Kamis, 01 Oktober 2020

Minus 4 Juta Saldo Jumatan Per Tanggal 25-9-2020

Uang wakaf Produktif sejumlah Rp 8.864.552 (delapan juta delapan ratus enam puluh empat ribu lima ratus lima puluh dua ribu rupiah) dipinjam masjid buat bayar pembuatan kusen alumunium pa trisno dan sisa pinjaman wakaf tsb kami dari ustadz  wartono digunakan untuk upgrade cctv masjid, ongkos tukang dan tambahan kabel  cctv dan habis (sudah dilaporkan ke laporan jumatan) sisanya 0 (nol rupiah). 
sumbangan beli cctv dari pa dono 2,5 juta  dan upgrade cctv ke merek hik vison 8 channel seharga ± 6,5 juta termasuk pemasangan dan penambahan kabel

Berarti saldo Masjid yg pada tgl 25/9/2020 kebelakang = -4.173.200 (minus empat juta seratus tujuh puluh tiga ribu dua ratus rupiah) 

Maka uang masjid yg belum disetorkan ke rek bank masjid Sebelum tg 25 september 2020 adalah

= (-Uang pagar balkon)+(-uang wakaf produktif)+(uang qurban kurang h. suryono) +(uang saldo rek bank) 
= *(-10jt)* + *(-8.864.552)*+ *[ (1,5 jt)+ (7,1jt) ]*
= *[ (-10jt) + (-8.864.552) ]*+ *(8,6jt) ]* 
= *(-18.864.552)  + (8.600.000)*
= * (-10.264.552) *

 ( _*minus sepuluh juta duaratus enam puluh empat ribu limaratus limapuluh dua rupiah*_ ) belum disetor ke bank. 

Keterangan
1. Uang pagar balkon = 10 juta
2. Uang wakaf produktif = 8.864.552
3. Uang talangan qurban = 3,5 juta
4. Salfo rek. Bank =Rp 7.100.000 ( tujuh juta seratus ribu rupiah) 
5. Uang di h. Suryono 1,5jt +7,1jt saldo tabungan =8,6jt jatahnya bayar wakaf produktif masih kurang Rp 264. 552

Wakaf dari ibu Hj Amti'ah bnti H. Ali Arsyad (almh) alamat Purwosari KUDUS sejumlah Rp 3.500.000 (tiga juta lima ratus ribu rupiah) dititipkan ke Pengurus Masjid Nurul Abror dan alhamdulillah sudah diterima dan sangat dibutuhkan untuk pelunasan pembayaran pembuatan Pagar Stenless teras lantai atas senilai Rp 43.800.000 (dan alhamdulillah sudah lunas) matur nuwun🙏🙏🙏

haddun nafsi dan himmah dalam kehidupan

1. Tajrid 
2. asbab 
3. syahwat
4. himmah
 
Eling Allah, ibadah kepada Allah, taqorub marang Allah Tajrid, asbab, syahwat (1,2,3) dalam bahasan gus baha sering disebut haddun nafsi. 

Himmah cara dekat kepada Allah tanpa memperdulikan dirinya hanya  Allah semata, hanya Allah semata tanpa tujuan materi, kehormatan jabatan, harta kekayaan. 

1. Himmah Membangun masjid mesti apike, nanging bisa terjadi ana ora apike himmah menolong fakir miskin selama membangun terabaikan. 
2. Istiqomah jadi imam baik, tapi ana ora apike bisa juga tidak ikhlas nek digenti wong liya. 
3. Mulang ngaji mesti apike, tapi ana ora apike menowo ono tujuan bisyaroh. Mesti nggremeng nek ora ono bisyarahe
4. Jariyah kanggo mbangun masjid mesti apike, nanging bisa juga ana ora apike misal ga sadar tindakan manna wal adza : atas jasa saya, berkat saran saya, atas bantuan saya. 
5. umroh mesti apike, nanging ora apike menowo karena faktor gengsi, isin tanggane podo umroh, mungkin taksih lali karo tanggane atau sedulure aqrobain sing esih mlarat kangelan mangan. 
6. Eling pengeran disaat melihat fakir miskin niku keren tapi mungkin ono unsur haddun nafsinya ketika Sodaqoh berharap tambah berkah. 
7. Eling pengeran dengan Salat dhuha tapi ono ora apike berharap haddun nafsi tujuan kaya
8. Eling pengeran disaat sehat keren tapi eling pengeran disaat stroke ya apik tapi kurang keren. 
9. Banyak Hafidz quran mesti apike tapi akih sing lali tujuan tafaqquh fiqqih, ahli fiqih, tentang ahli hukum islan