengisab amal perbuatanmu?”

“Kalau Allah menghisab dosaku, maka aku akan menghisab segala kemurahan ampunan-Nya kepadaku. Jikalau Allah menghisab kelalailan hidupku, kesalahan sikapku, maka aku akan mengisab kedermawanan-Nya kepadaku”, sahut si Badui.

Allah kemudian menitipkan Jibril berkata kepada Muhammad untuk disampaikan kepada si Badui, “Tidak usah kamu menghisab-hisab Aku, karena Aku tidak akan menghisab kamu!”

Dari kisah si Badui tadi, kita bisa mengambil pelajaran dan hikmah yang sangat penting bahwa manusia dapat memposisikan diri menghisab kenikmatan, kemurahan, kedermawanan, dan lain-lain pemberian Tuhan kepada manusia. Meskipun limpahan kenikmatan, kemurahan, dan kedermawanan Tuhan sejatinya tidak bisa dihitung oleh akal dan pikiran manusia karena memang Tuhan Maha Segalanya, tetapi justru penghisaban manusia atas Tuhan adalah bukti kerendahan sifat manusia bahwa segala yang dimilikinya semata-mata milik-Nya jua. Jika kesadaran manusia telah mengakui bahwa segalanya milik Yang Maha Segala, maka manusia akan terdorong untuk selalu bersyukur dan berterima kasih terhadap segala pemberian-Nya.

Dalam konteks manusia modern saat ini, kita memiliki kecenderungan untuk menghitung segala kesuksesan yang kita raih sebagai buah kerja keras kita sendiri dengan melupakan peran campur tangan kemurahan Tuhan. Sebaliknya jikalau kita mengalami kerugian atau kegagalan, dalam perhitungan kita cenderung menyalahkan Tuhan. “Tuhan tidak adil! Mengapa harus saya yang mengalami hal ini?”

Manusia memandang Tuhan sebatas modal dan kapital untuk menggapai kesuksesan. Tuhan harus berposisi mengabulkan segala keinginan dan rencana-rencana manusia. Tuhan adalah aset. Jika demikian yang terjadi maka Tuhan kemudian hanya sebatas menjadi tuhan (dengan “t” kecil). Manusia terjerumus menuhankan tuhan. Uang, harta, tahta, wanita adalah tuhan!

https://www.kompasiana.com/sangnanang/5510909da33311c339ba8724/keberanian-menghisab-tuhan

SUSUNAN PENGURUS TAKMIR MASJID SESUAI DMI

SUSUNAN PENGURUS TAKMIR MASJID SESUAI DMI
Informasi tentang bagan struktur organisasi takmir masjid menurut Kemenag berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam nomor DJ.II/802 tahun 2014 tentang Standar Pembinaan Manajemen Masjid.

Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh, salam jumpa kembali, semoga kesehatan keselamatan dan kemakmuran selalu dilimpahkan kepada anda dan orang orang yang sampean sayangi dan cintai. 22.

Kali ini mengenai contoh bagan struktur organisasi pengurus masjid modern disertai dengan tugas atau saat ini ngetrend dikatakan dengan job description bagi para pengelola masjid yang biasa disebut dengan takmir atau pengurus masjid. Organisasi Kepengurusan Masjid Dalam SK Dirjen Bimis diatas, disebutkan bahwa struktur Kepengurusan Masjid sekurang-kurangnya terdiri dari; 

Penasihat
Ketua
Sekretaris
Bendahara
Ketua bidang idarah,
ketua bidang Imarah dan
Ketua Bidang Ri’ayah
Badan-badan/Lembaga-lembaga

Dengan jumlah pengurus yang disesuaikan dengan luas dan banyaknya pekerjaan sebagai takmir masjid.

Dengan begitu maka setidaknya suatu masjid setidaknya memiliki minimal susunan pengurus sebagaimana susunan diatas. Untuk lebih jelasnya tentang minimal susunan pengurus dapat dibaca pada minimal susunan organisasi pengurus masjid.

Tugas Pengurus Masjid dalam struktur Organisasi

Dari susunan pengurus atau struktur kepengurusan takmir masjid, memiliki wilayah tugas masing masing yang secara umum sebagaimana dibawah ini;

Penasihat ; memberikan penasihatan dan pertimbangan kepada para pengurus pelaksana sekaligus memberikan pengarahan yang berkaitan dengan masjid tempat dia dijadikan sebagai penasihat.

Ketua ; Bertanggungjawab terhadap seluruh hal berkaitan dengan masjid dan menjadi manajer dalam pengelolaan masjid serta kegiatan yang bersifat internal eksternal baik dengan jamaah maupun instansi terkait;

Sekretaris ; mempunyai tugas dan bertanggungjawab terhadap segala hal yang berkaitan dengan kesekretariatan serta melakukan pengarsipan dokumen dokumen yang bersinggungan dengan masjid, misalnya undangan dari instansi, fotocopy tanah wakaf, penyimpanan sertifikat arah kiblat dan lain sebagainya.

Bendahara, bertugas mencatat keluar masuk keuangan lembaga masjid baik dari infaq sedekah maupun bantuan serta rutin membuat laporan pemasukan dan pengeluaran masjid setiap jum’at pada papan pengumuman.

Bidang Idarah ; bertanggungjawab terhadap administrasi yang berkaitan erat dengan administrasi kelembagaan serta mengarsip data dan dokumen yang berkaitan dengan masjid.
Termasuk masalah organisasi, kepengurusan, personalia, perencanaan, sarana perlengkapan, administrasi keuangan dan yang lain.
Termasuk tugas Bidang Idarah adalah;
Perencanaan;
Pengorganisasian;
Pengadministrasian;
Keuangan; dan
Pengawasan.

Bidang Imarah atau kemakmuran ; bertugas untuk mengelola kegiatan meliputi ;
masalah pembinaan peribadatan,
pendidikan formal baik agama maupun umum,
pendidikan luar sekolah,
majelis taklim,
pembinaan remaja,
Pembinaan wanita,
perpustakaan,
TK,
Peringatan Hari Besar Islam atau nasional dan
Pembinaan Ibadah Sosial.

Bidang Ri’ayah ; mempunyai tugas memelihara masjid dari segi bangunan, keindahan dan kebersihan. Dalam pemeliharaan bangunan masjid meliputi;
Bentuk Bangunan atau arsitektur
Pemeliharaan dari Kerusakan;
Pemeliharaan Kebersihan.

Badan/Badan atau lembaga ; sesuai dengan nama badan yang dikelola, misalnya badan amil zakat maka fokus mengurus zakat dan yang berkaitan, Badan Pendidikan, bertugas mengelola dan mengembangkan lembaga pendidikan pada masjid, dll.

Contoh Bagan Struktur Organisasi Masjid

Berikut adalah contoh gambar tentang struktur Organisasi Takmir Masjid yang dicontohkan oleh Kementerian Agama melalui SK Dirjen Bimis.



Pada bagian badan/kolom paling bawah dapat anda isi dengan seksi seksi dari bidang menyesuaikan dengan kebutuhan dari kepengurusan masjid yang dikelola.

Masa Jabatan Pengurus Masjid dan cara pemilihan

Susunan Pengurus Masjid Modern biasanya memiliki durasi masa jabatan, dalam SK Dirjen Bimis ini sebagai acuan dalam standar manajemen masjid disebutkan bahwa masa jabatan takmir masjid dapat berkisar antara 2,3, atau 4 tahun dan selama-lamanya (paling lama) adalah 5 tahun dan di akhir masa jabatan wajib melakukan laporan pertanggungjawaban.

Pemilihan pengurus atau takmir masjid dapat dilakukan setelah pelaksanaan sholat jumat atau sholat rawatib dengan cara musyawarah antar jamaah.

Penutup

Itulah informasi tentang struktur organisasi takmir masjid dan tugasnya pengurus menurut Kemenag disertai dengan job desription yang mengacu kepada SK Dirjen Bimis. Semoga dapat di aplikasikan atau di ejawantahkan pada masjid dengan baik dan berjalan sesuai rencana keinginan.

Wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

BIDANG  IBADAH, Ketua 1 sekretaris 1, Biro Salat Wajib-Salat Jumat, Biro wakaf-sadaqoh-Infaq-Zakat, BIRO PHBI


 BIDANG PENDIDIKAN-DAKWAHKetua 2 sekretaris 2. Biro tadarus-tafsir-kajian umum, Biro TPQ, biro pengajian jumat kliwon,


BIDANG PEMUDAKetua 3  sekretaris 3,  Biro Pembinaan Remaja dan Anak, Biro Seni Dan Budaya,Biro Olah Raga Dan Kebugaran


BIDANG RUMAH TANGGA, Ketua4 sekretaris 4, Biro  perawatan dan pemeliharaan, Biro Kebersihan Umum, Biro Pembangunan dan Pengembangan