Minggu, 06 Januari 2019

BAGAIMANA CIRI-CIRI KELAPA HIJAU ASLI OBAT 

 

BAGAIMANA CIRI-CIRI KELAPA HIJAU YANG ASLI UNTUK OBAT ?

Dalam postingan yang lalu pernah mengupas khasiat air kelapa muda, pada umumnya untuk memudahkan pengertian kelapa muda sama dengan kelapa hijau. Padahal tidak demikian,karena mungkin pedagang yang sering kita jumpai selalu mengatakan demikian. Kali ini admin mau berbagi informasi tentang ciri-ciri Kelapa Hijau yang asli. Air kelapa hijau dipercaya mampu sebagai penawar racun, atau sering digunakan sebagai obat untuk penyembuhan penyakit tertentu dan lainnya. Kelapa hijau umumnya lebih sulit dicari daripada kelapa jenis yang biasa. Untuk harganya pun tentu lebih tinggi yaitu bisa sampai dua kali lipat bahkan lebih dari harga kelapa muda biasa.

Agar tidak tertipu penjual sebaiknya kita perlu mengetahui ciri-ciri dari kelapa hijau yang asli. Kelapa hijau yang asli mempunyai ciri khas kelapa hijau yaitu apabila dikupas sabutnya berwarna merah mudah. 

kelapa hijau

Apakah kelapa hijau selalu berwarna hijau? 

Sesuai dengan namanya kelapa hijau warnanya harus hijau ternyata tidaklah demikian. Kadang kelapa yang warnanya hijau bukan kelapa hijau. 

Ciri-ciri kelapa hijau yang asli untuk obat

Warna kulit kelapa hijau tidak selalu hijau, kadang kita temui yang berwarna lain seperti kekuningan, coklat, bahkan krem. Dari macam warna-warna kulit tersebut yang pasti warna sabut kelapa hijau berwarna merah mudah. 

Baca juga; Manfa'at kandungan air kelapa muda

Tips agar tidak tertipu ketika membeli kelapa hijau sebaiknya perlu mengupas sedikit atau banyak kulit bagian luarnya untuk mengetahui sabutnya yang berwarna merah mudah. Dan perlu di ingat juga meskipun warna kulit luarnya berwarna hijau itu belum tentu kelapa hijau.

http://caramencaricara.blogspot.com/2016/05/bagaimana-ciri-ciri-kelapa-hijau-yang.html?m=1

kelapa ijo obat batu ginjal

kelapa ijo obat batu ginjal

Mar 7, 2018

Selamt pagi dokter, saya ingin mengajukan pertanyaan seputar fungsi ginjal. Ayah saya penderita diabetes, hipertensi, dan pernah mengalami serangan jantung akibat penyumbatan pembuluh darah, yang mengharuskan konsumsi obat setiap harinya. Beberapa hari yang lalu melakukan tes labor untuk mengetahui kinerja ginjal ayah saya

Kelapa Ijo Obat Batu Ginjal — Jika Anda mengalami penyakit ginjal kronis, Anda mungkin segera memerlukan perawatan untuk melakukan pekerjaan yang ginjal Anda tidak dapat lagi melakukannya. Belajar tentang pilihan pengobatan Anda untuk gagal ginjal akan membantu Anda membuat pilihan terbaik untuk Anda. Setiap perawatan memiliki pro dan kontra. Pilihan perawatan Anda akan berpengaruh besar pada kehidupan sehari-hari Anda, seperti terus bekerja jika Anda melakukannya saat ini. Berbicara dengan dokter Anda sebelumnya tentang pilihan Anda dapat membantu Anda mengendalikan perawatan Anda. Memahami pengobatan yang Anda pilih dan terbiasa dengan gagasan bahwa Anda perlu menjalani perawatan ini membutuhkan waktu. Jika Anda menemukan pilihan perawatan Anda tidak sesuai dengan gaya hidup Anda, bicarakan dengan dokter Anda tentang memilih pengobatan lain yang sesuai dengan kebutuhan Anda dengan lebih baik

Ciri Ciri Penyakit Ginjal


Ginjal adalah dua organ berbentuk kacang, masing-masing seukuran kepalan tangan. Mereka berada tepat di bawah tulang rusuk, satu di setiap sisi tulang belakang. Setiap hari, kedua ginjal menyaring sekitar 120 sampai 150 liter darah untuk menghasilkan sekitar 1 sampai 2 liter urin, terdiri dari limbah dan cairan ekstra. Urin mengalir dari ginjal ke kandung kemih melalui dua tabung otot tipis yang disebut ureter, satu di setiap sisi kandung kemih. Kandung kemih menyimpan urin. Otot-otot dinding kandung kemih tetap rileks saat kandung kemih terisi dengan air kencing. Saat kandung kemih memenuhi kapasitas, sinyal yang dikirim ke otak menyuruh seseorang segera menemukan toilet. Saat kandung kemih mengosongkan, urin mengalir keluar dari tubuh melalui tabung yang disebut uretra, terletak di bagian bawah kandung kemih. Pada pria uretra panjang, sedangkan pada wanita itu pendek.

Bila ginjal Anda gagal, limbah berbahaya dan penumpukan cairan ekstra di tubuh Anda, yang bisa menyebabkannya

Gejala Ginjal Bermasalah

Kulit gelapKulit keringEdema-bengkak, biasanya di kaki, kaki, atau pergelangan kaki dan kurang sering di tangan atau wajahGatal — gatalSakit kepalaTekanan darah tinggiSedikit atau tidak buang air kecilKehilangan selera makanKram ototMualMasalah tidurKantukKelelahan, atau merasa lelahKesulitan berkonsentrasiMuntahPenurunan berat badan

Apabila anda mengalami gejala seperti yang tercantum di atas, maka harus segera melakukan pengobatan, jika tidak sesegera mungkin melakukan pengobatan makan yang terjadi dapat mengancam nyawa anda, kejang, koma dan kematian itu yang akan terjadi

Penanganan Untuk Penderita Ginjal

Anda memiliki empat pilihan pengobatan yang bisa dipilih untuk menyaring darah Anda. Pilihan keempat menawarkan perawatan tanpa mengganti pekerjaan ginjal. Tak satu pun dari perawatan ini membantu ginjal menjadi lebih baik. Namun, mereka semua bisa membantu Anda merasa lebih baik.

Hemodialisis


Menggunakan mesin untuk memindahkan darah Anda melalui saringan di luar tubuh Anda, membuang limbah.

Dialisis peritoneal menggunakan lapisan perut Anda untuk menyaring darah Anda di dalam tubuh Anda, membuang limbah.

Transplantasi ginjal


Adalah operasi untuk menempatkan ginjal yang sehat dari orang yang baru saja meninggal atau orang yang hidup, biasanya anggota keluarga, ke tubuh Anda untuk mengambil alih pekerjaan penyaringan darah Anda.

Manajemen konservatif


Adalah pilihan untuk tidak mengobati gagal ginjal dengan dialisis atau transplantasi. Sebaliknya, fokusnya adalah menggunakan obat-obatan agar Anda tetap nyaman, melestarikan fungsi ginjal melalui diet, dan mengatasi masalah gagal ginjal, seperti anemia — kekurangan sel darah merah yang bisa membuat Anda lelah — dan tulangnya lemah.

Pengobatan Herbal Untuk Ginjal


Terdapat beberapa tanaman herbal sebagai obat untuk ginjal alami dan tentu tanpa efek samping dan tanpa ketergantungan obat berikut kami rangkum beberapa tenaman yang berhasiat untuk menyehatkan ginjal anda

Daun sendok

Daun sendok juga berkhasiat untuk mengatasi gagal ginjal. Hal ini dikarenakan kandungan senyawa terpenoid di dalam daun mangkok bermanfaat untuk menghambat pembentukan dan memengaruhi ukuran kristal kalsium oksalat. Kristal ini biasa ditemukan sebagai bahan dasar batu ginjal.

Senyawa terpenoid berkhasiat untuk menghambat pembentuan kristal di dalam ginjal sehingga massa dai batu ginjal itu bisa bertambah. Senyawa tersebut juga bisa digunakan untuk memperkecil ukuran batu ginjal yang ada di dalam ginjal manusia. Berikut ini panduan membuatnya:

Pertama silahkan ambil sekitar 7 lembar daun sendok, kemudian bersihkan.

Setelah bersih, blender atau tumbuk daun sendok tersebut.

Setelah halus, peras dan saring hasil tumbukan atau blenderan daun sendi tersebut.

Setelah itu, anda bisa menambahkan madu sebanyak 1 sdm.

Minum sari daun sendok itu secara teratur tiga kali dalam sehari agar massa batu ginjal segera mengecil.

Minyak zaitun

Minyak zaitun memiliki banyak sekali manfaat, salah satu manfaat minyak zaitun yang tidak bisa diabaikan adalah untuk mengatasi gagal ginjal. Kandungan antioksidan di dalam minyak zaitun sangat bermanfaat untuk meningkatkan kekebalan tubuh serta mengatasi berbagai penyakit.

Kira-kira bagaimana kerja minyak zaitun untuk membantu pengobatan penyakit ginjal. 1 sendok makan minyak zaitun adalah takaran yang pas di mana dengan takaran tersebut, Anda akan mendapatkan berbagai kandungan terbaik untuk tubuh, seperti lemak tak jenuh tunggal, asam lemak anti-inflamasi serta asam oleat yang akan memberikan perlindungan tubuh dari oksidasi. Peradangan dan segala yang membuat ginjal tak sehat akan dicegah dengan baik oleh kandungan polifenol di dalam minyak ini. Selain memperbaiki ginjal, risiko penyakit jantung dan kanker juga dapat dikurangi.

Meniran Hijau

Air ekstrak tanaman meniran hijau bermanfaat melarutkan kristal batu ginjal hingga 56,8%( dalam tabung penelitian (in vitro)). Air ekstrak ini juga mampu menghambat agregasi atau pembentukan kristal kalsium oksalat ginjal sebesar 53,09%.

Bahannya :

30 gr Meniran segar (daun, batang dan akarnya)

60 gr akar alang-alang segar

30 gr Pegagan segar

800 cc air

Cara membuatnya yaitu, pertama silahkan cuci bersih bahan tersebut, kemudian rebus hingga air tersisa 450 cc. Saring dan minum 3 kali sehari, masing-masing 150 cc.

Mahkota dewa

Tanaman herbal untuk mengobati sakit ginjal selanjutnya adalah tanaman mahkota dewa. Biasanya tanaman ini selalu ada di Toga yang dibuat oleh ibuibu PKK. Karena memang, tanaman mahkota dewa memiliki banyak manfaat yang sangat luar biasa.

Ada banyak penyakit yang bisa diobati dengan meramu tanaman yang satu ini. Bukan hanya untuk kesehatan saja, tetapi juga untuk berbagai keperluan untuk kecantikan. Hal ini dikaarenakan kandungan mahkota dewa berupa saponin, alkaloid, polifenol, serta flavonoid dan lainnya.

Secara khusus keempat senyawa tersebut sangat bermanfaat untuk mengobati penyakit ginjal yang kita alami. Untuk senyawa alkaloid sendiri berperan untuk membantu proses detoksifikasi di mana racun-racun bakal terminimalisir. Polifenol berfungsi sebagai zat anti alergi dan flavonoid memiliki peran sebagai antioksidan. Sementara siponin sendiri bersifat anti-bakteri yang berguna meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Berikut ini cara meramu tanaman mahkota dewa untuk dijadikan sebagai obat herbal ginjal:

Pertama sediakan 2 s/d 3 buah mahkota dewa masak

Kemudia iris tipis, ambil bagian dagingnya saja.

Rebus air sebanyak 3 gelas didalam panci kemudian masukkan irisan buah mahkota dewa kedalam rebusan air.

Rebus air sampai mendidih sehingga tersisa 2 gelas atau lebih baik tersisa 1 gelas

Setelah selesai air rebusan buah mahkota dewa masukkan kedalam gelas tunggu hingga menjadi dingin.

Kemudian diminum 2x sehari, satu kali minum 1 gelas rebusan air mahkota dewa.

Dengan mengonsumsi mahkota dewa, gagal ginjal dapat dicegah dan kondisi pun akan dapat dibuat membaik. Bila gagal ginjal disertai dengan penyakit hepatitis B dan juga ada komplikasi penyakit hati atau liver, mahkota dewa bisa jadi solusinya. Mengonsumsi madu mahkota dewa, teh racik mahkota dewa, yang juga diimbangi dengan teh racik temulawak serta teh racik akar alang-alang.

Daun binahong

Selain kedua tanaman di atas, anda juga bisa menggunakan tanaman binahong untuk mengobati sakit ginjal secara alami. Daun binahong terbukti ampuh untuk meluruhkan dan sebagai obat batu ginjal dalam waktu relatif cepat. Tanaman yang tumbuh merambat ini dimanfaatkan bagian daunnya untuk dijadikan sebagai jamu untuk meluruhkan batu ginjal.

Kira-kira bagaimana caranya? Berikut ini panduannya:

Pertama, ambil sekitar 10–15 gram daun binahong yang masih segar dengan air 1 gelas saja.

Rebus hingga mendidih, setelah mendidih biarkan agak dingin dahulu, bisa minum 2 atau 3 kali dalam sehari.

Selain cara di atas, anda juga bisa membuat ramuan daun binahong yang lainnya, ikuti step-stepnya beirkut ini:

Seduhlah 1,5 gram daun binahong kering dengan menggunakan air mendidih 1 gelas.

Untuk proses pengeringan daunnya sendiri, Anda bisa memanfaatkan oven yang suhunya mencapai 50 derajat Celsius dan biarkan sampai tersisa air 10 persennya.

Mengonsumsi air rebusan atau seduhan daun binahong sehari 3 kali sebelum makan akan membawa dampak positif.

Kira-kira cara mana yang mau anda lakukan? Teserah pada anda saja. Kira-kira cara mana yang menurut anda mudah.

Daun biji beling

Daun keji beling mungkin masih terdengar asing di telinga kita. Padahal tanaman yang satu ini sangat berkhasiat untuk meluruhkan batu ginjal yang kita alami. Daun keji beling sendiri mengandung vitamin B2, B1 serta vitamin C-nya; tak lupa juga adanya asam silat, fosfor, ferum, natrium, serta zat kalsium.

Wah sangat banyak sekali kandungan daun keji beling bukan? Kira-kira bagaimana cara membuat ramuan herbal daun keji beling? Caranya yaitu:

Sediakan 5 daun keji beling, cuci bersih

Rebus dengan 4 gelas air

Biarkan air berkurang hingga tersisa sekitar 2 gelas saja.

Biarkan beberapa saat, sampai hangat.

Minum ramuan ini pagi dan sore sebanyak 1 gelas.

Dengan mengkonsumsi tanaman ramuan herbal ini, maka volume darah pada ginjal akan ditingkatkan oleh kandungan natriumnya, sedangkan asam silatnya mampu mengikat air pada ginjal.

Jeruk nipis dan bawang bombay

Anda juga bisa mengkombinasikan 3 bahan alami berupa bawang putih, jeruk nipis dan bawang bombai untuk mengobati gagal ginjal sampai tuntas. Kir-kira bagiamana caranya? Silahkan ikuti step by stepnya berikut ini:

Pertama silahkan sediakan 3 buah jeruk nipis, bawang bombay 2 siung saja, lalu bawang putih tunggal 11 siung.

Cuci bersih, kemudian blenderlah semua bahan jadi satu

Kemudian, konsumsilah ramuan ini sebelum makan 3×1 sendok makan setiap harinya akan memberikan hasil terbaik bagi ginjal Anda

Rumput upas

Rumput upas juga bermanfaat untuk mengobati gagal ginjal secara alami. Nama rumput ini mungkin tidak terlalu familiar di telinga kita, padahal tanaman ini bermanfaat untuk mengurangi enzim pensitensis oksalat, enzim yang membuat batu di ginjal semakin besar.

Luar biasanya lagi, rumput ini juga berkhasiat untuk meringankan gejala penyakit saluran kemih. Saluran kemih yang di dalamnya ada batu ginjal bisa diringankan gejalanya menggunakan rumut ini. Cara mengobati batu ginjal menggunakan rumput upas sangat mudah sekali yaitu dengan merebusnya. Berikut ini adalah cara mengobati batu ginjal menggunakan rumput upas:

Pertama sediakan 10 gram rumput upas

Ambil juga 4 gelas, kemudian rebus rumput upas tersebut hingga medidih.

Biarkan beberapa menit hingga tersisa setengahnya.

Minum air rebusan itu sebanyak dua kali dalam sehari yaitu pagi hari dan malam hari sebelum tidur.

Rambut jagung, Alang alang, Kumis kucing

Selain dengan 3 ramuan herbal di atas, anda juga bisa membuat ramuan dari 3 herbal yaitu rambut jagung, alang-alang dan kumis kucing. Bagaimana caranya? Berikut ini panduan untuk membuatnya:

Pertamasediakan 1 genggam padat rambut jagung, lalu juga 11–15 lembar daun kumis kucing dan akar alang-alang yang dibutuhkan sekitar 3 jengkal.

Cuci bersih ketiga bahan tersebut.

Setelah itu, tambahkan 600 ml air putih, lalu rebus hingga tersisa sekitar 300 ml saja.

Setelah tersisa setengahnya, angkat dan tunggu hingga tidak panas lagi kemudian minumlah ramuan tersebut sekali konsumsi dianjurkan 100 ml dan Anda bisa mendapatkan hasil maksimal dengan minum sehari 3 kali.

Daun sirsak

Daun sirsak selain terbukti dapat mengobati kanker ternyata juga dapat mengobati sakit ginjal. Dengan mengkonsumsi ramuan daun sirsak, gagal ginjal yang anda alami bisa diobati secara perlahan tapi pasti. Kira-kira bagiamana cara membuat ramuannya? Silahkan ikuti panduannya berikut ini:

Pertama silahkan sediakan daun sirsak 3–5 lembar kemudian cuci bersih. Rebus air hingga mendidih dengan daun sirsak tersebut.

Biarkan hingga hangat, kemudian saring rebusan tersebut.

Mengonsumsinya 2–3 kali setiap hari sampai akhirnya ginjal Anda pulih.

Daun Sukun

Obat herbal ginjal yang kedua adalah daun sukun. Daun sukun merupakan salah satu tanaman herbal penyakit ginjal yang cukup ampuh untuk meluruhkan batu ginjal. Penderita gagal ginjal tidak harus cuci darah. Dengan mengkonsumsi herbal daun sukun ginjal anda bisa berfungsi normal seperti sedia kala.

Hal ini dikarenakan kandungan flavonoid, tanin, serta asam hidrosianat; bahkan riboflavin dan aseticolin juga akan membantu pemulihan kondisi ginjal. Selain ginjal, penyakit kardiovaskuler serta penyakit diabetes mampu diatasi juga dengan daun sukun ini. Sangat luaar biasa sekali bukan manfaat daun sukun ini?

Hampir sama dengan tanaman kumis kucing, anda bisa menyeduh atau merebus daun sukun untuk diambil airnya. Berikut ini step-step untuk membuat obat herbal ginjal dari daun sukun:

Pertama ambil sekitar 5 lembar daun sukun, kemudian cuci bersih.

Setelah itu, rebus daun sukun tersebut dengan 4 gelas iar. Tunggu hingga air menjadi setengah gelas saja.

Sambil merebus, hancurkan daun sukun tersebut di dalam air rebusan.

Setelah tinggal setengah gelas biarkan dingin kemudian saringlah air rebus itu agar yang tersisa hanyalah air rebusannya.

Sebaiknya penderita gagal ginjal minum air rebusan daun suku ini sebanyak dua kali dalam sehari. Mengkonsumsi minuman itu saat pagi dan sore hari.

Cararan penting:

Jangan sampai mengkonsumsi rebusan daun sukun ini sebelum makan karena air rebusan daun sukun ini bisa mengikis lambung yang ada di dalam organ pencernaan. Efeknya jika dikonsumsi sebelum makan akan menyebabkan perut menjadi perih dan panas.

Kumis kucing

Tanaman yang sudah sangat terkenal dapat mengobati penyakit ginjal adalah kumis kucing. Tanaman yang berukuran mini, dengan bunga putih menyerupai kumis kucing ini bermanfaat untuk meluruhkan batu ginjal sampai tuntas, terutama kalau kita mengkonsumsi air rebusannya secara teratur.

Taman dengan nama Latin Orthosiphon stamineus ini ternyata juga mampu merangsang ginjal untuk mengeluarkan urine secara berlebihan serta mengekskresi natrium dan ion lainnya keluar dari tubuh bersama urin. Nah, kira-kira bagaimana cara mengobati batu ginjal secara alami?

Pertama silahkan sediakan 30 gr daun Meniran segar + 30 gr daun Kumis Kucing segar, 1 gelas air mendidih. Kemudian cuci bersih kedua tanaman tadi setelah itu seduh kedua bahan tadi. Biarkan sampai dingin, saring dan minum. Lakukan selama 5 hari berturut-turut.

Selain dengan cara menyeduhnya. Anda juga bisa merebus bunga kumis kucing secukupnya ditambah dengan air. Berikut ini caranya:

Pertama silahkan sediakan daun kumis kucing secukupnya kemudian cuci bersih.

Ambil 3 gelas air, kemudian rebus hingga menjadi setengahnya.

Minum air rebusan kumis kucing tersebut 2 atau 3 kali sehari.

Meminumnya masing masing adalah setengah gelas. Minum ramuan tersebut saat pagi hari, siang hari dan juga malam hari sebelum tidur. Malam hari sebelum tidur sangat efektif untuk membantu memulihkan keadaan ginjal seperti sedia kala.

 

jadwal khotib 1439H

jadwal khotib 1439H/2018M

khotib kliwon : ust jamil
khotib pahing : ust. muhlisin
khotib wage   : ust. wartono
khotib legi       : ust khamdi
khotib pon      : H. Irwan Faridin

Memahami Allah Maha Pemberi Rizki


AQIDAH TAZKIYATUN NUFUS

Memahami Allah Maha Pemberi Rizki

Muhammad Abduh Tuasikal, MSc. 10 February 2011 0 Comments

Kita telah mengetahui bahwa Allah satu-satunya pemberi rizki. Rizki sifatnya umum, yaitu segala sesuatu yang dimiliki hamba, baik berupa makanan dan selain itu. Dengan kehendak-Nya, kita bisa merasakan berbagai nikmat rizki, makan, harta dan lainnya. Namun mengapa sebagian orang sulit menyadari sehingga hatinya pun bergantung pada selain Allah. Lihatlah di masyarakat kita bagaimana sebagian orang mengharap-harap agar warungnya laris dengan memasang berbagai penglaris. Agar bisnis komputernya berjalan mulus, ia datang ke dukun dan minta wangsit, yaitu apa yang mesti ia lakukan untuk memperlancar bisnisnya dan mendatangkan banyak konsumen. Semuanya ini bisa terjadi karena kurang menyadari akan pentingnya aqidah dan tauhid, terutama karena tidak merenungkan dengan baik nama Allah “Ar Rozzaq” (Maha Pemberi Rizki).

Allah Satu-Satunya Pemberi Rizki

Sesungguhnya Allah adalah satu-satunya pemberi rizki, tidak ada sekutu bagi-Nya dalam hal itu. Karena Allah Ta’alaberfirman,

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ هَلْ مِنْ خَالِقٍ غَيْرُ اللَّهِ يَرْزُقُكُمْ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ

Hai manusia, ingatlah akan nikmat Allah kepadamu. Adakah Pencipta selain Allah yang dapat memberikan rezki kepada kamu dari langit dan bumi?” (QS. Fathir: 3)

قُلْ مَنْ يَرْزُقُكُمْ مِنَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ قُلِ اللَّهُ

Katakanlah: “Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan dari bumi?” Katakanlah: “Allah.” (QS. Saba’: 24)

Tidak ada yang berserikat dengan Allah dalam memberi rizki. Oleh karena itu, tidak pantas Allah disekutukan dalam ibadah, tidak pantas Allah disembah dan diduakan dengan selain. Dalam lanjutan surat Fathir, Allah Ta’ala berfirman,

لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ فَأَنَّى تُؤْفَكُونَ

Tidak ada ilah (sesembahan) yang berhak disembah selain Allah; maka mengapakah engkau bisa berpaling (dari perintah beribadah kepada Allah semata)?” (QS. Fathir: 3)

Selain Allah sama sekali tidak dapat memberi rizki. Allah Ta’alaberfirman,

وَيَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَمْلِكُ لَهُمْ رِزْقًا مِنَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ شَيْئًا وَلَا يَسْتَطِيعُونَ

Dan mereka menyembah selain Allah, sesuatu yang tidak dapat memberikan rezki kepada mereka sedikitpun dari langit dan bumi, dan tidak berkuasa (sedikit juapun).” (QS. An Nahl: 73)

Seandainya Allah menahan rizki manusia, maka tidak ada selain-Nya yang dapat membuka pintu rizki tersebut. Allah Ta’alaberfirman,

مَا يَفْتَحِ اللَّهُ لِلنَّاسِ مِنْ رَحْمَةٍ فَلَا مُمْسِكَ لَهَا وَمَا يُمْسِكْ فَلَا مُرْسِلَ لَهُ مِنْ بَعْدِهِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

Apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia berupa rahmat, maka tidak ada seorang pun yang dapat menahannya; dan apa saja yang ditahan oleh Allah maka tidak seorangpun yang sanggup melepaskannya sesudah itu. dan Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Fathir: 2). Itu memang benar, tidak mungkin ada yang dapat memberikan makan  dan minum ketika Allah menahan rizki tersebut.

Allah Memberi Rizki Tanpa Ada Kesulitan

Allah memberi rizki tanpa ada kesulitan dan sama sekali tidak terbebani. Ath Thohawi rahimahullah dalam matan kitab aqidahnya berkata, “Allah itu Maha Pemberi Rizki dan sama sekali tidak terbebani.” Seandainya semua makhluk meminta pada Allah, Dia akan memberikan pada mereka dan itu sama sekali tidak akan mengurangi kerajaan-Nya sedikit pun juga. Dalam hadits qudsi disebutkan, Allah Ta’ala berfirman,

يَا عِبَادِى لَوْ أَنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ وَإِنْسَكُمْ وَجِنَّكُمْ قَامُوا فِى صَعِيدٍ وَاحِدٍ فَسَأَلُونِى فَأَعْطَيْتُ كُلَّ إِنْسَانٍ مَسْأَلَتَهُ مَا نَقَصَ ذَلِكَ مِمَّا عِنْدِى إِلاَّ كَمَا يَنْقُصُ الْمِخْيَطُ إِذَا أُدْخِلَ الْبَحْرَ

Wahai hamba-Ku, seandainya orang-orang yang terdahulu dan orang-orang yang belakangan serta semua jin dan manusia berdiri di atas bukit untuk memohon kepada-Ku, kemudian masing-masing Aku penuh permintaannya, maka hal itu tidak akan mengurangi kekuasaan yang ada di sisi-Ku, melainkan hanya seperti benang yang menyerap air ketika dimasukkan ke dalam lautan.” (HR. Muslim no. 2577, dari Abu Dzar Al Ghifari). Mengenai hadits ini, Ibnu Rajab rahimahullah berkata, “Hadits ini memotivasi setiap makhluk untuk meminta pada Allah dan meminta segala kebutuhan pada-Nya.”[1]

Dalam hadits dikatakan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

« إِنَّ اللَّهَ قَالَ لِى أَنْفِقْ أُنْفِقْ عَلَيْكَ ». وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « يَمِينُ اللَّهِ مَلأَى لاَ يَغِيضُهَا سَحَّاءُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ أَرَأَيْتُمْ مَا أَنْفَقَ مُذْ خَلَقَ السَّمَاءَ وَالأَرْضَ فَإِنَّهُ لَمْ يَغِضْ مَا فِى يَمِينِهِ »

“Allah Ta’ala berfirman padaku, ‘Berinfaklah kamu, niscaya Aku akan berinfak (memberikan ganti) kepadamu.’ Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Pemberian Allah selalu cukup, dan tidak pernah berkurang walaupun mengalir siang dan malam. Adakah terpikir olehmu, sudah berapa banyakkah yang diberikan Allah sejak terciptanya langit dan bumi? Sesungguhnya apa yang ada di Tangan Allah, tidak pernah berkurang karenanya.” (HR. Bukhari no. 4684 dan Muslim no. 993)

Ibnu Hajar Al Asqolani rahimahullah berkata, “Allah sungguh Maha Kaya. Allah yang memegang setiap rizki yang tak terhingga, yakni melebihi apa yang diketahui setiap makhluk-Nya.”[2]

Allah Menjadikan Kaya dan Miskin dengan Adil

Allah memiliki berbagai hikmah dalam pemberian rizki. Ada yang Allah jadikan kaya dengan banyaknya rizki dan harta. Ada pula yang dijadikan miskin. Ada hikmah berharga di balik itu semua. Allah Ta’ala berfirman,

وَاللَّهُ فَضَّلَ بَعْضَكُمْ عَلَى بَعْضٍ فِي الرِّزْقِ

Dan Allah melebihkan sebahagian kamu dari sebagian yang lain dalam hal rezki.” (QS. An Nahl: 71)

Dalam ayat lain disebutkan,

إِنَّ رَبَّكَ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ وَيَقْدِرُ إِنَّهُ كَانَ بِعِبَادِهِ خَبِيرًا بَصِيرًا

Sesungguhnya Tuhanmu melapangkan rezki kepada siapa yang Dia kehendaki dan menyempitkannya; Sesungguhnya Dia Maha mengetahui lagi Maha melihat akan hamba-hamba-Nya.” (QS. Al Isro’: 30)

Dalam ayat kedua di atas, di akhir ayat Allah berfirman (yang artinya), “Sesungguhnya Dia Maha mengetahui lagi Maha melihat akan hamba-hamba-Nya”. Ibnu Katsir menjelaskan maksud penggalan ayat terakhir tersebut, “Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui dan Maha Melihat manakah di antara hamba-Nya yang pantas kaya dan pantas miskin.” Sebelumnya beliau rahimahullah berkata, “Allah menjadikan kaya dan miskin bagi siapa saja yang Allah kehendaki. Di balik itu semua ada hikmah.”[3]

Di tempat lain, Ibnu Katsir menerangkan firman Allah,

وَلَوْ بَسَطَ اللَّهُ الرِّزْقَ لِعِبَادِهِ لَبَغَوْا فِي الْأَرْضِ وَلَكِنْ يُنَزِّلُ بِقَدَرٍ مَا يَشَاءُ إِنَّهُ بِعِبَادِهِ خَبِيرٌ بَصِيرٌ

Dan jikalau Allah melapangkan rezki kepada hamba-hamba-Nya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat.” (QS. Asy Syuraa: 27) Beliau rahimahullah lantas menjelaskan,“Seandainya Allah memberi hamba tersebut rizki lebih dari yang mereka butuh , tentu mereka akan melampaui batas, berlaku kurang ajar satu dan lainnya, serta akan bertingkah sombong.”

Selanjutnya Ibnu Katsir menjelaskan lagi, “Akan tetapi Allah memberi rizki pada mereka sesuai dengan pilihan-Nya dan Allah selalu melihat manakah yang maslahat untuk mereka. Allah tentu yang lebih mengetahui manakah yang terbaik untuk mereka. Allah-lah yang memberikan kekayaan bagi mereka yang Dia nilai pantas menerimanya. Dan Allah-lah yang memberikan kefakiran bagi mereka yang Dia nilai pantas menerimanya.”[4]

Dalam sebuah hadits disebutkan,

إن من عبادى من لا يصلح إيمانه إلا بالغنى ولو أفقرته لكفر، وإن من عبادى من لا يصلح إيمانه إلا الفقر ولو أغنيته لكفر

Sesungguhnya di antara hamba-Ku, keimanan barulah menjadi baik jika Allah memberikan kekayaan padanya. Seandainya Allah membuat ia miskin, tentu ia akan kufur. Dan di antara hamba-Ku, keimanan barulah baik jika Allah memberikan kemiskinan padanya. Seandainya Allah membuat ia kaya, tentu ia akan kufur”.[5]Hadits ini dinilai dho’if(lemah), namun maknanya adalah shahihkarena memiliki dasarshahihdari surat Asy Syuraa ayat 27.

Kaya Bukan Tanda Mulia, Miskin Bukan Tanda Hina

Ketahuilah bahwa kaya dan miskin bukanlah tanda orang itu mulia dan hina. Karena orang kafir saja Allah beri rizki, begitu pula dengan orang yang bermaksiat pun Allah beri rizki. Jadi rizki tidak dibatasi pada orang beriman saja. Itulah lathif-nya Allah (Maha Lembutnya Allah). Sebagaimana dalam ayat disebutkan,

اللهُ لَطِيفٌ بِعِبَادِهِ يَرْزُقُ مَنْ يَشَاءُ وَهُوَ القَوِيُّ العَزِيزُ

Allah Maha lembut terhadap hamba-hamba-Nya; Dia memberi rezki kepada yang di kehendaki-Nya dan Dialah yang Maha kuat lagi Maha Perkasa.” (QS. Asy Syura: 19)

Sifat orang-orang yang tidak beriman adalah menjadikan tolak ukur kaya dan miskin sebagai ukuran mulia ataukah tidak. Allah Ta’ala berfirman,

وَقَالُوا نَحْنُ أَكْثَرُ أَمْوَالًا وَأَوْلَادًا وَمَا نَحْنُ بِمُعَذَّبِينَ (35) قُلْ إِنَّ رَبِّي يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ وَيَقْدِرُ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ (36) وَمَا أَمْوَالُكُمْ وَلَا أَوْلَادُكُمْ بِالَّتِي تُقَرِّبُكُمْ عِنْدَنَا زُلْفَى إِلَّا مَنْ آَمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا فَأُولَئِكَ لَهُمْ جَزَاءُ الضِّعْفِ بِمَا عَمِلُوا وَهُمْ فِي الْغُرُفَاتِ آَمِنُونَ (37)

Dan mereka berkata: “Kami lebih banyak mempunyai harta dan anak- anak (daripada kamu) dan Kami sekali-kali tidak akan diazab. Katakanlah: “Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyempitkan (bagi siapa yang dikehendaki-Nya). Akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”. Dan sekali-kali bukanlah harta dan bukan (pula) anak-anak kamu yang mendekatkan kamu kepada Kami sedikit pun; tetapi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, mereka itulah yang memperoleh balasan yang berlipat ganda disebabkan apa yang telah mereka kerjakan; dan mereka aman sentosa di tempat-tempat yang Tinggi (dalam syurga).” (QS. Saba’: 35-37)

Orang-orang kafir berpikiran bahwa banyaknya harta dan anak adalah tanda cinta Allah pada mereka. Perlu diketahui bahwa jika mereka, yakni orang-orang kafir diberi rizi di dunia, di akherat mereka akan sengsara dan diadzab. Allah subhanahu wa ta’ala telah menyanggah pemikiran rusak orang kafir tadi dalam firman-Nya,

نُسَارِعُ لَهُمْ فِي الْخَيْرَاتِ بَلْ لَا يَشْعُرُونَ

Kami bersegera memberikan kebaikan-kebaikan kepada mereka? Tidak, sebenarnya mereka tidak sadar.” (QS. Al Mu’minun: 56)

Bukanlah banyaknya harta dan anak yang mendekatkan diri pada Allah, namun iman dan amalan sholeh. Sebagaiman dalam surat Saba’ di atas disebutkan,

وَمَا أَمْوَالُكُمْ وَلَا أَوْلَادُكُمْ بِالَّتِي تُقَرِّبُكُمْ عِنْدَنَا زُلْفَى إِلَّا مَنْ آَمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا

“Dan sekali-kali bukanlah harta dan bukan (pula) anak-anak kamu yang mendekatkan kamu kepada Kami sedikit pun; tetapi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh.” Penjelasan dalam ayat ini senada dengan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

إِنَّ اللَّهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ

Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada rupa dan harta kalian, tetapi Allah melihat kepada hati dan amal kalian” (HR. Muslim no. 2564, dari Abu Hurairah)

Kaya bisa saja sebagai istidrojdari Allah, yaitu hamba yang suka bermaksiat dibuat terus terlena dengan maksiatnya lantas ia dilapangkan rizki. Miskin pun bisa jadi sebagai adzab atau siksaan. Semoga kita bisa merenungkan hal ini.

Ibnu Katsir rahimahullah ketika menerangkan firman Allah,

فَأَمَّا الْإِنْسَانُ إِذَا مَا ابْتَلَاهُ رَبُّهُ فَأَكْرَمَهُ وَنَعَّمَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَكْرَمَنِ (15) وَأَمَّا إِذَا مَا ابْتَلَاهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَهَانَنِ (16)

Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu Dia dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, Maka Dia akan berkata: “Tuhanku telah memuliakanku”. Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rizkinya Maka Dia berkata: “Tuhanku menghinakanku“. (QS. Al Fajr: 15-16); beliau rahimahullahberkata, “Dalam ayat tersebut, Allah Ta’ala mengingkari orang yang keliru dalam memahami maksud Allah meluaskan rizki. Allah sebenarnya menjadikan hal itu sebagai ujian. Namun dia menyangka dengan luasnya rizki tersebut, itu berarti Allah memuliakannya. Sungguh tidak demikian, sebenarnya itu hanyalah ujian. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman,

أَيَحْسَبُونَ أَنَّمَا نُمِدُّهُمْ بِهِ مِنْ مَالٍ وَبَنِينَ نُسَارِعُ لَهُمْ فِي الْخَيْرَاتِ بَل لا يَشْعُرُونَ

Apakah mereka mengira bahwa harta dan anak-anak yang Kami berikan kepada mereka itu (berarti bahwa), Kami bersegera memberikan kebaikan-kebaikan kepada mereka? Tidak, sebenarnya mereka tidak sadar.” (QS. Al Mu’minun: 55-56)

Sebaliknya, jika Allah menyempitkan rizki, ia merasa bahwa Allah menghinangkannya. Sebenarnya tidaklah sebagaimana yang ia sangka. Tidaklah seperti itu sama sekali. Allah memberi rizki itu bisa jadi pada orang yang Dia cintai atau pada yang tidak Dia cintai. Begitu pula Allah menyempitkan rizki pada pada orang yang Dia cintai atau pun tidak.  Sebenarnya yang jadi patokan ketika seseorang dilapangkan dan disempitkan rizki adalah dilihat dari ketaatannya pada Allah dalam dua keadaan tersebut. Jika ia adalah seorang yang berkecukupan, lantas ia bersyukur pada Allah dengan nikmat tersebut, maka inilah yang benar. Begitu pula ketika ia serba kekurangan, ia pun bersabar.”[6]

Sebab Bertambah dan Barokahnya Rizki

Takwa kepada Allah adalah sebab utama rizki menjadi barokah. Allah subhanahu wa ta’ala menceritakan mengenai Ahli Kitab,

وَلَوْ أَنَّهُمْ أَقَامُوا التَّوْرَاةَ وَالْإِنْجِيلَ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِمْ مِنْ رَبِّهِمْ لَأَكَلُوا مِنْ فَوْقِهِمْ وَمِنْ تَحْتِ أَرْجُلِهِمْ مِنْهُمْ أُمَّةٌ مُقْتَصِدَةٌ وَكَثِيرٌ مِنْهُمْ سَاءَ مَا يَعْمَلُونَ

Dan sekiranya mereka sungguh-sungguh menjalankan (hukum) Taurat dan Injil dan (Al Quran) yang diturunkan kepada mereka dari Rabbnya, niscaya mereka akan mendapat makanan dari atas dan dari bawah kaki mereka. Di antara mereka ada golongan yang pertengahan. dan Alangkah buruknya apa yang dikerjakan oleh kebanyakan mereka.” (QS. Al Maidah: 66)

Dalam ayat lain, Allah Ta’alaberfirman,

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ القُرَى آَمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ

Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi.” (QS. Al A’rof: 96)

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا , وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan Mengadakan baginya jalan keluark, dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” (QS. Ath Tholaq: 2-3)

وَأَنْ لَوِ اسْتَقَامُوا عَلَى الطَّرِيقَةِ لَأَسْقَيْنَاهُمْ مَاءً غَدَقًا

Dan bahwasanya jikalau mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (agama Islam), benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rezki yang banyak).” (QS. Al Jin: 16)

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ

Dan (ingatlah juga), tatkala Rabbmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu.” (QS. Ibrahim: 7)

Sebab Berkurang dan Hilangnya Barokah Rizki

Kebalikan dari di atas, rizki bisa berkurang dan hilang barokahnya karena maksiat dan dosa. Mungkin saja hartanya banyak, namun hilang barokah atau kebaikannya. Karena rizki dari Allah tentu saja diperoleh dengan ketaatan. Allah Ta’alaberfirman,

ظَهَرَ الفَسَادُ فِي البَرِّ وَالبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS. Ar Rum: 41). Yang dimaksudkan kerusakan di sini—kata sebagian ulama–  adalah kekeringan, paceklik, hilangnya barokah (rizki). Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata, “Yang dimaksudkan kerusakan di sini adalah hilangnya barokah (rizki) karena perbuatan hamba. Ini semua supaya mereka kembali pada Allah dengan bertaubat.” Sedangkan yang dimaksud dengan kerusakan di laut adalah sulitnya mendapat buruan di laut. Kerusakan ini semua bisa terjadi karena dosa-dosa manusia.[7]

Yang Penting Berusaha dan Tawakkal

Keimanan yang benar rizki bukan hanya dinanti-nanti. Kita bukan menunggu ketiban rizki dari langit. Tentu saja harus ada usaha dan tawakkal, yaitu bersandar pada Allah. Dari Umar bin Al Khoththob radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda,

لَوْ أَنَّكُمْ تَتَوَكَّلُونَ عَلَى اللَّهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ لَرَزَقَكُمْ كَمَا يَرْزُقُ الطَّيْرَ تَغْدُو خِمَاصاً وَتَرُوحُ بِطَاناً

Seandainya kalian betul-betul bertawakkal pada Allah, sungguh Allah akan memberikan kalian rizki sebagaimana burung mendapatkan rizki. Burung tersebut pergi pada pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali sore harinya dalam keadaan kenyang.”[8]

Ibnu ‘Allan mengatakan bahwa As Suyuthi mengatakan, “Al Baihaqi mengatakan dalam Syu’abul Iman:

Hadits ini bukanlah dalil untuk duduk-duduk santai, enggan melakukan usaha untuk memperoleh rizki. Bahkan hadits ini merupakan dalil yang memerintahkan untuk mencari rizki karena burung tersebut pergi di pagi hari untuk mencari rizki. Jadi, yang dimaksudkan dengan hadits ini –wallahu a’lam-: Seandainya mereka bertawakkal pada Allah Ta’ala dengan pergi dan melakukan segala aktivitas dalam mengais rizki, kemudian melihat bahwa setiap kebaikan berada di tangan-Nya dan dari sisi-Nya, maka mereka akan memperoleh rizki tersebut sebagaimana burung yang pergi pagi hari dalam keadaan lapar, kemudian kembali dalam keadaan kenyang. Namun ingatlah bahwa mereka tidak hanya bersandar pada kekuatan, tubuh, dan usaha mereka saja, atau bahkan mendustakan yang telah ditakdirkan baginya. Karena ini semua adanya yang menyelisihi tawakkal.”[9]

Rizki yang Paling Mulia

Sebagian kita menyangka bahwa rizki hanyalah berputar pada harta dan makanan. Setiap meminta dalam do’a mungkin saja kita berpikiran seperti itu. Perlu kita ketahui bahwa rizki yang paling besar yang Allah berikan pada hamba-Nya adalah surga (jannah). Inilah yang Allah janjikan pada hamba-hamba-Nya yang sholeh. Surga adalah nikmat dan rizki yang tidak pernah disaksikan oleh mata, tidak pernah didengar oleh telinga, dan tidak pernah tergambarkan dalam benak pikiran. Setiap rizki yang Allah sebutkan bagi hamba-hamba-Nya, maka umumnya yang dimaksudkan adalah surga itu sendiri. Hal ini sebagaimana maksud dari firman Allah Ta’ala,

لِيَجْزِيَ الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أُولَئِكَ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ

Supaya Allah memberi Balasan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh. mereka itu adalah orang-orang yang baginya ampunan dan rezki yang mulia.” (QS. Saba’: 4)

وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللهِ وَيَعْمَلْ صَالِحًا يُدْخِلْهُ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا قَدْ أَحْسَنَ اللهُ لَهُ رِزْقًا

Dan barangsiapa beriman kepada Allah dan mengerjakan amal yang saleh niscaya Allah akan memasukkannya ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Sesungguhnya Allah memberikan rezki yang baik kepadanya.” (QS. Ath Tholaq: 11)[10]

Jika setiap kita memahami hal ini, yang Allah satu-satunya pemberi rizki dan sungguh Allah benar-benar yang terbaik bagi kita, maka tentu saja kita tidak akan menggantungkan hati pada selain Allah untuk melariskan bisnis. Allah Ta’ala sungguh benar-benar Maha Mencukupi. Allah Maha Mengetahui manakah yang terbaik untuk hamba-Nya, sehingga ada yang Dia jadikan kaya dan miskin. Setiap hamba tidak perlu bersusah payah mencari solusi rizki dengan meminta dan menggantungkan hati pada selain-Nya. Tidak perlu lagi bergantung pada jimat dan penglaris. Gantilah dengan banyak memohon dan meminta kemudahan rizki dari Allah. Wallahu waliyyut taufiq. (*)

Finished on Monday, 2nd Dzulhijjah 1431 H (8/11/2010), in KSU, Riyadh, KSA

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel www.muslim.or.id

[1] Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam, Ibnu Rajab Al Hambali, Tahqiq: Syaikh Syu’aib Al Arnauth, Muassasah Ar Risalah, 1419, 2/48

[2] Fathul Bari, Ibnu Hajar Al Asqolani, Darul Ma’rifah, Beirut, 1379, 13/395.

[3] Tafsir Al Qur’an Al ‘zhim, Ibnu Katsir, Muassasah Qurthubah, 8/479

[4]Lihat Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 12/278.

[5]As Silsilah Adh Dho’ifah no. 1774. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini dho’if.

[6] Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 14/347.

[7] Tafsir Al Qurthubi (Al Jaami’ li Ahkamil Qur’an), Mawqi’ Ya’sub (sesuai standar cetakan), 14/40.

[8] HR. Ahmad (1/30), Tirmidzi no. 2344, Ibnu Majah no. 4164, dan Ibnu Hibban no. 402. Syaikh Al Albani dalam Silsilah Ash Shohihah no.310 mengatakan bahwa hadits ini shahih. Syaikh Muqbil Al Wadi’i dalam Shohih Al Musnad no. 994 mengatakan bahwa hadits ini hasan.

[9] Dalilul Falihin, Ibnu ‘Alan Asy Syafi’i, Asy Syamilah, 1/335.

[10] Bahasan dalam tulisan ini, kami kembangkan dari tulisan di web:  http://www.dorar.net/enc/aqadia/1241, dengan judul: Pengaruh iman terhadap nama Allah “Ar Rozzaq”.

Sahabat muslim, yuk berdakwah bersama kami. Untuk informasi lebih lanjut silakan klik disini.Jazakallahu khaira

TOPICS: RIZKI

PREVIOUS

Soal-160: Hukum Meninggalkan Amalan Karena Riya

NEXT

Laporan Donasi Web Muslim Muslimah Januari 2011

ABOUT AUTHOR

Muhammad Abduh Tuasikal, MSc.

Pengasuh Rumaysho.Com dan RemajaIslam.Com. Alumni Ma'had Al Ilmi Yogyakarta (2003-2005). S1 Teknik Kimia UGM (2002-2007). S2 Chemical Engineering (Spesialis Polymer Engineering), King Saud University, Riyadh, KSA (2010-2013). Murid Syaikh Dr. Sholih bin Fauzan bin ‘Abdillah Al Fauzan, Syaikh Dr. Sa’ad bin Nashir Asy Syatsriy, Syaikh 'Abdurrahman bin Nashir Al Barrak, Syaikh Sholih bin 'Abdullah bin Hamad Al 'Ushoimi dan ulama lainnya. Sekarang memiliki pesantren di desa yang membina masyarakat, Pesantren Darush Sholihin di Panggang, Gunungkidul.

View all posts by Muhammad Abduh Tuasikal, MSc. »

ARTIKEL TERKAIT

10 Kaidah dalam Menyucikan Jiwa (Bag. 11): Mengenali Hakikat Jiwa

4 January 2019

Keistimewaan dan Keutamaan Tauhid (Bag. 1)

3 January 2019

10 Kaidah dalam Menyucikan Jiwa (Bag. 10): Waspada Dari Sikap Ujub

2 January 2019

10 Kaidah dalam Menyucikan Jiwa (Bag. 9) : Memilih Teman dalam Bergaul

31 December 2018

Jihad Memberantas Hoax

30 December 2018

10 Kaidah dalam Menyucikan Jiwa (Bag. 8) : Mengingat Mati dan Perjumpaan dengan Allah

29 December 2018

10 Kaidah dalam Mensucikan Jiwa (Bag. 7) : Menjaga Kesucian Jiwa

27 December 2018

10 Kaidah dalam Menyucikan Jiwa (Bag. 6) : Upaya untuk Membersihkan dan Menghiasi

25 December 2018

10 Kaidah dalam Menyucikan Jiwa (Bag. 5) : Mencari Panutan dan Teladan yang Baik

23 December 2018

10 Kaidah dalam Menyucikan Jiwa (Bag. 4) : Alquran Adalah Mata Air Penyucian Jiwa

Copyright 2019 Muslim.Or.Id. All Rights Reserved.